Di belakang maraknya suplemen vitamin megadosis ada seorang tokoh yang berjasa. Linus Pauling, Ph.D., peraih dua penghargaan Nobel untuk kimia (1954) dan perdamaian (1962).
Temuannya yang paling populer adalah:
Vitamin C dosis tinggi dapat mencegah selesma dan flu hingga 45%, mencegah serta menyembuhkan 75% dari semua kanker, dan memperpanjang masa hidup penderita kanker hingga 4-5 kali lebih lama (dibandingkan dengan yang tidak mendapat terapi vitamin C tersebut).
Secara umum, Pauling mengklaim bahwa konsumsi vitamin(-vitamin) dalam megadosis dapat
"memperbaiki kesehatan… meningkatkan kenikmatan hidup dan membantu mengendalikan penyakit jantung, kanker, dan penyakit lain serta memperlambat proses penuaan".
Merasa pernah mendengar bunyi klaim tersebut dari produsen suplemen dan menjadi tertarik mengonsumsi produknya? SELAMAT! Anda sudah terjebak dalam quackery!
Terjemah bebas quackery dalam bahasa Indonesia adalah usaha apapun yang melibatkan promosi suatu produk atau sistem kesehatan secara berlebihan.
Klaim Pauling mengenai terapi megadosis vitamin C untuk penderita kanker diuji dan dikaji ulang oleh MayoClinic sebanyak 3 kali dengan hasil:
TIDAK ADA keuntungan yang konsisten dari vitamin C yang diberikan pada penderita kanker stadium lanjut. Bahkan, vitamin C dosis tinggi dapat memberikan dampak yang berlawanan.
Dosis oral (diminum) yang tinggi dapat menyebabkan diare. Sedangkan dosis tinggi yang diberikan lewat infus (intravenous) menyebabkan gagal ginjal akibat penyumbatan oleh kristal oksalat.
Walaupun fakta ini sudah gamblang dinyatakan, mengapa masih banyak orang yang ‘bersaksi’ bahwa vitamin C dosis tinggi berguna dan banyak membantu?
Vitamin C memberikan efek antihistamin. Sedangkan histamin -dalam konsentrasi berbeda-beda- hampir selalu dilepas dalam saluran pernafasan sebagai reaksi serupa-alergi terhadap selesma. Sehingga yang dirasakan oleh penderita selesma (atau flu) adalah perbaikan yang ‘palsu’.
Rekomendasi penggunaan vitamin dalam megadosis oleh Pauling bisa jadi ‘menyemangati’ para produsen suplemen (atau mereka biasa bilang ‘makanan kesehatan’ a.k.a. health foods) untuk membanjiri pasar dunia dengan produk mereka.
Tuduhan ‘main mata’ antara Pauling dan industri vitamin bukan omong kosong, sebab donor utama Linus Pauling Institute of Medicine adalah Hoffmann-La Roche, perusahaan farmasi besar yang memproduksi mayoritas vitamin C yang beredar di dunia pada saat itu (sekitar tahun 1973).
Pada tahun 1994, Arthur Robinson (kolega Linus Pauling dalam penelitian) membuat rangkuman hasil penelitian yang menyebabkannya dipecat dari Linus Pauling Institute of Medicine:
Vitamin C dosis 1 - 5 gram per hari meningkatkan laju pertumbuhan kanker pada manusia. Namun pertumbuhan kanker terhambat pada dosis 100 gram per hari, mendekati dosis mematikan.
Masih berpikir bahwa semakin besar dosis vitamin maka akan semakin besar manfaatnya? Saya harap tidak.
Save your money. Think smart, act wise, live healthy. Jangan terjebak pada klaim indah suplemen.
Sumber:



Assalamualaikum wr wb, mba lita.
Blognya asik deh… informatif sekalee…
Saya kok gagal terus ninggalin pesan di shoutbox yaa…??
Anyway… thanks udah mampir di blog saya. Nanti saya link, ok?!
Wass wr wb.
salam kenal,
mengenai minu vit c setiap hari,saya punya masalah nih,setahun yang lalu saya ke dokter karena dikulit saya muncul memar memar biru (di banyak tempat), yang saya sendiri tidak tau asalnya dari mana, saya yakin kalo saya tidak kepentok atau pun jatuh, trus sama dokter cuma dikasih vit c 500 mg dan vit E 40o u. saya disuruh minum selama 3 bulan rutin.
Nah setelah itu saya berhenti minum vit c nya dan muncul kembali memar memar biru itu, akhirnya saya memutuskan untuk minum vit c 250 mg setiap hari, Tidak ada masalah dengan pencernaan saya sih (seperti diare), malah pupup nya jadi lebih lancar, jadi rutin, sebelum nya saya susah sekali BAB nya.
So, gmn baiknya yah? ada ide? saya sih biasa minum Vit C yang keluaran Circle Health.
(btw, maaf jadi curhat)
Tubuh memang tidak menyerap semua Vitamin C yang Anda minum, karena tubuh itu sendiri punya keterbatasan untuk menyerapnya. Untuk Vitamin C kalau tidak salah hanya 50 mg (tolong betulkan kalau salah) sehari yang dapat diserap, dan bila Anda memang minum sebanyak 1000 mg maka 950 mg sisanya akan terbuang via feses alias percuma. hehehe..
*Saya yang lagi sok tahu, matur nuhun.. *
btw, salam kenal.
untung saya bukan konsumen vitamin (suplemen)…dan yang namanya over dosis pasti ga bagus kan, mbak
Mbak Lita, dah lama nih saya gak mampir, artikel2nya informatif sekali…. trus kita mau menambah Vitamin C atau yang lain lewat konsumsi seperti apa ?? dan harusnya seperti apa yah … ?? jadi selama ini apa yg kita konsumsi lewat suplemen, percuma dong, sperti minum sangobion, vitacimin, B Komplek … percuma kah ?? … intinya ?? … *terpana* :p
Saya setuju dengan pendapat Anda bahwa untuk mendapatkan vitamin lebih baik kita makan buah atau sayuran. Karna selain fresh juga tanpa bahan kimia dan lebih murah. Sebenarnya orang yang fanatik dengan suplemen adalah orang yang kurang percaya diri akan dirinya. Karna jadi seperti orang ketergantungan (kalo tidak mengkonsumsi vitamin seolah olah tidak ada tenaga, tidak ada semangatnya). Janganlah termakan oleh promosi merek dagang.
bn
Terimakasih sudah mampir ke sini mas Bayu. Sekadar informasi, saya memang menyampaikan hal yang mas katakan ini di isi taut “Jangan terjebak pada klaim indah suplemen”.
Kalau boleh saya koreksi, vitamin C tidak terbuang lewat feses, tapi lewat urin karena sifat vitamin C yang larut dalam air (bukan lemak). Dan jumlah yang kita perlukan hanya 60 mg per hari (menurut US FDA).
Betul sekali, minum vitamin berlebih dari AKG memang percuma karena akan dibuang.
Kelebihan nutrisi larut-air dibuang dengan terlebih dulu melewati ginjal. Dosis besar-besaran vitamin C yang kita minum akan membebani kerja penyaringan ginjal.
Akibat beban berlebih, suatu saat laju pengeluaran dari ginjal dapat kalah dari laju masuknya sisa vitamin C yang kita minum. Dan ini dinamakan akumulasi/penumpukan kristal seperti yang dilaporkan oleh Robinson.
Terimakasih untuk komentarnya yang kritis
Salam kenal juga mas Bayu.
loh, jadi selama ini aku tertipu? huh!
Hehehe.. duh jadi malu nih, ternyata udah ada di tautan.. gak ngebaca.. jadinya sok tau begini deh.. hehe.. mohon maaf..
dan jadi banyak belajar nih hari ini cuma baca komentar Mbak. Terima kasih banyak. jadi senang nih dapet tambahan ilmu hari ini.. *sambil bernyanyi riang dan senang* Terima kasih.
1000mg sehari gpp kan ya? Memang kalau minum 2 botol itu gak boleh kayaknya. Not good. Useful info
wah, informasi kesehatan bisa menipu juga rupanya..
susah juga kalo kita gak bener2 baca, i mean ‘baca’ informasi umum, jadinya serasa ditipu.
kalo sudah sebegini jadinya politik kesehatan vs marketing produk kesehatan… rasanya sulit sekali untuk mempercayai informasi mana yang betul kalo kita gak meneliti sendiri.
bener juga kata BN, bahwa sisa vit c yang tidak dibutuhkan akan dibuang via urine itu aku tau, tapi bahwa sisanya akan sempet ‘mampir’ ginjal dan membuat ‘ulah’ disana, aku baru tau.
jadi, vit c masih bisa mem-boost up ketahanan tubuh ketika kita diserang common cold atau tidak sih? (jadi ragu)..
soalnya Krisdayanti sering banget mampir UGD RSPI minta suntik 1 ampul Vit C ketika dia mulai merasa gak fit / mau sakit pilek, dsb.
Hehehe.. (dasar penggemar infotaiment)
golda
Ujung-ujungnya duit
Immune boosting terhadap common cold tidak bisa dilakukan oleh asupan vitamin C (lengkapnya baca di isi taut “Vitamin C: do high doses prevent colds?”). Tidak pada dosis rendah maupun dosis tinggi.
Setahuku, serangan oleh virus hanya bisa ditangkal oleh:
1. Vaksin (tapi kayanya baru ada vaksin influenza). Sayangnya virus common cold ada sekitar 50 jenis, kebayang kan gak efisien dan gak efektifnya?
2. Ketahanan tubuh. Pola hidup sehat (makan, istirahat, dan pergerakan yang cukup) sudah membantu banyak.
3. Obat antiviral. Aku belum tahu apa ada antiviral untuk common cold. Pastinya harga obat antiviral itu mahaaalll, tidak 100% efektif, dan pastinya cukup toksik (CMIIW).
Hihi… KD? Halah…
Kalau ngga salah, biasanya yang minta suntik vitamin C itu untuk tujuan kecantikan; katanya sih buat peremajaan kulit. Tapi asosiasi dokter malaysia menyatakan cara ini tidak efektif. Kalau tujuannya ke kulit ya pakainya krim. Intravenous jelas-jelas gak jelas gunanya.
Mungkin KD merasakan efek antihistamin itu? Sehingga percaya kalau suntik vitamin C memang berguna. Heheh… gak bisa nanya langsung ke orangnya.
Kalau alasannya vitamin C adalah antioksidan, mending makan anggur yang antioksidannya tinggi. Tapi mungkin kandungan gula yang tinggi bisa bikin gatel tenggorokan pada beberapa orang.
Lah.. lah.. blogging lagi nih di sini.
Lita, sesuai janji nih Ummi mampir lagi.
As usual, postingan yg sangat bermanfaat. Makasih banyak yah Lita.
Jadi kalau 1000 mg per hari Vit C baik atau tidak yah?
Lili
Terimakasih kembali mbak Lili.
Jawaban singkatnya: tidak baik.
Kalau ditakar dari efisiensi, 1000 mg/hari itu berlebihan, mubadzir. Tidak terbukti manfaatnya.
Kalau ditakar dari efektivitas, apakah kita kekurangan vitamin C?
Ada gejala skorbut? Sepertinya jaman sekarang skorbut sudah langka.
Sariawan?
Sariawan bukan karena kekurangan vitamin C. Umumnya karena virus, bisa juga karena luka. Tapi pasti bukan disebabkan oleh panas dalam karena ‘panas dalam’ itu tidak ada.
Sebenarnya tujuan utama minum suplemen itu apa?
Jika dirasa asupan vitamin kurang, perbanyak makan buah dan sayur. Pepaya plus jeruk nipis, jeruk manis, mangga, jambu biji, bahkan cabe mengandung vitamin C. Banyak pilihan, dan cara saji juga bisa variatif.
Ngga praktis ya?
Daripada memasukkan bahan kimia, lebih baik buah. Kaya serat, mengandung banyak fitokimia, rasanya segar, latihan mengunyah, dan alat pencernaan tidak malas.
Kalau ingin merasa ‘aman’ karena kurang pede dengan pola makan sehari-hari, konsumsi suplemen sesuai AKG. Yang wajar saja dosisnya.
Usul saya: vitamin C dari IPI saja. Murah dan sesuai dosis. Satu tablet kecil isinya 50 mg vitamin C. Cukup untuk ‘menambal’ kekurangan asupan (jika memang ada).
Makasih udah mampir ya, mbak Lili
bak.saya mu tanya bila kita terlalu sering mengkonsumsi bunga rosel bisa berdampak buruk ga bagi ginjal atau bagi kesehatan …… makasih mbak
kami anak2 kos, jarang bisa nemu buah-buahan. Makan sayuran pun gak sering, langganan angkringan soalnya.
Kalo saya tiap hari rajin minum vit C, 100 mg sehari. Cukup membantu menjaga daya tahan tubuh.
Saya pernah coba2 minum 200 mg sehari, yang ada malah mules. Apalagi 1000 mg? Mencret ntar.
ngomongin vit c, katanya pan bisa ngilangin atawa mencegah skorbut alias sariawan ya bu, nah dulu saya kalo minum enervon c malah sariawan, apakah artinya ini tubuh saya udah kebanyakan vit c? dulu saya pernah nyoba juga yg namanya vit c 1000mg tapi pikir2 kok banyak amat ya selain itu juga mahal. terus apakah “vitamin C dari IPI” dijual bebas di apotek getu? ma kasih infonya.
Aswad
Huehehe… Aku dah pernah ngerasain: jadi anak kost seringkali emang rada kurang gizi.
Bisa pamit kan ama yang punya angkringan untuk bawa tambahan sayur dari warung sebelah? Daun singkong, tumis kangkung, lalapan, dll. Asal tetep beli makanan di situ aja
Danu
Pak Danu, skorbut itu bukan sariawan. Berikut ini keterangan dari drg Fahlevi:
Beberapa orang jadi sariawan setelah minum vitamin C, yang hilang setelah berhenti minum. Tidak hanya karena vitamin C, dan penyebabnya tidak sama antara satu orang dengan lainnya. Saya kurang tahu ‘mengapa’nya.
Vitamin produksi IPI dijual bebas di apotik dan toko obat kok. Tanya aja ama Aswad yang udah beli tuh
*heh, kedengeran kaya iklan banget yak*
apapun klo dikonsumsi secara berlebihan pasti nggak baik.
walaa tusripuu inna ALLAHA La Yuhibbul musripiin… *haha bener ga sih tulisannya*
mbak, gimana kalau yang alami? saya pernah denger kalau bunga rosel (rochel?) itu kandungan vitamin c nya tinggi.
Templank
Jelas salah dong, mana ada ‘p’ di huruf hijaiyyah
Luthfie
Pak, yang dipermasalahkan bukan alami atau sintetisnya, yang namanya senyawa bentuknya sama dari manapun sumbernya.
Jadi mau alami atau sintetis, dosis tinggi bukan pilihan bijaksana kecuali atas anjuran medis.
Tambahan: alami tidak selalu aman, karena racun bukan monopoli zat sintetis.
ngpain juga ya mengonsumsi sesuatu banyak-banyak kalow ga bisa disimpen. nice blog
*melambai sambil mengucap salam kenal*
wah.. bagus Lit
kau ternyata belajar banyak baget dan ngajarn kita2 banyak banget…
memang benar kebutuhan normal manusia itu sekitar 60mg Vit C… dan untuk yang menderita sakit memang meningkat…
sebenarnya pemasukan kelebihan vit C ga begitu masalah kan Lit… karena sistem sekresi kita juga bakal membuangnya…
tapi kadang, kalau dari pandangan saya ya, orang itu suka melupakan sifat keasamanan dari Vit C tersebut… saya tuh, maaf klo menyinggung, bingung ngelihat permen2 high vitamin C yang notabene ga kepake Vit Cnya dan gangguin lambung2 kita aja
…
… Pemasukan dosis Vit C secara besar2an sekaligus (contoh: makan jeruk 3 buah) itu ga efektif… ini yang sering disalah kaprahkan sama orang2 yang ingin “quick gain” saja… Vit C itu ga boleh diminum sekaligus, tapi lebih baik dipisah2 aja (klo ga salah 4jam dia bisa bertahan dalam tubuh ya?), klo di bom sekaligus hanya capek2n ginjal aja…
Hal kedua yang sering orang lupakan itu adalah lamanya Vitamin C dapat bertahan di peredaran darah… klo yang ini saya dah rada lupa2 dan masih inget2 dikit, maklum dulu waktu SMA dulu saya cari tambahan dari jualan vitamin C
BTW pemakaian Vit C high dosis efektif kagak? jawaban saya EFEKTIF klo tahu caranya (kayaknya saya satu2nya yang antagonis neh)…
seperti saya ya, banyak alergi dan sensitifitas terhadap makanan, terutama dampak terhadap jerawat yang dari alergi udara, cahaya, dan makanan, saya ngerasa bahwa selama saya pakai VIT C di atas 500mg, saya ga takut makan yang aneh2 kayak kacang, coklat dll dan saya juga ga takut klo keluar naik Metromini dll… Dulu sebelum kenal mereka, saya ga bisa naik metromini 3hari berturut2, ga boleh makan coklat 2 hari berturut2, ga boleh minum es teh manis dll… itu jaman2 saya SMA. Tapi belakangan saya tidak lagi memakai Vit C high dosis karena dah pake produk antioxidant lainnya yang saya rasa lebih cocok…
Jadi menurut saya, ini ada faktor “ekonomis”nya… orang2 yang tahu pentingnya vit C “KURANG” mengedukasi tentang pemakaian yang bener melainkan mereka lebih mengejar tentang “penjualan”…
ini pendapat/masukan saya ya… tolong diralat klo ada yang kurang tepat
biar kita bersama saling belajar
nYam
Baca ‘manual’ sebelum konsumsi itu harus
Kenji
Welcome, Kenj! Ini dia jagoan marketing kita
Beda pendapat boleh kok.
As I said earlier, Kenj, kalau bebannya berlebih dan terus-menerus, resiko akumulasi makin tinggi (ah, kau lebih jago di kuliah Neraca Massa dan Energi toh).
Daripada dosis tinggi sekali minum, lebih baik sedikit tapi teratur. Maksudku, lebih baik makan buah setiap hari daripada minum suplemen megadosis, entah itu tiap hari (juga) atau sekali-sekali.
Masalah sugesti aku kesampingkan ya. Bicara tentang kesaksian nih.
Baru-baru ini beredar buku tentang bagaimana susu dapat menyebabkan kanker. Buku itu disusun oleh sang penderita (survived) dan dia sendiri juga dokter. Wah, kontroversial banget, padahal kita tahu susu itu minuman sehat.
Lantas mana yang benar: susu menyehatkan atau susu memicu kanker? Dua-duanya benar. Lho kok begitu? Ya bisa begitu, karena penyebab kanker banyak, butuh kondisi genetik dan pemicu dari luar. Bisa saja pemicunya ada di dalam susu, bisa pula dari zat yang ditambahkan ke susu.
Maksudku bicara panjang lebar begini adalah: kejadian mungkin tidak bohong (note that I’m not judging you), tapi kesaksian tidak bisa dijadikan dasar terapi atau pengobatan atau klaim di bidang kesehatan.
In the simple way, it might work for you, tapi belum tentu untuk orang lain. Bicara alergi, setahuku hingga saat ini ‘obat’nya ya HINDARI. Atau kalau sudah kejadian, ya antihistamin atau pereda gejala (misalnya ventolin untuk asma).
Thanks a lot for coming by, Kenj!
oh iya… alergi itu berkurang juga kalo tubuh kita lagi sehat… sebenarnya soal jeruk, kita makan dua buah itu bagus, tapi pagi dan malam, ato dikasih jarak 6jam lah… itu baru bagus (efektif
)…
sebenarnya memang sekarang ini kita harus waspada soal iklan, baik itu iklan2 penjualan barang ataupun iklan2 yang menjatuhkan (kayak yang nyatain itu berbahaya, itu ga benar, dll)… toh namanya iklan, susah untuk disalahkan
soal high dosis, saya percaya itu bagus tapi secara pribadi saya sarankan coba ada orang lain yang bisa jadi konsultannya jadi jangan brutal
… dulu saya berhenti minum vitamin C dosis tinggi karena saya lihat pola makan saya sudah 3sehat 5 sempurna (sayur? weks…) tapi klo dipikir2, vitamin C kan datangnya dari buah2n, mestinya saya ga minum pun ga masalah kan… tapi ternyata klo ga minum, kulit saya rentan sekali (sensitif gitu, kayak muka bayi
), jadi akhirnya saya coba cari ekstrak2 sayuran gitu tapi ga ngefek…
oh iya soal SUSU… nah untuk ibu2 di atas 30tahun, memang disarankan untuk tidak meminum SUSU KEDELAI… nah dulu saya punya artikelnya, bukan yang “black campaign” cerita jelek2n susu kedelai dan kanker payuradara… tapi ilang euy filenya di mana gitu… gmana bu Lita? bikin artikel ttg SUSU juga donk…
Kenji
Ah, senangnya punya temen se’kripik’ Kenji.
Mmm, harusnya sih kalo pola makan sudah baik memang tidak perlu suplemen apa-apa.
Ekstrak sayuran gak ngefek? Berarti emang kudu nyoba sayur beneran kali tuh Kenj hehehehe…
Konsumen memang seharusnya kritis, begitu juga dengan pengunjung bananaTalk. Akan lebih baik kalau artikel yang kujadikan sumber dibaca sendiri juga
(hi guys!)
Iklan susah disalahkan? Di Indonesia mungkin iya Kenj, tapi di US sono, peredaran suplemen dikontrol dengan lebih ketat oleh FDA, begitu juga dengan susu formula untuk bayi (gak dijual bebas kaya kacang sukro seperti di sini).
Susu kedelai ya? Di milis sehat pernah dibahas. Sempat dikira hoax. Itu juga tentang kesaksian (benar terjadi) dan tidak bisa dijadikan dasar untuk klaim, begitu kata dokter-dokter pengasuhnya.
Susu? OK, permintaan dicatet. Sabar ya… ngantri nih
Rajin-rajin ke sini ya Kenj hihihi..
Mbak Lita,
Ikutan nimbrung ya, lagi surfing eh nyasar ke blog ini. Terus terang info mengenai vit c ini benar-benar baru bagi saya. Saya percaya, mbak Lita punya berbagai sumber yang kredibel hingga bisa sharing info. Yang terpenting, bagaimana sosialisasi info ini, karena manfaat vit c dimasyarakat udah terpatri dari dulu. Salam kenal dari Kalimantan, cheers..
Wah….wah…kesasar ke blog malah dapat pengetahuan bagus. makasih ya mbak lita? whatever deh!! iya gw termasuk yg termakan isu, gw minum c1000 tiap kali gw rasa mo drop or keserang flu, kadang malah dua. Tapi ya itu, entah sugesti atau bagaimana, kadang-kadang emang kagak jadi flu. Wah, kasihan yach ginjal gw hrs kerja keras dan sia-sia lah tiwas kocek ludes. ha..ha…
hai hai hai mau informasinya dong dikit …..
apa sich resiko yang bakal kita terima kalo sering banget nyuntik vit c yang sekarang ini buanyak banget beredar di salon + dokter kecantikan????
soalnya lumayan kan bo bisa bikin langsing he he he
tx a lot ya…..
Fay
Blogging masalah ini adalah salah satu bentuk kontribusi saya selain -tentu- menyebarkan informasi yang benar ke orang-orang dekat yang saya kenal.
Edwir
Ternyata memang berefek samping yang nyata ya? Ke kantong
Ana
Saya kurang tahu risiko suntik vitamin C (dalam kerangka kecantikan) terhadap kesehatan. Tapi kalau tujuannya untuk memperindah kulit, kenapa tidak dioleskan saja?
Langsing pakai vitamin C??? Saya baru dengar. Bagaimana bisa? Bagaimana cara kerjanya?
Yang namanya vitamin, dibutuhkan hanya dalam jumlah kecil. Dan vitamin C dibutuhkan oleh tubuh tidak untuk menjaga berat/melangsingkan badan. Mau langsing ya atur pola makan dan olahraga yang teratur, bukan dengan suntik vitamin C.
Makasih banyak buat pembuat web ini, informasinya berguna banget buatku ! Arigatou !!
Halo, saya gak tau topik ini masih bisa dicomment or not, but nyoba aja sih……..
masalah 1000mg, buat saya yang punya maag kronis gini, baru neguk 1 teguk aja vit c yang kayak gitu perut saya dah langsung nyeri apalagi kalo neguk semuanya. bisa2 saya harus berurusan sama dokter lagi, karena disamping asem banget, minuman itu ada sodanya. itu pantang banget kan buat orang maag.
btw, waktu ini saya baca di Jawa Pos di rubrik kesehatannya, saya kaget juga mereka nyantumin kebutuhan vit c per hari itu 1000mg. darimana ya mereka dapetnya?
mengenai kebutuhan 60mg per hari (normalnya), saya percaya bgt ma Mbak Lita, karena saya pernah browsing juga dapet data segitu. tapi ada juga orang yang bilang 500per hari aman. ya, semoga mereka juga mampir2 ke blog ini
cherrs
ass. wr wb.
pernah tau ndak ttg terapi detox…?
tulis juga donk ttg rekayasa itu..
soalnya seputaran jogja banyak yang ketipu..
thank u
beny mahasiswa teknik mesin ugm yang bulukan
Beny
Tentang terapi detoks, Priyadi sudah membahasnya. Silakan simak tulisannya tentang detoks kaki.
Maaf baru saya jawab sekarang.
Hai ikut nimbrung ah…
Just make sure bener nggak pandangan sy ttg Vit C.
kalo mo pake Vit C buat immune system, bisa kita lakukan dengan konsumsi Vit C secara teratur (terserah mo yg alami ato sintetik).

).
jadi efek vit C nggak mungkin ‘instant’ loh.
Kl ada yg merasakan efeknya, mungkin hal itu bener adanya atau efek sugesti yg lebih berperan
Mnt sy kalo dosis 60 mg hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-2 org normal, tp khan kita nggak tau di dalam tubuh kita spt apa…
So vit C yg masuk bisa dimultifungsikan scr maksimal oleh tubuh.
Kalo ngak kepake yah buang aja (termasuk buang2 uang
Sebenarnya kinerja kita selama ini mungkin sudah berat (tidak krn asam oksalat semata). Mungkin perlu kita renungkan berapa banyak produk yg kita konsumsi dlm sehari agar sehat/fit (terpengaruh iklan). Tapi kita melupakan pola hidup sehat spt minum air putih minimal 2,5ltr sehari apalagi kalo sudah sibuk abis jd lupa deh.
Jika semuanya dibuat berimbang/tidak berlebihan, mnt sy semua aman-2 saja.
Untuk sesama penderita maag (sy jg kok), mending hindari asam arkorbat (pembentuk Vit C) berlebihan atau cr produk vit C yg nggak pake asam askorbat.
Suntik vit C, ada efeknya kok, jika dilakukan secara benar. Misal diatas lapisan epidemis, dosis yg tepat mengat peran Vit C sebagai antioksidan.
KL ada info yg salah, mohon dikomentari biar sy tidak salah kaprah juga.
Thx U anyway mbak Lita.
Shanz
Asam askorbat ADALAH vitamin C. Itu nama senyawa kimianya. Jadi ngga bisa cari produk (suplemen) vitamin C yang ngga pake asam askorbat
Izinkan saya untuk tidak setuju dengan kalimat terakhir. Berlebih itu sama tidak amannya dengan kekurangan. Ada penyakit kekurangan vitamin, ada pula penyakit kelebihan vitamin.
Anda sendiri mengatakan “Sebenarnya kinerja kita selama ini mungkin sudah berat (tidak krn asam oksalat semata).” Polusi dan gaya hidup (pola makan) sudah cukup membebani, tidak perlu kita tambah dengan asupan suplemen yang berlebihan.
Memasukkan (makan) lebih mudah daripada mengeluarkan (defekasi atau kencing). Untuk urusan makan, biasanya asal enak ya masuk. Tapi untuk urusan pengeluaran, TIDAK asal kelebihan lalu bisa dibuang dengan mudah. Mekanisme penyerapan dan penyaringan serta reaksi kesetimbangan yang ruwet membuat sistem pencernaan dan pembuangan kita sangat kompleks (untungnya kita tidak perlu berpikir dalam mengaturnya ya?
).
Beban yang berlebih berarti kerja yang berlebih pula untuk organ. Apabila (misalnya) ginjal digeber terus-terusan dengan kelebihan berbagai senyawa larut air (terutama yang dapat mengkristal seperti asam oksalat), betapa kasihannya. Kemampuan kerja organ tentu terbatas. Bila beban melebihi kapasitas kerjanya, yang terjadi adalah akumulasi/penumpukan. Bila terjadi terus menerus maka ginjal akan rusak.
Jadi? Lebih baik tidak lebih juga. Lebih sedikit mungkin tidak apa-apa, tapi kalau 1000 mg per hari rasanya terlalu berlebihan, apalagi kalau dalam sekali minum.
Tip dari saya: lebih baik dalam jumlah kecil tapi teratur setiap hari dan sesuai kebutuhan. Vitamin memang diperlukan hanya dalam jumlah kecil, itu sudah kodrat sifatnya sebagai mikro nutrien. Kalau diperlukan (orang normal) dalam jumlah banyak, namanya makro nutrien.
Untuk referensi, baik sekali jika penjelasan di wikipedia tentang vitamin dan vitamin C disimak dengan baik. Agak ribet memang, penjelasannya panjang sekali.
Mungkin angka kecukupan gizi untuk vitamin C perlu diralat dan dinaikkan besarnya. Mungkin juga tidak. Artikel ini mungkin bisa dijadikan bahan pertimbangan.
Urusan suplemen ini memang bukan masalah kesehatan semata, tapi juga politik dan… ya, duit. Ups
Semoga membantu. Terimakasih sudah bertandang ke mari
Mbak Lita,
Ikut nimbrung di blok ini ya. Saya termasuk orang yg gemar mengkonsumi vit c 1000mg . apalagi aku ni punya penyakit radang tenggorokan n flue yg cukup sering.n spt nya aku jd sensitif. untuk itu kalau badan ini or tenggorokan udah gak enak rasa..langsung dech aku minum vit c dosis tinggi. al hasil biasa nya kalau blm terlambat bisa mencegah n ga jadi sakit tenggorokan ataupun flu. giman donk.. aku jd bingung ni..semua supplement kok spt nya bahaya. sebenar nya aman ga sich vit 2 itu or supplement yg lain. pls advise.
Dewi
Ngga usah bingung ya, mbak Dewi
Mungkin yang mbak rasakan itu efek antihistamin dari vitamin C, atau bisa juga sugesti. Sugesti perannya besar lho.
Gini… ini antara kita aja ya.
Setelah hasil laboratorium menyatakan bahwa saya positif terinfeksi virus Hepatitis B, saya banyak mencari tahu tentang Hepatitis B (tentu selain berkonsultasi langsung dengan dokter). Lha kok setelah itu saya jadi benar-benar merasakan gejalanya, dibandingkan sebelum saya tahu (yang bener-bener ngga terasa apa-apa).
Setelah dibincangkan dengan dokter, saya disuruh untuk nggak mikirin. Kalau dipikirin, malah bisa jadi sakit beneran. Ya sudah saya berhenti mikirin. Eh ya hilang gejala-gejala yang sebelumnya terasa.
Bukan berarti virusnya hilang atau hati saya pulih sepenuhnya, saya cuma mau bilang bahwa kekuatan sugesti cukup besar pengaruhnya terhadap kondisi tubuh. Begitu saja.
Kalau saya boleh saran, kalau badan mulai terasa tidak enak, perbanyak istirahat dan perbaiki pola makan saja. Sudah sangat membantu. Atau kalau resep ibu saya, jahe plus lengkuas direbus lalu diminum airnya.
Tentang suplemen. Suplemen itu kan penambal yang kurang ya, atau asupan tambahan bagi orang dengan kondisi khusus (misalnya ibu hamil yang disarankan mendapat suplementasi asam folat), jadi ya kadarnya secukupnya saja, tidak sampai 10 kali lipat seperti vitamin C 1000 mg ini.
Saya belum sempat menulis khusus tentang suplemen dan tata cara pakainya, jadi… ya kalau mau ditunggu, mohon bersabar. Kalau mau mencari, bisa dilihat di http://mayoclinic.com atau situs lain yang non-komersial.
Terimakasih sudah mampir ke mari, mbak Dewi.
Mbak Lita,
Saya mengkonsumsi Vitamin ENERVON-C setiap hari satu tablet (saat ini sudah berjalan sekitar 2 bulan). Vitamin tersebut mempunyai dosis vit-c 500mg, niasinamida 50mg, kalsium pantotenat 20mg, vit b1 50mg, vit b2 25mg, vit b6 10mg, vit b12 5mcg. Amankah jika saya mengkonsumsinya untuk jangka panjang. Terima Kasih atas jawabannya.
yudha
Yudha
Mas Yudha, saya bukan dokter atau ahli nutrisi, jadi tidak berhak untuk memberikan nasihat medis.
Saya hanya dapat bertanya atau urun rembug, misalnya:
1. Minum multivitamin itu untuk apa?
2. Apakah memang kekurangan vitamin?
3. Apakah tidak dapat dipenuhi dari sumbernya langsung (buah, biji-bijian/serealia dan sayuran)?
4. Kenapa jangka panjang?
5. Indikasi di label kemasannya bagaimana? Berapa lama waktu konsumsi yang dianggap aman?
Terimakasih atas pertanyaannya, maaf saya balik bertanya
Assallamualaikum,
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas responnya.
Saya minum multivitamin hanya untuk menambah stamina agar tidak gampang lelah atau mengantuk. Saat ini saya bekerja sebagai progammer di perusahaan retail. Saya jarang sekali berolahraga, makanya saya minum suplemen tersebut untuk membantu menjaga daya tahan tubuh setiap hari. Untuk makan vitamin dari sumbernya langsung menurut saya cukup karena saya senang makan buah dan sayuran.
Pada label kemasan tidak terdapat berapa lama waktu konsumsi yang dianggap aman. Hanya saja disitu tertulis aturan pakai sebutir sehari. Menurut Mbak Lita bagaimana ya? Apakah saya aman jika terus mengkonsumsinya setiap hari atau saya jaga jaraknya dalam mengkonsumsi vitamin tersebut. Misalnya 2 atau 3 hari sekali. Terima kasih atas jawabannya.
Wassalam
hi, salam kenal.
saya tidak minum multivitamin tapi suntik vitamin c setiap minggu, dan hasilnya kulit saya sudah putih berseri kembali.
selain vitamin c, ada vitamin apa lagi buat suntik di tubuh lagi. selain vitamin c saya juga suntik neurobion buat syaraf tidak tegang / stress ama tulang
saya tertarik dengan topik ini. belakangan ini marak perawatan whitening dengan injeksi vit c. saya pingin tau apa bedanya intake vit C secara injeksi dengan peroral pengaruhnya ke tubuh khususnya kulit. mohon jelaskan secara medis dan rasional. mksh
hallo…saya witri lagi ngerjain skripsi tenteng efektivitas kemasan You C1000!saya bingung dengan referensi yang ada…klo misalnya ada yang tau…ngerti…n bisa bantuin tolong yaaa,,,,lagi deadline neehhh….
Yudha
Mas Yudha kan sudah bilang sendiri, makan vitamin langsung dari sumbernya sudah cukup dan tidak masalah
Sependek yang saya tahu, suplemen sifatnya hanya sementara, sebagai pemasok tambahan ketika perolehan dari sumbernya langsung tidak mencukupi.
Ketika indikasi yang menyarankan untuk minum suplemen sudah tidak ada, maka keperluan untuk minum suplemen juga jadi tidak ada.
Be wise saja, mas Yudha. Perbanyak buah untuk menjaga kesegaran tubuh. Air dan rasanya memang menyegarkan kan, ya?
Suryanto
‘Kembali’ itu berarti sebelumnya memang sudah putih, kan? Tidak ‘awalnya hitam sekarang putih’?
Wah… pengeluaran anda untuk pos suntik-menyuntik besar juga, ya.
Carranza
Saya salinkan jawaban dari cak Moki (bisa disimak sendiri di sini dan di sini):
Vitamin C atau obat lain yang diinjeksikan berbeda dengan dioles atau diminum, dalam hal:
Kecepatan distribusi, besarnya absorbsi, proses metabolisme, kadar dan khasiatnya, hingga ekskresinya.
Yang injeksi jauh lebih cepat dalam segala hal, sedangkan oles atau diminum masih harus melalui barier.
Sebagai contoh, jika diminum maka vitamin c sudah mengalami “proses” sejak di mulut karena pengaruh saliva (liur), sampai lambung masih harus berhadapan dengan asam lambung dan berbagai enzim, absorbsi juga terpengaruh. Demikian juga kadarnya, setelah melalui proses farmakodinamika dan farmakokinetika.
Otomatis khasiatnya berbeda dibanding suntikan.
Penjelasan umum seperti itu. Dosis yang sama dengan cara pemberian yang berbeda, hasilnya akan berbeda.
Jika yang ditanyakan masalah khasiat, kita akan menyentuh juga soal keperluan vitamin C.
Dalam keadaan normal, kebutuhan vit C orang dewasa sekitar 60 mg sehari. Dalam keadaan tertentu misalnya hamil, kebutuhan vitamin C meningkat.
Vitamin C mudah diabsorbsi dan mudah larut dalam air.
Untuk apa diinjeksikan?
(Jika keperluannya adalah untuk kosmetika/urusan mempercantik diri);
Di dunia medis masih kontroversi. Tahun 2004 FDA pernah mempertanyakan segala macam pemutih, terutama yang disisipi Hydroquinone dan kawan-kawannya. Ada juga yang ditambah kalao gak salah placenta, darah pedhet (anak sapi). Hehehe
Cem macem aja. Mungkin mau ikut jejak M. Jackson. Kalo yang putih hanya wajah dan leher sampai dada, malah medeni. Kalau aman dan tidak potensi jadi kanker dikemudian hari sih gak apa-apa. Maksudnya disuntikkan itu biar putih semua ya? Gak ada campuran bahan kimia lain ?
Nanti kamis mau ke surabaya 2 hari, kalau sempat saya tanyakan teman-teman yang spesialis kulit.
Witri
Deadline atau bukan, mbak salah tempat bertanya. Di sini tidak membahas marketing atau desain. Topik bahasannya juga bukan ini. Tapi barangkali saja ada yang menanggapi. Jangan terlalu berharap.
thx buat informasinya.. Informatif!
injeksi vit C tuh sebenernya berbahaya ga sih??
Emang perlu ya sampe harus diinjek segala??
Fungsinya sebenernya buat apa?
Kenapa ampe harus diinjek?? Ga cukup ya klo cuma dr makanan or minuman..
Thx..
Soal injeksi vitamin C, sampai sekarang masih jadi perdebatan. Terutama dari tinjauan manfaat (efisiensi dan efektivitas).
Perlu tidak perlu, saat ini masih tergantung pada persepsi masing-masing. Yang merasa perlu berkulit putih, kenyal, muda, mungkin merasa perlu dan layak mencoba injeksi vitamin C ini. Yang tidak merasa perlu tentu tidak terlalu berminat coba-coba.
Apalagi biaya suntik vitamin C ini bisa ratusan kali lipat ketimbang minum suplemen vitamin C (tergantung macam suplemennya juga sih).
Flo betul. Jika kebutuhannya adalah untuk memenuhi permintaan nutrisi tubuh, cukup dari makanan/minuman saja. Kalau mengalami kondisi khusus (kekurangan vitamin C), perbanyak saja asupannya. Tambal dengan suplemen hanya jika perlu.
Terimakasih sudah mampir ke mari
punya info ga mengenai suntik vit c dan suntik tationil glutatione ? frekuensinya, plus minusnya ?
ya kalo terlalu banyak vit c pasti ada gangguan pada kesehatan. initnya sesuatu yang berlebihan -asti ada akibat buruknya. kali gitu yeee.
mba lita, bolehkan aku link ke blog mba??. biar yg link ke blog aku jg bisa mendapatkan manfaat dari blog mba. ceritanya saling berbagi ilmu, thanks ya mba
Andy
Setuju
Berlebih tidak selalu lebih baik daripada kekurangan.
Bunda Rizqa
Boleh, bunda. Terimakasih, ya. Senang bisa membantu.
Ngomong-ngomong, URL yang dimasukkan salah, ya? Kok error 404: blogger not found.
minta info sebanyak2nya dong tentang suntik vitamin c, plus minusnya, tiap brapa minggu suntiknya, kegunaannya, juga mengenai suntik tationil glutatione, katanya sih buat putihin kulit.makasih..
ikutan nimbrung nie..kebetulan beberapa kali aku berurusan sama topik2 ini. aku setuju sama mbak lita bahwa kebutuhan sehari2 vit c itu cuma 60 mg. kebutuhan ini emang berdasarkan kondisi basal, artinya metabolisme tubuh kita sedang berjalan normal2nya. dan vit c ini, selain diperlukan dalam berbagai metabolisme, dia juga berfungsi sebagai antioksidan, artinya apa dah pada ngerti kan?
mengenai efek memutihkan, selama ini aku nyari referensi susah banget, ga ada yang bener2 mengklaim kalau vit c emang memutihkan. tapi selama yang pernah kudengar dari dosen, vit c diketahui menghambat produksi melanin, yaitu pigmen kulit. berapa dosis pasti yang menimbulkan efek ini masih belum diketahui. itu sebabnya penggunaan vit c u pemutihan masih diperdebatkan, karena seperti kata mbak lita, dosis vit c harus pas, jangan berlebihan, karena bisa membebani ginjal yang bertugas membuangnya.
aku sendiri pernah tahu sendiri bahwa praktek injeksi vit c 1000mg iv. benar2 berefek memutihkan. bukan aku lo. ada seorang temanku terserang kanker, sampai dia harus kemoterapi yang akhirnya berefek kulitnya jadi item. selama beberapa waktu dia jalani injeksi vit c rutin tiap minggu, kulitnya kembali mulus. yang heboh, efek ini langsung kentara sejak injeksi pertama. karena riwayat kankernya, dia merasa aman2 aja njalanin injeksi itu, karena dia pikir kan ada efek antioksidannya. dan injeksi itu juga atas saran dokternya.
menanggapi YESSY CANDRA, tationil glutation lazim dipakai untuk pemutihan juga. aku nggak punya referensinya, aku cuma pernah tahu prakteknya. biasa disuntikkan di bokong atau langsung ke pembuluh darah. katanya sih angka kejadian alerginya cukup banyak, dan ini bisa berakibat fatal hingga kematian. karena itu injeksi harus dilakukan dengan pengawasan ketat.
yah tapi setali tiga uang sama mbak lita, aku nggak saranin semua injeksi ini, kecuali udah ada referensi kuat yang mendukung, termasuk penelitian yang akurat.
Terimakasih banyak atas jawabannya, mbak Santi.
Pertanyaan Yessy memang sengaja tidak saya jawab karena saya tidak tahu.
Terimakasih lagi, sudah mampir ke mari
Aku habis operasi HNP dan kulitku gampang sekali terjadi strie padahal aku termasuk langsing lho? Salah satu dokter mengatakan aku ada defek pad kolagen type I. Sebenarnya aku rajin mengkonsumsi ester C sejak 5 athun terakhir, hampir setiap hari, karena strie tetap muncul dan HNPku juga dikatakan karena ligamen pada tulang belakangku jelek maka aku coba injeksi vitamin C 1000 mg. Aku tahu bahwa secara teoritis kelebihan vitamin C akan dibuang bahkan dapat menyebabkan batu ginjal. jadi kayaknya sia-sia aja….!! eh kalo gitu kenapa aku lakukanya??? aku hanya percaya teori-teori terus berubah… hukum alam akan juga berubah… mungkin dulu kita hanya butuh vitamin c dalam dosis kecil tapi dengan banyaknya radikal bebas kebutuhan kita jadi meningkat. terlebih bila dugaan dr benar bahwa aku menderita defek pada pembentukan kolagen…. jadi apa salahnya mencoba….?? asal jangan berharap terlalu banyak dan… minum air putih sebanyak mungkin….ya?? Begitu juga yang kepingin awet muda dan lebih cantik.
jadi yang kontra akh……………… vit c di buang2 berarti ilmuwan di perusahaan vit c 1000mg bego2 donk ngap dia nemuin produk itu?? gk gitu kan???? sistem tubuh keseluruhan bukan tubuh aja yach…. memang memerlukan 60 mg setiap hari nya.. sisanya??? nah ini dia tidak langsung di buang oleh tubuh, jika anda seseorang yangdi sibukan dengan polusi sisa nya untuk anti oksidan.. belom lagi kalo kita makan berlemak sisanya juga bisa di gunakan untuk
mencegah lemak jenuh menjadi peroksida yang sangat berbahaya bagi tubuh… maka dari itu vit c punya waktu paruh di dalam tubuh.. selama waktu paruh itu kita kebal dari polusi.. nah di buang deh tuh sisa nya sama yang sudah bereaksi ma racun2 keren kan……..
Anda berpikir begitu, tidak berarti saya juga beranggapan para tenaga riset di perusahaan bego-bego lho, mas.
I never said that.
Linus Pauling juga tidak pernah saya tuduh bego. Tidak setuju dan mengemukakan mengapa saya tidak setuju, bukan bentuk ‘mengecap bego’ dia.
It’s about money. Melihat tren pasar, melihat minat konsumen, melihat bandul ilmu pengetahuan populer yang sepertinya berpihak mendukung dan menguntungkan; why not? SEMUA industri begitu, kok. Tenaga riset juga dibayar untuk menggali bukti yang mendukung.
Kelebihan memang tidak langsung digelontor keluar. Kita masih punya usus setelah lambung. Dan masih punya ginjal sebelum ‘jalan keluar’. Kelebihan ini akan memberi pekerjaan lebih pada mereka.
Boleh saya tanya dari mana mas mendapat informasi tentang polusi, anti oksidan, lemak jenuh dan peroksida?
Dari mana pula datangnya pernyataan ‘kebal polusi selama paruh waktu vitamin C’?
Mencegah lemak jenuh menjadi peroksida? Bukannya peroksida adalah senyawa yang potensial menyerang lemak jenuh dan merusaknya? It’s not a by product.
Saya kutipkan saja dari Answer.com, jawaban yang cukup konklusif terhadap posisi sains saat ini. Rujukan detilnya dapat dilihat di sana. Intinya, anti oksidan tidak selalu se-dewa yang dipromosikan saat ini. Bahkan tidak selalu memberikan dampak positif.
Sebagai penutup, ada baiknya referensi yang saya berikan anda baca juga. Di sanalah penjelasan lengkap dari ahlinya -langsung- mengapa teori dari Linus Pauling ini dianggap kontroversial DAN menarik bagi industri suplemen.
mba lita aq mau ty dunk. aq pernah 2 kali suntik vit c gk tau dosisnya berapa, tapi yg qu tau ditambah tationil (is it correct) n oxyderma, tp stlh aq suntik itu badan fit bgt so, mwnurut mba lita gmn? is it true kl suntik putih bisa lewat vit c. Thans
Ass…
mba lita
aku mau nanya nie..
giaman caranya neliti atau tahu kadar benzen dalam minuman bervitamin C yang menggunakan natrium benzoat sebagai pengawet ??
soalnya saya penasaran….
tolong yah mba
dear
saya mengkonsumsi vit c 500 mg hampir setiap hari selama 1 bulan, dan alhamdulillah semenjak mengkonsumsi badan saya terasa enak, jarang terkena sakit flu dan buang air juga lancar. sudah tahunan badan saya ini mudah terserang flu jika kena udara dingin, dan ternyata vit c itu benar2 bisa menahan virus commond cold.
tolong dibetulkan jika ada pendapat beda
pujo
dear lita
aku punya masalh dgn kulit tubuh terutama dibagian kaki sangt sensitif dgn gigitn nyamuk or luka2 kecil..katanya kalo mo ngilangin n kembali mulus hrs min.vit.c dosis tinggi..kalo suntik vit.c itu gmana betul gak..
thank ya..
Hi..
saya komen sedikit mengenai vit C yg sudah saya konsumsi selama 6 thn (injeksi) walaupun ada jeda waktu saya tdk suntik dlm beberapa bulan..tapi selama itu pula saya tdk pernah menderita influenza ringan / berat.
Jadi saya betul2 menerima manfaat dari mengkonsumsi vit ini.
Thanks vit C..
cheers…
dear lita…
bahasan lo menarik banget and nyambung bang3et ama skripsi gue…gue setuju banget ama lo coz vitamin C tuh gak stabil dalam suhu ruangan dan gampang ke oksidasi ama cahaya, suhu dll dan vitamin C tu bakalan berubah jadi dehidro asam askorbat yang gak punya aktivitas biologi. waktu stabilnya kurang dari 30 menit. so tambahan info aja kenapa vitamin C tu yang dijual warnanya orange atau kuning coz itu dipake untuk nutupin proses oksidasi yang terjadi. warna asli serbuk vitamin C tu putih kalo vit C tuh dah kuning artinya dah teroksidasi….
Ikutan yah…aku dah sering sariawan sejak kecil soalnya ak gak mkn sayur dan buah, kmrn2x aku minum jeruk peres bisa 1kg sehari atau 2kg tuk 3 hari ternyata efektif ak gak kena sariawan dan alergi lg, ini lbh efektif dr supplemen vit c, skrg ak dah berhenti minum jeruknya tapi pindah pd supplemen yang gunanya tuk melancarkan bab tenyata ak jg gak sariawan nd alergi (skrg dah coba mkn sayur biarpun dikit klu buah selama jd rujak..he..he) klu ak mo kena sariawan,alergi,dan flu aku minum teh rosella….jd gak kena tau cepat sembuh tuh…..