Archive for April, 2006



Dehidrasi dan Rehidrasi

Kehilangan 2% cairan tubuh akan menurunkan konsentrasi. Be 100%!

Beserta iklan-iklan lain, mereka menyerukan rehidrasi optimal menggunakan produk yang ditawarkan. Dari orang kantoran, mbak-mbak yang sedang shopping, sampai mas-mas yang sedang main golf -bahkan yang mau tidur- semua ‘diancam’ dehidrasi. Semudah itukah kita mengalami dehidrasi?

Secara ringkas, dehidrasi adalah keadaan ketika air yang keluar lebih banyak daripada yang masuk ke tubuh. Dehidrasi ringan -sebanyak 1-2% berat tubuh- memberi tanda berupa:

  • Sangat haus
  • Mengantuk atau merasa sangat lelah. Bila terjadi pada anak-anak, mereka menjadi tidak seaktif biasanya
  • Mulut kering
  • Menurunnya frekuensi berkemih (8 jam atau lebih tanpa kencing)
  • Lemah otot
  • Sakit kepala
  • Pusing atau tubuh terasa ringan (lightheadedness)

Sedangkan dehidrasi berat -kehilangan cairan sebanyak 9-15% berat tubuh- adalah kondisi darurat medis dan dapat mengancam jiwa, Continue reading ‘Dehidrasi dan Rehidrasi’

Serat Bebas Bersyarat

Sudah lihat iklan suplemen serat yang baru? Serat serba bebas, katanya. Tak sepenuhnya betul, sebab suplemen seperti ini biasanya bersyarat: konsumen harus banyak minum.

Apakah aneh? Kalau mengonsumsi suplemen serat dengan tujuan supaya tidak mengalami konstipasi, maka pilihan cara ini tidak efisien.

Serat mengikat sebagian cairan dan makanan yang kita makan. Karenanya, buangan saluran pencernaan tidak terlalu padat dan keras. Banyak serat berarti banyak pengikat air. Sedikit minum berarti sedikit air untuk diserap usus dan diikat serat. Jika ‘rebutan’, tentu ‘menang’ usus karena tubuh kita harus mempertahankan kesetimbangan ion.

Dengan begitu, banyak serat tapi kurang minum juga dapat menyebabkan konstipasi. Untuk menghindari ini, peminum suplemen serat harus banyak minum.

Sejatinya, pencegahan konstipasi tidak dengan minum suplemen serat, memperbanyak minum sudah membantu. Jadi daripada konsumsi suplemen serat yang bersyarat harus banyak minum, lebih baik banyak minum saja tanpa mengonsumsi suplemen serat. Efisien dan lebih murah.

Kenapa buah lebih baik daripada suplemen serat? Karena selain mengandung serat, buah juga mengandung air, vitamin, dan zat fitokimia lain dengan rasa yang enak. Ada serat, ada air. Sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh kan?

Dengan argumen tersebut, kelebihan produk -berupa bebas pewarna, bebas tabur (karena tidak berasa), dan bebas gumpal- jadi tidak punya arti apa-apa :mrgreen:




! Disclaimer

bananaTalk is a personal site in the form of weblog.

NOTHING contained in this site is or should be considered, or used as a substitute for, medical advice, diagnosis or treatment.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License.

»


FireStats icon Powered by FireStats