Archive for the 'Love' Category



Hadiah untuk Profesi Paling Sulit di Dunia

Habis main dari blog teman baru, hmmm.. tiba ke ingatan tentang satu sisi keperempuanan istri. Bahwa status perempuan sebagai istri tidaklah menghapus kebutuhannya untuk sekedar dipuji atau diberi pernyataan cinta. Lagi-lagi cinta… Ya tentu saja, bukankah biduk rumah tangga yang diinginkan adalah yang tentram, penuh cinta, dan dilingkupi kasih sayang? Makanya bahasan cinta tak pernah habis, apalagi di kehidupan rumah tangga.

Secuil kalimat "Aku sayang istriku", minimal sekali setiap hari bisa mencerahkan wajah istri, sekalipun dalam keadaan lelah setelah berpayah-payah dengan urusan seharian. Akan bosankah istri diberi ’sayang’? Tak akan. Apapun profesi yang dimilikinya. Istri bekerja harus diperhatikan dengan layak oleh suami, karena jika istri kekurangan ‘makanan mental’ ini, amatlah rentan hatinya terhadap godaan dari rekan sekerja atau partner bisnis. Apakah ibu rumah tangga butuh? Masya ALlah, apalagi ibu rumah tangga! Profesi paling sulit dengan undakan karir yang paling panjang yang ada di muka bumi!

Continue reading ‘Hadiah untuk Profesi Paling Sulit di Dunia’

Kekalkan cinta

Ketika kalimat sakral itu telah terucap, tak sadar tubuh ini gemetar. Kucari ketenangan, kucari genggaman. Dan untuk pertama kali, kusentuh kulitnya dan kusisipkan jemari di bawah telapak tangan kokoh itu. "It’s OK.. udah selesai kok", ujarnya sambil menggenggam tanganku.

Dan ketika untuk pertama kalinya kulihat bulir bening mengalir dari kedua mata teduhnya, aku hanya bisa terdiam. Betapa besar anugerah untuk dicintai seperti ini. Kuhapus air matanya, kucium keningnya dan kukatakan, betapa aku sayang padanya.

"ALlah, cintai suamiku karena ia mencintaiku karenaMu. Sayangi ia atas cintanya yang tulus dan hatinya yang lapang dalam menerimaku. ALlah, jagakan ia agar tetap di jalanMu yang lurus dan berkah. Luaskan rizqi yang halal barakah lagi melimpah bagi keluarga yang kami bangun ini. Lindungi ia, mudahkan urusannya, dan kutitipkan ia pada penjagaanMu karena sungguh dia adalah milikMu. ALlah, kekalkan cinta yang Engkau titipkan pada kami. Dan pertemukan kami kembali dalam keadaan beruntung serta Engkau ridha atas kami."

*mengenang Shafar 1424… ketika cinta diizinkan untuk bersatu* 

“Would you be my wife?”

Seseorang yang kukenal itu sangat menikmati kesendirian dan sepi. Bukan karena kesepian dan tak punya teman, dia hanya menghargai sudutnya yang sepi untuk merengkuh bahagia dari raut wajah orang-orang yang dicintainya yang tersenyum. Orang-orang tercintanya yang hidup dalam sinar, bercahaya, dan tertawa, larut dalam iringan semangat hidup mereka. Dan ia bahagia atas kebahagiaan mereka. Dia merasa bukan siapa-siapa, hanya debu setitik dalam kehidupan siapa.

Suatu hari mata coklat miliknya menyuarakan jelita alam yang dicintainya, tentang pemandangan matahari terbit di kota kelahirannya yang ia kunjungi beberapa hari sebelumnya. Dan ia berkata tentang sesuatu yang hilang, yang baru disadarinya saat itu, sebuah perubahan besar dalam hidupnya. "I wish you were there… Would you be my wife?", tanyanya.

Hingga kini aku telah dua kali jatuh cinta pada pemilik mata coklat yang teduh itu… 




! Disclaimer

bananaTalk is a personal site in the form of weblog.

NOTHING contained in this site is or should be considered, or used as a substitute for, medical advice, diagnosis or treatment.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License.

»


FireStats icon Powered by FireStats