Bahasa isyarat dipopulerkan sebagai parenting tool oleh Sign2Me, sebuah perusahaan yang berdiri di atas ide cara berkomunikasi antara orangtua dan bayi yang sama-sama dapat mendengar. Produknya pun bervariasi dari buku, VCD, sampai flashcard. Tidak ada yang benar-benar baru dalam metode ini, kecuali bahwa bahasa isyarat itu sendiri belum populer di tengah masyarakat yang 'bicara', apalagi di Indonesia.
Saya mengetahui tentang bahasa isyarat untuk bayi ini ketika masih mengandung Daud, hampir 2 tahun lalu. Sebuah ide yang sangat menarik, mengingat hal pertama yang membuat orangtua frustasi adalah tidak mengerti apa yang diinginkan oleh bayinya.
Sayangnya kemalasan untuk belajar menarik saya dari berlatih dan menerapkannya sedini mungkin. Lalu e-book itu terlupakan begitu saja. Terselip di antara ratusan e-book lain dan tersembunyi di laci ingatan. Hingga satu saat muncul kembali di rak sebuah toko buku besar, ketika kami sedang berbelanja buku untuk kedua anak kami.
Baby Language; Mengajarkan Bahasa Isyarat kepada Bayi. Pengarang yang berbeda, pengungkapan yang berbeda, ilustrasi yang berbeda, namun acuannya tetap sama; American Sign Language (ASL). Tuturannya lugas dan lucu, khas lelucon para orangtua yang sudah lulus setahun pertama usia bayinya (banyak hal yang baru bisa ditertawakan orangtua ketika usia si kecil sudah lewat setahun, kebanyakan karena sebelumnya tidak punya waktu untuk berpikir bahwa hal itu lucu!).
Kenapa bayi yang dijadikan fokus? Karena bayi adalah tahap pertama manusia, ketika dia belum dapat bicara tapi sebagai mahluk hidup sudah memiliki kebutuhan, primer (makan, minum, tidur) maupun sekunder (jalan-jalan, main). Anak yang sudah mampu bicara akan dapat mengungkapkan keinginannya, walau belum sempurna. Sedangkan bayi?
Ketika bayi menangis, ada sederetan protokol yang harus dilewati untuk mengetahui penyebabnya.
- Pegang popoknya, basahkah? Atau tidak basah tapi bau? Ganti popoknya.
- Pegang punggungnya, basahkah? Mungkin kepanasan. Ganti bajunya atau kipas-kipasi.
- Letakkan jari (dalam keadaan bersih) di tepi mulutnya. Dikejarkah oleh bibirnya sambil lidahnya sibuk mengecap-ngecap? Mungkin lapar/haus.
- Pegang kakinya, dinginkah? Mungkin kedinginan. Selimuti.
- Tepuk-tepuk punggung/pahanya, mungkin ia sedang ingin ditepuk-tepuk.
- Selipkan jari di genggamannya. Apakah ia berusaha mengangkat kepala? Mungkin ingin bangun/digendong.
- Pegang dahi/lehernya, panaskah? Mungkin ia tidak nyaman karena demam.

Last Discussion
rakhmat, Menyoal Harga dan Suplementasi AA-DHA di Susu Formula Bayi at BananaTalk - Lita Mariana’s Weblog, dian, rahadian, tammy, Boma Yudho, siti, Rizma, kirana, bunda AULIA [...]
yani, Umminya Syahmi dan Sahlan, retno, septi, ANWAR, b0cah, myandrew, Yuka, dita, Romy [...]
bond, ari, Jim, chiw, maewar, maewar, arienz, NaNa di sYdneY, elfarid, Anto S. Nugroho [...]
aprie, Ical, eka, Lita, Cahyani, Cahyani, Lita, Inga, Lita, fatimah [...]
yanti, iRHoTeP, CHIKA, miss_ngoceh, nYam, Lita, DODY, tania, koko, ketty [...]
nayara, Yudas Kukuh, Anna, Novina Adrianto, Lita, Leila, Lita, siska Manurung, riswanto, puput [...]