Turut Berbahagia

Alhamdulillah, seorang sahabat menikah hari ini. Sahabat? Hmm, ya setidaknya kupikir beliau sahabatku emoticon Kalaupun beliau tidak memasukkan daku dalam kategori sahabatnya, ya tak apa-apa, biar aku menikmati memiliki sosoknya sebagai sahabat hatiku.

Tanpa diminta, perhatiannya mampir di nilai ujianku yang mengenaskan dan membuatnya menelepon. Sindiran kecil untukku yang masih asik mengobrol kala adzan menggema. Kalimat menghibur yang singkat. Kata penyemangat yang berbekas di hati. Bantuan atas birokrasi sarjana muda kala aku sakit. Yang mana pun, satu-satu kucatat dalam hati, walau ia mungkin tak mengingatnya.

Terima kasih untuk semuanya. Kini layar telah diangkat, dan kapal siap berangkat. Maaf tak dapat menghadiri aqad nikahmu, tak ingin menyusahkan si kecilku walau hati ini ingin hadir. Untai syukur dan doa, semoga ALlah merahmati dan pernikahan kalian penuh berkah.

Baarakallaahu lakum. Wa baraka ‘alaykum. Wa jama’a baynakum fii khaiir.

"Kurelakanmu sepenuh hati, kau tak lagi berhak kumiliki… " *senyum*

Turut bahagiaku pula untuk teman-teman seangkatan di Teknik Kimia ITB ‘98, yang memeriahkan deretan ‘pejuang cinta’ hingga hari ini (betulkah sudah 20 orang?). Sampai di siapa kini tropinya ya? Walau namaku ada di sana (sepertinya), tapi bentuknyapun belum kulihat emoticon Selamat menempuh hidup baru temans!

Mail this post to friend : E-Mail This Post/Page

RSS feed | Trackback URI

1 Comment »

Comment by byonic
2005-12-31 20:11:03

Jadi mau cepet-cepet nikah nih… ;)

lita: hayuh atuh… sudah tunangan tho mas? jangan lama-lama.. keburu garing yang nunggu :p

 
Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong> in your comment.

! Disclaimer

bananaTalk is a personal site in the form of weblog.

NOTHING contained in this site is or should be considered, or used as a substitute for, medical advice, diagnosis or treatment.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License.

»

aSide Notes

RSS
» 

Saya tidak terbiasa masak dan tidak bisa masak hingga menjelang menikah. Bahkan setelah menikah pun (dan sampai saat ini) masih sering gagu kalau berurusan dengan masak.

Kesukaan baru timbul belakangan, itu pun rasa yang dihasilkan tidak selalu selaras dengan minat :p

Jadi siang ini saya sedang berbincang sebentar dengan murid saya via instant messaging, saat murid saya ini pamit karena ibunya menyuruhnya masak. Spontan saya 'berseru' kagum, "Wah hebat ya, kamu keren bisa masak".

Jawaban murid saya ini cuma "Masak sih biasa". *sementara yang di seberang sini sudah gdubrak gulung-gulung jleb jleb jleb…

 (2)

FireStats icon Powered by FireStats