Published by Lita October 5th, 2005
in General.
Alhamdulillah.. di tengah suntuk yang menggelapi tulisan yang tak kunjung jadi, ada komentar masuk ke bananaTalk home. Hehehehe… jadi ketawa-ketawa sendiri. Bukan hanya karena komentar itu, tapi jadi ingat ulah kakanda yang sering menyindirku dengan gayanya yang khas.
Sekitar 2 minggu yang lalu, pagi-pagi aku udah duduk manis di depan PC. Cek e-mail & account di Friendster. *Kalau anda bertanya, "Pagi2 kok udah online", nah.. satu-satunya kesempatanku untuk online adalah sebelum kakanda tercinta menyambangi PC ini. Karenaaa… seperti computer freak kebanyakan, kalo udah di depan komputer, itu komputer gak bakalan mati sampe dia mau tidur selepas tengah malam nanti! Dan kalo aku disuruh online mulai tengah malem, betapa kejamnya anda!* Lanjut ke cerita. Setelah mandi, suamiku kedengeran sibuk di belakang dan beberapa waktu kemudian dia sudah duduk di sampingku dengan segelas kopi dan makanan ’setengah sarapan’ (yang beliau siapkan sendiri). Katanya, "Yahya itu ngga memenuhi syarat laki-laki Jawa. Soalnya, kriteria laki-laki Jawa itu adalah : pagi-pagi dibikinin kopi dan disedian sarapan, lalu sehari-hari kalo di rumah pake kaos & sarung, trus punya burung peliharaan". Denger kata-katanya begini aku langsung ketawa geli, "Nyindir yaaaa?". Dan jawabnya (dengan kalem tapi sedikiiitt mangkel hehehe) "Ngga! Ini namanya ‘tembak langsung‘!" 
Continue reading ‘Soal sindir menyindir’
Published by Lita October 7th, 2005
in Personal.
Kupikir semua orang punya jenis pertanyaan yang paling tidak disukai. The big NO question(s). Untuk yang masih jomblo tapi udah pengen nikah namun masih ada halangan entah apa, NO question-nya adalah "Kapan nikah?" (sebenernya ngga bermaksud nyindir, tapi kalo ada yang kesindir juga ya apa boleh buat
). Untuk yang belum dapet kerja padahal udah lulus beberapa lama : "Kerja di mana?" atau "Ngga nyari kerja?" atau "Kenapa ngga bikin usaha sendiri?" [jadi inget temen seangkatan yang punya jawaban : "Belom kerja. Jangan ditanya kenapa dan jangan tanya apapun. Pokoknya jangan. Titik." hehehe…]. Atau buat yang ngga suka ama kenyataan tentang kelulusan dan IP-nya : "Jangan tanya gua lulus taun berapa dan berapa IP jahanam gua itu!" [quote from RB, berlaku untuk diriku juga
].
As for me, aku juga punya big NO questions. You’ll know when you’ve asked me the wrong questions, karena jawabanku biasanya berkisar antara tiga : 1. cuma melirik pada anda, 2. cuma senyum dan tidak menjawab, dan 3. "Ada pertanyaan/topik lain nggak?". Here are those questions.
- "Nggak kangen sama anaknya?" –> most ridiculous question, and will get the most snappy answer.
- "Kenapa anaknya ngga tinggal bareng? Kan kasian….. (bla bla)" –> for this, let’s just say that we decided it that way. Period.
- "Lulus tahun berapa?" dan "IPnya berapa?" –> "Ngga perlu dibahas kan?"
- "Hamil kok kurus sih? Makannya yang banyak dong, nanti… (bla.. bla..)" –> well whaddya know, this is my body! gue makan sebanyak apapun gue ngga pernah keliatan tambah gemuk!
Kalo kalian adalah mahluk beruntung yang ngga punya big NO question, mohon pengertian pada orang-orang tak sempurna yang tak ingin membahas hal yang tidak disukai. Kalo orang yang kalian tanya (apapun) ternyata ngga ingin menjawab, ya biarkan sajalah. Ngga usah dikejar lebih jauh dengan nanya "Emang kenapa sih? Cuma nanya aja kok!". Ya iya sih cuma nanya. Masalahnya pertanyaannya aja udah disebelin banget. Kan males njawabnya. Be a wise person, and be understanding. So,
DON’T ASK ME THOSE QUESTIONS! 
Published by Lita October 8th, 2005
in Love.
Suatu malam, di Simpang Dago. "Itu lho mas, Mariana yang bintang iklan. Yang di billboard gede itu!", kataku sambil nunjuk ke papan iklan samping PusAir. "Cantik kan?", kataku lagi. Dan apa jawaban kakanda? "Ngga ah, cakepan Ita." Bwahahahaha…. I burst into great laughter. "GOMBAAALLL!!" Then, "Lho, gimana sih! Katanya disuruh jujur. Giliran jujur dibilang gombal. Ngga konsisten", kata beliau. Hihihihi…. *perhatian, pembaca dilarang sewot. silakan aja ikutan komentar ‘gombal!’, tapi penilaian pribadi kan boleh subjektif dong*
Suatu waktu pula, kami berdiskusi soal macem-macem dan tiba di topik ‘merayu’. *Biasa deh, kami kalo udah ngobrol bisa lamaaa dan kemana-mana.. Dari iklan sampe kucing cewek yang selalu dateng ke kamar kalo kakanda ada di rumah.. hihihihi* Ternyata, (buat yang belom tau nih) perempuan itu menikmati dipuji dan dirayu kok. Well, that’s greatly depends on who’s talking and how. Nyatanya, setiap orang memang suka dipuji (bedakan dengan yang menginginkan atau gila pujian). Usually people take it as a small reward for what they do. As for a wife, that’s a small reward for her accompaniment of the husband. Mereka yang jarang memuji, biasanya pujiannya dihargai tinggi. Sebaliknya, mereka yang suka mengumbar rayuan, biasanya udah punya julukan ‘playboy cap duren’ ato ‘buaya’ (kasian buaya, ngga punya salah apa-apa… ) ato apalah, umumnya tingkat kepercayaan terhadap rayuan mereka amat rendah alias sering ditolak.
Continue reading ‘Gombaaal!’
Last Discussion
rakhmat, Menyoal Harga dan Suplementasi AA-DHA di Susu Formula Bayi at BananaTalk - Lita Mariana’s Weblog, dian, rahadian, tammy, Boma Yudho, siti, Rizma, kirana, bunda AULIA [...]
yani, Umminya Syahmi dan Sahlan, retno, septi, ANWAR, b0cah, myandrew, Yuka, dita, Romy [...]
bond, ari, Jim, chiw, maewar, maewar, arienz, NaNa di sYdneY, elfarid, Anto S. Nugroho [...]
aprie, Ical, eka, Lita, Cahyani, Cahyani, Lita, Inga, Lita, fatimah [...]
yanti, iRHoTeP, CHIKA, miss_ngoceh, nYam, Lita, DODY, tania, koko, ketty [...]
nayara, Yudas Kukuh, Anna, Novina Adrianto, Lita, Leila, Lita, siska Manurung, riswanto, puput [...]