<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Keluhan untuk Bobo</title>
	<atom:link href="http://lita.inirumahku.com/general/lita/keluhan-untuk-bobo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lita.inirumahku.com/general/lita/keluhan-untuk-bobo/</link>
	<description>Lita Mariana&#039;s Weblog about health, education, parenting, and life. MOTHERLY.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 00:13:14 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: adz</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/general/lita/keluhan-untuk-bobo/comment-page-1/#comment-9189</link>
		<dc:creator>adz</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Jun 2007 06:55:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/general/lita/keluhan-untuk-bobo/#comment-9189</guid>
		<description>Yah....
Secara gw sih bonus biji jarak itu bagus-bagus aja
Mengenai apakah anak si ibu dalam surat complain diatas tanggapan saya :
1. Majalah Bobo itu dibuat untuk anak yang sudah bisa membaca, kalo cuma suka sama bonusnya dan si anak blom bisa baca kan udah dibuat bobo kecil (bocil) untuk anak-anak &#039;yang ga tau apa-apa&#039;
2. Orang tua saya sejak kecil bekerja dari pagi sampai sore, itupun harus bekerja lagi di sore harinya tidak membuat saya tidak mengerti mana yang bisa dimakan mana yang tidak. Karena orangtua saya mengajarkan membaca di awal perkembangan saya untuk dapat memahami sendiri apa yang sebenarnya baik dan buruk untuk saya, jika mereka khawatir toh mereka menyediakan pengasuh. Kalau ibu dan suami bekeja pastinya anda tidak akan tega membiarkan anak anada yang polos dan tidak tahu apa-apa itu tanpa pengasuh kan ???
3. Justru banyak hal yang tidak bisa diajarkan oleh orangtua saya selama mereka tidak ada dirumah yang bisa saya pelajari saat membaca majalah Bobo ( saya berlangganan majalah Bobo sejak bisa membaca di usia 3,5 tahun samapi kuliah. 
4. Jangan samakan Bobo dulu dengan sekarang. Mungkin saat ibu-ibu kita masih kecil atau saat Kita masih kecil Bobo menyediakan banyak artikel-artikel fantasi, soal-soal pelajaran sederhana, bonus-bonus standar dsb
Saat ini kita justrunya bangga Bobo ikut memacu standar artikel termasuk bonusnya esuai perkembangan zaman. Ga mungkin dunkz kita pengennya anak-anak kita stuck disitu aja ? Ditengan alam Indonesia yang makin sedikit menyediakan pohon-pohon seperti itu. Bobo justru membuat kita mengenal kembali/ memperkenalkan pohon-pohon itu dari tangan kita sendiri....
5. Jangan jadi manusia eksternal deh..., jadilah manusia internal ( novel 5 cm ). Sebagai orangtua jika tidak siap  dengan efek buruk bacaan yang anda siapakan untuk putra-putri anda jangan paksakan bekerja diluar brsamaan dengan pasangan sampai anda dapat memastikan kalau anak anda siap untuk ditinggal bekerja atau paling ga bekerjalah bergantian. Pilih bacaan yang tepat untuk anak anda, toh anda bilang anda pernah juga berlangganan bobo dimasa kcil anda . Masa dgn ngerti kalo itu bukan buat anak yang belom bisa baca. Cari dong yang sesuai untuk anak anda. Memilih bacaan yang tepat sesuai usia juga buki kalau anda perduli dengan anak anda. Lagian yang benar aja , masa umur 5-7 tahun belom bisa baca ??? Umur segitu baca tulisan arab yang keriting-keriting aja udah bisa deh kayaknya....
6. Kalo semua makanan terasa hambar dilidah anda sedangkan orang lain banyak yang mengatakan itu baik-baik saja berarti yang bermasalah lidah anda. Begitu juga ini. Kalo orang lain banyak yang memuji keuntungan berlangganan Bobo dan sedikit yang bermasalah, berarti yang salah......???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yah&#8230;.<br />
Secara gw sih bonus biji jarak itu bagus-bagus aja<br />
Mengenai apakah anak si ibu dalam surat complain diatas tanggapan saya :<br />
1. Majalah Bobo itu dibuat untuk anak yang sudah bisa membaca, kalo cuma suka sama bonusnya dan si anak blom bisa baca kan udah dibuat bobo kecil (bocil) untuk anak-anak &#8216;yang ga tau apa-apa&#8217;<br />
2. Orang tua saya sejak kecil bekerja dari pagi sampai sore, itupun harus bekerja lagi di sore harinya tidak membuat saya tidak mengerti mana yang bisa dimakan mana yang tidak. Karena orangtua saya mengajarkan membaca di awal perkembangan saya untuk dapat memahami sendiri apa yang sebenarnya baik dan buruk untuk saya, jika mereka khawatir toh mereka menyediakan pengasuh. Kalau ibu dan suami bekeja pastinya anda tidak akan tega membiarkan anak anada yang polos dan tidak tahu apa-apa itu tanpa pengasuh kan ???<br />
3. Justru banyak hal yang tidak bisa diajarkan oleh orangtua saya selama mereka tidak ada dirumah yang bisa saya pelajari saat membaca majalah Bobo ( saya berlangganan majalah Bobo sejak bisa membaca di usia 3,5 tahun samapi kuliah.<br />
4. Jangan samakan Bobo dulu dengan sekarang. Mungkin saat ibu-ibu kita masih kecil atau saat Kita masih kecil Bobo menyediakan banyak artikel-artikel fantasi, soal-soal pelajaran sederhana, bonus-bonus standar dsb<br />
Saat ini kita justrunya bangga Bobo ikut memacu standar artikel termasuk bonusnya esuai perkembangan zaman. Ga mungkin dunkz kita pengennya anak-anak kita stuck disitu aja ? Ditengan alam Indonesia yang makin sedikit menyediakan pohon-pohon seperti itu. Bobo justru membuat kita mengenal kembali/ memperkenalkan pohon-pohon itu dari tangan kita sendiri&#8230;.<br />
5. Jangan jadi manusia eksternal deh&#8230;, jadilah manusia internal ( novel 5 cm ). Sebagai orangtua jika tidak siap  dengan efek buruk bacaan yang anda siapakan untuk putra-putri anda jangan paksakan bekerja diluar brsamaan dengan pasangan sampai anda dapat memastikan kalau anak anda siap untuk ditinggal bekerja atau paling ga bekerjalah bergantian. Pilih bacaan yang tepat untuk anak anda, toh anda bilang anda pernah juga berlangganan bobo dimasa kcil anda . Masa dgn ngerti kalo itu bukan buat anak yang belom bisa baca. Cari dong yang sesuai untuk anak anda. Memilih bacaan yang tepat sesuai usia juga buki kalau anda perduli dengan anak anda. Lagian yang benar aja , masa umur 5-7 tahun belom bisa baca ??? Umur segitu baca tulisan arab yang keriting-keriting aja udah bisa deh kayaknya&#8230;.<br />
6. Kalo semua makanan terasa hambar dilidah anda sedangkan orang lain banyak yang mengatakan itu baik-baik saja berarti yang bermasalah lidah anda. Begitu juga ini. Kalo orang lain banyak yang memuji keuntungan berlangganan Bobo dan sedikit yang bermasalah, berarti yang salah&#8230;&#8230;???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bu gito</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/general/lita/keluhan-untuk-bobo/comment-page-1/#comment-4829</link>
		<dc:creator>bu gito</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Dec 2006 09:25:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/general/lita/keluhan-untuk-bobo/#comment-4829</guid>
		<description>Keluargaku juga langganan Bobo sudah lama sejak anakku mulai masuk sekolah. Setahuku bonus Bobo memang macam-macam. Dari jadawal pelajaran, penggaris, sabun kertas, stiker; juga biji-bijian: seperti biji wortel, biji bayem, bibit bunga, dan... biji jarak itu. Bagi anak-anaku bonus bibit malah menyenangkan karena mereka bisa eksperimen dengan pot kecilnya. Waktu biji itu tumbuh, betapa berkesannya mereka menikmati keajaiban biji tersebut tumbuh. Ya, seperti kalau dapat tugas sekolah untuk menyemai biji apa gitu. Kan itu menarik banget. Kalau aku dan anak-anakku sih nggak masalah dengan bibit-bibit yang dibonuskan Bobo. Aku pikir hanya Bobo yang bisa ikut mengedukasi anak untuk back to nature seperti itu. Mana ada majalah lain yang peduli anak untuk mencintai tanaman? Pengalamanku langganan majalah luar negeri, banyak juga majalah anak yang ngasih bibit tanaman. Aku pikir itu bagus banget. Mungkin maksud Bobo kasih bibit jarak itu untuk mengajak anak-anak menanam bibit jarak pagar, sehingga anak-anak tahu seperti apa biji jarak yang bisa dijadikan bahan bakar itu. Kalau aku cermati artikel-artikel pendukungnya di Bobo edisi itu juga, maksudnya mulia banget. Tidak perlu disuruh pemerintah, tapi langsung bertindak, dan pasti dibiayai sendiri oleh Bobo to? Oya, bibit jarak pagar yang ditanam anak saya sekarang tingginya sudah 20 cm-an. Beberapa hari lagi, kata anakku, bibit itu akan dipindah dan ditanam di kebun. Alhamdulilah kedua anakku tidak tergoda untuk mencicipi biji jarak bonus Bobo, karena anakku memang sudah aku biasakan untuk tidak makan makanan yang tidak dikenal/biasa atau istilah Jawa- &quot;nggragas&quot;. Buat para orang tua aku sarankan untuk selalu dekat dengan anaknya. Prinsipku, kalau anak kita sampai ada apa-apa, kita sendiri yang harus disalahkan. Jangan pihak lain! Bukan begitu? Sibuuuuk boleh. Tapi bukan alasan untuk melimpahkan kesalahan itu pada pihak lain. Semoga Bu Indah bersedia mawas diri. Menyebarkan kemarahannya pada Bobo lewat milis-milis, aku pikir juga tidak bijaksana karena itu fitnah. Kenapa tidak datang ke kantornya, atau kirim surat resmi? Semoga ini jadi pelajaran bagi Bu Indah dan pihak Bobo.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Keluargaku juga langganan Bobo sudah lama sejak anakku mulai masuk sekolah. Setahuku bonus Bobo memang macam-macam. Dari jadawal pelajaran, penggaris, sabun kertas, stiker; juga biji-bijian: seperti biji wortel, biji bayem, bibit bunga, dan&#8230; biji jarak itu. Bagi anak-anaku bonus bibit malah menyenangkan karena mereka bisa eksperimen dengan pot kecilnya. Waktu biji itu tumbuh, betapa berkesannya mereka menikmati keajaiban biji tersebut tumbuh. Ya, seperti kalau dapat tugas sekolah untuk menyemai biji apa gitu. Kan itu menarik banget. Kalau aku dan anak-anakku sih nggak masalah dengan bibit-bibit yang dibonuskan Bobo. Aku pikir hanya Bobo yang bisa ikut mengedukasi anak untuk back to nature seperti itu. Mana ada majalah lain yang peduli anak untuk mencintai tanaman? Pengalamanku langganan majalah luar negeri, banyak juga majalah anak yang ngasih bibit tanaman. Aku pikir itu bagus banget. Mungkin maksud Bobo kasih bibit jarak itu untuk mengajak anak-anak menanam bibit jarak pagar, sehingga anak-anak tahu seperti apa biji jarak yang bisa dijadikan bahan bakar itu. Kalau aku cermati artikel-artikel pendukungnya di Bobo edisi itu juga, maksudnya mulia banget. Tidak perlu disuruh pemerintah, tapi langsung bertindak, dan pasti dibiayai sendiri oleh Bobo to? Oya, bibit jarak pagar yang ditanam anak saya sekarang tingginya sudah 20 cm-an. Beberapa hari lagi, kata anakku, bibit itu akan dipindah dan ditanam di kebun. Alhamdulilah kedua anakku tidak tergoda untuk mencicipi biji jarak bonus Bobo, karena anakku memang sudah aku biasakan untuk tidak makan makanan yang tidak dikenal/biasa atau istilah Jawa- &#8220;nggragas&#8221;. Buat para orang tua aku sarankan untuk selalu dekat dengan anaknya. Prinsipku, kalau anak kita sampai ada apa-apa, kita sendiri yang harus disalahkan. Jangan pihak lain! Bukan begitu? Sibuuuuk boleh. Tapi bukan alasan untuk melimpahkan kesalahan itu pada pihak lain. Semoga Bu Indah bersedia mawas diri. Menyebarkan kemarahannya pada Bobo lewat milis-milis, aku pikir juga tidak bijaksana karena itu fitnah. Kenapa tidak datang ke kantornya, atau kirim surat resmi? Semoga ini jadi pelajaran bagi Bu Indah dan pihak Bobo.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lita</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/general/lita/keluhan-untuk-bobo/comment-page-1/#comment-4753</link>
		<dc:creator>Lita</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Dec 2006 10:26:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/general/lita/keluhan-untuk-bobo/#comment-4753</guid>
		<description>&lt;strong&gt;nYam&lt;/strong&gt;
Definisi keren itu sepertinya mulai bergeser seiring waktu :D

&lt;strong&gt;Aghi&lt;/strong&gt;
Denger pak Janggut, saya jadi ikutan kangen. Emangnya Bobo se-dewasa apa sekarang? Sudah belasan tahun gak pernah buka Bobo lagi.

Link? Boleh sekali. Terimakasih ya, Aghi :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>nYam</strong><br />
Definisi keren itu sepertinya mulai bergeser seiring waktu <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Aghi</strong><br />
Denger pak Janggut, saya jadi ikutan kangen. Emangnya Bobo se-dewasa apa sekarang? Sudah belasan tahun gak pernah buka Bobo lagi.</p>
<p>Link? Boleh sekali. Terimakasih ya, Aghi <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aghi</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/general/lita/keluhan-untuk-bobo/comment-page-1/#comment-4751</link>
		<dc:creator>aghi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Dec 2006 04:17:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/general/lita/keluhan-untuk-bobo/#comment-4751</guid>
		<description>iya..sepakat tuh...ma nYam...
bobo sekarang agak lebih &quot;dewasa&quot; isi-nya..
gak kayak zaman kecil saya dulu....
kangennn ma pak.janggut....

oia mba...blog-nya saya link ke blog saya boleh ngga?
:-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya..sepakat tuh&#8230;ma nYam&#8230;<br />
bobo sekarang agak lebih &#8220;dewasa&#8221; isi-nya..<br />
gak kayak zaman kecil saya dulu&#8230;.<br />
kangennn ma pak.janggut&#8230;.</p>
<p>oia mba&#8230;blog-nya saya link ke blog saya boleh ngga?<br />
 <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nYam</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/general/lita/keluhan-untuk-bobo/comment-page-1/#comment-4699</link>
		<dc:creator>nYam</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Dec 2006 06:10:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/general/lita/keluhan-untuk-bobo/#comment-4699</guid>
		<description>IMHO, Bobo yang sekarang ga sekeren Bobo jaman aku kecil dulu

*mengenang pak janggut, sepatu kuning mungil, dkk*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>IMHO, Bobo yang sekarang ga sekeren Bobo jaman aku kecil dulu</p>
<p>*mengenang pak janggut, sepatu kuning mungil, dkk*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lita</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/general/lita/keluhan-untuk-bobo/comment-page-1/#comment-4656</link>
		<dc:creator>Lita</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Dec 2006 14:09:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/general/lita/keluhan-untuk-bobo/#comment-4656</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Hedi&lt;/strong&gt;
Akhirnya masuk ke kolom surat pembaca juga :)

&lt;strong&gt;Bawel&lt;/strong&gt;
Sahabat anak juga harus selalu diperhatikan oleh orangtuanya. Barangkali sesekali khilaf. Seperti kasus ini, mungkin :)

&lt;strong&gt;Mamuk&lt;/strong&gt;
Komentar cukup dimasukkan sekali, Mamuk :)
Kalau baru pertama kali memasukkan komentar di sini, harus lewat moderasi dulu. Selanjutnya langsung (tidak dimoderasi lagi).

Tidak perlu minta maaf. Justru saya berterimakasih Mamuk berbaik hati untuk memasang taut ke sini.
Semoga bermanfaat, ya :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hedi</strong><br />
Akhirnya masuk ke kolom surat pembaca juga <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Bawel</strong><br />
Sahabat anak juga harus selalu diperhatikan oleh orangtuanya. Barangkali sesekali khilaf. Seperti kasus ini, mungkin <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Mamuk</strong><br />
Komentar cukup dimasukkan sekali, Mamuk <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Kalau baru pertama kali memasukkan komentar di sini, harus lewat moderasi dulu. Selanjutnya langsung (tidak dimoderasi lagi).</p>
<p>Tidak perlu minta maaf. Justru saya berterimakasih Mamuk berbaik hati untuk memasang taut ke sini.<br />
Semoga bermanfaat, ya <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mamuk</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/general/lita/keluhan-untuk-bobo/comment-page-1/#comment-4652</link>
		<dc:creator>mamuk</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Dec 2006 10:42:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/general/lita/keluhan-untuk-bobo/#comment-4652</guid>
		<description>Mbak, mohon maaf sy sudah ngelink blog anda. Sy pikir berguna bagi yg lain. tengkiu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak, mohon maaf sy sudah ngelink blog anda. Sy pikir berguna bagi yg lain. tengkiu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

