Archive for June, 2006



Minuman Bebas Pengawet

Minuman bebas pengawet bisa dilihat dari botolnya.
Pengisian suhu tinggi pada botol khusus tahan panas perlu untuk menghindari pemakaian bahan pengawet. Botol biasa tak mungkin tahan.
Advanced sterilizing technology.
Dijamin bebas pengawet. TERBUKTI!

Iklannya terkesan ilmiah. Disertai pembuktian. Namun logika yang digunakan terasa dipaksakan. Tidak tepat sasaran.

Asumsi yang diberikan oleh adalah: jika botol yang digunakan bersifat tahan panas, maka minumannya bebas pengawet. Benarkah demikian? Mari, kita ikut-ikutan ilmiah.

Hubungan antara kemasan dan isi.

Jika benar berlaku demikian, maka seharusnya berlaku pernyataan ‘jika minumannya diberi pengawet, maka botol yang digunakan bersifat tidak tahan panas’. Kenyataannya tidak demikian. Botol dari bahan gelas lebih tahan panas daripada botol berbahan plastik. Tapi tidak berarti (minuman) isinya lantas berpengawet.

Continue reading ‘Minuman Bebas Pengawet’

Bukan Salah Ibu Bekerja

Kalimat pembuka dari saya: saya tidak setuju jika perempuan/istri/ibu tidak boleh bekerja. Penjelasan dari saya akan panjang, jadi silakan bersiap dengan cemilan dan minuman hangat.

  1. Jangan menghakimi perempuan yang bekerja di luar rumah sebagai ‘memilih karir di atas keluarga’.
  2. Bekerja tidak sama dengan mengejar karir dan PASTI belum tentu melalaikan keluarganya.
  3. Jangan hibahkan seluruh masalah dunia ke bahu ibu.
  4. Feminis belum tentu "semata-mata hanya merasa bahwa menjadi seperti laki-laki adalah sesuatu yang hebat".

Mari kita runut perjalanan meniti rumah tangga lebih dulu untuk merumuskan masalah supaya lebih jernih untuk diamati.

Berawal dari komitmen.

Fungsi utama dari perkenalan sebelum menikah adalah mengenal calon suami *ya iya lah!* (maksud gue, fungsi utama tuh bukan aktivitas pacarannya, getoo!). Tak hanya mengenal keluarganya namun juga kepribadian dan isi kepalanya (ide dan cara pandangnya terhadap berbagai hal). Bukan hanya foto dan lembar informasi berjudul biodata.

Continue reading ‘Bukan Salah Ibu Bekerja’

Bunda Marah

Siang panas. Perut sedang kram dan punggung pegal. Risih serba tak nyaman. Namanya juga sedang haid.

Capek. Sudah minta disusui, tapi Daud tak kunjung mau berbaring padahal matanya sudah berkantung tanda mengantuk. Mataku makin berat. Jadilah setengah tidur sambil tangan masih sibuk berjaga supaya Daud tidak memanjat tubuhku dan berpindah ke sisi lain: lantai.

Duh, kegiatannya tak ada tanda akan mereda. Sudah jam 3 sore, batallah acara tidur siang. Cukup.

Aku duduk. Daud beringsut mendekat, meraih tubuhku mencari pegangan. Minta berdiri. Aku diam saja. Karena geliat, tubuhnya terjatuh ke kasur. Tertawa, mengiraku mengajak bercanda.

Kupijit hidungnya lembut, walau sebenarnya merasa gemas tak karuan. Lucu sekaligus mangkel. "Uh! Ngga lucu!", kataku. Dia tertawa lagi. Aduuuhhh, kok malah ketawa siiihhh. "Bunda marah", kataku. Dia tertawa lagi. Aku tetap diam kaku. Lalu ketawanya hilang sendiri berganti wajah tanya.

Continue reading ‘Bunda Marah’




! Disclaimer

bananaTalk is a personal site in the form of weblog.

NOTHING contained in this site is or should be considered, or used as a substitute for, medical advice, diagnosis or treatment.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License.

»