Archive for April, 2007



Peringatan untuk Pedandan

OK. Untuk urusan makeup saya adalah komentator handal. Jangan tanyakan teknik mengulas blusher karena saya tidak akrab dengannya (tak punya maka tak sayang). Karena itu, saya akan menceritakan dari sudut pandang seorang tak dikenal yang sungguh rese karena memperhatikan dan mengritik segala detil penampilan anda.

Satu kata peringkas segalanya: SUBTLE

Halus, wajar, sulit didefinisikan. Agak sulit menjelaskan, tapi saya tahu bagaimana satu kata adalah kontras dari subtle. Sinetron; di mana segalanya tampak hiperbolik. Gunakan makeup sedemikian rupa sehingga tampak wajar, seolah asli-nya anda ya seperti itu. Ini adalah cara bermakeup yang paling sulit.

Tampil mencolok tidaklah sukar: gunakan warna seekstrim yang anda bisa. Lipstik hijau, eye shadow ungu, blusher jingga, bulu mata palsu yang unik dan berwarna biru, wig keriting super panjang warna merah, dan sepatu berhak tinggi warna emas. Apa? Pakaian? Apapun lah.

Anda memang mencolok, tapi hampir-hampir semua orang pasti sepakat bahwa anda sinting. Saya ingat suatu kalimat dari sebuah komik balet lawas. “Adalah mudah untuk memperlihatkan teknik tinggi yang dimiliki. Tapi jauh lebih sulit untuk tampil wajar dengan teknik yang akurat”. Atau demikianlah kira-kira.

Masih bingung? Mari saya beri contoh:

Menata alis

Mencukur alis sampai tuntas dan membuat tato sebagai penggantinya adalah perbuatan bodoh. Anda tidak tampil dengan lekuk alis yang membuat perempuan lain iri. Sebaliknya, anda tampil sebagai orang yang alisnya ditato.

Mencabuti alis hingga hanya separo kemudian melengkapi bentuk sisanya dengan pensil alis juga tidak mengesankan yang melihat. Beruntung memang yang memiliki alis tebal dan sedikit berlebih. Koreksi bisa dilakukan dengan mengurangi.

Tentu hasilnya hanya indah jika dilakukan oleh orang yang berpengetahuan tentang teknik membentuk. Rajin-rajin saja memelihara bentuk 'sempurna' yang dihasilkan. 

Bulu mata

Baiklah, anda ingin tampil dengan bulu mata lentik nan panjang. Lalu anda gunakan bulu mata palsu. Untuk menempelkannya, anda gunakan plester. Untuk menutupi plester, anda sapukan eye shadow. Berhasilkah? Sayangnya kebanyakan tidak.

Continue reading ‘Peringatan untuk Pedandan’

Kopdar Hari Ini!

Kopdar di Taman Ismail Marzuki. Hari ini (Kamis, 12 April 2007) jam 6 sore.

Info pengantar bisa dilihat di blog Merdeka. Siapa saja boleh ikut. Konfirmasi kehadiran sila hubungi saya.

Ear candling: Terapi Pembersihan yang Tidak Membersihkan

Ear candling, dikenal juga dengan terapi lilin. Lilin yang digunakan adalah lilin berbentuk tabung berdiameter kecil, yang telah direndam dalam beeswax atau parafin dan dibiarkan hingga mengeras. Sesuai namanya, terapi ini dilakukan dengan menyalakan lilin khusus yang diletakkan di liang telinga. Tentu saja 'pasien' harus berbaring miring ke satu sisi, sementara 'terapis' menyalakan lilin dan membiarkannya terbakar selama beberapa menit. 

Prosedur ear candling

Lilin dinyalakan. Lilin yang terbakar akan 'dijaga', dengan menggunakan semacam tusuk gigi untuk mempertahankan agar lubang di puncak lilin selalu terbuka selama proses berlangsung. Setelah lilin dimatikan dan disingkirkan, sebungkah kapas padat digunakan untuk membersihkan kotoran telinga yang nampak, dan seringkali diperoleh 'minyak telinga' (ear oil).

Beberapa praktisi meletakkan lilin yang masih panas itu di dalam semangkuk air, dan mengklaim bahwa semua yang ada di dalamnya -yang bukan beeswax- adalah kotoran telinga, kulit mati, residu obat, atau 'peninggalan' infeksi ragi di waktu lalu (yang kesemuanya belum ada buktinya).

Prosedur terapi ini mestinya menciptakan kehampaan ringan (hampa dalam artian tekanan udara di bawah tekanan udara atmosferik/ruang), yang dapat menarik kotoran telinga (earwax, cerumen) keluar dari liangnya.

Apa yang diklaim?

Sesuai yang saya lihat di televisi, terapi ini mengklaim mampu melakukan sesuatu pada sinus, membersihkan kotoran, melegakan, dan mengurangi sakitnya. Katanya pula, penderita sinusitis rongga hidungnya basah (??), dan terapi ini dapat membuka salurannya.

Terus terang saya kurang mengerti. Ya kata-katanya, ya klaimnya. Mungkin ini karena reporternya (yang menjalani terapi) yang bercerita, bukan terapisnya.

Beberapa pendukungnya mengklaim bahwa pengotor (impurities) dapat disingkirkan dari telinga bagian dalam, sinus fasial (rongga sinus di daerah wajah), atau bahkan otak (hah?!), yang kesemuanya entah bagaimana terhubung ke liang telinga. 

He? Ada kanal dari otak saya ke telinga? Astaga. Mungkin saya jangan terlalu keras belajar, menjadi pintar, dan berotak encer. Nanti malah meleleh ke luar dan saya rugi. Ups. Hiperbolik.

Continue reading ‘Ear candling: Terapi Pembersihan yang Tidak Membersihkan’




! Disclaimer

bananaTalk is a personal site in the form of weblog.

NOTHING contained in this site is or should be considered, or used as a substitute for, medical advice, diagnosis or treatment.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License.

»