Merkurius Nyasar
Niat hati mau istirahat sebentar. Makan siang sambil nonton TV ternyata bukan pilihan bijaksana. Amat langka momen saya menonton sinetron. Dan apesnya tiap kali kebetulan kebagian nonton sinetron (karena sedang pindah-pindah kanal) ada saja yang membuat saya sedih.
Sedih karena kasihan. Kasihan pada yang tidak mengerti. Tidak mengerti bahwa apa yang dikatakan di dialog sinetron itu tidak benar. Saya tidak bicara moral. Dan saya jelas bukan kritikus film atau media yang mumpuni. Karena itu saya biasanya ngrasani bagian yang saya tahu (pasti salah) saja.
Satu adegan di laboratorium. Meja panjang dengan tabung-tabung reaksi dan mikroskop. Tentu saja ada labu takar dan gelas ukur juga, setidaknya di sinetron. "Nah, ini air raksa. H2SO4," kata salah satu tokoh utama sambil mengacungkan labu berisi larutan jernih. WHAT? Alis saya langsung naik. Kedekatan yang mustahil. Yang satu logam, satunya lagi asam.

