Archive for January, 2006



Gosip tentang Pospak

Belakangan ini di Jakarta (terutama di daerah tempat tinggalku) sering hujan. Kalau punya bayi gini, hujan identik dengan cucian seabrek akibat seringnya Daud pipis. Belum sampai mandi sore, persediaan perlak (apa ya bahasa resminya?) sudah tinggal 2 lembar. Kalau sudah begini, solusinya ya pakai pospak alias popok sekali pakai.

Banyak orang (terutama orangtua jaman nenekku), tak setuju dengan penggunaan pospak untuk bayi. Alasan paling populer biasanya adalah "Nanti jalannya mengangkang". Tapi benarkah begitu? Ibrahim, yang sudah fasih lari menghambur ke jalanan mendahului mbahnya -yang panik emoticon-, tidak mengalami masalah jalan mengangkang ini. Dulu Ibrahim kalau malam juga dipakaikan pospak. Alasannya sederhana: supaya ibunya bisa tidur.

Bukan berarti aku ‘jadi ibu tapi ngga mau susah’. Coba, kalau si ibu kurang tidur karena ketika malam terbangun minimal 1 jam sekali, sehingga keesokan harinya lesu. Kalau sudah begini, kondisi badan biasanya tidak prima dan berpengaruh terhadap pasokan ASI. Dan kalau ASI tak melimpah padahal si anak ‘demand‘nya tinggi, dia bisa ngamuk-ngamuk seharian. Buntutnya, semua repot. Daripada kejadian begini berulang-ulang dan membuatku sering berada dalam ‘tegangan tinggi’, lebih baik keluar uang ekstra untuk 1 popok setiap malam (pendapatku, lho!).
Continue reading ‘Gosip tentang Pospak’

Tes Widal untuk Diagnosa Tifus: Menipu!

Aku menemukan artikel menarik di website prof. Iwan Darmansjah. Sebenarnya aku sudah tahu tentang tes Widal ini dari dr. Wati, tapi karena belum ada pembahasan mendetil ya aku tak berani bilang-bilang.
Pembahasan mengenai tifus dan gejalanya bukan hal baru, tapi mungkin perkara tes Widal (yang umum digunakan untuk mengkonfirmasi tifus/bukan) ini semakin meresahkan beliau sehingga dibuatlah artikel khusus ini.

Reaksi Widal merupakan tes imunitas tubuh yang ditimbulkan oleh ‘jejak’ masuknya Salmonella typhi / paratyphi, yaitu bakteri yang terdapat di minuman dan makanan yang terkontaminasi oleh tinja orang yang sakit tifus. Jakarta dan Indonesia merupakan bendungan raksasa bakteri Salmonella dan kuman lainnya -akibat sistem sanitasi yang kurang baik. Semua manusia di Indonesia pasti (!! d’oh…) pernah kemasukan Salmonella melalui cara ini.

Continue reading ‘Tes Widal untuk Diagnosa Tifus: Menipu!’

Kontroversi Formalin [updated]

Ya ya… sebagian anda bilang, "Duh… formalin mulu!", atau "Iya iya, tauk! Formalin berbahaya!". Bersabarlah sebentar, saya belum sampai ke bagian menariknya. Menurut Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (USD) Dr Yuswanto, FORMALIN ITU TIDAK BERBAHAYA. Now, do I get your attention? :)

Dimuat dalam harian cetak Radar Jogja edisi 8 Januari 2006, dikatakan bahwa formalin tidak berbahaya [terimakasih mas Aris yang sudah berbaik hati mencarikannya, ternyata edisi online-nya baru hari ini ya?] karena akan terurai menjadi CO2 dalam waktu 1,5 menit. Berikut kutipannya:

Kenapa formalin di makanan tidak berbahaya? Kata Yuswanto, proses metabolisme formalin yang masuk ke tubuh manusia sangat cepat. Tubuh manusia akan mengubah formalin menjadi CO2 dan air seni dalam waktu 1,5 menit.

"Secara alami, setiap liter darah manusia mengandung formalin 3 mL. Sedangkan formalin yang masuk bersama makanan akan didegradasi menjadi CO2 dan dibuang melalui alat pernapasan. Jadi, meski formalin dikonsumsi dalam jangka waktu yang cukup lama, tidak akan terjadi proses akumulasi dan menyebabkan toksifikasi."

Yuswanto menegaskan, informasi yang berkembang di masyarakat salah kaprah. Sebab, baru dalam dosis besar yakni sekitar 6 gram, formalin akan memunculkan efek negatif bagi tubuh manusia.

Waktu mulai membaca artikel tersebut (yang di-post oleh peserta milis sehat), saya belum merasa ada yang ganjil. Malahan, saya merasa bodoh. "Iya ya?" Ya iya sih, namanya senyawa organik, kalau terurai ya jadi karbondioksida. Itu kalau penguraiannya sempurna.

Continue reading ‘Kontroversi Formalin [updated]’




! Disclaimer

bananaTalk is a personal site in the form of weblog.

NOTHING contained in this site is or should be considered, or used as a substitute for, medical advice, diagnosis or treatment.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License.

»