Dehidrasi dan Rehidrasi

Kehilangan 2% cairan tubuh akan menurunkan konsentrasi. Be 100%!

Beserta iklan-iklan lain, mereka menyerukan rehidrasi optimal menggunakan produk yang ditawarkan. Dari orang kantoran, mbak-mbak yang sedang shopping, sampai mas-mas yang sedang main golf -bahkan yang mau tidur- semua ‘diancam’ dehidrasi. Semudah itukah kita mengalami dehidrasi?

Secara ringkas, dehidrasi adalah keadaan ketika air yang keluar lebih banyak daripada yang masuk ke tubuh. Dehidrasi ringan -sebanyak 1-2% berat tubuh- memberi tanda berupa:

  • Sangat haus
  • Mengantuk atau merasa sangat lelah. Bila terjadi pada anak-anak, mereka menjadi tidak seaktif biasanya
  • Mulut kering
  • Menurunnya frekuensi berkemih (8 jam atau lebih tanpa kencing)
  • Lemah otot
  • Sakit kepala
  • Pusing atau tubuh terasa ringan (lightheadedness)

Sedangkan dehidrasi berat -kehilangan cairan sebanyak 9-15% berat tubuh- adalah kondisi darurat medis dan dapat mengancam jiwa, dengan ciri seperti dehidrasi ringan ditambah:

  • Gelisah, bingung (confusion) atau mengantuk
  • Mulut, kulit, dan membran lendir (misal pada mata) yang sangat kering
  • Tidak/kurang berkeringat
  • Sedikit atau tidak berkemih, dan urin yang keluar berwarna gelap (tidak kuning samar atau jernih tak berwarna seperti seharusnya)
  • Mata cekung
  • Kulit kering dan berkurang kekenyalannya (tidak ‘kembali’ bila dicubit)
  • Pada bayi, ubun-ubunnya bila diraba akan terasa cekung
  • Tekanan darah rendah
  • Detak jantung cepat
  • Demam
  • Pada kasus dehidrasi serius, terjadi hilangnya kesadaran

Keadaan tertentu dapat menyebabkan usaha pemasukan dan ketersediaan cairan tubuh tidak berimbang dengan kecepatan keluarnya cairan, misalnya pada saat:

  • Diare
  • Berolahraga
  • Demam
  • Sangat sering berkemih (misalnya penderita diabetes mellitus dan pengguna obat diuretik yang tidak terkontrol dengan baik)
  • Berada dalam penerbangan dalam waktu lama
  • Iklim panas dan lembap
  • Mengalami luka bakar

Sedangkan orang-orang tertentu memiliki resiko yang lebih tinggi, misalnya:

  • Bayi dan anak-anak
  • Orang berusia lanjut
  • Atlit dengan olahraga yang bersifat enduransi (maraton, triathlon, memanjat gunung, turnamen bersepeda macam Tour de France, dan semacamnya)
  • Menderita penyakit kronis, misalnya penyakit ginjal, pecandu alkohol, kelainan kelenjar adrenal, bahkan yang sedang menderita selesma (cold)
  • Yang tinggal di dataran tinggi (lebih dari 3000 meter di atas permukaan laut)

Kapan kita harus mencari pertolongan medis? Ketika terjadi:

  • Diare akut yang parah, dengan atau tanpa muntah dan demam
  • Muntah berkali-kali dalam waktu 12 jam
  • Diare berat selama 5 hari atau lebih
  • Gelisah dan sangat mengantuk
  • Terjadi gejala dehidrasi sedang atau berat

Perawatan bagi penderita dehidrasi (bayi dan anak-anak) yaitu:

  • Minumkan cairan rehidrasi oral (oralit atau pedialite). Baca petunjuk penggunaan, dan jangan diminumkan sekaligus karena bisa memicu muntah.
  • Tetap diberi ASI
  • Hindari makanan dan minuman tertentu, misalnya kuah yang asin, susu (terutama yang dididihkan), soda, sari buah, atau gelatin. Cairan terbaik adalah yang berjudul larutan rehidrasi oral, bukan sports drinks dan sebangsanya, sebab mereka mengganti cairan yang terbuang akibat keringat dan bukan diare serta muntah-muntah.

Sedangkan perawatan bagi orang dewasa (dengan kasus dehidrasi ringan hingga sedang) adalah dengan minum air putih lebih banyak. The operative word is WATER. AIR PUTIH. Kopi, teh, dan minuman yang mengandung kafein dapat memperburuk dehidrasi, sedangkan sari buah (fruit juice) dan soda dapat memperparah diare.

Tidak semudah itu manusia normal mengalami dehidrasi yang membutuhkan perhatian khusus dan memberi gejala selain haus dan lemas. Tak perlu paranoid dan khawatir berlebihan. Walaupun demikian, orang-orang yang beresiko lebih tinggi tentu lebih baik waspada.

Yang paling aman tentu saja dengan mencegah terjadinya dehidrasi. Cara terbaik untuk menghindari dehidrasi adalah dengan USAHA SADAR dalam menjaga tubuh tetap diberi asupan cairan yang memadai. Ingatkan diri untuk minum. Air putih adalah pilihan utama. Bukan minuman isotonik dan kawan-kawannya.

Topik bahasan ini dapat meluas pada diare (versus konstipasi), jenis-jenis minuman elektrolit, kebutuhan asupan cairan, atau yang muncul di pertanyaan dalam komentar anda. Tapi sabar ya, satu-satu :mrgreen:

Taut sumber: