Archive for January, 2006

ASI vs. Susu Formula yang ‘Tidak Etis’

updated by Yahya at Januari 4th, 2005
Ini artikel aslinya Berikan Hanya Asi Untuk Bayi Anda .
Copyright ada di yg punya artikel tentu saja :)

Kenapa aku post artikel ini di blog? Supaya para pengunjung blog ini tau ajah. *Perhatian ya, ibu-ibu dan bapak-bapak (atau yang baru akan jadi ibu/bapak)!* Kalo udah tau, ya sukur-sukur kalo ngga terbawa arus. Pokoknya, gerakan melunturkan ASI eksklusif ini harus dihadang! *halah… semangat menyambut tahun baru 1427 neeehhh!*

"SEPERTI dipojokkan rasanya. Belum juga pulih dari melahirkan dan masih tergeletak di kamar bersalin, saya sudah ditodong oleh suster akan diberikan susu apa bayi saya. Suster itu menyebutkan sejumlah merek susu bayi yang saya tidak kenal baik buruknya. Suster itu memaksa dengan alasan air susu saya belum keluar. Saya jadi panik, lalu asal saja menyebutkan merek yang pernah saya dengar namanya," ungkap Irin (29) tentang pengalamannya melahirkan di sebuah rumah sakit swasta di Surabaya.

Continue reading ‘ASI vs. Susu Formula yang ‘Tidak Etis’’

“Cuma Pengen Liat, Kok”

Didera kelaparan (sudah jam 4 sore dan aku belum makan siang, ugh!), setelah Daud tertidur aku segera menyiapkan seporsi mi goreng buatan ibunda (home made, sehat!). Segelas teh hangat tanpa gula juga siap menemani. Niat hati ingin makan di kamar saja, khawatir jika Daud terbangun dan aku tak mendengar tangisnya padahal ibuku sedang sibuk dengan tamu.

Begitu melewati pintu, terlihatlah Daud yang sedang bergerak-gerak gelisah di bawah bantal (tenang sodara-sodara, bantalnya tipis kok dan wajahnya tidak tertutup). O’ow… Bagaimana ini? Mmm, kuputuskan untuk tetap pada tujuan semula : makan. Aku duduk di depan meja komputer (meja samping tempat tidur hanya muat untuk kipas angin sih) dan mulai makan tanpa lupa berdoa. Inginnya pura-pura tak melihat, tapi kok penasaran juga emoticon Kulirik, ah… dia tidak gelisah lagi. Berhenti meronta dan menatapku lama. Aku hanya tersenyum tanpa beranjak menyentuhnya. Kuharap aku bisa mengatakan tanpa kata, "Bunda sedang makan, Nak. Kalau ingin digendong, tunda sebentar ya". Hmmm…

Continue reading ‘“Cuma Pengen Liat, Kok”’

Sendawa Membawa Nikmat

Buat orang dewasa, sendawa terkadang dianggap tak sopan. Tapi untuk bayi, suara sendawanya bisa mengundang tawa, sekeras apapun suaranya. *He, namanya juga bayi gitu loh, diem aja juga keliatan lucu kalee*

Di luar suaranya, sendawa ini benar-benar membawa kenikmatan bagi si empunya suara dan sekaligus ibunya. Iya, saya misalnya. Untuk beberapa bayi (entah, mayoritas kali, belum pernah survey jadi tidak bisa bilang 68% emoticon ), sendawa ini adalah prasyarat untuk merasa nyaman setelah minum ASI. Bukan bermaksud bilang bahwa bayi peminum susu formula tak perlu sendawa sih. Begini…

ASI bisa keluar apabila bayi menghisap cukup kuat. Itupun biasanya tidak keluar di hisapan pertama, melainkan di beberapa hisapan selanjutnya, tergantung seberapa penuh ‘tandon’nya (note: jumlah ASI bukan merupakan fungsi dari ukuran/besar tandon alias ibu berpayudara besar belum tentu ASInya banyak sama halnya ibu berpayudara kecil belum tentu ASInya sedikit). Apabila bayi cukup lapar, maka dia akan menghisap sekuat-kuatnya (seringkali sampai pipinya agak kempot hehe). Saat menghisap kuat ini, terdapat kesempatan besar bagi udara di sekitarnya untuk terhisap masuk ke lambung. Sesudah menyusu sampai kenyang, udara yang terakumulasi ini dapat mendesak katup lambung yang menyebabkan rasa tak nyaman. Seberapa tak nyaman? Cukuplah ribut tak jelas selama 1 jam dan tak bisa tidur sebagai gambarannya [pengalaman Daud nih].

Continue reading ‘Sendawa Membawa Nikmat’




! Disclaimer

bananaTalk is a personal site in the form of weblog.

NOTHING contained in this site is or should be considered, or used as a substitute for, medical advice, diagnosis or treatment.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License.

»