Archived entries for Parenting & nursery

Menunda Kebenaran

Kami sedang berkendara motor ketika Daud tiba-tiba berujar, “Mobilnya jelek, ayah!” ke sebuah mobil yang berpapasan dengan kami. Polos dan tanpa maksud apa-apa, tentunya. Namanya juga anak kecil.

Yang merasa agak sungkan biasanya orangtuanya. Kami hanya senyum-senyum saja, tapi pasti akan terasa tak enak jika itu terjadi di dekat rumah, terhadap tetangga misalnya. “Duh nak, jangan jujur amat, napa” hehehe…

Nanti. Nantinya anak-anak harus belajar kapan harus mengatakan apa adanya. Dan tak kalah penting yang harus mereka pelajari adalah kapan harus diam dan menunda untuk mengatakan yang benar. Bijak tak hanya tentang kebenaran, tapi juga menimbang waktu, tempat serta manfaat perkataan.

Teringat beberapa hari sebelumnya para wali kelas 12 diajak berbincang oleh kepala sekolah dan kami mendapat nasihat serupa. Kami harus tahu kapan untuk berlaku lentur, kapan bersikap tegas tanpa kompromi, kapan melembut dan membiarkan murid melakukan kesalahan. Dan semuanya didasari oleh kemaslahatan. Manfaat yang lebih besar, bagi kehidupan dan masa depan murid.

Saya melakukan kesalahan di semester lalu. Saya katakan kebenaran, sejujurnya. Dan saya seharusnya tidak melakukan itu. Seharusnya saat itu saya biarkan murid saya menakar dirinya sendiri. Toh dalam hati kecilnya pasti mereka menyadari dan mampu mengukur kemampuannya sendiri. Tak perlu saya jaharkan apa yang saya takutkan.

Pahit. Tak dapat saya ulang. Tak dapat saya perbaiki. Saya hanya berharap, kesan buruk itu pupus. Saya harap mereka mampu menepis keraguan saya dalam kemarahannya, dan ‘membalas dendam’ dalam bentuk prestasi yang lebih baik daripada yang saya khawatirkan. Semoga.

Saya harus terus belajar. Sebagai orangtua, juga sebagai guru. Semoga dimampukan untuk terus belajar. Karena saya harus selalu sadar, bahwa ketika saya berpuas diri dan berhenti belajar saat itulah saya berhenti berkembang.

One problem with more homework

More homework, please!

There was a notification for teacher staffs recently, asking for the teachers to give 5-questions homework per meeting. Apparently, there was some talk from parents that their children look too-relaxed, said they don't have homework and no tests.

While I agree on the spirit of endorsing children to learn, I myself don't find giving homework is pleasing. Here's my case. On weekly basis, I give my students some homework, which don't have to be submitted (unless occasionally, in random, I would ask to). And still on weekly basis, I give quiz, which is based on the questions in the homework I have given.

There will be an advantage for those who work on their homework well. They would recognize which part they haven't acquire a complete knowledge on and ask me their questions. While the others who just like to copy the previous ones, will be in benefit of not having to really think about how to do it yet it's done. And naturally, these latter students can't give good answer later even if the questions in the quiz are exactly the same (which they are) as in the homework.

Aside from weekly quiz, I give them test each for every chapter. Simply put, my students don't really have that kind of leisure of saying "I don't have homework nor test". Because they do.  Trust me, if they said that to you, it should be either it's a holiday week or I was absent. Therefore I am rest assured that the soft-pat about homework endorsement is not pointing at me.

And you know what? Also on weekly basis, I have lots of paperwork! Giving out lots of homework and ask the students to submit them will backfire on me to an obligation of having to examine and return them right away. Enough with weekly quiz and end-of-chapter test, thank you. So when I'm lacking of giving homework, I actually am drilling them due to more quizzes. I hope my taking another route is forgiven :)

too much homework

On the student's side of the story of homework

I learn that, being a student long time ago (sheessh… I feel old!), I used to buy myself some leisure time by delaying to do homework (if not drop it all the way, sorry, it's just natural). Thus if my parent asked, I chose to give a true answer yet not revealing the whole truth, "I won't have test tomorrow".

But oh my lovely mom… I can't remember if she even asked the question! Being a bookworm, I always dwell in books. And drawing comics. Or other books. I always looked busy that mom often said, "Don't you have holiday? You always go to school or somewhere."

So… without any harsh intention on pointing at some people and said they are liars, but students may and can lie, too. Yes, to the parents also. Come on, don't you wish to have some easy night in bed and just letting those chemistry and math books lie abandoned on the table?

I'm not saying that I'm endorsing students to lie. I'm just saying to an extend, we -the elders- are the one to give some slack. At home. Mostly if at school they already have to deal with my weekly homework and quiz -then EoC test- and we're just talking about one teacher only! [And if any student by chance reading this writing, that doesn't mean I will lessen the tone at school, yo! I stick with my pace.]

I enjoyed my days of no homework, giving me some time of having me-time and making the most of my life (yea… lurking in bookstores, going out with friends, not too much hype actually, but still was fun). I found that enough time to breath will let myself to be more forgiving and creative.

Parents, please. When in some -maybe rare- days you see your child(ren) are enjoying their afternoon with friends, going out for a movie, or just sacking themselves in bed, let them be. 6.30 a.m. – 3.30 p.m. school hour is a long time, mate!

Continue reading…

Panduan Kehamilan & Kiat Anti Kaget untuk Calon Ayah

Here is the first guest blogging in BananaTalk. A dear old blogger friend, Akhmad Guntar. What can I say, this is a perfect witty writing! And it's such an honor to have him blogging in BananaTalk.

Mind you, he doesn't have that much children (as you may think) to wrap the whole experience in one good article. (As many men usually do as unbelievably-ignorantly-slow-and-'how come you didn't notice that?'-kind of observant) :mrgreen:

I do apologize sincerely if my editing doesn't suit your taste, sir :) *crossing my finger, hope you don't even notice which part I edited hehehe… *

— 

panduan kehamilan; kiat untuk calon ayah

taken from: DrFever

Yang menantikan kelahiran si kecil bukan hanya sang calon ibu yang sedang hamil. Bukankah sejak awal ini juga akibat partispasi aktif dari sang suami? Guest-Post di Banana Talk ini adalah untuk Anda para suami yang belum pernah menjadi Bapak, yang istrinya sedang atau direncanakan akan hamil dan kesulitan untuk menemukan kiat kehamilan untuk calon ayah di buku-buku panduan kehamilan yang tebal milik istri.

Kita harus akui, masih banyak calon bapak yang enggan belajar tentang kehamilan. Mereka pikir, cukuplah tahu bahwa di perut istri mereka itu ada benih kehidupan segede kutu -bahkan lebih kecil- yang kemudian membesar dan terus membesar sampai segede semangka, sampai kemudian dia lahir dan tumbuh jadi anak 3 tahunan yang lucu dan gemar membuat rumah jadi berantakan.

Tapi benih yang ada di rahim istri Anda adalah sebuah anugerah tak terkira, dan Anda sebagai suami harus menaruh perhatian serius terhadapnya. Jika kemudian ada yang berpikiran,"Lho, emang pengaruhnya apa ke saya? Yang hamil kan istri saya, ya dia kan yang kebagian repotnya. Dan dia juga tak tampak keberatan kok dengan itu. Yang penting saya tinggal sediakan uang aja kan buat konsultasi bulanan dan urusi persalinan."

Oh ya? Saya tidak sepakat dengan itu. Semoga Anda juga.

Continue reading…

Kuda Tidak Bisa Terbang

Daud baru memulai permainannya di komputer. Bunda duduk di seberangnya, juga 'bermain' dengan komputer. Daud bermain di Kidzui saja. Bunda bermain di mana-mana :D

Daud: "Bunda mau mainan yang mana?"

Bunda: "Bunda mau yang Daud mau saja".

Daud: "Daud mau main yang kuda".

Bunda: "Kudanya besar atau kecil?"

Daud: "Kudanya besal".

Bunda: "Warnanya apa?"

Daud: "Walnanya coklat"

Bunda: "Kudanya bisa lari?"

Daud: "Bisa"

Bunda: "Kudanya bisa belok?" [pertanyaan 'standar' yang diajukan Daud untuk benda yang belum dikenalnya]

Daud: "Bisa belok"

Bunda: "Bisa terbang, ngga?"

Daud: [menggeleng] "Ngga bisa"

Bunda: "Kenapa?" [Attention, my students. See, I ask WHY not only to you at class!]

Daud: "Kudanya ngga punya baling-baling, ngga ada tombolnya"

Bunda: [menahan, perut mulai sakit] "Ooo… ngga ada tombolnya?"

Daud: "Iya. Kemalen stlobeli ada tombolnya"

Bunda: [makin sakit perut] "Ada tombolnya?"

Daud: "Iya"

Bunda: "Stroberi bisa terbang?"

Daud: "Stlobeli bisa telbang. Kuda ngga bisa"

Bunda: … [tak melanjutkan percakapan]

Mungkin tak hanya bajaj, metromini dan becak yang sulit diperkirakan akan belok ke mana. Percakapan dengan balita juga. 

Bunda Sudah Ganteng

Pagi-pagi jam 5 Daud tumben-tumbenan sudah bangun (biasanya jam 8 atau 9 baru keluar dari kamar). Melihat bunda berseragam rapi, Daud berkomentar.

Daud: "Bunda mau kerja, ya? Bunda sudah ganteng".
Bunda: *ketawa*
Ayah: "Bunda sudah cantik", membetulkan.
Daud: "Bunda, Daud mau ikut kerja, ya. Sama bunda. Sama ayah".
Bunda: "Sekarang bunda mau mengajar di kelas. Daud ikutnya lain kali saja, ya, kalau bunda tidak mengajar".
Daud: "Ya" *mengangguk mantap*
Bunda: *terharu*



Copyright © 2004–2009. All rights reserved.

RSS Feed. Powered by Wordpress and based on Modern Clix : additional facelift by amYahya