Panduan Kehamilan & Kiat Anti Kaget untuk Calon Ayah
Here is the first guest blogging in BananaTalk. A dear old blogger friend, Akhmad Guntar. What can I say, this is a perfect witty writing! And it's such an honor to have him blogging in BananaTalk.
Mind you, he doesn't have that much children (as you may think) to wrap the whole experience in one good article. (As many men usually do as unbelievably-ignorantly-slow-and-'how come you didn't notice that?'-kind of observant)
I do apologize sincerely if my editing doesn't suit your taste, sir
*crossing my finger, hope you don't even notice which part I edited hehehe… *
—
taken from: DrFever
Yang menantikan kelahiran si kecil bukan hanya sang calon ibu yang sedang hamil. Bukankah sejak awal ini juga akibat partispasi aktif dari sang suami? Guest-Post di Banana Talk ini adalah untuk Anda para suami yang belum pernah menjadi Bapak, yang istrinya sedang atau direncanakan akan hamil dan kesulitan untuk menemukan kiat kehamilan untuk calon ayah di buku-buku panduan kehamilan yang tebal milik istri.
Kita harus akui, masih banyak calon bapak yang enggan belajar tentang kehamilan. Mereka pikir, cukuplah tahu bahwa di perut istri mereka itu ada benih kehidupan segede kutu -bahkan lebih kecil- yang kemudian membesar dan terus membesar sampai segede semangka, sampai kemudian dia lahir dan tumbuh jadi anak 3 tahunan yang lucu dan gemar membuat rumah jadi berantakan.
Tapi benih yang ada di rahim istri Anda adalah sebuah anugerah tak terkira, dan Anda sebagai suami harus menaruh perhatian serius terhadapnya. Jika kemudian ada yang berpikiran,"Lho, emang pengaruhnya apa ke saya? Yang hamil kan istri saya, ya dia kan yang kebagian repotnya. Dan dia juga tak tampak keberatan kok dengan itu. Yang penting saya tinggal sediakan uang aja kan buat konsultasi bulanan dan urusi persalinan."
Oh ya? Saya tidak sepakat dengan itu. Semoga Anda juga.

