Archived entries for

Kami sedang Belajar

5 hari tanpa tulisan baru dan kini datang dengan alasan. Daud sakit. Kukira ini hanya sindrom tumbuh gigi, dengan demam yang datang dan pergi. Ternyata aku salah.

Bercak merah yang timbul hanya akibat pecahnya sebagian pembuluh darah kapiler oleh panas. Lemas, tentu saja. Tak ada makanan lebih dari 3 sendok mungilnya yang mau diterima. Larutan rehidrasi kusediakan untuk menambah amunisi. Belum terpakai hingga sekarang. Hanya ASI yang mau diterimanya.

4 hari demam sejak Rabu. Sudah melampaui waktu pengamatan terhadap demam. Selain diare ringan (2-6 kali sehari), tak ada gejala lain. Kami putuskan untuk berkonsultasi ke dokter.

Continue reading…

Katakan Tidak Pada Promosi Susu Formula

Ketika berbelanja di suatu pasar swalayan-beberapa bulan lalu- saya cukup heran ketika rak pendingin yang mulanya menjadi tempat pajangan keju berganti isi. Dan yang mengejutkan, keju kini menghuni lemari yang sama dengan susu formula!

Saya tidak mempermasalahkan tempat penyimpanan keju itu (selama kemasan belum dibuka, beberapa jenis keju tidak harus disimpan di rak pendingin). Tapi saya sudah membayangkan, si mbak penjaga rak susu formula PASTI akan menyapa (minimal) dan mempromosikan produk yang diwakilinya pada saya; ibu yang membawa bayi!

Prasangka buruk saya tidak sia-sia. Keju saya dapat, sapaan pun saya peroleh. Risiko.

Wah anaknya lucu ya, bu?

Saya cuma tersenyum.

Umurnya berapa bulan, bu?

Nah, mulai deh pertanyaan pembuka. "7 bulan", kata saya.

Susunya apa, bu?

Tuh kan. "ASI!", jawabku pendek. Continue reading…

Lemparan Empat

Emaknya Ibrahim dan Daud dapet tongkat estafet dari bunda Rafa nih. Maaf sejungkir-jungkirnya baru bisa ditulis sekarang ya, mbak Eka. Walau tongkat ini sudah beredar dari jadul, aku tetap ingin melunasi janji :)

4 pekerjaan yang pernah dilakoni:

  • Tutor IPA dan bahasa Inggris buat anak SMP. (berapa bulan ya? lupa)
  • Trainer Santri Siap Guna Daarut-Tauhiid. (love it! dari 2002 sampe 2005, dengan beberapa waktu jeda :mrgreen: )
  • Penasihat (alah, tapi ya kerjanya emang cuma ngasih saran dan ngawasi thok) penelitian tentang korosi yang dibiayai Asahi Glass, pt. (hengkang duluan karena lulus dan minggat ke Jakarta)
  • Ibu rumahtangga (kata om Eep itu pekerjaan kok :mrgreen: )

4 film yang paling sering ditonton:

  • Anthony Hopkins’, paling suka yang ‘seri’ Silence of The Lambs.
  • Denzel Washington’s.
  • Monster Inc. dan Ice Age.
  • Anime

Continue reading…

Tsunami dan Televisi

Lagi-lagi televisi. Tentu saja, televisi banyak berperan dalam menyebarkan informasi penting, entah itu berita ‘positif’ atau ‘negatif’. Termasuk dalam memberitakan (mempromosikan???) bencana.

Seorang ibu menangis tersedu-sedu sambil memeluk tubuh kaku anaknya yang berusia 15 bulan. Gelombang memisahkan mereka dan ibu-anak bertemu dalam keadaan yang ‘tidak diinginkan’. Saya tak kuasa menahan haru, teringat si sulung 2,5 tahun.

Paman dan keponakan akhirnya bertemu. Saya rasa sang paman pastilah sangat bersyukur sehingga menangis haru mengetahui keponakannya selamat. Dan para kuli kaset (kalau meliput dengan rekaman gambar, bukan kuli tinta kan ya?) bertanya,

Bagaimana perasaannya pak, waktu keponakannya sudah ketemu?

Saya termangu. Pikiran serasa kosong seketika.
Astaga. Apakah para pekerja media ini memang kurang sensitif ataukah saya saja yang kelewat sinis?

Hari Tanpa TV

I got an advice to turn off the television from muslimblog mailing list.

Turn off your television for a day. Due on July 23, 2006.

For many things, television (refers to the broadcast, not the magic box itself) has brought effects to the children which causes headaches for parents (myself, if you mind). Of course we should be wise upon the reason why turning off the TV. The reason which parents should understand, for the sake of their children and themselves.

The ‘healthy TV’ campaign was endorsed by Kidia – Kritis! Media untuk Anak (Criticize The Media for Children). Visit Kidia’s website for further explanation and all reasonings.

Thank you pak Sunaryo for the information.

Saya mendapati ajakan untuk mematikan televisi dari milis muslimblog.

Matikan televisi selama sehari. Minggu, 23 Juli 2006.

Untuk banyak hal, televisi memang menimbulkan mumet bagi orangtua (baca: saya). Ajakan ini tentu bisa disikapi secara bijak dengan melihat esensinya dan tidak hanya ditujukan pada anak-anak usia sekolah dasar saja.

Kampanye TV sehat ini digelar oleh Kidia – Kritis! Media untuk Anak. Sila datang ke situsnya untuk mengetahui lebih jauh.

Terimakasih pak Sunaryo atas informasinya.



Copyright © 2004–2009. All rights reserved.

RSS Feed. Powered by Wordpress and based on Modern Clix : additional facelift by amYahya