Archive for the 'Love' Category

Cinta di Balik Pintu

Aku sedang cuci muka ketika pintu kamar mandi diketuk.

"Hunn!"

Oh, suamiku. "Hmm?"

Tok. "Hunn?", ulangnya.

"Oi!", jawabku yang masih sibuk dengan busa di muka.

Tok tok. "Hunn?", panggilan ulang.

Lha, lagi?

"OI!", sahutku makin keras. Apaan sih? Penting banget, ya? Tapi kan udah tau aku lagi di kamar mandi, ntar dulu napa. Dia kan tau aku paling sebel kalo ada yang nyuruh aku cepet-cepet buat gantian.

"Hunn, I love you", kata suami kalem.

"HALAAAAAAHHH!", kirain apaan, "I lof yu tu!" sahutku sambil nyengir lebar.

Terdengar suara tawa yang keras di luar. Pagi yang segar. Haha.

Menunggu Gundah Pergi

Iya cinta, kita sudah sepakat untuk tidak membiasakan perayaan ulang tahun. Aku juga tidak suka suasana ramai pesta. Atau menikmati makan malam romantis berdua seperti yang Gregorian people (as you state) biasa lakukan di saat yang mereka anggap istimewa (we both know you didn’t like those).

Bukan pestanya. Bukan makan malamnya. Bukan hadiah. It’s not about flower. Hanya secuil aksi untuk hal sepele, di saat yang tepat.

Heeeyyy, you did say that! Long before the time comes. Tapi kok rasaku masih kurang sreg ya? Hmm, jadi ini tidak hanya soal pemberian ucapan, tapi kapan diucapkannya.

blurryvioletAku tahu itu tidak penting. Tapi kenapa hati ini sedikit tak rela ya? Apa sebenarnya aku tidak ingin menyepakati namun hanya ingin menyenangkan hatimu? Kalau benar begitu, maafkan ketidakjujuranku, yang.

Ah, aku baik-baik saja kok! Hanya sempat gundah sesaat namun cepat hilang setelah sebuah obrolan dengan seseorang. Yang menampilkan tulisan besar berwarna merah dan membuatku tersenyum senang dengan sungguh-sungguh. Lho, jadi ini masih masalah ucapan itu toh? emoticon

Continue reading ‘Menunggu Gundah Pergi’

Tiga Tahun

Lewat Maghrib, sudah berganti hari. Tak apa ya?

15 Shafar, 3 tahun yang lalu. Ditambah namamu, ada di balik cincin yang kau beri untukku.

Dua buah hati, dan berbagai kenangan. Semua kesabaran, kelapangan dada, dan bahumu untuk lelah, tangis, dan bahagiaku.

Terimakasih cinta, atas perjalanan yang indah ini. Salam sayang dari sini. 




! Disclaimer

bananaTalk is a personal site in the form of weblog.

NOTHING contained in this site is or should be considered, or used as a substitute for, medical advice, diagnosis or treatment.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License.

»