Setidaknya ada sepuluh sebelas kesalahpengertian yang dapat 'membimbing' para orangtua sehingga mempertanyakan kebijakan imunisasi. Sila disimak.
- #1: Karena pemeliharaan kesehatan dan sistem sanitasi yang kini semakin baik, penyakit sudah mulai menghilang dari muka bumi sebelum vaksin diperkenalkan.
- #2: Kebanyakan orang yang sakit adalah yang telah diimunisasi.
- #3: Ada jenis vaksin tertentu yang memiliki efek samping dan menyebabkan kematian, lebih banyak dibandingkan jenis vaksin lain. Para orangtua sebaiknya menghindari vaksin tersebut dan tidak mengizinkan anaknya untuk mendapat vaksin tersebut.
- #4: Vaksin dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya, bahkan kematian, dan dapat mengakibatkan efek jangka panjang yang tidak kita ketahui.
- #5: Vaksin DTP dapat menyebabkan sindrom bayi-meninggal-mendadak (sudden infant death syndrome, SIDS).
- #6: Penyakit yang dapat dicegah oleh imunisasi telah hilang, sehingga anak tak perlu lagi divaksinasi.
- #7: Memberikan vaksin lebih dari satu dalam satu waktu dapat meningkatkan risiko efek samping yang membahayakan dan dapat membebani sistem kekebalan tubuh.
- #8: Vaksin cacar air (varicella) tidak diperlukan karena cacar air tidak berbahaya.
- #9: Vaksin dapat menyebabkan autisme.
- #10: Vaksin Hepatitis B dapat menyebabkan masalah kesehatan kronis, termasuk multiple sclerosis.
- #11: Thimerosal dapat menyebabkan autisme: Terapi kelasi (chelation, penjelasan dari Quackwatch di sini) dapat menyembuhkannya.
Penjelasan lengkap mengenai masing-masingnya dapat dilihat di laman sumber (lihat di setiap nomor). Artikel pengantarnya ada di sini. Nomor 7, 9, dan 11 sudah saya bahas sebelumnya.
Sekian.



point #9 kabur … silakan kunjungi www.puterakembara.org for sure
Maksud ‘kabur’?
*gak ngerti*
Tambahan:
Ada Kekhawatiran terhadap thimerosal dan autisme di Puterakembara.
Penjelasan dari dua sisi. Fair enough, I think.
Lho? Trus salah pahamnya dimana? Biasanya kalo salah paham tuh ada pembahasan untuk meluruskannya. Jadi yang bener gimana neh mbak?
“Penjelasan lengkap mengenai masing-masingnya dapat dilihat di laman sumber.”
Coba klik link di masing-masing nomer. Pembahasan untuk masing-masing masalah ada di tiap nomer yang bersangkutan.
Intinya, yang ditulis di tiap nomer itu yang SALAH. Tinggal dinegasikan saja
good posting mbak !!
Ini disebut dengan Top Ten yang bermutu dan bermanfaat.
Cahyo
Hanya saduran, kok
Momon
Top ten gimane, Mon? Top eleven kali?
hehehe, di luaran banyak buku yang negatif soal imunisasi. tadinya mau nyari panduan soal imuniasi, eh yang banyak justru yang anti imunisasi
Priyadi
Iya, sekarang memang lagi populer tuh gerakan anti imunisasi. Di antara yang anti tuh -biasanya- adalah kaum naturalis-herbalis-holistis whatever gitu. Ngga semua memang, tapi idenya berangkat dari situ.
Vaccination is dangerous, often more than the disease itself. Ya, itu kata yang ngga ngerasain penyakitnya :p
Buat yang tertarik tentang link antara austism dan vaksin, mungkin berita di bawah ini akan memberi masukan yang cukup berarti: http://www.timesonline.co.uk/article/0,,2087-2524335,00.html
Penulis paper kontroversial di Lancet tentang hubungan antara autism dan MMR (Andrew Wakefield) ternyata menerima ratusan ribu pounds dari asosiasi pengacara yang berusaha memenangkan kasus gugatan ke perusahaan vaksin.
mbak e…
ada temen tanya2 soal imunisasi yang menyebabkan autis…
aku share ke dia blog nya nggih??