Archived entries for

Kisah di Balik 1000 mg Vitamin C

Di belakang maraknya suplemen vitamin megadosis ada seorang tokoh yang berjasa. Linus Pauling, Ph.D., peraih dua penghargaan Nobel untuk kimia (1954) dan perdamaian (1962).

Temuannya yang paling populer adalah:

Vitamin C dosis tinggi dapat mencegah selesma dan flu hingga 45%, mencegah serta menyembuhkan 75% dari semua kanker, dan memperpanjang masa hidup penderita kanker hingga 4-5 kali lebih lama (dibandingkan dengan yang tidak mendapat terapi vitamin C tersebut).

Secara umum, Pauling mengklaim bahwa konsumsi vitamin(-vitamin) dalam megadosis dapat

"memperbaiki kesehatan… meningkatkan kenikmatan hidup dan membantu mengendalikan penyakit jantung, kanker, dan penyakit lain serta memperlambat proses penuaan".

Merasa pernah mendengar bunyi klaim tersebut dari produsen suplemen dan menjadi tertarik mengonsumsi produknya? SELAMAT! Anda sudah terjebak dalam quackery!

Terjemah bebas quackery dalam bahasa Indonesia adalah usaha apapun yang melibatkan promosi suatu produk atau sistem kesehatan secara berlebihan.

Klaim Pauling mengenai terapi megadosis vitamin C untuk penderita kanker diuji dan dikaji ulang oleh MayoClinic sebanyak 3 kali dengan hasil:

TIDAK ADA keuntungan yang konsisten dari vitamin C yang diberikan pada penderita kanker stadium lanjut. Bahkan, vitamin C dosis tinggi dapat memberikan dampak yang berlawanan.

Dosis oral (diminum) yang tinggi dapat menyebabkan diare. Sedangkan dosis tinggi yang diberikan lewat infus (intravenous) menyebabkan gagal ginjal akibat penyumbatan oleh kristal oksalat.

Continue reading…

Jangan Takut Demam

Demam setelah imunisasi dengan vaksin hidup adalah wajar. Sama halnya dengan demam saat ada infeksi mikroorganisme yang mampir ke tubuh. Tak perlu cemas dan panik.

Upaya menangani demam bukan prioritas utama. Tindakan pertama adalah mengidentifikasi adanya infeksi bakteri, dan kalau perlu merujuk ke rumah sakit untuk tindakan selanjutnya.

Jangan langsung meminum/kan obat pereda demam pada saat demam. Usaha meredakan demam lebih ditujukan untuk mengatasi ketidaknyamanan (jika memang signifikan), bukan untuk menurunkan suhu tubuh.

APA itu Demam?

Demam biasanya terjadi akibat tubuh terpapar infeksi mikroorganisme (virus, bakteri, parasit). Demam juga bisa disebabkan oleh faktor non-infeksi seperti kompleks imun atau peradangan lainnya. digitalthermometer

Ketika virus atau bakteri masuk ke dalam tubuh, berbagai jenis sel darah putih (leukosit) melepaskan pirogen endogen yang memicu produksi prostaglandin E2 di hipotalamus anterior (pusat pengatur suhu di otak). Hipotalamus anterior kemudian meningkatkan nilai-ambang temperatur dan terjadilah demam.

Singkatnya, demam adalah efek dari beredarnya pirogen (zat penyebab demam) yang dilepas oleh leukosit dalam fungsinya sebagai anggota sistem pertahanan tubuh.

PENGUKURAN Suhu

Suhu di daerah dubur paling mendekati suhu tubuh sebenarnya (core body temperature). Suhu di daerah mulut atau ketiak sekitar 0,5-0,8 derajat lebih rendah dari suhu rektal, dengan catatan setelah pengukuran selama minimal 1 menit.

Ukurlah suhu dengan termometer, bukan dengan tangan. Dan lebih baik gunakan termometer digital (terserah jenisnya, mau yang mahal pakai infra merah atau buatan Cina yang hanya Rp. 25 ribu), sebab resiko yang harus dialami jika termometer raksa pecah terlalu tinggi dibandingkan harganya yang Rp. 10 ribu.

Continue reading…

Menunggu Gundah Pergi

Iya cinta, kita sudah sepakat untuk tidak membiasakan perayaan ulang tahun. Aku juga tidak suka suasana ramai pesta. Atau menikmati makan malam romantis berdua seperti yang Gregorian people (as you state) biasa lakukan di saat yang mereka anggap istimewa (we both know you didn’t like those).

Bukan pestanya. Bukan makan malamnya. Bukan hadiah. It’s not about flower. Hanya secuil aksi untuk hal sepele, di saat yang tepat.

Heeeyyy, you did say that! Long before the time comes. Tapi kok rasaku masih kurang sreg ya? Hmm, jadi ini tidak hanya soal pemberian ucapan, tapi kapan diucapkannya.

blurryvioletAku tahu itu tidak penting. Tapi kenapa hati ini sedikit tak rela ya? Apa sebenarnya aku tidak ingin menyepakati namun hanya ingin menyenangkan hatimu? Kalau benar begitu, maafkan ketidakjujuranku, yang.

Ah, aku baik-baik saja kok! Hanya sempat gundah sesaat namun cepat hilang setelah sebuah obrolan dengan seseorang. Yang menampilkan tulisan besar berwarna merah dan membuatku tersenyum senang dengan sungguh-sungguh. Lho, jadi ini masih masalah ucapan itu toh? emoticon

Continue reading…

Tiga Tahun

Lewat Maghrib, sudah berganti hari. Tak apa ya?

15 Shafar, 3 tahun yang lalu. Ditambah namamu, ada di balik cincin yang kau beri untukku.

Dua buah hati, dan berbagai kenangan. Semua kesabaran, kelapangan dada, dan bahumu untuk lelah, tangis, dan bahagiaku.

Terimakasih cinta, atas perjalanan yang indah ini. Salam sayang dari sini. 

" HiB itu apa? "

Kemarin tetanggaku -seorang bidan- datang ke rumah untuk mengambil baju yang dijahitkan. Kesempatan untuk tanya-tanya, pikirku. Kamis ini jadwal imunisasi Daud tapi kangmas tak bisa pulang untuk mengantar ke rumah sakit. Jadi kalau bisa imunisasi di bidan, tentu sangat memudahkan (plus lebih murah pasti).

Pertanyaan utamanya memang bukan "Bidan bisa mengimunisasi atau tidak?". Aku khawatir vaksin yang dimaksud di jadwal itu tidak dimiliki sang bidan. Jadi begitulah kutanya, "Bisa imunisasi tiga sekaligus tidak, Bu? DPT, Polio dan HiB?". Dan apa reaksinya?

Aku sudah memperkirakan kemungkinan sang bidan tidak punya persediaan vaksin HiB, tapi tidak mengharap pertanyaan "HiB itu apa?" dari beliau. Nah lho! Aku sempat bengong sebelum menjawab. "Ngg, HiB itu Haemophilus influenza tipe B". "Sepertinya (vaksinnya) cuma ada di rumah sakit ya?", tambahku cepat-cepat, takut dikira menggurui.

Sepertinya beliau pikir aku salah mengerti tentang ‘tiga’ yang kusebut, lalu bilang, "DPT itu kan sudah tiga; Diphteria, Pertusis, dan Tetanus?". "Mm, iya, tapi jadwal dari dokternya memang tiga: DPT, Polio, dan HiB", kataku sembari melempar ‘tanggung jawab’ ke dokter emoticon

Oh, tulisan ini tidak hendak menganalisa profesi atau kelayakan bidan. Mari kita bicarakan yang lebih penting: berkenalan dengan bakteri HiB.

Haemophilus influenza tipe B adalah bakteri yang sangat mudah menular, dan dikenal dapat menyebabkan meningitis, epiglotis (infeksi anak tekak), pneumonia, otitis media (radang saluran-tengah telinga), sinusitis, infeksi kulit dan tulang, dan lain-lain. Dan yang juga penting: TIDAK berhubungan dengan virus penyebab influenza, walau namanya agak mirip.

Continue reading…



Copyright © 2004–2009. All rights reserved.

RSS Feed. Powered by Wordpress and based on Modern Clix : additional facelift by amYahya