Archived entries for

Merdeka di Darat

Kemarin adalah kali ketiga saya bertemu teman sesama blogger. Senang, riang. Haha… kaya Sherina.

Kali pertama adalah ketika Indra menikah. Saya hanya tahu Indra dari foto yang kecil mungil di blognya (sekarang sudah agak jelas, berdua istri pula). Untung pengantin selalu bersanding di tempat khusus, jadi saya tidak celingukan hihihi…

Tak lupa, di buku tamu saya menuliskan 'http://lita.inirumahku.com' di kolom alamat. Satu-satunya cara yang tidak akan membuat kening Indra berkerut karena berusaha keras mengingat-ingat temannya yang mana yang bernama Lita Mariana.

Kali kedua adalah saat bertemu mbak Eka. Sebenarnya sudah lama kami ingin bertemu. Sayang waktu yang pas tak kunjung ketemu, sampai akhirnya si mbak protes. "Besok!", begitu mbak Eka dengan baik hati menelepon saya.

Bayangkan, beliau yang mau mentraktir saya, beliau juga yang mendesak-desak supaya saya memutuskan waktu bertemu. Durhaka bener saya sama orang yang lebih tua Tongue out Terimakasih traktirannya ya, mbak. Ngga kapok deh :mrgreen:

Kali ketiga giliran Merdeka. Akhirnya kru Merdeka bisa bertemu di luar Yahoo! Messenger! Senangnya saya.

Continue reading…

Setahun Berjalan

Genap setahun saya menulis di blog ini. Tepat setahun setelah posting pertama. Iya, benar, baru setahun. Jadi belum layak dikatakan dedengkot :mrgreen:

Dhika tentu bermaksud memuji jika menurutnya saya yang 'datang belakangan'lah yang menemukan harta karun.

[Dhika]: Dunia blog bukan masalah lama atau barulah…:)
[saya]: Memang bukan masalah lama atau baru. Tapi yang (saya temukan) malang melintang itu mestinya yang dateng duluan, meninggalkan jejak duluan, dan merobohkan ranting/pohon duluan sehingga ditemukan pengelana yang menyusul kemudian kan? :D
{Dhika]: Teorinya emang begitu, e ndilalah yang nemuin harta karun malah yang datang belakangan :)

Ngomong-ngomong, harta karunnya apa ya, Dhika?

Komentar untuk saya.

Sebagian (besar?) yang berbaik hati berkomentar atas blog ini, biasanya berkata bahwa tulisan saya sungguh serius (seperti kata mbak Eka waktu kami kopdar Jumat kemarin). Atau terlalu serius, sampai tiba sebuah e-mail teguran untuk saya (terimakasih untuk pengirimnya). Ng-ilmiah, kata sebagian lagi.

Continue reading…

Selamat Tinggal Kancil

Cerita: Definisi Siapa?

Ketika masih kecil dulu, nenek biasa mendongeng sebelum saya tidur. Semua ceritanya -sepertinya- berakar dari kebudayaan Jawa. Semacam Timun Mas (duh, barusan yang keinget kok jadi timun suri yak? :mrgreen: ), Bawang Merah & Bawang Putih (eugh, sinetronnya jelek banget!), dan lain-lain. Tak sampai kelas 4 SD, kebiasaan itu pupus sudah. Tak ingat mengapa.

Waktu berlalu, kini giliran aku yang menjadi orangtua. Kalau dengar cerita orangtua lain yang membacakan cerita sebelum anak-anaknya tidur, biasanya aku cuma nyengir. Dua balita ini lebih tertarik untuk mengeksplorasi buku yang kupegang ketimbang mendengar ceritaku. Ibrahim punya favorit "A 60-flaps book" seri City (kebetulan dwibahasa), sedangkan Daud (baru) punya buku What Colour am I?

Continue reading…

Saya dan Susu Formula

Sesuai janji kemarin, berikut ini akan saya tampilkan keseluruhan 'wawancara' dengan Mom & Kiddie (dengan suntingan seperlunya). Berikut ini adalah daftar pertanyaan yang diberikan oleh redaktur.

Ass.wr.wb,

Mba Lita, ini Dian dari Tabloid Mom and Kiddie. Kami tertarik pada tulisan Mba Lita tentang, "Katakan Tidak pada Susu Formula" di salah satu artikel Mba. Makanya kami ingin mengulas dan memuatnya pada edisi  mendatang, tepatnya tanggal 26 Agustus 2006 di rubrik Kids Room khusus untuk Neonatal. Berikut ini pertanyaannya:

  1. Bagaimana dengan pengalaman pribadi Anda sendiri sehubungan dengan produk susu fomula tersebut?
  2. Dari tulisan tersebut, ada ngga yang tertarik lalu mengikuti ajakan Mba agar tidak mengkonsumsi susu formula? bila iya saya minta contact personnya?
  3. Apa manfaatnya bagi ibu dan si kecil tanpa mengkonsumsi produk susu formula?
  4. Kalau sudah terlanjur mengkonsumsi susu formula, apa yang harus dilakukan? apakah harus menghentikannya? dan bagaimana konsekuensinya?
  5. Mba dengan tegas untuk menghentikan susu formula bagi balita, beranikah Anda untuk menjadi pelopor untuk katakan tidak pada susu formula? bila ya kenapa sebaliknya bila tidak juga kenapa?

Demikian surat ini dian sampaikan, tapi bilamana ada yang masih perlu ditanyakan kembali saya mohon bantuan Mba untuk menjawabnya. Atas perhatian dan kerjasamanya saya mengucapkan terima kasih

Hormat saya,
Redaksi Tabloid Mom and Kiddie
Dian Wisudani

Yang selanjutnya ini adalah jawaban saya terhadap pertanyaan dari Mom & Kiddie. Tulisan yang mendapat latar berwarna biru adalah yang dimuat di tabloid. Sisanya dipangkas namun saya muat di sini. Sedangkan tulisan dengan huruf miring seperti di paragraf ini adalah tanggapan dari saya terhadap artikel di Mom & Kiddie tersebut.

Continue reading…

Kembali dan Nampang di Tabloid

Aku kembali! :mrgreen: Wah senangnya bisa blogging lagi. Ternyata liburan ke Solo jadi lebih lama dari waktu yang direncanakan. Banyak banget yang bisa diceritakan, jadi malah bingung sendiri.

Begini saja. Posting ini, aku cuma setor 'muka', sekadar bilang kalau aku sudah kembali ke Jakarta. Selanjutnya, tulisan akan bertema seperti biasa. Nggak, aku ngga akan cerita berpanjang-panjang tentang apa aja yang dilakukan selama liburan, apa yang terjadi, di sana ada siapa,… Bukan itu yang kebanyakan kalian ingin ketahui toh? :)

Oh ya, aku muncul di tabloid Mom & Kiddie edisi no. 2 (terbit pekan lalu). Rubrik Kids Room, tentang susu formula. Tak lama setelah omelanku tentang promosi susu formula menuai komentar, redaktur M&K menghubungiku untuk wawancara. Sayang, wawancara langsung terpaksa batal karena aku dan Daud kena selesma cukup parah. Berhubung rencana ke Solo sudah mapan, wawancara yang tertunda jadi dilakukan via e-mail saja.

Continue reading…



Copyright © 2004–2009. All rights reserved.

RSS Feed. Powered by Wordpress and based on Modern Clix : additional facelift by amYahya