Archived entries for

Weird Me

Fuih, malem-malem ngerjain ‘PR’ dari kangmas; ada temen yang butuh opini lain tentang sakit anaknya. Nah, sekarang mau setor satu PR dari Andry. Here it goes, my weird-five.

Hobi nonton film horor/thriller.
Sebenernya gak gitu aneh, andaikan daku berani nonton sendirian. Macem Ju-On, The Ring, dll, gak berani nonton sendirian kalo malem-malem. Siang pun kalo ada kangmas ya maksa minta ditemenin hehehe.

I like Peterpan.
WHAAT?? Yea yea.. Gak papa dong, suka-suka gue!  emoticon

Males masak.
"Ibu yang aneh!". I can hear that. Hey, this is weird-five, remember?! Jadi masih numpang serumah ama emak ada untungnya juga emoticon

Berpikir lebih jernih di malam hari.
Ini kayanya bawaan sejak masih jaman SMU. Siang-siang keganggu banyak suara. Gak papa deh di kelas lemot dikit, kan malem bisa belajar (lagee?!) sendiri… walo lemotnya seringkali ngga berkurang sih.

Suka nggratak persediaan cemilan di malam hari.
Ini efek dari keanehan nomer 4. Karena malem masih bangun, jadinya ya laper lagi. Glondangan di dapur belum tentu tikus emoticon Bukan kebiasaan yang baik (catet: jangan ditiru!). Dan bagi beberapa orang, ini rawan banget bikin gemuk (allo mbak Yanti emoticon). Berhubung aku gak punya bakat gemuk dan masih nyusuin Daud, yaaa… gapapa kali yeee… (hihi membela diri)

Hmm, dilempar ke orang lain ngga ya? Kalo ada yang mau, pungut aja dari sini ya. Gak enak mo maksa, emangnya Andry hihihi…

Kenali Flu dan Selesma

Hidung mampet, demam, batuk, pegal dan linu. Itu gejala flu atau selesma? Bagaimana membedakannya? atau… "Selesma itu apa?" hehehe…

Aku sudah pernah posting tentang flu, singkat sekali memang, dan hanya memberi ‘arah’ ke mana harus mencari. Tapi, sepertinya memang lebih enak diberi tahu daripada baca sendiri ya? Baiklah, aku bagi di sini, dari sumber yang lain.

Jangankan di negara ini di mana banyak istilah yang twisted, di negara maju macam Amrik saja warga mereka masih tidak kompak dalam menerjemahkan flu dan cold. "We call a lot of things "flu" out there", kata seorang dokter. I guess we need more help then.

Ciri khas flu adalah demam tinggi, pegal/linu/sakit pada otot (biasanya punggung dan kaki), lemas atau lelah luar biasa, dan sakit kepala yang sangat mengganggu (note: sakit kepala TIDAK SAMA dengan pusing! ini penting). Demam umumnya datangnya tiba-tiba dan membuat tubuh merasa kedingingan, tak jarang disertai menggigil. Gejala awal flu cukup jelas sehingga si sakit dapat mengatakan kapan penderitaan bermula.

Sedangkan hidung meler, tenggorokan sakit/meradang, kelenjar (di leher) yang membengkak serta demam ‘rendah’ merupakan gejala selesma alias pilek atawa common cold

Dari tadi hanya bicara ‘tampang’. Mari kita berkenalan dengan mas flu dan mbak selesma ini lebih dekat.

Continue reading…

Berjuang untuk Menjadi Cerdas

Gerilya itu kini digemakan secara terbuka. Itulah yang terpikir oleh saya ketika membaca Kompas kemarin. Di sana diberitakan tentang komunitas maya, yang dibimbing oleh -kini- 10 (ya, sepuluh) belasan dokter spesialis dari berbagai bidang. Berjuang menjadi orangtua cerdas. Sebuah perjuangan bagi pencerahan orangtua, agar cerdas dan bijak dalam menangani masalah kesehatan keluarga.

Jika dilihat dari jumlah anggotanya (lebih dari 3000 orang), kemampuan milis ini dalam menggalang kekuatan seharusnya tidak lagi dianggap enteng. Seharusnya, ketika 3000 orang ini bicara dan berinteraksi dengan lingkungannya, baik orangtua lain ataupun dokter, maka titik-titik pencerahan akan bermunculan dan membesar seiring waktu.

Tentu saja kita bicara ideal, sebuah mimpi yang diangankan dan digagas pada mula milis ini dibentuk. Sebuah kepedulian akan pola pikir dan interaksi yang kurang sehat antara masyarakat dengan tenaga medis. Sebuah keprihatinan akan cara kerja pekerja medis yang ceroboh dan kurang rasional dalam pengobatan.

Nyatanya, selama gerilya ini, tantangan terbesar bagi para anggota dalam menerapkan ilmu yang didapat justru diterima oleh keluarga terdekat. Suami, istri, orangtua dan mertua (nenek-kakek si anak), tetangga, dan dokter, menjelma menjadi batu ujian pertama. Sama sekali tidak mudah, dan saya tidak bicara kosong karena saya merasakannya sendiri.

Continue reading…

Anggur Hijau dan Airmata

Jam 21.30. Ibunda baru pulang dari pesta nikah pengusaha kapal ikan. Hmm, tempatnya aja di Hotel Mulia, tak sulit mengira bahwa makanan yang tersedia akan berlimpah ruah.

Aku yang agak capek karena Daud baru mau tidur beberapa menit sebelum ibu pulang, jadi ‘tersegarkan’ oleh-oleh pesta tadi. Dua ikat anggur hijau dan dua kue bolu. Eh, dua ikat ini kalau ditimbang sepertinya hampir 1 kg deh. Aku yang bengong lalu bertanya, "Ngga papa nih buah yang dibawa pulang segini banyak?". "Orang-orang juga pada bawa pulang kok. Buahnya aja tadi dihampar gitu, apalagi jeruk & apel, banyak banget", kata ibu.

Antara takjub dan miris. Semoga makanan di acara itu tak banyak terbuang. Semoga ada orang miskin yang ikut menikmati.

Terbayang di hati, betapa keriput kulit anak-anak yang gizinya sangat kurang. Betapa lemah gerak tubuh mereka. Betapa layu sorot matanya. Betapa keadaan itu tak pernah luput dari airmataku yang berebut jatuh. Tak peduli berapa kali stasiun TV berulang menayangkannya. Betapa pedih perasaan orangtua yang tak berdaya. Walau aku ikut sedih, pilu mereka pasti tak terwakilkan.

Ah bunda, bukan aku tidak bersyukur sudah dibawakan penganan. Hanya saja…

Yah, semoga tak ada makanan sisa bertumpuk yang basi, yang akan membuat perih  hati orangtua-orangtua itu. Semoga mereka tak tahu (?)

Lebih Bagus Silk atau Sutra?

Ibuku berprofesi sebagai penjahit. I’m always proud to wear my clothes, ’cause she always made them for me. Fit, and specially made for me by my request. Selain karena emang keinginan hati beliau untuk membuatkan baju -kali ya-, ukuran badanku agak ngga lazim untuk bisa beli baju di toko. Tinggi dan kurus. Kalo panjangnya pas, pasti kegedean. Kalo besarnya pas, pasti kependekan.

Pagi ini, waktu lagi nemenin Daud main, ada langganan ibu dateng. Langganan ini mau bikin baju lagi karena baju sebelumnya -yang dibuatkan ibu juga- rusak. Rusak juga salahnya sendiri. Masa bahan sutra direndam deterjen biasa trus dikasi pemutih lalu dikucek?! Dooohhh… Waktu beliau ngadu begitu, ibuku cuma tertegun sejenak, lalu bilang, "Lho, itu kan warnanya emang bukan putih, tapi broken white (ivory alias putih gading, red.)". emoticon Ada-ada aja nih ibu. Oh, jangan-jangan kalian juga ngga tau? emoticon Begini…

Kalau beli baju, bermerk terkenal ataupun ngga, kalo yang bikin itu peduli sama konsumen biasanya di balik tag merk akan ada petunjuk pemeliharaan baju. Boleh dicuci dan dikeringkan pake mesin cuci/ngga, boleh pake pemutih/ngga, boleh disetrika/ngga (kalo boleh, temperaturnya berapa), pencucian sebaiknya pake air bertemperatur berapa, dll. *eh, kalo tag merk ada di luar, ada petunjuknya juga gak ya?*

Continue reading…



Copyright © 2004–2009. All rights reserved.

RSS Feed. Powered by Wordpress and based on Modern Clix : additional facelift by amYahya