Archived entries for Health

Vaksinasi dan Autisme

Saya termangu membaca tulisan pak Harry tentang autisme. Teringat kegelisahan seorang ibu yang menanyakan pada saya, hubungan antara imunisasi dan autisme.

Anaknya sebaya Daud dan (saat itu) masih punya jadwal beberapa kali imunisasi. Rupanya e-mail tentang imunisasi yang menyebabkan autisme sedang beredar di milis yang ia ikuti. Sebenarnya ini bukan berita baru. Semacam siklus saja, muncul periodik. Vaksinnya tak selalu sama, tapi intinya sama: bahaya autisme mengintai di balik imunisasi.

Pak Harry menulis tentang autisme dengan mencuplik dari wikipedia. Izinkan saya untuk mengambil sumber dari tulisan yang lain dan dari sisi pandang yang agak berbeda.

Continue reading…

Sabun, Deterjen, dan Kelembutan Busa

Dulu dosen pengajar Dasar-dasar Rekayasa pernah berkomentar di sela kuliah.

Kalo pengen kulitnya bersih banget, mandi aja pake deterjen. Dijamin bersih, soale lemak-lemak kulit keangkat semua.

Saya hanya tertawa waktu itu. Lama setelah kuliah itu berlalu, saya sadar bahwa sayalah yang terlalu lugu (bodoh mungkin lebih tepat).

Sang dosen samasekali tidak bergurau. Pada kenyataannya, selama belasan tahun saya mandi dengan deterjen! Dan sekarang saya menertawakan diri yang saat itu tertawa. "Kenapa dulu gue ketawa ya?"

Pernah menyaksikan iklan sabun B*ore (penyamaran merek seadanya saja sekadar tidak dirambah mesin pencari :mrgreen: )? Pada saat audio pengantar iklan menyebutkan 'formulanya ramah di kulit' maka tayangannya berupa busa yang disentuh dengan tangan beserta tulisan 'skin friendly formula'.

Jujur, saya bingung. Apa hubungannya antara busa dan formula ya? Seolah berlaku premis: Jika (produk menghasilkan banyak) busa maka (formula produk) lembut.

Bahan yang digunakan untuk menghasilkan busa JUSTRU (biasanya) tidak ramah di kulit!

Saya pernah membandingkan busa yang dihasilkan oleh sabun batangan biasa (tanpa klaim yang berkaitan dengan kelembutan apapun) dan sabun dengan merek tersebut. Menggunakan shower puff, ternyata secara kenampakan busa yang dihasilkan sama saja.

Intinya, jika anda ingin mencari produk pembersih dengan formula yang ramah di kulit, tinjau komposisi dan bahan aktifnya, bukan dari busanya. Hindari produk yang mengandung bahan pembuat busa karena biasanya bahan ini juga bertindak sebagai surfaktan yang tidak ramah pada kulit. 

Tulisan saya secara singkat dan padat berhenti di sini. Selanjutnya saya akan mendongeng sesuai judul, dengan penjelasan yang mungkin bikin pusing dengan banyak istilah kimia. Pilihan ada di tangan anda. Tinggal klik saja :mrgreen:

Continue reading…

Alami Tak Selalu Aman

Pemahaman yang umum di masyarakat kita adalah membagi produk 'kesehatan' (dan atau obat) menjadi dua kubu ekstrim: alami dan sintetik. Padahal di jaman teknologi modern seperti ini sulit sekali menemukan produk yang 100% dari bahan alam TANPA menyertakan bahan sintetik (baik sebagai pengisi, campuran, wadah/kapsul, atau perisa) sama sekali.

Memang tidak mustahil. Tapi jika jamu dikemas dalam bentuk kapsul, tidak ada jaminan bahwa bahan pembuat kapsul tersebut tidak mengandung senyawa sintetik kecuali dinyatakan pula komposisi bahan kapsul tersebut.

Kesalahpahaman yang lebih mengkhawatirkan (bagi saya) adalah membuat (dan mengamini) pernyataan bahwa jika alami maka aman.

TIDAK SEMUA YANG ALAMI ITU AMAN !

Saya sangat prihatin terhadap klaim iklan suatu 'obat' diare populer.

Mengapa kita pilih yang alami? Karena alami itu aman.

Sembari tampilan menunjukkan "ALAMI = AMAN". Ini kesimpulan yang tergesa-gesa dan memaksakan, demi memberi dasar bahwa produk yang ditawarkannya dijamin aman. MENYESATKAN!

Continue reading…

Kami sedang Belajar

5 hari tanpa tulisan baru dan kini datang dengan alasan. Daud sakit. Kukira ini hanya sindrom tumbuh gigi, dengan demam yang datang dan pergi. Ternyata aku salah.

Bercak merah yang timbul hanya akibat pecahnya sebagian pembuluh darah kapiler oleh panas. Lemas, tentu saja. Tak ada makanan lebih dari 3 sendok mungilnya yang mau diterima. Larutan rehidrasi kusediakan untuk menambah amunisi. Belum terpakai hingga sekarang. Hanya ASI yang mau diterimanya.

4 hari demam sejak Rabu. Sudah melampaui waktu pengamatan terhadap demam. Selain diare ringan (2-6 kali sehari), tak ada gejala lain. Kami putuskan untuk berkonsultasi ke dokter.

Continue reading…

Melek ala Ricky Jo

Soal Extra Joss. Kalau Priyadi tertarik pada label peringatan yang hanya ditayangkan selama 1/5 detik, saya lebih tertarik pada iklannya yang paling baru.

Resep menikmati Extra Joss ala Ricky Jo. Ingat?

Extra Joss, dimasukkan ke teh panas, tambah madu.

Hehehe… iklan yang sangat menarik dan bikin saya jadi ngikik sendiri. Lha, isi Extra Jossnya yang ada tinggal kafein dan taurin dong, vitaminnya buyar semua terguyur panas.

Ah, gak penting. Toh yang dicari adalah yang bikin melek, ya si taurin plus kafein itu toh? :mrgreen:

*mode iseng, lagi nulis posting dengan topik serius tapi gak selese-selese*



Copyright © 2004–2009. All rights reserved.

RSS Feed. Powered by Wordpress and based on Modern Clix : additional facelift by amYahya