Archive for January, 2007



Gathering Wikimu

Tadi malam (10 Januari 2007 jam 6 sore) adalah kali kedua saya menghadiri jumpa darat komunitas online. Kali ini dengan anggota Wikimu, sedangkan pertama adalah dengan Merdeka.

Yang di Omah Sendok kemarenan itu tidak saya masukkan hitungan, karena lebih mirip organisasi tanpa bentuk hihihi… Jangan marah dulu, pakde, lha wong pertemanan ndak pakai organisasi tho? Lagipula sampeyan itu ngundang dengan semena-mena. Jam 5 sore bilang saya wajib datang jam 6, padahal saya baru sampai dari commuting seharian mengurusi pekerjaan saya di CIL lalu je…

Kembali ke masalah. Saat saya datang, tidak ada wajah yang saya kenal. Untungnya mas Bayu -sang admin Wikimu- duluan menyapa saya. Setelah mas Bayu, yang menyapa saya kemudian adalah pak Adrianto Gani, empunya Wikimu. Maaf ya, pak, waktu lihat namanya saya tidak langsung 'klik' hehehe…

Continue reading ‘Gathering Wikimu’

Alasan

Mbak Yanti bertanya, "Kok belum ada tulisan baru?". Jawaban saya adalah, "Sibuk, mbak. Kalau bikin tulisan yang cerita tentang alasan kenapa aku ngga update, judulnya kan ALASAN".

Ya, begitulah. Menjelang akhir pekan lalu, kami (suami dan saya yang juga diberdayakan) mendapat proyek -yang dijuluki mbak Yanti sebagai- sangkuriang (ops, sumber julukannya ternyata dari teh Amalia).

Dengan seenaknya, saya asumsikan bahwa proyek semacam ini adalah pekerjaan yang menuntut hasil sempurna dalam tenggat waktu yang mepet sekali. Nyaris menerabas batas rasional (hihihi… hiperbola).

Mungkin memang begitu. Nyatanya, mendekati akhir penyelesaian, malah ditambahi pekerjaan baru oleh pemohon yang sama. "Yaelah," hanya itu yang mampu saya katakan. Kok ya gak bilang dari kemarenan. Terserah keadaan lah.

Yang penting saat ini saya juga sedang diuber ibu editor yang baik hati agar segera menyelesaikan naskah yang masih juga belum selesai. Gini deh kalau masih amatir. Belum lihai bagi waktu kerja.

Sungguh, saya serius pangkat empat soal 'bikin buku' ini. Jadi walaupun capek, pegel-pegel, kram kaki, pantat tambah tipis (karena kebanyakan duduk), (nyaris) bosan menatap layar iBook yang manis, dan iba pada anak yang dari pagi sampai sore sama si mbak, laku ini akan tetap akan saya jalani. Sampai selesai.

Maaf jika ada komentar yang lama belum terbalas atau diloloskan dari moderasi. Sebabnya sederhana: kalau saya online, lebih sulit konsentrasi. Blogging dan menanggapi komentar anda semua lebih mudah daripada menyusun naskah buku. Mohon bersabar atas diri saya, ya.

Ternyata benar dugaan pak Pambayun, bahwa nampaknya saya akan butuh waktu untuk menarik diri. Nah kan, jadi juga saya mengumbar alasan.

Merkurius Nyasar

Niat hati mau istirahat sebentar. Makan siang sambil nonton TV ternyata bukan pilihan bijaksana. Amat langka momen saya menonton sinetron. Dan apesnya tiap kali kebetulan kebagian nonton sinetron (karena sedang pindah-pindah kanal) ada saja yang membuat saya sedih.

Sedih karena kasihan. Kasihan pada yang tidak mengerti. Tidak mengerti bahwa apa yang dikatakan di dialog sinetron itu tidak benar. Saya tidak bicara moral. Dan saya jelas bukan kritikus film atau media yang mumpuni. Karena itu saya biasanya ngrasani bagian yang saya tahu (pasti salah) saja.

Satu adegan di laboratorium. Meja panjang dengan tabung-tabung reaksi dan mikroskop. Tentu saja ada labu takar dan gelas ukur juga, setidaknya di sinetron. "Nah, ini air raksa. H2SO4," kata salah satu tokoh utama sambil mengacungkan labu berisi larutan jernih. WHAT? Alis saya langsung naik. Kedekatan yang mustahil. Yang satu logam, satunya lagi asam.

Continue reading ‘Merkurius Nyasar’




! Disclaimer

bananaTalk is a personal site in the form of weblog.

NOTHING contained in this site is or should be considered, or used as a substitute for, medical advice, diagnosis or treatment.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License.

»