<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.0.7" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Read Before You Donate</title>
	<link>http://lita.inirumahku.com/general/lita/read-before-you-donate/</link>
	<description>Health, parenting, love, and life. MOTHERLY.</description>
	<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 01:10:31 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.0.7</generator>

	<item>
		<title>by: mbu</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/general/lita/read-before-you-donate/#comment-2602</link>
		<pubDate><br />
<b>Warning</b>:  mktime() expects parameter 4 to be long, string given in <b>/mounted-storage/home97c/sub001/sc50075-ECXN/inirumahku.com/lita/wp-includes/functions.php</b> on line <b>24</b><br />
Thu, 01 Jan 1970 00:00:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://lita.inirumahku.com/general/lita/read-before-you-donate/#comment-2602</guid>
					<description>make sense banget.. ga kepikiran sebelumnya.. thx for the info..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>make sense banget.. ga kepikiran sebelumnya.. thx for the info..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Lita</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/general/lita/read-before-you-donate/#comment-2573</link>
		<pubDate><br />
<b>Warning</b>:  mktime() expects parameter 4 to be long, string given in <b>/mounted-storage/home97c/sub001/sc50075-ECXN/inirumahku.com/lita/wp-includes/functions.php</b> on line <b>24</b><br />
Thu, 01 Jan 1970 00:00:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://lita.inirumahku.com/general/lita/read-before-you-donate/#comment-2573</guid>
					<description>&lt;strong&gt;BangPei&lt;/strong&gt;
1. Anjuran ini bersifat umum, selalu ada perkecualian untuk hampir semua kondisi.
2. Banyak jalan menuju Yogya :)

Saya coba berandai-andai ala orang naif yang belum pernah jadi koordinator aksi tanggap bencana.

Melihat waktu kejadian, kemungkinan besar bayi sedang berada BERSAMA (attached to) ibunya. Sehingga KEMUNGKINAN besar jika si ibu tidak selamat, maka bayinya juga.

Bantuan dari daerah lain biasanya akan dikoordinasikan untuk disalurkan ke kantong pengungsian. Korban yang selamat, baik dewasa maupun bayi, akan diungsikan oleh regu penyelamat ke tempat yang -dianggap- lebih aman. Di sana akan berkumpul banyak orang dengan banyak kondisi. Dari ibu yang  masih menyusui dan bayinya selamat, ibu yang masih menyusui namun bayinya tidak selamat, dan bayi yang selamat tanpa ibu yang menyusui.

Dengan demikian -menurut asumsi saya- bayi itu punya kemungkinan dipertemukan dengan pengungsi lain yang menyusui sehingga bisa 'ditebengi' ASI.

Jika kondisi di atas berlaku, tentu jauh lebih baik jika si bayi mendapat ASI ketimbang susu formula yang sangat rawan diare (seperti dijelaskan dalam artikel). Dan daripada menyediakan susu formula lebih baik mendukung gizi dan mental si ibu menyusui agar ASInya mencukupi dalam keadaan bagaimanapun.

Manusia mempunyai watak memilih. Apabila diberi pilihan, sadar maupun tidak, dia akan memilih. Apabila ada pilihan susu formula, maka ada kemungkinan bayi tidak sepenuhnya disusui. Entah karena anggapan bahwa susu formula akan lebih memadai daripada ASInya yang dikhawatirkan kurang gizinya, atau si ibu menyusui minta bayinya disokong susu formula karena khawatir ASI saja tak cukup.

Untuk mencegah hal tersebut, maka lebih baik pilihan ditiadakan dengan tidak menyuplai susu formula bagi mereka. 

Pembuat anjuran ini tentu tidak main-main dengan menyuruh kita belajar dari pengalaman bencana besar di Aceh yang lalu. Dan tim penyelamat yang terlatih tentu lebih tahu kapan menerapkan kebijakan umum dan kapan pengecualian bisa dibuat.

Dengan berdasarkan asumsi tersebut, saya MENYANGKA bahwa jika ada seorang bayi yang tidak lagi memiliki ibu dan tidak dapat disokong oleh ibu menyusui lain, maka penyelamat dapat meminta bantuan dalam bentuk susu formula secara terbatas. Bisa langsung kepada donatur yang dikenal, atau melalui badan tertentu yang dapat dipercaya disertai alasan mengapa permintaan dibatasi.

"Lho, bukankah itu yang kita maksud dengan sumbangan susu dan botol?". 
Belum tentu penyalur bantuan akan bertindak seperti yang diinginkan tim penolong. Bisa jadi tim penolong tidak merekomendasikan, namun bantuan tetap harus disalurkan. Jika tidak, pasti anda yang menyumbang akan bertanya dikemanakan amanah anda. Dan jika disalurkan, tersedialah pilihan (seperti telah dijelaskan). Serba salah.

Saya pikir lebih baik kita membantu/menyumbang sesuai dengan yang disarankan tim penyelamat dan tim medis yang menguasai medan bencana.
Bukan kejam, hanya menghindari kemungkinan yang lebih buruk. Memberi bantuan namun berbuntut diare, sangat rawan menuju dehidrasi, dan meningkatkan risiko kematian, tentu bukan pilihan utama ketimbang mengusahakan ASI bagi bayi melalui berbagai cara.

Sekian, semoga maksud saya dimengerti :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BangPei</strong><br />
1. Anjuran ini bersifat umum, selalu ada perkecualian untuk hampir semua kondisi.<br />
2. Banyak jalan menuju Yogya <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya coba berandai-andai ala orang naif yang belum pernah jadi koordinator aksi tanggap bencana.</p>
<p>Melihat waktu kejadian, kemungkinan besar bayi sedang berada BERSAMA (attached to) ibunya. Sehingga KEMUNGKINAN besar jika si ibu tidak selamat, maka bayinya juga.</p>
<p>Bantuan dari daerah lain biasanya akan dikoordinasikan untuk disalurkan ke kantong pengungsian. Korban yang selamat, baik dewasa maupun bayi, akan diungsikan oleh regu penyelamat ke tempat yang -dianggap- lebih aman. Di sana akan berkumpul banyak orang dengan banyak kondisi. Dari ibu yang  masih menyusui dan bayinya selamat, ibu yang masih menyusui namun bayinya tidak selamat, dan bayi yang selamat tanpa ibu yang menyusui.</p>
<p>Dengan demikian -menurut asumsi saya- bayi itu punya kemungkinan dipertemukan dengan pengungsi lain yang menyusui sehingga bisa &#8216;ditebengi&#8217; ASI.</p>
<p>Jika kondisi di atas berlaku, tentu jauh lebih baik jika si bayi mendapat ASI ketimbang susu formula yang sangat rawan diare (seperti dijelaskan dalam artikel). Dan daripada menyediakan susu formula lebih baik mendukung gizi dan mental si ibu menyusui agar ASInya mencukupi dalam keadaan bagaimanapun.</p>
<p>Manusia mempunyai watak memilih. Apabila diberi pilihan, sadar maupun tidak, dia akan memilih. Apabila ada pilihan susu formula, maka ada kemungkinan bayi tidak sepenuhnya disusui. Entah karena anggapan bahwa susu formula akan lebih memadai daripada ASInya yang dikhawatirkan kurang gizinya, atau si ibu menyusui minta bayinya disokong susu formula karena khawatir ASI saja tak cukup.</p>
<p>Untuk mencegah hal tersebut, maka lebih baik pilihan ditiadakan dengan tidak menyuplai susu formula bagi mereka. </p>
<p>Pembuat anjuran ini tentu tidak main-main dengan menyuruh kita belajar dari pengalaman bencana besar di Aceh yang lalu. Dan tim penyelamat yang terlatih tentu lebih tahu kapan menerapkan kebijakan umum dan kapan pengecualian bisa dibuat.</p>
<p>Dengan berdasarkan asumsi tersebut, saya MENYANGKA bahwa jika ada seorang bayi yang tidak lagi memiliki ibu dan tidak dapat disokong oleh ibu menyusui lain, maka penyelamat dapat meminta bantuan dalam bentuk susu formula secara terbatas. Bisa langsung kepada donatur yang dikenal, atau melalui badan tertentu yang dapat dipercaya disertai alasan mengapa permintaan dibatasi.</p>
<p>&#8220;Lho, bukankah itu yang kita maksud dengan sumbangan susu dan botol?&#8221;.<br />
Belum tentu penyalur bantuan akan bertindak seperti yang diinginkan tim penolong. Bisa jadi tim penolong tidak merekomendasikan, namun bantuan tetap harus disalurkan. Jika tidak, pasti anda yang menyumbang akan bertanya dikemanakan amanah anda. Dan jika disalurkan, tersedialah pilihan (seperti telah dijelaskan). Serba salah.</p>
<p>Saya pikir lebih baik kita membantu/menyumbang sesuai dengan yang disarankan tim penyelamat dan tim medis yang menguasai medan bencana.<br />
Bukan kejam, hanya menghindari kemungkinan yang lebih buruk. Memberi bantuan namun berbuntut diare, sangat rawan menuju dehidrasi, dan meningkatkan risiko kematian, tentu bukan pilihan utama ketimbang mengusahakan ASI bagi bayi melalui berbagai cara.</p>
<p>Sekian, semoga maksud saya dimengerti <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Lita</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/general/lita/read-before-you-donate/#comment-2572</link>
		<pubDate><br />
<b>Warning</b>:  mktime() expects parameter 4 to be long, string given in <b>/mounted-storage/home97c/sub001/sc50075-ECXN/inirumahku.com/lita/wp-includes/functions.php</b> on line <b>24</b><br />
Thu, 01 Jan 1970 00:00:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://lita.inirumahku.com/general/lita/read-before-you-donate/#comment-2572</guid>
					<description>&lt;strong&gt;aRdho&lt;/strong&gt;
*gak bisa bales pake bahasa Belanda*

&lt;strong&gt;Frag&lt;/strong&gt;
Bentar, ini buat emaknya atau anaknya?

&lt;strong&gt;Benisuryadi&lt;/strong&gt;
Susu kotak itu maksudnya susu formula? Ada, di Indonesia banyak dan dijual bebas. 
Bedanya dengan susu yang bukan untuk bayi? Lihat saja kemasannya, usia konsumen yang dituju dicantumkan kok.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>aRdho</strong><br />
*gak bisa bales pake bahasa Belanda*</p>
<p><strong>Frag</strong><br />
Bentar, ini buat emaknya atau anaknya?</p>
<p><strong>Benisuryadi</strong><br />
Susu kotak itu maksudnya susu formula? Ada, di Indonesia banyak dan dijual bebas.<br />
Bedanya dengan susu yang bukan untuk bayi? Lihat saja kemasannya, usia konsumen yang dituju dicantumkan kok.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: benisuryadi</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/general/lita/read-before-you-donate/#comment-2571</link>
		<pubDate><br />
<b>Warning</b>:  mktime() expects parameter 4 to be long, string given in <b>/mounted-storage/home97c/sub001/sc50075-ECXN/inirumahku.com/lita/wp-includes/functions.php</b> on line <b>24</b><br />
Thu, 01 Jan 1970 00:00:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://lita.inirumahku.com/general/lita/read-before-you-donate/#comment-2571</guid>
					<description>mmm, kalo susu kotak ada yang boleh buat bayi ga?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mmm, kalo susu kotak ada yang boleh buat bayi ga?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: BANGPEI</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/general/lita/read-before-you-donate/#comment-2570</link>
		<pubDate><br />
<b>Warning</b>:  mktime() expects parameter 4 to be long, string given in <b>/mounted-storage/home97c/sub001/sc50075-ECXN/inirumahku.com/lita/wp-includes/functions.php</b> on line <b>24</b><br />
Thu, 01 Jan 1970 00:00:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://lita.inirumahku.com/general/lita/read-before-you-donate/#comment-2570</guid>
					<description>Kog  Gitu !!!  kejam banget, kebanyang enggak  seorng bayi yang baru berumur  beberapa  bulan,  ibunya meninggal karena bencana,  terus semua orang  mengikuti  ajakan tersebut,  sang  bayi  harus minum apa???. Kalau ajakan tersebut diikuti dengan  ajakan  mengirim relawan yang masih  menyusui  mungkin  masih bisa  dimaafkan tapi  ya apa mungkin ???.  mengirim relawan yang masih menyusui.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kog  Gitu !!!  kejam banget, kebanyang enggak  seorng bayi yang baru berumur  beberapa  bulan,  ibunya meninggal karena bencana,  terus semua orang  mengikuti  ajakan tersebut,  sang  bayi  harus minum apa???. Kalau ajakan tersebut diikuti dengan  ajakan  mengirim relawan yang masih  menyusui  mungkin  masih bisa  dimaafkan tapi  ya apa mungkin ???.  mengirim relawan yang masih menyusui.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: frag</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/general/lita/read-before-you-donate/#comment-2568</link>
		<pubDate><br />
<b>Warning</b>:  mktime() expects parameter 4 to be long, string given in <b>/mounted-storage/home97c/sub001/sc50075-ECXN/inirumahku.com/lita/wp-includes/functions.php</b> on line <b>24</b><br />
Thu, 01 Jan 1970 00:00:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://lita.inirumahku.com/general/lita/read-before-you-donate/#comment-2568</guid>
					<description>ho oh...
kalo susu bubuk masaknya susah.. :(
mendingan kasi aqua botolan aja..

suegerrr... :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ho oh&#8230;<br />
kalo susu bubuk masaknya susah.. <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
mendingan kasi aqua botolan aja..</p>
<p>suegerrr&#8230; <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: aRdho</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/general/lita/read-before-you-donate/#comment-2566</link>
		<pubDate><br />
<b>Warning</b>:  mktime() expects parameter 4 to be long, string given in <b>/mounted-storage/home97c/sub001/sc50075-ECXN/inirumahku.com/lita/wp-includes/functions.php</b> on line <b>24</b><br />
Thu, 01 Jan 1970 00:00:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://lita.inirumahku.com/general/lita/read-before-you-donate/#comment-2566</guid>
					<description>goed idee.. ;D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>goed idee.. ;D
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
