Archive for September, 2005



Iklan air minum (beroksigen)

Iklan lagi.. iklan lagi. Rame-ramenya udah lewat sih, tapi aku tetep mo bahas. Pertama kali denger/liat iklan oxygenated water, aku cuma terbengong-bengong ajah. Setauku sih, air emang mengandung oksigen, dan kandungannya cuma bisa sampe batas tertentu, tergantung tekanan parsial oksigen dan temperatur air. Jadi, di tekanan dan temperatur kamar (1 atm, 25C), maksimum oksigen terlarut adalah 8 ppm. Jauh lebih kecil daripada yg diklaim air-air kemasan itu yg rata2 menawarkan 80 ppm.
 
Here’s the deal. Kalo kandungannya bisa setinggi itu, maka kemungkinannya adalah oksigen tsb dilarutkan melalui proses bersuhu rendah dan bertekanan tinggi. Apa yg terjadi kalo air tsb kita minum? Pertama, waktu kita buka tutupnya, tekanan dalam botol akan sama dg 1 atm (more or less) shg oksigen yg ‘dipaksa’ larut akan lepas (kira-kira kaya botol isi softdrink yg dibuka). Mungkin ngga semuanya, kita masih bisa dapet ‘ekstra’ oksigen dikit emoticon Kedua, andaikan betul kita dapet semua oksigen yg 80 ppm itu, SO WHAT?! Kita punya paru-paru, yg emang dirancang untuk bernafas/menyerap oksigen di udara yg konsentrasinya 20% (ribuan kali lebih besar daripada yg ada dlm klaim oxygenated water itu). Alat pencernaan kita dirancang untuk menyerap nutrisi, bukan gas terlarut. Dan kalo butuh lebih (karena sdg olahraga misalnya), tinggal tarik nafas lebih dalem & lebih sering. Yang lebih penting : GRATIS!
 
Oxygenated water? Mahal. Buang2 duit ajah.. Kalo ingin memperbaiki daya intake oksigen, olahraga lah sodara-sodara… More bout the truth? Here & here
 
updating from my blogwalking to Priyadi’s blog: here

Suamiku ngga romantis

Jaman masih jomblo dulu, kalo ditanya pengen punya suami yg kaya gimana, yang terbayang di hati adalah pengen suami yang romantis emoticon (versi akhwat jomblo laah). Yang suka ngasih bunga di hari-hari tertentu, yang suka ngasih kado kecil kejutan, yang suka berlaku mesra di depan umum, yang manggil aku "sayang" atau "dinda" atau "diajeng", yang suka ngajak jalan2 ato dinner pas weekend… emoticon

Ternyata oh ternyata…

Suamiku ngga suka ngasih bunga. "Boros & ngga guna", katanya. Suamiku ngga suka ngasih kejutan. Suamiku ngga suka mesra-mesraan di depan umum. "Ntar kalo jadi ada yg mau sama Yahya gimana?", katanya [ge er deh!]. Suamiku ngga suka manggil aku "sayang/dinda/diajeng". Suamiku paling ngga suka keluar rumah hari Sabtu malem, "Rame! Macet! Males!", katanya.

Continue reading ‘Suamiku ngga romantis’

“Look who’s talking now!”

Nyimak feeding dari detikcom, wih…. Jakarta ternyata rame ya? Sekitar rumah (ibu)ku tenang adem ayem aja ngga terpengaruh ribut2 demo BBM. Beberapa komentar penggede cukup menggelitikku untuk ganti ngasi komentar.

Akbar Tandjung : "Dana Kompensasi Rp 100rb Tidak Mendidik". Alasannya, uang segitu cepet abis, malah dipake buat bayar utang. "Uang 100rb itu sangat kecil..", katanya. HELLO?! Look who’s talking! Ya terserah lah, apapun tentang persidangannya yg membebaskan dia itu. Tapi… dari komentarnya, kayanya dia belom pernah jadi jelata yg tiap harinya dililit utang ya? (ato lupa? jaman dia masih mahasiswa gajah, sempet ngerasain ngga ya?). Ngga tau gimana gelisahnya jelata yang menatap anak2nya yang udah tidur, sementara duit di kantong ngga ada, utang dimana-mana… [alhamdulillah masih ada yg ngutangin, besok kalo ngga ada duit lg gimana?]. Komentarku cuma dikit ah, "Kalo ngga ngerasain (betapa berartinya duit 100rb), mbok ya ngga usah komentar Pak!"

Continue reading ‘“Look who’s talking now!”’




! Disclaimer

bananaTalk is a personal site in the form of weblog.

NOTHING contained in this site is or should be considered, or used as a substitute for, medical advice, diagnosis or treatment.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License.

»


FireStats icon Powered by FireStats