Archived entries for

Iklan vitamin C

Kenapa ya, akhir-akhir ini produsen senang sekali memberi dosis tinggi? Supaya harganya lebih mahal? Supaya konsumen tertarik? Supaya kelihatan ‘peduli’ pada kesehatan?

Dari "Mengandung DHA paling tinggi" sampai "Vitamin C dosis tinggi" atau "Minum sekarang, untuk nanti" (atau semacam itulah.. emang vitamin & mineral bisa ditabung gituh?), produsen berusaha bilang ke objek iklannya bahwa mereka membutuhkan produk dengan zat tertentu yang konsentrasinya tinggi. Setahu sayah, -dan dibenarkan oleh dr. Wati tercinta serta prof. Sri Rahardjo dari UGM- yang namanya nutrisi tidak bisa ditabung, apalagi mikronutrien seperti vitamin dan mineral. Kedua mahluk ini dibutuhkan dalam jumlah kecil setiap harinya, dalam artian asupannya bersifat wajib setiap hari dalam dosis yang sesuai dengan yang dibutuhkan (sebab kelebihannya akan dibuang).

Continue reading…

Kepengen vs Tekad

Duh, tadi malem tidur jam 1 lebih (eh, udah keitung pagi yah?)… Padahal udah di tempat tidur sejak 21.30, tapi cuma gelundung sana-gelundung sini.. Mata sih mau diajak merem, tapi kalo otakku asik mikir macem2 kan ngga bisa tidur juga jadinya. Bukan utang, bukan rencana sekolah lagi, bukan anakku (yg kukangeniiiiinnnnn), bukan hal yang penting & mendesak lah… Tapi ya itu seperti kata Heri, kalo ada ide trus ga ditulis, rasanya mengganjal.

"Lalu kenapa ngga bangun aja trus nulis?" Soalnya, aku bertekad pengen menghentikan kebiasaan tidur menjelang pergantian hari! Sejak punya akun matrix, jadi sering melek sampe tengah malem nih. Kan bangunnya sering jadi kesiangan…. So, walaupun pikiranku mendesak-desak untuk memuntahkan isinya, aku tetap bertahan untuk stay on bed. Hasilnya ya begitulah, tetep aja tidur jam segitu hihihi…

Untuk mencegahku bermimpi yang ngga-ngga karena penasaran punya ide ngga ketulis, akhirnya kuambil hp, cari menu ‘notes’ dan kuketik semua yg pengen kutulis biar ngga kelupaan, trus di ‘post’ di wallpaper. Jadi deeehhhh… Dan pagi hari saat kubangun awal, aku siap untuk MENULIS! Banzaai!

Daaannn… jadilah 2 posting pagi ini. Selamat menikmati! 

Ketika Cinta Menyapa

Ketika cinta menyapa

Lama kumengenalmu, dari jauh saja
Yang tampak di mataku, bijak & tulusmu
Kukagumimu, dalam diam saja

Dan ketika hati rapuh ini tersandung dan jatuh,
kebaikan yang kau tunjukkan menjadi segala
Tak kuhiraukan pedihku, ku berharap lagi

Cemas.. cemas…
Kuinginkan matahari
Yang tampak jauh dari genggaman

Walau tulusmu satu persatu menjejak di hatiku
Takutku kan jatuh lagi
Sehingga aku diam dalam ragu…

Kuperlihatkan padamu satu-satu
Apa yang ada di hatiku;
Haru biru mendebar yang sering menyelinap nakal

Kuberharap kau katakan sesuatu
Kata yang kuinginkan maupun bukan
Untuk sekedar pasti, agar hati ini mengerti

Tapi toh aku tahu
Kau akan tenang dalam diammu
Walau sejenak dua, kadang kurasa kau mendekat
Continue reading…

“Look who’s talking now!”

Nyimak feeding dari detikcom, wih…. Jakarta ternyata rame ya? Sekitar rumah (ibu)ku tenang adem ayem aja ngga terpengaruh ribut2 demo BBM. Beberapa komentar penggede cukup menggelitikku untuk ganti ngasi komentar.

Akbar Tandjung : "Dana Kompensasi Rp 100rb Tidak Mendidik". Alasannya, uang segitu cepet abis, malah dipake buat bayar utang. "Uang 100rb itu sangat kecil..", katanya. HELLO?! Look who’s talking! Ya terserah lah, apapun tentang persidangannya yg membebaskan dia itu. Tapi… dari komentarnya, kayanya dia belom pernah jadi jelata yg tiap harinya dililit utang ya? (ato lupa? jaman dia masih mahasiswa gajah, sempet ngerasain ngga ya?). Ngga tau gimana gelisahnya jelata yang menatap anak2nya yang udah tidur, sementara duit di kantong ngga ada, utang dimana-mana… [alhamdulillah masih ada yg ngutangin, besok kalo ngga ada duit lg gimana?]. Komentarku cuma dikit ah, "Kalo ngga ngerasain (betapa berartinya duit 100rb), mbok ya ngga usah komentar Pak!"

Continue reading…

Suamiku ngga romantis

Jaman masih jomblo dulu, kalo ditanya pengen punya suami yg kaya gimana, yang terbayang di hati adalah pengen suami yang romantis emoticon (versi akhwat jomblo laah). Yang suka ngasih bunga di hari-hari tertentu, yang suka ngasih kado kecil kejutan, yang suka berlaku mesra di depan umum, yang manggil aku "sayang" atau "dinda" atau "diajeng", yang suka ngajak jalan2 ato dinner pas weekend… emoticon

Ternyata oh ternyata…

Suamiku ngga suka ngasih bunga. "Boros & ngga guna", katanya. Suamiku ngga suka ngasih kejutan. Suamiku ngga suka mesra-mesraan di depan umum. "Ntar kalo jadi ada yg mau sama Yahya gimana?", katanya [ge er deh!]. Suamiku ngga suka manggil aku "sayang/dinda/diajeng". Suamiku paling ngga suka keluar rumah hari Sabtu malem, "Rame! Macet! Males!", katanya.

Continue reading…



Copyright © 2004–2009. All rights reserved.

RSS Feed. Powered by Wordpress and based on Modern Clix : additional facelift by amYahya