Generasi Penuntut
Prosecutor generation, tampak keren kalau memang yang berhubungan dengan hukum yang dimaksud. Sayangnya bukan. Ini ‘penyakit’ remaja saat ini. Penuh tuntutan.
Mau tahu tuntutannya? Negara ini seharusnya bisa memberi fasilitas untuk kita berkembang. Orangtua harusnya mengerti maunya kita. Sekolah harusnya bisa membuat kita begini begitu. Begitu banyak kalimat ‘seharusnya’ yang diakhiri dengan ‘kita’. Pandangannya adalah ‘apa untungnya buat gue?’. Bukan ‘apa yang bisa gue lakukan’. Basis pemikirannya adalah self-centered.
Generasi yang kritis, tapi kurang mandiri. Bahkan untuk urusan belajar dan hubungan dengan orangtua. Lemah. Begitu inginnya dibiarkan untuk mengambil keputusan sendiri, tapi begitu takut kehilangan kenikmatan hidup. Orangtua dikatakan mengekang, tapi begitu khawatir jika supir keluarga terlambat menjemput pulang sekolah. Ingin bebas dari orangtua, tapi tak dapat ‘uang THR’ ribut tentang hak. Manja.
Generasi manja yang tak tahu siapa/apa yang mereka bela. Tak fasih tentang konsekuensi. Tak tahu beda kritis dari mengeluh. Diberi beban untuk latihan lalu mengeluh ia tentang ‘life sucks’. Diberi batasan disiplin lalu memaki ia tentang ‘school sucks’. Bermasalah dengan pacar lalu berujar ‘every man is a jerk’ atau ‘life is a bitch’. Orang di ‘luar’ dibela, tapi dirinya tidak. Tidak membela kebebasan diri dengan kemampuan yang akan membekalinya untuk berdiri di kaki sendiri. Continue reading…

