Radang tenggorokan

Diagnosa radang tenggorokan ini sangat sering terdengar di kalangan ibu-ibu yang memiliki anak kecil (dari bayi sampai balita), walau di kalangan orang dewasa 'penyakit' ini juga populer. Tadinya aku mau cuek aja. Tapi setelah jalan-jalan ke blog teman, dan menyimak milis sehat, tak urung aku berkomentar juga, "Banyak banget sih yang tenggorokannya radang!". Di milis tersebut, tiap minggu ada saja yang posting tentang radang tenggorokan (sampe bosen aku emoticon), dan obat-obat yang diberikan juga fantastis! Sebenarnya apa sih radang tenggorokan itu?

Di terminologi kedokteran, ada yang namanya sore throat dan strep throat (thanks to our bahasa's richness, sulit sekali mencari padanan katanya yang tepat dalam bahasa Indonesia! jadi tolong izinkan diriku menjelaskannya dengan bahasa campur aduk). Kalau dipaksa ke bahasa Indonesia menjadi radang tenggorokan dan radang tenggorokan akibat bakteri strep. Apakah keduanya berbeda? Berbeda sama sekali, sodara-sodara… Mari kita bahas emoticon 

SORE THROAT

 

Seringkali anak-anak dan dewasa menderita 'sore throat' minimal sekali setahun. How can you tell it's a sore throat? Haruskah ke dokter? Atau cari obat bebas? Panduan dari dr. Sears untuk diagnosa dan perawatan sore throat ini adalah sebagai berikut. 

Penyebab SORE THROAT

  • Virus. Hingga kini, penyebab paling umum dari sore throat adalah virus, yang tidak dapat diobati dengan antibiotik. Virus ini dapat menyebabkan demam tinggi dan rasa sakit di tenggorokan. Rasa sakitnya sulit dibedakan dari strep throat.
  • Batuk dan pilek. Virus common cold (selesma alias batuk-pilek) dapat menyebabkan sore throat yang disertai berbagai gejala lain. Batuk dan lendir (alias ingus) dapat membuat tenggorokan teriritasi.
  • Strep throat. Ini disebabkan oleh bakteri strep (Streptococcus), dan harus diobati dengan antibiotik.
  • Virus coxsackie (hand, foot, and mouth disease alias HFMD). Ini adalah virus yang menyebabkan demam tinggi dan radang pada tenggorokan, pipi, gusi, atau bibir.
  • Alergi. Alergi tidak menyebabkan sore throat secara akut/tiba-tiba, melainkan iritasi tenggorokan ringan yang bersifat kronis (menetap).

Sejauh ini, kesimpulannya adalah: sore throat (alias radang tenggorokan) itu GEJALA, bukan penyakit. Gejala infeksi virus, gejala selesma, gejala strep throat, gejala alergi, dll.

Yang dapat dilakukan untuk meringankan sore throat ini adalah: 

 

  • Pain reliever. Asetaminofen (parasetamol) atau Ibuprofen dapat membantu mengatasi rasa sakit dan demam.
  • Berkumur dengan air-garam hangat. Campurkan 1/4 – 1 sendok teh garam dengan segelas (sekitar 200 mL) air hangat.
  • Obat kumur anestetik (Anesthetic throat gargle) -Di sini ada gak yah?- atau 
  • Mengulum (mengemut?) es batu (!!), minum minuman dingin atau hangat. Ya pokoknya yang meringankan sakit lah.
  • Teh. Beberapa jenis teh herbal dengan madu atau lemon dapat membantu. Sebaiknya tidak terlalu banyak, karena teh dapat menghambat penyerapan zat besi dan mineral penting lainnya.

Jus buah bangsa sitrus, mis. jus jeruk, kadang 'membakar' sore throat yang diakibatkan oleh virus, tapi biasanya tidak menyakitkan untuk strep throat.

Pertanyaan yang paling genting adalah: Apakah sore throat ini disebabkan oleh virus atau bakteri?

STREP THROAT 

Berikut adalah beberapa gejala strep throat:

 

  • Demam; gejala yang sangat umum untuk strep throat, walaupun virus juga dapat menyebabkan demam. Demam yang lebih tinggi dari 38,5C selama lebih dari 3 hari mungkin menandakan strep throat. (mungkin! bukan pasti!)
  • Tenggorokan dengan 'noda-noda' merah terang pada bagian belakang dinding tenggorok dan lendir keputihan pada tonsil/amandel. Dengan catatan, beberapa virus juga dapat menampakkan gejala serupa, bahkan kadang strep throat tidak tampak separah ini.
  • Terpapar oleh seseorang yang diketahui menderita strep throat.
  • Sangat jarang terjadi pada anak berumur di bawah 3 tahun.
  • Kelenjar-getah-bening-pada-leher yang membengkak.
  • Rasa sakit saat menelan atau ketika kelenjar di leher ditekan atau saat batuk biasanya BUKAN gejala strep throat.
  • Apabila terdapat pilek dan batuk, maka kecil kemungkinan itu adalah strep throat.
  • Dapat disertai sakit kepala, sakit perut, dan muntah-muntah.
  • Terdapat bercak tertentu yang terkadang menyertai strep throat, berupa benjolan mirip jerawat berwarna merah pada tubuh (dada, perut, dan punggung) yang bila diraba terasa kasar serta terlihat mirip sunburn. Bercak ini, beserta strep throat, disebut Scarlet Fever. Don't worry; ini tidak seburuk yang dibayangkan. Ini hanya reaksi tubuh terhadap racun yang disebabkan oleh bakteri strep. Tidak berarti infeksi ini lebih serius daripada strep throat yang tidak disertai bercak.

STREP THROAT FOR SURE

Yang akan diperiksa oleh dokter adalah tenggorokan dan kelenjar getah bening di leher. Pendekatan lanjutannya adalah dengan tes usap tenggorok untuk mengetahui ada/tidaknya bakteri strep. Ada dua jenis tes usap tenggorok:

 

  • Rapid strep test. Tes ini dapat dilakukan langsung di ruang praktek dokter, dan hanya membutuhkan waktu 5 menit. Tingkat akurasi sekitar 95%. (but I'm not sure Indonesian MDs can do this instantly in their offices, they usually do the 2nd option below)
  • Kultur tenggorok. Tes ini umumnya dilakukan di laboratorium menggunakan hasil usap tenggorok pasien dari dokter yang merujuk tes. Tingkat akurasi 99%, dan membutuhkan waktu 24 hingga 48 jam untuk menumbuhkan biakan strep.

Kecenderungan untuk menggunakan usap tenggorok sebagai penegas diagnosa semakin tinggi. Hal ini untuk mencegah penggunaan antibiotik yang tidak diperlukan dan menghindari resistensi antibiotik (kekebalan suatu bakteri terhadap antibiotik tertentu akibat pasien atau orang di lingkungan pasien sering mengonsumsinya). Semakin sering kita makan antibiotik, semakin banyak mikroba patogen yang resisten alias superbugs.

Seluruh jenis infeksi pada tenggorokan dapat ditularkan melalui ludah, yang keluar pada saat batuk atau yang terdapat pada tangan/barang pribadi penderita infeksi. Masa inkubasi adalah 2 – 5 hari, sedangkan apabila penyebabnya adalah virus maka masa inkubasi berkisar antara 3 hari hingga 2 minggu.

Kesimpulan hingga titik ini adalah: jika gejala yang tampak bukan seperti gejala strep throat, maka sore throat disebabkan oleh virus.

WHAT TO DO? 

Jangan tergesa-gesa datang ke dokter pada gejala pertama sore throat. Tunggu 1 – 2 hari untuk pengamatan, sabar aja…, atau tunggu hingga demam berlangsung 72 jam. Jika gejala yang dialami mulai menyerupai gambaran strep throat yang telah disebutkan, then see your doctor.

Logikanya: jika disebabkan oleh bakteri, maka pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotik. Jangan dibalik: jika diberi antibiotik maka sakitnya disebabkan oleh bakteri! SO WRONG!

Lalu bagaimana kalau ternyata penyebabnya virus? Just bear it emoticon. Yang dapat dilakukan hanya meringankan gejalanya. Again, antibiotics won't work. It'll only make things worse much later. 

 

Phew… isn't this a long post or not! emoticon

I'm doing this for all of you (and my concern too, of course), who might be WRONGLY diagnosed by your doctors. Get to know what happens to your body. Don't trust curing only on medications. Many diseases can be cured without drugs. Apakah anda percaya begitu saja pada salesman yang menawarkan barang dan meminta anda membelinya? Hampir selalu tidak. Pasti anda akan bertanya, lagi dan lagi sampai jelas dan pasti bahwa anda tak akan dirugikan oleh barang yang ditawarkannya. THIS IS ALL THE SAME with prescribed medicines. Please.. I'll keep repeating this: BE WISE and SMART!

Sources are from: family doctor's sore throat and strep throatask dr. Sears and sehatgroup with some editing.