Archive for March, 2006



Tiga Tahun

Lewat Maghrib, sudah berganti hari. Tak apa ya?

15 Shafar, 3 tahun yang lalu. Ditambah namamu, ada di balik cincin yang kau beri untukku.

Dua buah hati, dan berbagai kenangan. Semua kesabaran, kelapangan dada, dan bahumu untuk lelah, tangis, dan bahagiaku.

Terimakasih cinta, atas perjalanan yang indah ini. Salam sayang dari sini. 

Menunggu Gundah Pergi

Iya cinta, kita sudah sepakat untuk tidak membiasakan perayaan ulang tahun. Aku juga tidak suka suasana ramai pesta. Atau menikmati makan malam romantis berdua seperti yang Gregorian people (as you state) biasa lakukan di saat yang mereka anggap istimewa (we both know you didn’t like those).

Bukan pestanya. Bukan makan malamnya. Bukan hadiah. It’s not about flower. Hanya secuil aksi untuk hal sepele, di saat yang tepat.

Heeeyyy, you did say that! Long before the time comes. Tapi kok rasaku masih kurang sreg ya? Hmm, jadi ini tidak hanya soal pemberian ucapan, tapi kapan diucapkannya.

blurryvioletAku tahu itu tidak penting. Tapi kenapa hati ini sedikit tak rela ya? Apa sebenarnya aku tidak ingin menyepakati namun hanya ingin menyenangkan hatimu? Kalau benar begitu, maafkan ketidakjujuranku, yang.

Ah, aku baik-baik saja kok! Hanya sempat gundah sesaat namun cepat hilang setelah sebuah obrolan dengan seseorang. Yang menampilkan tulisan besar berwarna merah dan membuatku tersenyum senang dengan sungguh-sungguh. Lho, jadi ini masih masalah ucapan itu toh? emoticon

Continue reading ‘Menunggu Gundah Pergi’

Jangan Takut Demam

Demam setelah imunisasi dengan vaksin hidup adalah wajar. Sama halnya dengan demam saat ada infeksi mikroorganisme yang mampir ke tubuh. Tak perlu cemas dan panik.

Upaya menangani demam bukan prioritas utama. Tindakan pertama adalah mengidentifikasi adanya infeksi bakteri, dan kalau perlu merujuk ke rumah sakit untuk tindakan selanjutnya.

Jangan langsung meminum/kan obat pereda demam pada saat demam. Usaha meredakan demam lebih ditujukan untuk mengatasi ketidaknyamanan (jika memang signifikan), bukan untuk menurunkan suhu tubuh.

APA itu Demam?

Demam biasanya terjadi akibat tubuh terpapar infeksi mikroorganisme (virus, bakteri, parasit). Demam juga bisa disebabkan oleh faktor non-infeksi seperti kompleks imun atau peradangan lainnya. digitalthermometer

Ketika virus atau bakteri masuk ke dalam tubuh, berbagai jenis sel darah putih (leukosit) melepaskan pirogen endogen yang memicu produksi prostaglandin E2 di hipotalamus anterior (pusat pengatur suhu di otak). Hipotalamus anterior kemudian meningkatkan nilai-ambang temperatur dan terjadilah demam.

Singkatnya, demam adalah efek dari beredarnya pirogen (zat penyebab demam) yang dilepas oleh leukosit dalam fungsinya sebagai anggota sistem pertahanan tubuh.

PENGUKURAN Suhu

Suhu di daerah dubur paling mendekati suhu tubuh sebenarnya (core body temperature). Suhu di daerah mulut atau ketiak sekitar 0,5-0,8 derajat lebih rendah dari suhu rektal, dengan catatan setelah pengukuran selama minimal 1 menit.

Ukurlah suhu dengan termometer, bukan dengan tangan. Dan lebih baik gunakan termometer digital (terserah jenisnya, mau yang mahal pakai infra merah atau buatan Cina yang hanya Rp. 25 ribu), sebab resiko yang harus dialami jika termometer raksa pecah terlalu tinggi dibandingkan harganya yang Rp. 10 ribu.

Continue reading ‘Jangan Takut Demam’




! Disclaimer

bananaTalk is a personal site in the form of weblog.

NOTHING contained in this site is or should be considered, or used as a substitute for, medical advice, diagnosis or treatment.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License.

»


FireStats icon Powered by FireStats