Hidung mampet, demam, batuk, pegal dan linu. Itu gejala flu atau selesma? Bagaimana membedakannya? atau… "Selesma itu apa?" hehehe…
Aku sudah pernah posting tentang flu, singkat sekali memang, dan hanya memberi ‘arah’ ke mana harus mencari. Tapi, sepertinya memang lebih enak diberi tahu daripada baca sendiri ya? Baiklah, aku bagi di sini, dari sumber yang lain.
Jangankan di negara ini di mana banyak istilah yang twisted, di negara maju macam Amrik saja warga mereka masih tidak kompak dalam menerjemahkan flu dan cold. "We call a lot of things "flu" out there", kata seorang dokter. I guess we need more help then.
Ciri khas flu adalah demam tinggi, pegal/linu/sakit pada otot (biasanya punggung dan kaki), lemas atau lelah luar biasa, dan sakit kepala yang sangat mengganggu (note: sakit kepala TIDAK SAMA dengan pusing! ini penting). Demam umumnya datangnya tiba-tiba dan membuat tubuh merasa kedingingan, tak jarang disertai menggigil. Gejala awal flu cukup jelas sehingga si sakit dapat mengatakan kapan penderitaan bermula.
Sedangkan hidung meler, tenggorokan sakit/meradang, kelenjar (di leher) yang membengkak serta demam ‘rendah’ merupakan gejala selesma alias pilek atawa common cold.
Dari tadi hanya bicara ‘tampang’. Mari kita berkenalan dengan mas flu dan mbak selesma ini lebih dekat.
Flu adalah infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus influenza. Virus influenza terbagi menjadi tipe A, B, dan C. Tipe A adalah yang paling umum dan dapat menyebabkan epidemi yang paling serius. Tipe B juga dapat menyebabkan epidemi, namun biasanya dengan gejala yang lebih ringan daripada tipe A. Dan tipe C biasanya menimbulkan gejala yang mirip selesma.
Flu dan pilek selesma menular dengan dua cara; menghirup partikel yang mengandung virus (seperti sekresi dari batuk dan bersin), atau menyentuh sekret saluran nafas (sisa ingus misalnya.. eugh) -biasanya pada kulit- seseorang yang sedang sakit. Jika setelah menyentuh sekret tadi kita memegang mata atau hidung (area ‘lemah dan terbuka’), maka bersiaplah untuk tertular dari si penderita.
Pencegahan
Cara paling mudah dan murah untuk menghindari flu dan pilek selesma adalah dengan membiasakan diri mencuci tangan. Cuci tangan terutama penting sebelum dan setelah berinteraksi dengan anak-anak (sebab mereka sangat mudah terjangkiti dan menjadi penyebar virus flu) dan penderita flu atau pilek selesma.
Sementara bagi para penderita flu dan pilek selesma, selalu gunakan tisyu untuk menutup mulut dan hidung saat bersin serta untuk membuang ingus (tentu tisyu ini harus segera dibuang ke tempat sampah yang -sebaiknya- tertutup). Hal ini akan mencegah penyebaran virus ke orang lain. Jangan sakit hati jika orang lain bersikap lebih waspada atau agak menjaga jarak saat berinteraksi, bagaimanapun sakit itu tidak enak.
Cara lain untuk mencegah terinfeksi oleh virus flu adalah dengan vaksinasi. Saat ini di Indonesia sudah tersedia vaksin flu. Perlu diingat, vaksinasi ini tidak menjamin seseorang akan terbebas 100% dari flu. Vaksinasi hanya memperkecil kemungkinan terjangkiti dan menurunkan tingkat keberbahayaan flu.
Vaksinasi flu dilakukan setiap tahun dan ‘disesuaikan’ dengan jenis virus yang sedang ‘nge-trend‘. Sayangnya, tidak ada jaminan vaksinasi ini akan bermanfaat optimal di negara ini karena vaksin tersebut bukan diproduksi di sini. Artinya, virus yang beredar di Indonesia bisa saja berbeda galurnya dengan yang terkandung dalam vaksin. Bila ini yang terjadi, tetap saja kita terjangkiti flu.
Berbahayakah?
Flu bisa jadi berbahaya atau tidak, tergantung dari galur virusnya. Yang populer di dunia saat ini tentu saja H5N1 yang mematikan (walau masih ada kemungkinan sembuh), sementara galur lain yang juga dikenal sejarah karena korban meninggal yang tidak sedikit adalah H2N8 (flu Rusia, 1889-1890), H1N1 (flu Spanyol, 1918-1919), H2N2 (flu Asia, 1957-1958), dan H3N2 (flu Hong Kong, 1968-1969).
Beberapa penyakit memiliki gejala yang mirip dengan flu, misalnya strep throat, campak, dan cacar air. Flu tidak dapat disembuhkan dengan antibiotik, karena virus bukan mahluk hidup. Virus dapat dibunuh oleh kekebalan tubuh dan obat antiviral. Yang terakhir inipun tidak dijamin dapat menyembuhkan flu, walau harganya tidak murah.
Flu dapat ‘berlanjut’ pada komplikasi, seperti pneumonia (yang menjadi ‘penyebab’ kematian utama para penderita flu) dan sinusitis. Pada saat inilah antibiotik dapat diberikan untuk membunuh bakteri oportunis penyebab pneumonia. MUNGKIN -how do I know the truth in their heart?- dengan kekhawatiran inilah beberapa dokter memilih meresepkan antibiotik (tak jarang broad spectrum alias jenis kuat pula) bagi pasiennya yang didiagnosa flu atau pilek selesma.
Bagaimana penanganan yang tepat?
Demam adalah reaksi dan mekanisme tubuh dalam melawan mahluk penginfeksi. Jadi sebenarnya kita diuntungkan dengan demam. Kalau penderita flu masih bisa ‘menahan’, lebih baik banyak-banyak minum (untuk mencegah dehidrasi akibat demam), tetap makan dan banyak istirahat. Namun jika gejala yang dirasa amat menyiksa (sakit kepala yang sakit sekali :p gimana dong mengartikan terrible headache?), bisa pilih pereda rasa sakit (pain reliever) yang cocok.
Untuk anak kecil, apabila demam meninggi (misalnya mencapai 38C atau lebih) dan dikhawatirkan akan terjadi kejang demam, kompres tubuhnya dengan AIR HANGAT (yep, BUKAN air dingin). Hangatkan lipat-tubuh (seperti ketiak, lipat paha, dan belakang lutut) dan ubun-ubun. Jika anak menolak dikompres, ajak dia berendam di air hangat. Bawa mainan jika perlu.
JANGAN selimuti rapat-rapat penderita demam, ini akan membingungkan pusat kontrol suhu tubuh yang sedang terganggu fungsinya. Anggapan bahwa berkeringat banyak akan menurunkan suhu tubuh tidak selalu berhasil. Kadang justru membuat penderita menggigil dan suhu tubuh semakin tinggi.
Untuk melegakan hidung tersumbat akibat pilek, hiruplah uap air panas tanpa perlu campuran apa-apa. "Apakah ada minuman yang spesifik ‘diwajibkan’? Seperti jus jambu biji misalnya?" TIDAK. Minum apa saja, disarankan yang hangat sehingga memberi rasa nyaman. Minum minuman hangat juga dapat mengencerkan dahak akibat lendir yang ‘jatuh’ ke kerongkongan/tenggorokan sehingga dapat dikeluarkan dengan lebih mudah.
Kalau masih tersiksa?
Sebenarnya terapi uap, kompres, dan minuman hangat sudah cukup (sudah dicoba sendiri kok). Memang hasilnya tidak seketika. Namun jika mendesak, gejala flu dan pilek selesma dapat ‘diatasi’ dengan obat bebas.
Penting untuk diingat, obat tersebut hanya untuk meringankan gejala. TIDAK menyembuhkan flu serta pilek selesma dan hanya boleh dikonsumsi bila tidak menyebabkan efek samping pada anda (perhatikan aturan umumnya). Apabila gejala menjadi terfokus pada tenggorokan, perut atau paru-paru, atau muncul bercak-bercak pada kulit dan muntah, segera konsultasikan ke dokter.
Peringatan tambahan untuk konsumsi obat bebas: perhatikan kandungan aktif pada kemasan dan pastikan obat yang dipilih TIDAK mengandung fenilpropanolamin (PPA, phenylpropanolamine) -biasanya terdapat pada obat pilek. Zat kimia ini diduga berhubungan dengan stroke. Anak-anak dan remaja sebaiknya tidak meminum obat yang mengandung aspirin atau senyawa salisilat lainnya karena dapat meningkatkan resiko sindrom Reye yang sifatnya fatal.
Sumber:



Sudah dua hari ini sy juga lagi kena flu. Awalnya sih gara2 begadang di lab. Gak parah sih, cuman pilek plus badan meriang. Untung minggu ini bisa istirahat cukup.
Abis baca postingan ini akhirnya ngerti juga kalo flu bisa ditangani dengan tepat.
Saya jadi lebih ngerti soal itu. Berarti sekarang ini, saya sedang terjangkit selesma/pilek. Cuma, tetep, obatnya hanya pisanggggg
ini adalah tulisan yang bener-bener bagus!!!
salut deh sama mba-nya….
btw, kebetulah aku sekarang lagi kena pilek,
sudah 2 hari.
cuma yang susah itu istirahat yang banyak…
wong kerjaanku banyak, jadinya ya susah untuk istirahat banyak..
Akhirnya dijelaskan lebih lanjut juga oleh pakar kesehatan kitah..
*save as*
nah…sakit ginian bisa berujung pada asma gak ya ?
lita:asma umumnya karena alergi atau ada bakat turunan,
jadi kayanya ngga ada hubungan langsung (sependek yang kutahu sih)tambahan: asma atau sesak nafas? (note: asma harus pake ‘mengi’)
kalau flu, salah satu komplikasinya adalah pneumonia, yang salah satu gejalanya adalah sesak nafas (akibat paru-paru dipenuhi cairan). dan pada kasus flu burung, flu itu sendiri gejalanya ya sesak nafas. CMIIW
Wah, makasih ilmunya mbak. Saya copy untuk bahan bacaan umminya anak2 di rumah boleh kan?
wah.. kalo udah alergi kena bakat turunan lagi …
emang metode penyembuhannya ada gak ?
(pasti harusnya olahraga yg memadai scr kontinyu, ya?)
[…] Demam pada bayi dan anak-anak umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Demam akibat infeksi virus biasanya disertai gejala lain seperti sariawan, ruam cacar (dan ruam lain yang mudah dikenali), batuk-pilek (selesma/common colds), dan peradangan saluran cerna.Penyakit yang disebabkan oleh virus akan sembuh dengan sendirinya. […]
jadi saya selesma ya? bukan flu. jadi ngerti lah saiki! suwun Bu’!
[…] Vitamin C memberikan efek antihistamin. Sedangkan histamin -dalam konsentrasi berbeda-beda- hampir selalu dilepas dalam saluran pernafasan sebagai reaksi serupa-alergi terhadap selesma. Sehingga yang dirasakan oleh penderita selesma (atau flu) adalah perbaikan yang ‘palsu’. […]
bu…sekaranhg bukan hanya flu aja..tapi asma saya yang kumat
(
[…] Vitamin C memberikan efek antihistamin. Sedangkan histamin -dalam konsentrasi berbeda-beda- hampir selalu dilepas dalam saluran pernafasan sebagai reaksi serupa-alergi terhadap selesma. Sehingga yang dirasakan oleh penderita selesma (atau flu) adalah perbaikan yang ‘palsu’. […]
[…] Demam pada bayi dan anak-anak umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Demam akibat infeksi virus biasanya disertai gejala lain seperti sariawan, ruam cacar (dan ruam lain yang mudah dikenali), batuk-pilek (selesma/common colds), dan peradangan saluran cerna. Penyakit yang disebabkan oleh virus akan sembuh dengan sendirinya. […]
Good summary, been searching for my presentation material, it helps and the links are great!
Mbak, mo nanya nih….Temen2 ku tuh berbondong-bondong untuk imunisasi hepatitis B, apakah begitu pentingnya aku harus imunisasi hepatitis
Trus sebenernya hepatitis B itu penyebabnya apa sih??
Thanks
Republicunion
Thank you.
Dhian
1. Vaksin dibuat untuk mengurangi risiko dan fatalitas paparan suatu penyakit.
2. Dengan demikian, tidak ada vaksinasi yang tidak penting. Yang ada adalah prioritas atau bukan, dan sudah direkomendasikan atau belum.
Hepatitis B disebabkan oleh virus. Sifatnya kronis, dalam arti sesudah terpapar virus biasanya tidak langsung nampak gejalanya namun virus terus berkembang biak dan perusakan hati berlangsung perlahan-lahan.
Penularan hepatitis B sangat mudah, mirip sekali dengan penularan HIV. Penderita sangat mungkin tidak sadar dirinya mengidap, sehingga bisa jadi ceroboh dalam berbagi penggunaan alat-alat pribadi (misalnya sikat gigi) dan menulari orang lain, terutama orang-orang terdekat.
Silakan cari informasi lengkapnya sendiri ya, ini di luar topik bahasan artikel.
mba.. mba… matrunuwun sanget artikelnya… kebetulan saya sedang ada tugas ttg salesma.. jdi saya terbantu.. ^_^ alamat sumber2nya juga sangat membantu..
vitamin C buat penderita flu, perlu nggak?
Bu.. MApH y. NYElA
seBAgaI aNAk KedoKteraN *gw maksuD’a.,hehehe NYoMBoNG diKIt*
Ada HUb Flu SAma ASMA
Flu JUGA memICu ASMA LOh
Flu (influenza) atau selesma ya, mbak? Atau sama saja?
batuk tidak berdahak, badan sempoyongan seperti orang mabuk, bola mata bila digerakin sakit, tenggorokan perih, demam, reda sakit kepala, telapak kaki dan tangan terasa seperti kesemutan yg jelas wajah pucat… itu demam sejenis apa ya ???
tolong di informasikan dan apa cara penyembuhannya
Aq juga kena gejala seperti flu ney, gara2 habis angakatin jemuran terus bersin2 dey, ampe sekarang, itu jenis nya alergi kalee yaks…menyiksa dey…emang sey minum obat hanya meringankan tapi tidak menyembuhkan. Obat nya pada diri kita sendiri, Bangun sendiri imun dalam tubuh, dengan beristirahat yang cukup, minum air putih yang banyak,positif thingking, iya ga sey….
ass.wr.wb
wah mb mksih bgt, tulisan mb membantu sekali…..
[…] Bahasan tentang suplementasi pada susu lanjutan? Mohon bersabar, saya masih berusaha berdamai dengan selesma yang melanda […]