Cinta di Balik Pintu
Aku sedang cuci muka ketika pintu kamar mandi diketuk.
"Hunn!"
Oh, suamiku. "Hmm?"
Tok. "Hunn?", ulangnya.
"Oi!", jawabku yang masih sibuk dengan busa di muka.
Tok tok. "Hunn?", panggilan ulang.
Lha, lagi?
"OI!", sahutku makin keras. Apaan sih? Penting banget, ya? Tapi kan udah tau aku lagi di kamar mandi, ntar dulu napa. Dia kan tau aku paling sebel kalo ada yang nyuruh aku cepet-cepet buat gantian.
"Hunn, I love you", kata suami kalem.
"HALAAAAAAHHH!", kirain apaan, "I lof yu tu!" sahutku sambil nyengir lebar.
Terdengar suara tawa yang keras di luar. Pagi yang segar. Haha.
Aku tahu itu tidak penting. Tapi kenapa hati ini sedikit tak rela ya? Apa sebenarnya aku tidak ingin menyepakati namun hanya ingin menyenangkan hatimu? Kalau benar begitu, maafkan ketidakjujuranku, yang.

