Archived entries for Love

Sweet Brown-Eye

Beberapa hari lalu, setibanya dari Bandung, kakanda terlihat lelah sekali. Setelah wudhu dan ganti baju, langsung rebah deh di kasur. Lalu aku iseng bertanya, "Mas, baca tulisan Ita kemaren?". Dia cuma diam lalu menelungkupkan kepalanya di bantal. "Ih, ditanya kok gitu sih", kataku. "Eh, ngga pa-pa kan Ita nulis gitu?", tanyaku lagi. Dia menatapku sejenak, lalu kembali menyembunyikan wajahnya di balik bantal sambil bergumam, "Tapi kan Yahya malu…". Dan aku bengong emoticon . Cukup sedetik aja bengongnya, abis itu ketawa geli. Now that’s original! emoticon

Kangmasku ini seringkali mengaku pemalu (ha!). Tapi amat sangat jarang sekali sifat pemalu yang diakunya itu nampak. Dan ini kali kedua aku lihat kakanda tersipu-sipu. Kapankah pertama kalinya? Beberapa tahun yang lalu. Ceritanya? Nah… yang itu rahasiaaa hehehe… emoticon Pastinya, waktu itu aku hanya berstatus sebagai juniornya yang iseng.

Huhuhu… my dear sweety brown-eye… Love you hunn, cepet pulang yaa…

Hadiah untuk Profesi Paling Sulit di Dunia

Habis main dari blog teman baru, hmmm.. tiba ke ingatan tentang satu sisi keperempuanan istri. Bahwa status perempuan sebagai istri tidaklah menghapus kebutuhannya untuk sekedar dipuji atau diberi pernyataan cinta. Lagi-lagi cinta… Ya tentu saja, bukankah biduk rumah tangga yang diinginkan adalah yang tentram, penuh cinta, dan dilingkupi kasih sayang? Makanya bahasan cinta tak pernah habis, apalagi di kehidupan rumah tangga.

Secuil kalimat "Aku sayang istriku", minimal sekali setiap hari bisa mencerahkan wajah istri, sekalipun dalam keadaan lelah setelah berpayah-payah dengan urusan seharian. Akan bosankah istri diberi ‘sayang’? Tak akan. Apapun profesi yang dimilikinya. Istri bekerja harus diperhatikan dengan layak oleh suami, karena jika istri kekurangan ‘makanan mental’ ini, amatlah rentan hatinya terhadap godaan dari rekan sekerja atau partner bisnis. Apakah ibu rumah tangga butuh? Masya ALlah, apalagi ibu rumah tangga! Profesi paling sulit dengan undakan karir yang paling panjang yang ada di muka bumi!

Continue reading…

Kekalkan cinta

Ketika kalimat sakral itu telah terucap, tak sadar tubuh ini gemetar. Kucari ketenangan, kucari genggaman. Dan untuk pertama kali, kusentuh kulitnya dan kusisipkan jemari di bawah telapak tangan kokoh itu. "It’s OK.. udah selesai kok", ujarnya sambil menggenggam tanganku.

Dan ketika untuk pertama kalinya kulihat bulir bening mengalir dari kedua mata teduhnya, aku hanya bisa terdiam. Betapa besar anugerah untuk dicintai seperti ini. Kuhapus air matanya, kucium keningnya dan kukatakan, betapa aku sayang padanya.

"ALlah, cintai suamiku karena ia mencintaiku karenaMu. Sayangi ia atas cintanya yang tulus dan hatinya yang lapang dalam menerimaku. ALlah, jagakan ia agar tetap di jalanMu yang lurus dan berkah. Luaskan rizqi yang halal barakah lagi melimpah bagi keluarga yang kami bangun ini. Lindungi ia, mudahkan urusannya, dan kutitipkan ia pada penjagaanMu karena sungguh dia adalah milikMu. ALlah, kekalkan cinta yang Engkau titipkan pada kami. Dan pertemukan kami kembali dalam keadaan beruntung serta Engkau ridha atas kami."

*mengenang Shafar 1424… ketika cinta diizinkan untuk bersatu* 

“Would you be my wife?”

Seseorang yang kukenal itu sangat menikmati kesendirian dan sepi. Bukan karena kesepian dan tak punya teman, dia hanya menghargai sudutnya yang sepi untuk merengkuh bahagia dari raut wajah orang-orang yang dicintainya yang tersenyum. Orang-orang tercintanya yang hidup dalam sinar, bercahaya, dan tertawa, larut dalam iringan semangat hidup mereka. Dan ia bahagia atas kebahagiaan mereka. Dia merasa bukan siapa-siapa, hanya debu setitik dalam kehidupan siapa.

Suatu hari mata coklat miliknya menyuarakan jelita alam yang dicintainya, tentang pemandangan matahari terbit di kota kelahirannya yang ia kunjungi beberapa hari sebelumnya. Dan ia berkata tentang sesuatu yang hilang, yang baru disadarinya saat itu, sebuah perubahan besar dalam hidupnya. "I wish you were there… Would you be my wife?", tanyanya.

Hingga kini aku telah dua kali jatuh cinta pada pemilik mata coklat yang teduh itu… 

Gombaaal!

Suatu malam, di Simpang Dago. "Itu lho mas, Mariana yang bintang iklan. Yang di billboard gede itu!", kataku sambil nunjuk ke papan iklan samping PusAir. "Cantik kan?", kataku lagi. Dan apa jawaban kakanda? "Ngga ah, cakepan Ita." Bwahahahaha…. I burst into great laughter. "GOMBAAALLL!!" Then, "Lho, gimana sih! Katanya disuruh jujur. Giliran jujur dibilang gombal. Ngga konsisten", kata beliau. Hihihihi…. *perhatian, pembaca dilarang sewot. silakan aja ikutan komentar ‘gombal!’, tapi penilaian pribadi kan boleh subjektif dong*

Suatu waktu pula, kami berdiskusi soal macem-macem dan tiba di topik ‘merayu’. *Biasa deh, kami kalo udah ngobrol bisa lamaaa dan kemana-mana.. Dari iklan sampe kucing cewek yang selalu dateng ke kamar kalo kakanda ada di rumah.. hihihihi* Ternyata, (buat yang belom tau nih) perempuan itu menikmati dipuji dan dirayu kok. Well, that’s greatly depends on who’s talking and how. Nyatanya, setiap orang memang suka dipuji (bedakan dengan yang menginginkan atau gila pujian). Usually people take it as a small reward for what they do. As for a wife, that’s a small reward for her accompaniment of the husband. Mereka yang jarang memuji, biasanya pujiannya dihargai tinggi. Sebaliknya, mereka yang suka mengumbar rayuan, biasanya udah punya julukan ‘playboy cap duren’ ato ‘buaya’ (kasian buaya, ngga punya salah apa-apa… ) ato apalah, umumnya tingkat kepercayaan terhadap rayuan mereka amat rendah alias sering ditolak.

Continue reading…



Copyright © 2004–2009. All rights reserved.

RSS Feed. Powered by Wordpress and based on Modern Clix : additional facelift by amYahya