Archived entries for

Bunda Marah

Siang panas. Perut sedang kram dan punggung pegal. Risih serba tak nyaman. Namanya juga sedang haid.

Capek. Sudah minta disusui, tapi Daud tak kunjung mau berbaring padahal matanya sudah berkantung tanda mengantuk. Mataku makin berat. Jadilah setengah tidur sambil tangan masih sibuk berjaga supaya Daud tidak memanjat tubuhku dan berpindah ke sisi lain: lantai.

Duh, kegiatannya tak ada tanda akan mereda. Sudah jam 3 sore, batallah acara tidur siang. Cukup.

Aku duduk. Daud beringsut mendekat, meraih tubuhku mencari pegangan. Minta berdiri. Aku diam saja. Karena geliat, tubuhnya terjatuh ke kasur. Tertawa, mengiraku mengajak bercanda.

Kupijit hidungnya lembut, walau sebenarnya merasa gemas tak karuan. Lucu sekaligus mangkel. "Uh! Ngga lucu!", kataku. Dia tertawa lagi. Aduuuhhh, kok malah ketawa siiihhh. "Bunda marah", kataku. Dia tertawa lagi. Aku tetap diam kaku. Lalu ketawanya hilang sendiri berganti wajah tanya.

Continue reading…

Bukan Salah Ibu Bekerja

Kalimat pembuka dari saya: saya tidak setuju jika perempuan/istri/ibu tidak boleh bekerja. Penjelasan dari saya akan panjang, jadi silakan bersiap dengan cemilan dan minuman hangat.

  1. Jangan menghakimi perempuan yang bekerja di luar rumah sebagai ‘memilih karir di atas keluarga’.
  2. Bekerja tidak sama dengan mengejar karir dan PASTI belum tentu melalaikan keluarganya.
  3. Jangan hibahkan seluruh masalah dunia ke bahu ibu.
  4. Feminis belum tentu "semata-mata hanya merasa bahwa menjadi seperti laki-laki adalah sesuatu yang hebat".

Mari kita runut perjalanan meniti rumah tangga lebih dulu untuk merumuskan masalah supaya lebih jernih untuk diamati.

Berawal dari komitmen.

Fungsi utama dari perkenalan sebelum menikah adalah mengenal calon suami *ya iya lah!* (maksud gue, fungsi utama tuh bukan aktivitas pacarannya, getoo!). Tak hanya mengenal keluarganya namun juga kepribadian dan isi kepalanya (ide dan cara pandangnya terhadap berbagai hal). Bukan hanya foto dan lembar informasi berjudul biodata.

Continue reading…

Minuman Bebas Pengawet

Minuman bebas pengawet bisa dilihat dari botolnya.
Pengisian suhu tinggi pada botol khusus tahan panas perlu untuk menghindari pemakaian bahan pengawet. Botol biasa tak mungkin tahan.
Advanced sterilizing technology.
Dijamin bebas pengawet. TERBUKTI!

Iklannya terkesan ilmiah. Disertai pembuktian. Namun logika yang digunakan terasa dipaksakan. Tidak tepat sasaran.

Asumsi yang diberikan oleh adalah: jika botol yang digunakan bersifat tahan panas, maka minumannya bebas pengawet. Benarkah demikian? Mari, kita ikut-ikutan ilmiah.

Hubungan antara kemasan dan isi.

Jika benar berlaku demikian, maka seharusnya berlaku pernyataan ‘jika minumannya diberi pengawet, maka botol yang digunakan bersifat tidak tahan panas’. Kenyataannya tidak demikian. Botol dari bahan gelas lebih tahan panas daripada botol berbahan plastik. Tapi tidak berarti (minuman) isinya lantas berpengawet.

Continue reading…

The Cable Trouble

Tadaima!!!

Maafkan sayaaaa… Sebenarnya dari awal pekan ini sudah banyak ide untuk ditulis, tapi ternyata malah tidak bisa terhubung ke internet. Sampai sakit kepala saking kehabisan ide dalam mencari tahu di mana permasalahannya.

Teknisi Speedy bilang, “Tidak ada masalah, mungkin komputernya bervirus.” Heh?! Virus?
Ternyata bukan juga. Dan entah bagaimana, malam ini dapat ide untuk mencabut kabel ethernet, dan mencoba pakai kabel USB saja.
Voila! Connected in a zap!!!! So it’s the ethernet port!

Oh dear, and what was all the ruckus for?!
Ah… testing my patience, I guess. Err… not yet failed, maybe. Because I’m about to borrow my friend’s notebook to test the connection. Striving… struggling… My my… guess who’s become the internet addict now.
Hunny, you did this to me! :lol:

Well, this is just an intro, people. Thank you for keeping the visit! I’ve got bunch of ideas to write. See you tomorrow.

I’m Resting

I need sometime for myself. My goody youngest son is sooo demanding lately gives me some aches and bruises in some place (and some headaches of course :mrgreen: ). Well, that’s the price I have to pay for a healthy learning boy. I’m happy for it.

So, will you excuse me for having some rest? I’ll be back anytime when I feel like I’m recovered and fresh again. Just wait.



Copyright © 2004–2009. All rights reserved.

RSS Feed. Powered by Wordpress and based on Modern Clix : additional facelift by amYahya