Archived entries for

Radang tenggorokan

Diagnosa radang tenggorokan ini sangat sering terdengar di kalangan ibu-ibu yang memiliki anak kecil (dari bayi sampai balita), walau di kalangan orang dewasa 'penyakit' ini juga populer. Tadinya aku mau cuek aja. Tapi setelah jalan-jalan ke blog teman, dan menyimak milis sehat, tak urung aku berkomentar juga, "Banyak banget sih yang tenggorokannya radang!". Di milis tersebut, tiap minggu ada saja yang posting tentang radang tenggorokan (sampe bosen aku emoticon), dan obat-obat yang diberikan juga fantastis! Sebenarnya apa sih radang tenggorokan itu?

Di terminologi kedokteran, ada yang namanya sore throat dan strep throat (thanks to our bahasa's richness, sulit sekali mencari padanan katanya yang tepat dalam bahasa Indonesia! jadi tolong izinkan diriku menjelaskannya dengan bahasa campur aduk). Kalau dipaksa ke bahasa Indonesia menjadi radang tenggorokan dan radang tenggorokan akibat bakteri strep. Apakah keduanya berbeda? Berbeda sama sekali, sodara-sodara… Mari kita bahas emoticon 

SORE THROAT

 

Seringkali anak-anak dan dewasa menderita 'sore throat' minimal sekali setahun. How can you tell it's a sore throat? Haruskah ke dokter? Atau cari obat bebas? Panduan dari dr. Sears untuk diagnosa dan perawatan sore throat ini adalah sebagai berikut. 

Continue reading…

Sweet Brown-Eye

Beberapa hari lalu, setibanya dari Bandung, kakanda terlihat lelah sekali. Setelah wudhu dan ganti baju, langsung rebah deh di kasur. Lalu aku iseng bertanya, "Mas, baca tulisan Ita kemaren?". Dia cuma diam lalu menelungkupkan kepalanya di bantal. "Ih, ditanya kok gitu sih", kataku. "Eh, ngga pa-pa kan Ita nulis gitu?", tanyaku lagi. Dia menatapku sejenak, lalu kembali menyembunyikan wajahnya di balik bantal sambil bergumam, "Tapi kan Yahya malu…". Dan aku bengong emoticon . Cukup sedetik aja bengongnya, abis itu ketawa geli. Now that’s original! emoticon

Kangmasku ini seringkali mengaku pemalu (ha!). Tapi amat sangat jarang sekali sifat pemalu yang diakunya itu nampak. Dan ini kali kedua aku lihat kakanda tersipu-sipu. Kapankah pertama kalinya? Beberapa tahun yang lalu. Ceritanya? Nah… yang itu rahasiaaa hehehe… emoticon Pastinya, waktu itu aku hanya berstatus sebagai juniornya yang iseng.

Huhuhu… my dear sweety brown-eye… Love you hunn, cepet pulang yaa…

Hadiah untuk Profesi Paling Sulit di Dunia

Habis main dari blog teman baru, hmmm.. tiba ke ingatan tentang satu sisi keperempuanan istri. Bahwa status perempuan sebagai istri tidaklah menghapus kebutuhannya untuk sekedar dipuji atau diberi pernyataan cinta. Lagi-lagi cinta… Ya tentu saja, bukankah biduk rumah tangga yang diinginkan adalah yang tentram, penuh cinta, dan dilingkupi kasih sayang? Makanya bahasan cinta tak pernah habis, apalagi di kehidupan rumah tangga.

Secuil kalimat "Aku sayang istriku", minimal sekali setiap hari bisa mencerahkan wajah istri, sekalipun dalam keadaan lelah setelah berpayah-payah dengan urusan seharian. Akan bosankah istri diberi ’sayang’? Tak akan. Apapun profesi yang dimilikinya. Istri bekerja harus diperhatikan dengan layak oleh suami, karena jika istri kekurangan ‘makanan mental’ ini, amatlah rentan hatinya terhadap godaan dari rekan sekerja atau partner bisnis. Apakah ibu rumah tangga butuh? Masya ALlah, apalagi ibu rumah tangga! Profesi paling sulit dengan undakan karir yang paling panjang yang ada di muka bumi!

Continue reading…

“Buah matang di pohon”

Kemarin siang kontrol ke DSOG. Kali ini ganti dokter. Perawat di meja "tamu" ruang dokter sampe perlu memastikan dengan bertanya ulang. "Ibu mau ke dokter xxx?" Ngga umum kali ya ganti DSOG. Hehe…Kenapa ganti? Mmm, kinda hard to explain. Ngga ada alasan khusus yang memaksa. Pengen ada second opinion aja. Mungkin terinspirasi oleh kejadian waktu hamil pertama kali. "Jadi begini…" *and the story begins*

Dulu waktu masih kuliah di Bandung dan berencana melahirkan di Solo, DSOG (di Solo)-nya manut yang direkomendasikan DSOG-ku di Bandung. Pertama kali dateng, wadoh.. Ngantrinya.. subhanallah.. aku urutan 35! emoticon (kata DSOG yang di Bandung sih beliau ini satu2nya DSOG perempuan di Solo, makanya pasiennya bejibun kali ya?) Sempet ditinggal shalat, jajan (ngantri bikin laper emoticon ) & ke warnet segala, pas balik masih tetep ngantri… ckk ckk… Pas giliran masuk dan konsultasi, duh… ni dokter ngirit amat sih ngomongnya. Kalo ditanya jawabnya singkat banget, kalo gak ditanya ya diem aja.. sibuk bikin catetan sendiri. Daku & kakanda cuma bertukar pandang resah…

Continue reading…

Dear Matrix

"Oh dear…", akhirnya dateng juga tuh invoice. Lengkap dengan pemberitahuan pemberlakuan tarif baru GPRS.

Mulai 1 November 2005 berlaku tarif baru GPRS & Blackberry Matrix:
  • Pilihan paket GPRS: retail Rp 15/KB, silver Rp 200.000/bulan (maks. pemakaian 50MB), gold Rp 800.000/bulan (maks. pemakaian 250MB).
  • Blackberry: biaya paket berlangganan Rp 100.000/bulan (maks. pemakaian 25MB)

Apabila terdapat kelebihan pemakaian, maka akan dikenakan tarif retail Rp 15/KB

Walaupun sebelumnya udah tau dari gosip yang beredar, sebenernya aku berharap itu cuma gosip sih… Ya sudahlah. Sekarang sedang mempertimbangkan, "Masih akan langganan paket GPRS gak ya?". 50MB daku bisa ngapain aja? 2 bulan ini aja pemakaian lebih dari 280MB per bulan. Masa 200rb cuma buat POP3 doang… Huah.. Mo pindah CDMA, mmm, that means new cellphone yak?… *mikir… trus gimana dong?*



Copyright © 2004–2009. All rights reserved.

RSS Feed. Powered by Wordpress and based on Modern Clix : additional facelift by amYahya