Archived entries for Health

Imunisasi: Cukup Sampai di Sini

Seperti dua kutub yang berbeda, antara pro dan anti vaksin memang tidak akan bertemu. Walau saya yakini tujuannya toh sama: kemanfaatan.

Berhubung saya di sini memang mengulas dari sisi pro-vaksin, saya tidak menutup kemungkinan dan menyingkirkan pendapat dari sisi anti-vaksin. Dan saya berterimakasih atas kerelaan bertenggang rasa dari pihak anti-vaksin dengan tetap berkata baik-baik di blog ini.

Tulisan tidak diedit, komentar tidak dihilangkan. Pertanyaan yang ada sudah terjawab. Ajuan pendapat yang ada juga sudah ditanggapi. Rasanya semua sisi sudah tersentuh. Tambahan di luar ini hanya akan membuatnya mbulet, makin panjang, tidak jelas dan tak akan berujung, seperti bahasan poligami. Dan dengan ini, Ajakan menolak imunisasi saya nyatakan ditutup dari komentar lebih jauh.

Jika anda memiliki pendapat lain dan hendak menanggapi, silakan buat tulisan di blog anda dan jika suka bisa buat taut ke sini untuk referensi bagi pembaca anda. Terimakasih untuk kunjungan anda. Semoga berkenan menikmati tulisan saya yang lainnya.

Mitos Ion Negatif dan Pembalut Sehat

Email yang sama masuk ke milis Sehat dan milis ASI for baby, bertajuk 'Pemutih pada Pembalut'. Berikut ini isinya:

Subject: PEMUTIH PADA PEMBALUT

Cek hiegienis produk Napkin yang anda pakai!! karena menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan penderita kanker mulut rahim:
*** NO.1 di dunia, dan 62% salah satunya diakibatkan oleh penggunaan produk pembalut yang tidak berkualitas !!!!

  • Di RSCM : 400 Pasien Kanker Leher Rahim baru setiap Tahun.
  • Di RSCM kematian akibat Kanker Serviks sekitar 66%
  • Mayoritas penderita datang dalam kondisi stadium lanjut
  • Tingkat Kesadaran deteksi dini masih rendah.

Cara pengecekan:

  • Sobek produk pembalut anda, ambil bagian inti didalamnya.
  • Ambil segelas air putih. Usahakan gunakan gelas transparan sehingga lebih jelas.
  • Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut anda dan celupkan ke dalam air tersebut. Aduk dengan sumpit.
  • Lihat perubahan warna air (karena kalo hieginis dan bersih,seharusnya air akan tetap jernih).
  • Lihat apakah produk tersebut tetap utuh atau hancur seperti pulp.
  • Jika hancur dan airnya keruh, berarti anda menggunakan produk yang kurang berkualitas, dan banyak mengandung pemutih ( byclin ).

Dan dari produk yang kurang berkualitas tersebutlah yang sering menyebabkan di bagian intim wanita selalu mengalami banyak masalah:

  • Keputihan,
  • Gatal-gatal
  • Iritasi
  • dan lain-lain.

Bagian yang ganjil berurutan dari awal:

1. Penggunaan produk pembalut yang tidak berkualitas

Apa yang dimaksud dengan 'tidak berkualitas'? Kalau merujuk ke email ini, berkualitas berarti higinis dan tidak mengandung pemutih. Err… memangnya kalau mengandung pemutih lalu tidak higinis? Pemutih atau bleaching agent adalah oksidator kuat, yang beberapa di antaranya populer sebagai disinfektan (pembunuh kuman), misalnya peroksida dan hipoklorit.

Dengan demikian ada kejanggalan besar dalam pernyataan tersebut, karena seharusnya yang mengandung bahan pemutih justru higinis, terlepas dari efek iritasi pada kulit yang mungkin ditimbulkannya. Tapi itu masalah lain.

Continue reading…

Tanggapan Unilever tentang Formaldehid dalam Produknya

Berikut adalah pernyataan bagi pers yang disampaikan oleh pihak Unilever dalam menanggapi 'penemuan mengejutkan' tentang adanya formalin dalam produk Unilever. Penemuan yang sebetulnya tidak mengejutkan, karena keberadaan senyawa tersebut dinyatakan dalam komposisi yang tercantum di label.

Produk Pasta Gigi, Sabun dan Shampo Unilever Aman Digunakan

Jakarta, 9 Agustus 2007 : Sehubungan dengan siaran pers yang dilansir oleh Lembaga Konsumen Jakarta pada tanggal 9 Agustus 2007 mengenai pasta gigi, sabun cair dan shampo yang mengandung formalin, PT Unilever Indonesia Tbk. sebagai produsen Pepsodent, Sunsilk, Lifebuoy dan Clear shampoo memberikan penjelasan yang disampaikan oleh Josef Bataona, Corporate Relations & Human Resources Director PT Unilever Indonesia Tbk., sebagai berikut:

* Sebagai perusahaan yang menempatkan kesehatan dan keselamatan konsumen sebagai prioritas utama, Unilever selalu memastikan bahwa semua produknya aman digunakan, dengan berpegang pada standar yangditentukan oleh BPOM dan Departemen Kesehatan serta badan berwewenanglainnya.

Sebelum diluncurkan ke masyarakat, semua produk Unilever juga telah melalui prosedur pengetesan keamanan yang sangat ketat yang dilakukan oleh Unilever Safety & Environmental Assurance Centre (SEAC) di Inggris. Semua prosedur dan proses pengetesan tersebut mengikuti standar internasional.

* Formaldehyde umum dipergunakan dalam jumlah yang sangat kecil di banyak produk kosmetik /perawatan tubuh di seluruh dunia, termasuk sabun, shampo, pasta gigi, dll. Penggunaan formaldehyde dalam produk kosmetik diperbolehkan oleh pemerintah di berbagai negara termasuk Amerika Serikat, Eropa, Kanada, Afrika Selatan dan juga Indonesia.

Apabila dipergunakan dalam batas yang diperbolehkan, formaldehyde aman bagi kesehatan manusia. Fungsinya adalah sebagai bahan pengawet untukmencegah pertumbuhan kuman di produk-produk tersebut. Kuman dapat merusak produk, terutama di negara beriklim panas, sehingga menjadi tidak aman untuk dipergunakan. Pengawet diperlukan untuk menjaga kondisi produk agar tetap aman dipakai setelah kemasan dibuka.

* Peraturan pemerintah di negara-negara Uni Eropa (EU Cosmetic Directive) dan ASEAN (ASEAN Cosmetic Directive) memperbolehkan penggunaan formaldehyde di dalam pasta gigi sebesar 0.1 % dan untuk produk shampo dan sabun masing-masing sebesar 0.2 %. Peraturan ini sejalan dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia (Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat & Makanan RI No HK.00.05.4.1745 (tahun 2003 -penulis), Lampiran III "Daftar zat pengawet yang diizinkan digunakan dalam Kosmetik dengan persyaratan…" no 38 :Formaldehid dan paraformaldehid).

* Pepsodent mengandung formaldehyde sebesar 0,04 % (0,016 % aktif) , atau jauh di bawah batas yang diperbolehkan. Menurut ketentuan BPOM, apabila kandungan formaldehyde di dalam pasta gigi tidak melebihi 0,05 %, tidak perlu mencantumkan tanda peringatan "mengandung formaldehid" pada penandaan. Sedangkan produk shampo Unilever mengandung formaldehyde sebesar 0,04% (0,04 % aktif) dan produk sabun cair Unilever mengandung formaldehyde 0,1% (0,04% aktif), keduanya berada jauh di bawah batas yang diperbolehkan. (Untuk detail kandungan formaldehyde dalam produk Unilever, lihat lampiran).

* Semua bahan yang dipergunakan di dalam produk Unilever telah diketahui dan disetujui oleh BPOM. Demikian juga halnya dengan dengan kandungan formaldehyde di dalam produk kebersihan Unilever, yang berada jauh di bawah batas yang ditetapkan oleh BPOM sehingga produk-produk ini aman dipergunakan serta efektif.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi :

Leila Djafaar
General Communications Manager
PT Unilever Indonesia Tbk.
Tel : 021 – 5262112 ext 759
Fax : 021 – 5262046

Continue reading…



Copyright © 2004–2009. All rights reserved.

RSS Feed. Powered by Wordpress and based on Modern Clix : additional facelift by amYahya