Archive for the 'Parenting & nursery' Category

Tolong, Terimakasih, dan Maaf

3 kata itu muncul berdasarkan tingkat kesulitan dan kekerapannya dalam penggunaan sehari-hari. Baiklah, urutan asli kemunculan kata sejak mulai bicara adalah 'ayah', 'mbah', […] 'nggak', […] 'bunda', […] 'iya', 'tolong', 'terimakasih', 'maaf', […]. Ada jeda panjang dan banyak sekali kata yang hanya sanggup saya wakilkan dengan […].

Kalau saya pikir-pikir, urutan itu (hampir) persis dengan yang dikeluarkan oleh orang dewasa, ya? Paling gampang deh minta tolong, tapi minta maaf sangat tinggi tingkat kesulitannya. Tak heran kalau anak-anak punya urutan yang sama, ya. Toh mereka belajar dari orang dewasa :)

Tolong, bunda

Kalau kata 'tolong' ini tidak disertakan saat meminta, kami membiasakan anak untuk mengulang permintaannya. Diucapkan dengan nada sopan (tidak menyuruh), pakai kata 'tolong' di awal kalimat, dan tidak sambil merengek (setengah menangis).

Kalau sedang menangis bagaimana? Ya diam dulu. Sulit sekali untuk menyimak apa yang dikatakan orang yang sedang menangis (meraung-raung), apalagi anak kecil yang artikulasinya belum sempurna.

"Anak nangis kok disuruh diem, kejam amat? Ngga demokratis!"? Eeeh, bukan begitu. Kalau memang sulit untuk mengerem nangisnya (misalnya sedang sesenggukan dan megap-megap), ya biarkan saja anak menyelesaikan dulu tangisnya. "Ngomongnya nanti saja", biasanya kami bilang begitu.

Pangkulah, peluk, atau ditepuk-tepuk lembut punggungnya supaya tangisnya mereda. Setelah anak bisa bicara dengan lebih tenang, baru minta dia mengulangi apa yang tadi dikatakan.

Continue reading ‘Tolong, Terimakasih, dan Maaf’

Beri Kami Alasan

Daud belajar dengan cepat dari Ibrahim, terutama di bagian bilang "Ngga mau!". Hanya dua yang tidak ditolaknya: ditawari makan (kecuali sudah kenyang, itupun seringkali masih mau ditawari camilan) dan menonton Finley/Thomas/Cars.

Sejak kemarin udara memang terasa cukup dingin. Walau begitu, selama tidur malam tiap kali diselimuti tak lama kemudian Daud pasti menjejak lepas selimutnya. Bangun agak siang (jam 7.30), Daud langsung minta menonton Finley.

Bunda: "Daud, mandi yuk! Nanti nonton lagi"
Daud: "Ngga mau!"
Bunda: "Kok ngga mau, sih?"
Daud: "Dingin!" (tanpa melepas pandangan dari Finley)
*Ayah & bunda bengong*

"Now that's new, Yah. Biasanya kan cuma 'ngga mau' tanpa bisa memberi alasan", bunda kagum sekaligus pengen ketawa. Ya was-was juga, adanya alasan baru berarti mempersulit trik menyuruh mandi. Sementara ayah memilih ngeloyor pergi, "Perasaanku campur aduk. Antara gemes, mau marah, dan kagum". Bunda pilih nyengir aja, deh :mrgreen:

Add, then multiply. Exaggerate.

Pediasure_silly advertisement

"Ibu yakin ia bisa menghabiskan semuanya?"

Note on the upper-right side of the printed ad.:

"So much nutritious food he has to eat to fulfill his need everyday.
Are YOU sure he can eat them ALL?"

And WHICH mother would tell their children to eat that amount of food in ONE time? We are not dumb, Abbott (yes friends, I can hear your answer, that some 'oknum' does some dumb things occasionally).

Psst, Abbott, you know how to do basic mathematical operation, right? I mean, like division and multiplication? Just like addition and subtraction?

Anyway, this Abbott does know about 'daily intake', right? (though he knows, I doubt he will tell you, seeing this silly ad.)




! Disclaimer

bananaTalk is a personal site in the form of weblog.

NOTHING contained in this site is or should be considered, or used as a substitute for, medical advice, diagnosis or treatment.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License.

»