Demam Cinta
Setelah mengantri selama 3 jam yang melelahkan, jadi juga tanda cinta bunda itu masuk ke tubuhmu.
Menyakitkan ya? Iya, disuntik memang sakit. Di paha kanan dan kiri, bunda yang meminta. Supaya jadwal imunisasimu lebih ringkas. Sakit sebentar, tak apa-apa ya? Tuh, tangismu sudah berhenti sebelum kita keluar ruang bergambar tokoh kartun itu.
Malam ini juga tubuhmu demam. Panas, serba tak enak. Tak apa-apa, bunda dan ayah ada di sini menemani. Antipiretik dan termometer juga selalu siaga membantu bunda.
Andai rasa tak enak tubuhmu bisa untuk bunda, ingin bunda memintanya. Supaya tidurmu nyenyak setiap malam.
Anakku, dalam segala ketidaknyamanan yang kita rasakan bersama, semoga kelak kau mengerti. Bahwa kami lakukan ini karena kami cinta. Dan kami berusaha pilihkan yang terbaik untukmu.
Parents, it is always wise for us to learn from mother nature. She has a great way in keeping balance. Well of course, it is HE Who Takes Care.
Jadi begini ceritanya…
