Bunda Sudah Ganteng

Pagi-pagi jam 5 Daud tumben-tumbenan sudah bangun (biasanya jam 8 atau 9 baru keluar dari kamar). Melihat bunda berseragam rapi, Daud berkomentar.

Daud: "Bunda mau kerja, ya? Bunda sudah ganteng".
Bunda: *ketawa*
Ayah: "Bunda sudah cantik", membetulkan.
Daud: "Bunda, Daud mau ikut kerja, ya. Sama bunda. Sama ayah".
Bunda: "Sekarang bunda mau mengajar di kelas. Daud ikutnya lain kali saja, ya, kalau bunda tidak mengajar".
Daud: "Ya" *mengangguk mantap*
Bunda: *terharu*

Fashionista

Saya masuk ke perpustakaan kelas internasional ketika ada beberapa murid perempuan sedang duduk-duduk di situ. Saat melintas, sempat terdengar "Oh iya" berbarengan dengan lirikan ke arah (saya kira) sepatu saya.

"Hayo, ngomongin apa tadi tentang saya?", saya menodong, "Sepatu, ya?". Mereka terkekeh. "Iya, Ms. Fashionista." Ha? Apaan lagi ini? Mereka bilang, "Ya Ms. Lita tuh fashionista, gak kaya guru-guru lain yang kebanyakan konservatif. Jadi lebih enak dilihat". Walah.

Alasan yang paling sering saya berikan untuk komentar ini adalah, "Nak, kimia sudah terbilang susah tanpa harus dibikin lebih susah dengan sesuatu yang kalian tidak suka melihatnya (atau menciumnya). At least I look (and smell) good (walaupun ngga tau juga kalian jadi lebih mudah ngerti kimia atau ngga hahaha… )." Dan mereka tertawa seraya menjawab, "Thank you very much, Ms."

Jadi, ya… begitulah. Kalau-kalau ada di antara anda yang bertanya kenapa 'penampakan' saya begini. Pakai 'smashing wedges' (atau running shoes hehehe…), bros kura-kura atau jerapah, model seragam yang agak-agak 'lain', berbekal eau de toilette tiap hari, dan seterusnya. Oh ya, soft lens berwarna dan 'pewarna' secukupnya :mrgreen:

Jangan heran lagi ya, nak, kalau tiba-tiba saya 'nyamber' obrolan kalian. Saya masih dalam cakupan umur yang wajar untuk bergaul dengan topik yang familiar a la kalian, kok hihihi…

Uang Sembilan

Belakangan ini Daud sedang senang angka 'sembilan' dan bermain uang. Ditemukannya setumpuk kartu nama (atau apa saja, mewakili uang kertas), lalu diberikan ke saya atau ayahya dengan gaya orang yang sedang membayar belanjaan.

"Sembilan ratus, sembilan ratus, sembilan ratus, […]" begitu diucapkan Daud untuk setiap lembar kartu. Bunda bertanya, "Jadi, semuanya ada berapa, nak?". Daud tertegun dan memonyongkan mulutnya sedikit, lalu diambilnya kembali kartu-kartu itu dan mengulang pembagiannya. "Sembilan dua, sembilan dua, sembilan dua, […]".

*Emak diam menahan geli. Tak sanggup komentar* 




! Disclaimer

bananaTalk is a personal site in the form of weblog.

NOTHING contained in this site is or should be considered, or used as a substitute for, medical advice, diagnosis or treatment.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License.

»

aSide Notes

RSS
» 

Sebagai peserta beberapa mailing list, saya sudah lama bosan menerima guyonan via email berantai. Bukan apa-apa, karena ketika email itu masuk satu milis, kemudian dia akan muncul juga di beberapa milis lain secara bersamaan. Jadi cepat 'basi' rasanya :p

Eh pagi ini dapat link dari suami. "Sudah lihat Nguping Jakarta?". Langsung klik, dong. Huahahahaha… pagi-pagi bikin saya ketawa-ketawa sendiri. Nah, yang begini nih. Seger, terutama buat saya yang ngga punya bakat ngegaring dan stok humornya dikitan hehehe…

Monggo mampir ke Nguping Jakarta, semoga suka. Anda juga bisa berkontribusi dengan mengirim email ke admin blognya :)  

*via Yahya, yang katanya dapet mungut di ranah Plurk.

 (0)

Last Article

RSS

FireStats icon Powered by FireStats