Pembuat tulisan ini adalah ibu Julia Maria van Tiel. Berikut adalah penggambaran dirinya:
Mendapatkan anak-anak teman-temanku di Indonesia yang perkembangannya mirip dengan anakku, yaitu anak berbakat yang tumbuh kembangnya tidak harmonis (gifted disinkroni) dan menerima berbagai diagnosa yang keliru, aku tergerak untuk membantunya, bukan saja anak-anak teman-temanku, tetapi anak-anak lain yang mempunyai perkembangan yang sama.
Dengan pengetahuan yang kuperoleh di Belanda dalam membina anakku, kubagi pengetahuan ini kepada para orang tua yang senasib. Bersama Ayu keponakanku dibantu oleh teman-teman dokter dan psikolog, kami membangun rumah kami, yaitu mailing list orang tua anak berbakat tempat kami mencurahkan perasaan, berdiskusi, dan berbagi pengalaman.
Bila ingin bergabung, silakan hubungi: anakberbakat-owner@yahoogroups.com
Beberapa laman yang sangat berguna untuk disimak adalah:
- Terlambat Bicara
- Terlambat bicara atau autisme
- http://gifted-disinkroni.blogspot.com/
- Dongeng si entong anakku
PERLU KEHATI-HATIAN MENEGAKKAN DIAGNOSA AUTISME
Menegakkan diagnosa autisme sesungguhnya tidak mudah, perlu kehati-hatian yang tinggi. Demikian yang dipesankan oleh JK Buitelaar, seorang professor psikiatri anak dari Universitas Nijmegen Negeri Belanda dalam suatu kesempatan ceramah tunggalnya selama dua hari tanggal 28-29 Januari 2006 yang lalu di Jogjakarta.
Selanjutnya, menurut ahli autis kaliber dunia yang sengaja didatangkan oleh Sekolah Lanjutan Autisme Fredofios dibantu oleh Terres Des Homes Nederland ini, mengatakan bahwa kehati-hatian itu sangat diperlukan karena dari hasil penelitian yang dilakukan oleh lembaga autisme di negaranya menunjukkan bahwa dengan menggunakan alat deteksi autisme yang kini sudah populer di dunia yang disebut CHAT bila digunakan untuk anak di bawah 18 bulan dan DSM IV bila digunakan untuk anak di bawah tiga tahun, penggunaan kedua alat deteksi ini akan menunjukkan kesalahan yang sangat tinggi. Kesalahan akan terjadi terutama terhadap anak-anak bergangguan perkembangan lain bukan autisme seperti anak-anak penyandang cacat inteligensia (mental retarded) dan anak-anak yang terlambat bicara yang juga dengan sendirinya akan mengalami gangguan sosial sebagaimana autisme.
Apa yang ditelitinya itu juga gambarannya tidak banyak berbeda dengan di negara-negara lain. Karena itu ia bersama dengan timnya tengah mempersiapkan alat deteksi autisme yang baru, yang kelak bisa lebih menyempurnakan deteksi dini autisme yang sudah ada. Untuk menghindari kekeliruan deteksi ini, maka diperlukan sekali pemeriksaan secara multidisiplin yaitu dilakukan oleh dokter, psikolog, dan orthopedagog yang sudah terlatih dan ahli.
Hal ini disebabkan karena autisme adalah suatu gangguan yang menyangkut banyak aspek perkembangan yang bila dikelompokkan akan menyangkut tiga aspek yaitu perkembangan fungsi bahasa, aspek fungsi sosial, dan perilaku repetitif. Karena gambaran autisme begitu beragam dan setiap saat seorang anak akan senantiasa mengalami perkembangan, maka penegakan diagnosa tidak bisa begitu saja, sebab bisa saja kemudian diagnosa menjadi berubah-ubah dari waktu ke waktu.
Setelah dilakukan berbagai observasi secara berkala oleh berbagai profesi tadi, disamping juga dilakukan tes psikologi, dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh barulah diagnosa itu boleh ditegakkan. Penegakan diagnosa ini seringkali juga memerlukan waktu yang panjang, enam bulan hingga satu tahun. Namun yang terpenting menurutnya adalah bukan penegakan diagnosa itu tetapi bagaimana kita mampu melihat berbagai gangguan sebagai faktor lemah yang dimilikinya, dan faktor kuatnya. Untuk anak di bawah tiga tahun menurutnya pula sebaiknya jangan mengunakan DSM IV, dan CHAT jangan digunakan juga untuk anak di bawah usia 18 bulan.
Buitelaar juga memperagakan bagaimana mendeteksi dini berbagai gejala autisme melalui alat deteksi yang bersama timnya tengah disusunnya dalam sebuah proyek yang disebut Project SOSO. Alat deteksi dini autisme yang baru ini bernama ESAT (Early Screening Autism Traits), ia memperagakannya dengan menunjukkan film yang sangat menarik. Ia juga memperlihatkan bahwa anak usia di bawah tiga tahun seringkali juga menunjukkan gejala yang mirip dengan penyandang autisme, atau sebaliknya gejala yang ada pada anak autis sering juga ditunjukkan oleh anak-anak yang mempunyai gangguan perkembangan lainnya.
Karena itu disinilah para dokter dan psikolog harus benar-benar mampu mengamati dengan baik. Orang tua diminta untuk dapat mengungkapkan dengan baik bagaimana perilaku anaknya tersebut dengan berpatokan pada gejala-gejala yang ditampilkan oleh anak-anak normal, sehingga dapat diketahui bagaimana penyimpangan yang terjadi. Setidaknya perlu adanya pengamatan berkala setiap tiga bulan, dilakukan evaluasi guna menentukan tindakan apa yang perlu kita perbaharui.
Kelanjutan penyusunan deteksi dini (ESAT) ini adalah, Project SOSO-nya tengah membangun suatu model untuk memberikan intervensi dini yang sesuai dengan keunikan yang disandang oleh setiap anak autisme. Hasil Project SOSO kali ini dinamakan DIANE (Diagnostic Intervention Autism Nederland). Sehingga Project SOSO yang tengah dikembangkannya ini kelak, akan menghasilkan suatu model dalam bentuk tatalaksana screening atau deteksi dini autisme di usia 24 bulan, penegakan diagnosa di atas usia 36 bulan, dan melakukan indentifikasi keunikan setiap anak autis, memberikan panduan dan training intervensi kepada setiap orang tua.
Akan halnya tentang penyebab autisme sampai saat ini menurutnya masih belum bisa diketahui. Namun, banyak sekali publikasi di masyarakat yang justru datang dari pihak-pihak yang tidak didasarkan oleh penelitian ilmiah, seperti yang banyak ditanyakan oleh para peserta. Misalnya penyebab autisme karena thimerosal dalam vaksin, virus vaksin, keracunan logam berat, alergi terutama gluten dan kasein, sistem imun tubuh, dan sebagainya.
Sementara itu para ilmuwan yang berkecimpung dalam bidang autisme menyatakan bahwa kemungkinan besar penyebab autisme adalah faktor kecenderungan yang dibawa oleh genetik. Sekalipun begitu sampai saat ini kromosom mana yang membawa sifat autisme belum dapat diketahui. Sebab pada anak-anak yang mempunyai kondisi kromosom yang sama akan bisa juga memberikan gambaran gangguan yang berbeda.
Namun para ahli lebih cenderung akan menyatakan bahwa penyebab autisme kemungkinan besar adalah faktor gen yang membawa peranan, hal ini disimpulkan dari hasil penelitian terhadap kembar satu telur yang akan menunjukkan kemungkinan terjadinya gangguan autisme yang lebih tinggi secara signifikan bila dibandingkan dengan kembar dua telur. Autisme adalah gangguan atau kecacatan yang akan disandang oleh individu tersebut seumur hidupnya.
Di kalangan luas juga ada publikasi yang mengatakan bahwa autisme dapat disebabkan berbagai gangguan di tiga bulan pertama kehamilan. Menurut Buitelaar hal ini juga masih belum bisa dikatakan apakah benar demikian, karena penelitiannya belum selesai,dan hasilnya belum ada.
Pertanyaan tentang berbagai pengobatan autisme saat ini yang banyak digunakan bahkan seringkali juga atas anjuran dokter (yang bergerak dalam terapi alternatif), misalnya detoksifikasi untuk menghilangkan racun di otak, diet bebas gluten dan casein, probiotik, megadosis vitamin, hormon, dan sebagainya. Buitelaar menanggapi bahwa karena hingga kini penyebab autisme belum bisa dipahami secara pasti maka para dokter juga belum bisa menentukan obatnya.
Ia menyarankan agar para orang tua tak perlu terkesima dengan reklame komersial yang menyatakan bahwa autisme dapat diobati, sebab menurutnya selain pengobatan model intervensi biologis itu sangat mahal, tidak ada efeknya, juga cukup berbahaya bagi si anak sendiri. Bila dokter memberikan resep obat-obatan psikostimulan, hal itu bukan untuk menyembuhkan autisme, tetapi hanya sekedar untuk mengendalikan emosi dan perilakunya.
Yang terpenting pesannya adalah bagaimana kita harus menanganinya dengan cara melihat faktor lemah dan faktor kuatnya dengan pendekatan psikologi dan pedagogi, yaitu arahkan perilakunya, tingkatkan kecerdasannya, latih kemandirian, ajarkan kerjasama, dan ajarkan bersosisalisasi.
Ia juga menganjurkan jangan berikan obat-obatan psikiatrik atau psikostimulan kepada anak-anak di bawah 6 tahun. Utamakan pendekatan psikologi dan pedagogi, jika cara-cara ini sudah tidak dimungkinkan barulah bisa diberikan obat- obatan. Para orang tua juga berhak menanyakan apa efek samping dan harapan apa yang bisa dicapai dengan menggunakan psikostimulan itu.Karena bagaimanapun reaksi setiap anak terhadap obat akan berbeda-beda, sehingga diperlukan pemantauan yang baik secara rutin. Di samping itu sampai saat ini belum ada penelitian obat- obatan pada anak di bawah usia 6 tahun, sehingga kita masih belum tahu efek jangka panjangnya
(Julia Maria van Tiel, pembina kelompok diskusi orang tua anak berbakat anakberbakat@yahoogroups.com).
Berbagai laporan penelitian JK Buitelaar dapat dilihat di sini.



Salam perkenalan….
Saya mempunyai anak yang berumur 3 tahun, sampai sekarang belum bisa berbicara… beberapa bulan lalu saya membawa anak saya ke Psikolog anak, dan Dokter tersebut menyatakan bahwa anak saya bukan penyandang autis, tapi dianjurkan untuk mengikuti terapi bicara……
Namun, jika melihat perilaku anak saya, hampir semua prilakukanya menunjukkan ciri-ciri anak autis, walaupun anak saya sering menatap mata jika diajak berbicara…
Saya sangat mengkhawatirkan kondisi anak saya tersebut. Saya bingung… dan mohon bantuan saudara-saudara, kemana saya harus berobat untuk kesembuhan anak saya tersebut? saya berdomisili di Medan, barangkali ada saudara-saudara yang tahu alamat dokter yang bisa menangani penyakit anak saya tersebut. Terima kasih
Salam
Ibu Wita
saya memiliki bibi dan bibi saya punya anak, beliau juga memiliki masalah sama dengan anda, ia memiliki seorang anak umurnya 3 tahun dan sampai sekarang belum bisa berbicara. anaknya udah diterapi dan bibi juga berusaha semaksmal mungkin untuk itu. namun ternyata salah saut faktor anak yang menyebabkan tidak bisa berbicara juga adalah sifat/ perilaku kita menghadapi masalah tersebut.
seharusnya kita tidak boleh terlalu menghawatrikan anak tersebbut. rasa khawatir tersebut ternyata juga berdapak pada ketakutan anak untuk menunjukkan perubahan terhadap kta
jadi, ibu enjoy aja dulu, jangan sampai anak tau akan kekhawtiran, karena justru itulah yang menyebabkan anak phobia untuk menujnkan diri.
sekian masukannya
mohon maaf … ibu bisa sharing lagi,
saya di khansa_alfarisa@yahoo.com
Mungkin ibu bisa berbagi dengan saya di 0274-6520969,ternyata tidak perlu ke dokter untuk membuatnya mandiri.saya juga punya anak autis namun sekarang jauh lebih baik dan bisa mandiri
Dear Ibu Riswanto,
Maaf bu , saya hanya ingin menanyakan ciri ciri apa saja yang bisa saya perhatikan dari anak saya yang berumur 11 bulan untuk gejala autis ini ?
Apakah dulu anak ibu juga :
- belum bisa merangkak saat umur 11 bulan ?
- belum bisa duduk sendiri saat umur 11 bulan ?
anak saya belum bisa duduk sendiri bu, tetapi kalau di dudukin bisa dan kuat
- apakah betul suka melihat air terjun itu ciri anak autis ?
- dia juga belum tumbuh gigi satu pun , apakah ada hubungannya ?
jujur saya belum berkonsulatasi dengan dokter mana pun. Dokter anaknya hanya mengatakan akan keterlambatan sensorik motorik nya saja , tapi bisa di kerjar smpai umur 2 tahun . Tapi saya khawatir. Mohon bisa berbagi dengan saya bu .
Terimakasih banyak sebleumnya.
salam,
Anna
Ibu Wita,
Maafkan jika saya lancang telah mengirim ‘aduan’ ibu ke pengasuh situs khusus autisme.
Saya mengirimnya atas nama ibu dan menggunakan e-mail ibu, berharap jawaban dari mereka akan langsung diterima oleh ibu.
Untuk selanjutnya, ibu bisa menggali informasi di http://puterakembara.org atau bergabung dengan mailing list-nya dengan mengisi form di http://www.puterakembara.org/form.shtml
Saya ikut bersimpati atas keadaan anak ibu.
Kalau boleh urun saran, bagaimana jika ibu menemui dokter tumbuh kembang anak untuk memastikan keadaannya sebagai masukan 2nd opinion?
Maaf saya hanya bisa membantu sebatas ini.
Semoga ada tanggapan segera dari Puterakembara ya, bu.
Dan jika ibu berkenan, silakan berbagi informasi yang ibu dapat ke saya (melalui alamat email ini atau melalui kolom komentar di sini).
Dengan harapan orangtua lain yang memiliki masalah yang sama dapat terbantu oleh informasi yang ibu dapat.
Terimakasih.
Salam peluk untuk anak ibu.
Tanggapan ini sudah dikirim ke alamat email bu Wita pada 16 Desember 2006
Saya punya ponakan umur 2,8 th bicaranya belum jelas.
Pertumbuhannya bagus hanya bicara tapi bila diajak bicara
nyambung hanya penyampaiannya yg tidak jelas.
Mohon harus kemana dokter or psikolog?
Ada saran di mana lokasinya.
Terima kasih untuk infonya.
Mungkin keponakannya butuh lebih banyak stimulasi. Apakah sering diajak ngobrol? Disemangati untuk bercerita? Diajari bagaimana berkata dengan baik? Kalau pendiam, bisa saja dia terus diam sampai ada yang mengajaknya bicara. Orang dewasa juga begitu, sebagian
Kalau memang tampaknya bermasalah, sebaiknya temui dulu dokter anak atau dokter tumbuh kembang anak (bisa melalui rekomendasi dokter anak). Beliau mungkin dapat memberi panduan yang lebih teliti tentang apa yang perlu dilakukan, apa yang perlu dikhawatirkan, dan siapa yang harus ditemui.
Maaf saya tidak bisa membantu banyak.
mungkin juga kekhawatiran berlebih si ibu yang menyebabkan anak malah ketakutan untuk mengekspresikan diri, itu juga menurut saya adalah salah satu faktor yang memicu dominasi autisme.
dan jangan sampai pula si anak mengetahui bahwa ibunya sangat khawatir terhadap kondisinya
sebisa mungkin perlakukan anak seperti biasa
langkah efektif yang mungkin dilakukan salah satunya ajak ia untuk ikut andil dalam kegiatan sosial dan juga kegiatan yang lebih meningkatkan kecerdasan emosionalnya, salah satunya soft skill
hal itu akan membantu anak untuk menunjukkan diri dengan percaya diri
…
sgitu comment saya
bisa di reply di khansa_alfarisa@yahoo.com
salam kenal mba lita,
saya seorang ibu dari balita perempuan yang baru berusia 6 bln 6 hari kebetulan saya juga salah satu member milis sehat, sampai saat ini sih saya blm ada keluhan dengan anak saya. perkembangannya sampai saat ini msh mengembirakan dan termasuk cukup cepat menerima apa yg kita ajarin ke dia. kadang ada juga rasa kekhawatiran saya mengenai autis ini karena dari yg saya dengar gejala autis ini baru terlihat setelah lebih dr 1 tahun. oleh sebab itu ijinkan saya ya mba untuk mengkopi post tentang autis ini dari banana talk untuk file arsiping saya. agar pengetahuan dan rawa khawatir saya agak berkurang.
terima kasih mba sebelumnya, apa yg mba sharing di banana talk in byk membantu buat kami2 ibu baru
regards,
Media
waaa iya mba lita, urlnya salah ketik maaf ya hehehehe. kecepetan tangannya
thanks ya dah berkunjung ke blog aku
regards,
Media
halo..
salam kenal..
bisakah anda membantu saya??
saya mohon bantuan..
saya kesulitan mencari jurnal2 autisme dalam bahasa indonesia, sampai saat ini baru menemukan 1 jurnal saja. bolehlah saya mohon bantuan kepada anda.. terimakasih..
salam kenal…….
maaf mba,,saya ingin menanyakan bagaimana sebenarnya anak autis itu bisa disembuhkan?anak autis itu bisa dilihat kelainannya sejak berumur berapa anak itu,pa kah pada saat anak itu berada dalam kandungan atau setelah anak itu terlahir?
salam kenal.
saya punya anak yg kedua mengalami kasus yg sama terlambat bicara diusia 2 thn blum keluar satu kata pun.
tetapi selalu mengoceh dengan bahasa planet dan tidak bisa diam. untuk eye contact ada tapi minim sekali.
pada umur 1.5 thn saya bawa ke klinik tumbuh kembang di RS. Pondok Indah. disana anak saya divonis gejala autis walau hanya dengan pertemuan 2 x 30 menit.dan disarankan u/ speech terapi dan behave terapi. jujur saya tidak puas dengan jawaban itu.Walaupun saya tahu memang anak saya “ada sesuatu”. Kira2 apa yg harus saya lakukan dan kemana saya dapat bantuan yg sangat profesional dalam menangani kasus anak saya ini.semua orang menganggap reaksi saya berlebihan thd kasus anak saya ini. tapi saya tidak mau terlambat dengan waktu yg terus berjalan.
trima kasih atas bantuannya
Intanya Isya
saya mempunyai ponakan usia 2,5 tahun dan sampai saat ini masih belum lancar bicara…orang tuanya sudah membawanya kedokter dan dokter yang hanya melihat sekali saja sudah dengan mudah mendiagnosa bahwa ponakan saya itu autis..padahal ponakan saya masih ada kontak mata..apakah melihat secara kasat mata tanpa test sesuatu dokter dengan mudah mendiagnosa anak mengidap autis?? dan tolong saya apa yang harus saya lakukan untuk bisa mengetahui dengan jelas apakah ponakan saya ini autis atau hanya terlambat bicara…trms
buat anda-anda yg pgen konsul ama dokter yang tau banyak ttg autis n perkembangan anak lainnya, di bandung ada sebuah klinik bernama our dream,dibina oleh seorang dokter spesialis anak neuropediatri, beliau bergerak di bidang gini cukup lama……kliniknya ada di dago atas, sebelah sheraton hotel…sampai sekarang beliau sudah banyak menangani masalh anak autis, gifted(IQ diatas rata-rata), dsb………beliau py kompetensi melakukan tes IQ untuk anak di bwah 2 thn (psikolog atau dokter anak tidak py kompetensi ini)…..
moga info ini dapat membantu
Hai salam kenal
Saya baru dengar kalau ada seorang neuropediatri sampai mempunyai kompetensi melakukan tes psikologi (IQ) untuk anak di bawah dua tahun, padahal psikolog pun tidak mungkin bisa. Kalau bisa tolong kami diberi tahu jenis tes apa itu ya?
Julia
dear rekan milis.. mohon masukan nya
bayi saya Malik usia 4 bulan , sebenarnya anaknya aktif, tapi permasalahan saya adalah malik gk mau menatap mata saya ibunya, atau pun orang2 di rumah, tetapi lebih tertarik kepada langit2 rumah, atau dinding, kalaupun mau hanya sekilas, dan langsung melihat kearah lain. klo diajak ngobrol ada reaksinya seperti bersuara o..o..u.u.. , tersenyum ataupun malah tertawa. apakah malik ada kecenderungan memiliki ciri2 anak autis…, tolong infonya dari yang pernah punya penglaman,. … terimakasih sebelumnya.
anak saya usia 14th penderita autism,sy sudah cape mengobatinya sejak dia usia 4th.sampai skrg blm ada perubahan,sudh terapi di santirama 1 th, terapi di klinik hembing 3th, skrg berobat alternatif dgn terapi al quran,.bicara sdh bisa, tdk mau bergaul, tangannya selalu merusak contoh AC diketok pake palu jadinya hancur, TV di tusuk pake obeng jadinya rusak tidak nyala, skrg dia senang memesukan tangan ke dalam lubang wc.tlg bantu saya dimana ada asmara anak autis.
tlg saya lagi cari asrama anak autism yang mendidik sekaligus mengobati
saya guru play group, dan salah satu murid saya ada yang mempunyai gejala autis. Jika bicara, hanya beberapa kata saja yang terdengar jelas, yaitu panas, kunci, sakit…selebihnya hanya rentetan suara yg tak berarti. Pada awal sekolah dia suka membuka laci, masuk ke setiap ruangan, tidak peduli dengan lingkungan sekitar, baik ibu maupun temannya.
Jika sedang marah dia suka beteriak keras2, berguling2, menendang kakinya, sampai saya harus memisahkannya di ruangan khusus.
Tetapi selama 3 bln ini alhamdulilah ada beberapa perubahan, dia sudah tahu ibu gurunya, mau menjawab salam ibu guru (walaupun tetap tidak mau menatap), mau melepas, menyimpan dan memakai sepatu sendiri.
Yang menjadi masalah saya, tempat mengajar saya adalah utuk anak normal dan saya agak kesusahan untuk memberikan kegiatan kepadanya, kalau bisa tolong kira2 kegiatan apa yg baik untuknya.
nike
assalamualaikum…
saya nayla,saya kuliah di fakultas psikologi semester dan saya akan membuat skripsi untuk tugas akhir kuliah saya.. saya mau mengambil tentang kecemasan seorang anak yang memilikin anak autis… tolong kirimkan pengalaman ibi-ibu yang memiliki anak autis berhubungan tentang kecemasan masa depan anaknya.mohon bantuannya… terimakasih
halo.. saya mau tanya kalau CHAT itu singkatan dari apa ya?? dan bentuk dari DSM IV dan CHAT ini apa ya?? panduan berupa apa?? terima kasih atas jawabannya
saya sering buka email tentang anak autism, yang ada hanya selalu pengetahuan tentang gejala autism. tidak ada alamat asrama anak autism baik di jakarta maupun di luar kota. tolong saya anak saya sudah remaja 14th. kami ingin mengirimnya ke asrama agar dia disiplin , bersosialisasi dgn lain, dan yang juga ada pengobatannya sehingga dewasa nanti dia bisa mandiri, paling tidak bisa berkelakuan normal, tangannya tidak selalu merusak.
saya sering buka email tentang anak autism, yang ada hanya selalu pengetahuan tentang gejala autism. tidak ada alamat asrama anak autism baik di jakarta maupun di luar kota. tolong saya anak saya sudah remaja 14th. kami ingin mengirimnya ke asrama agar dia disiplin , bersosialisasi dgn lain, dan yang juga ada pengobatannya sehingga dewasa nanti dia bisa mandiri, paling tidak bisa berkelakuan normal, tangannya tidak selalu merusak.kami kewalahan mengurusnya, setiap hari selalu bertengkar dengan adik-adiknya dan sering memukul neneknya. tolong….. berikan saya referensi sekolah anak autism dan asramanya di jakarta atau diluar jakarta. terima kasih
anak sy umur 6 thn,belum lancar berbicara,sepertinya ada yg mengganggu dibagian lidah,sy sdh ke dr hasilnya semuanya normal,sy mau mencoba pengobatan alternatif, tolong berikan saya infonya, pengobatan alternatif apa dan lokasinya,apakah ada yang tau alamat bpk Noegroho mumpoeni,beliau katanya bisa membantu.saya pernah melihat tayangannya di trans7 tapi tidak ada alamatnya.terima kasih
Dear All,
Halaman web ini bukanlah mailing list atau forum, jadi selain yang tersedia secara terbuka di sini, kecil kemungkinannya anda dapat berharap lebih. Jika ingin tahu lebih dalam, sila kunjungi website yang memang ditujukan sebagai forum dan sumber informasi pemandu masalah autisme. Salah satunya adalah PuteraKembara.org.
Atau untuk kaitannya dengan gifted children, anda bisa hubungi bu Julia di link yang telah saya sediakan (juga mailing list-nya).
Mohon tidak berkonsultasi di sini, karena saya bukan tempat yang tepat untuk berkonsultasi masalah autisme.
Terimakasih.
Saya punya anak umur 18 bulan… sampai sekarang kata kata yang keluar dari mulutnya belum begitu jelas… kadang kadang “mbu”, ( untuk ibu), “Ndap” ( kalau makan makanan yang enak.
Dia juga tidak mw klw saya ajak ngomong atau saya perintah sesuatu. dia hanya mw melakukan sesuatu kalw lagi mood..
Dulu saya pernah bawa ke dokter anak (bukan Psikolog/Psikiater)umur 8 bulan, dokter bilang negatif autis.
Saya diberi tw oleh ibu2 yang punya anak autis untuk berhati2 klw sd 1,5 tahn belum bisa ngomong.
Saya ingin tw dimana informasi mengenai autis yang lengkap bisa saya dapatkan…
anak saya usia 20 bulan belum mampu berjalan dan berbicara dg planet bagaimana cara menstimulasinya ? toling beri saya jawaban yang pasti !!! betapa gundah hati saya !!!!!!!!!!
saya memiliki seorg adik yang ciri2 yang sedang dia hadapi adalh autis,tapi kenapa para dokter tidak jujur kepada orang tua saya dari 3 dokter yang saya temui hanya 1 doter yang bilang kalau adik saya autis.
kalau ada cara penyembuhan tolong kabari saya adik saya baru 3th,apa bisa autis itu disebabkan dari orang tua yang sering merokok & minum?
terima akasih karna saya buka situs ini banyak memberikan manfaat yang banyak untuk saya
Saya dulu memiliki anak autis + hiperaktif yang luar biasa, namun sekarang autisnya sudah hilang. Saya ingin berbagi mungkin Bapak dan ibu yang memiliki maslaah yang sama, bahwa anak saya sembuh bukan karena obat. Selengkapnya anda bisa hubungi saya di no 0274-6520969 . No promosi, tidak jual produk,..
SAya punya keponakan umur 3 tahun dan 2 tahun.Yang kedua-duanya belum bisa bicara. Saya sangat kawatir dengan kedua keponakan saya tersebut. Tapi kalau dilihat dari kontak mata, pendengaran, cara bersosialisasi menurut saya tidak ada masalah.
Saya ingin tau info yang lengkap tentang autis, kira-kira saya bisa dapat dimana ya..
Sila simak tanggapan saya untuk komentar-komentar awal.
Ada link ke satu website autisme di sana.
Punya ESAT (Early Screening Autism Traits) gak? Bisa didapatin di mana? Saya butuh untuk thesis. Kalo bisa tolong reply ke email saya. Makasih…
Mbak, tulisan ini dibuat bu Julia. Sila hubungi beliau, ya. Klik saja namanya atau bergabung dengan mailing list yang beliau bangun.
saya ingin bergabung dengan komunitas ini karena saya sangat ingin membantu murid-murid saya yang mungkin mengalami masalah yang sama. saya ingin bersama-sama share dan belajar agar bisa membantu murid2 saya.
saya udah coba gabung di milis tapi nggak bisa. mungkin moderator bisa bantu saya.
saya ingin bergabung
Salam kenal…..
Sy butuh infrmsi, anak sy yg pertama usia 2.5 thn smpai dng sekarng blm bs bicara & berjalan (dudukpun blm bs), jika diajak brkomunikasi tdk prnh respon(menatap matapun tdk), kdng dia mengoceh yg tdk jls dan trtawa sndiri..
apakah anak sy tsb trgolong autis atau keterlambatan…
sy mnghrpkan informasi dr rekan2 yg tau tntang hal tsb. trmaksh………………..