Bahasan ini tidak hanya khusus ibu-ibu, apalagi ibu hamil. Para bapak juga perlu tahu, kata cak Moki. Sedikit peringatan awal; kata-kata dalam tulisan ini akan cenderung vulgar. Apa yang anda harapkan? Saya sedang berbicara tentang seks! Dan, tidak, saya tidak menyediakan ilustrasi pendukung.
Mengapa topik dan kata-kata vulgar?
Ngapain ngomongin ginian? Sebagian perempuan yang merasa nyaman dengan teman perempuan lainnya (yang sudah menikah), dapat bertanya dengan leluasa. Atau bertanya pada ibunya. Tapi akan tetap banyak perempuan yang memilih untuk mencari tahu (sebagai tambahan atas percakapan tersebut atau sebagai pilihan utama) dari artikel di internet atau buku bacaan. Bahkan jika mereka termasuk yang tidak terhalang rasa malu untuk bertanya pada yang ‘lebih berpengalaman’.
Saya hanya menyediakan alternatif yang nyaman. Berselancar di internet, jika anda tahu caranya, dapat bersifat privat dan rahasia. Anda tak harus bertanya sambil malu-malu dengan pipi memerah sementara yang ditanya malah tersenyum-senyum geli.
Nah, mari kita hentikan basa-basi penjelasannya.
Perempuan (dan laki-laki) merasa khawatir
Ketika saya sedang memikirkan rancangan tulisan ini (baru dipikirkan, belum menulis apapun), bahasan ini diturunkan dalam majalah Parentsguide edisi Maret 2007. Seks selama kehamilan: Don't worry be happy dan Ketika Hubungan Intim Tak Lagi Bebas, dengan foto penunjang yang… ehm (kata suami, "Ya gak papa lah, itu kan majalah orangtua"). Karena itu majalah edisi tersebut juga saya masukkan sebagai referensi.
Sebagian perempuan merasa takut melakukan hubungan seksual saat hamil. Beberapa merasa gairah seksualnya menurun, karena tubuhnya melakukan banyak penyesuaian terhadap bentuk kehidupan baru yang berkembang di rahim.
Sementara di saat yang sama, gairah yang timbul ternyata meningkat. Lho? Iya, karena sudah terbebas dari pikiran tentang 'bakalan hamil gak ya?' (sudah hamil tidak bisa lebih-hamil lagi, kan?) atau 'kapan hamilnya, ya?'. Tenang, ini bukan kelainan seksual. Memang ada masanya ketika ibu hamil mengalami peningkatan gairah seksual. Ketika kondisi kesehatan tidak bermasalah, mengapa tidak? Suami juga pasti senang-senang saja
Minat menurun: trimester pertama
Pada trimester (3 bulan) pertama, biasanya gairah seks menurun. Jangankan kepingin, bangun tidur saja sudah didera mual. Morning sickness, muntah, lemas, malas, apapun yang bertolak belakang dengan semangat dan libido. Fluktuasi hormon, kelelahan, dan eneg dapat menghisap semua keinginan 'berkegiatan'.
Minat meningkat (kembali): trimester kedua
Memasuki trimester kedua, umumnya libido timbul kembali. Tubuh telah dapat menerima dan terbiasa dengan kondisi kehamilan, sehingga ibu dapat menikmati aktivitas dengan lebih leluasa ketimbang pada trimester pertama. Dan kehamilan juga belum terlalu besar dan memberatkan seperti pada trimester ketiga.
Mual-muntah dan segala rasa tidak enak biasanya sudah jauh berkurang, dan tubuh terasa lebih nyaman. Demikian pula untuk urusan ranjang. Ini akibat meningkatnya pengaliran darah ke organ-organ seksual dan payudara.
Minat menurun lagi: trimester ketiga
Libido dapat turun kembali ketika kehamilan memasuki trimester ketiga, rasa nyaman yang sudah jauh berkurang. Pegal di punggung dan pinggul, tubuh bertambah berat dengan cepat, nafas lebih sesak (karena besarnya janin mendesak dada dan lambung), dan kembali merasa mual hanyalah beberapa penyebab yang dapat 'disalahkan' atas minat seksual yang menurun.
Tapi jika anda termasuk yang tidak mengalami penurunan libido di trimester ketiga, jangan keburu merasa tidak waras. Normal saja kok. Apalagi jika anda termasuk yang menikmati masa kehamilan, dan termasuk beruntung karena tidak tersiksa oleh kaki membengkak, sakit kepala, atau keharusan beristirahat total.
Selain hal fisik, turunnya libido juga berkaitan dengan kecemasan dan kekhawatiran yang meningkat menjelang persalinan. Pertanyaan yang paling umum adalah apakah berhubungan seksual dapat membahayakan janin.
Secara medis tidak ada sesuatu yang perlu dirisaukan jika kehamilan tidak disertai faktor penyulit, artinya kondisinya sehat-sehat saja. Di antara faktor penyulit tersebut adalah ancaman keguguran, hipertensi, muntah-muntah yang berlebihan, atau kondisi kesehatan tertentu lainnya.
Kekhawatiran akan dampak seks terhadap kehamilan
- Keguguran
Banyak pasangan yang merasa khawatir bahwa seks selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran. Tapi sesungguhnya masalah sebenarnya bukan pada aktivitas seksual itu sendiri. Keguguran (early miscarriage) biasanya berhubungan dengan ketidaknormalan kromosom atau masalah lain yang dialami janin yang sedang berkembang. Bukan pada apa yang anda lakukan atau tidak lakukan. - Menyakiti janin
Kontak seksual tidak akan menjangkau atau mengganggu janin, yang terlindung oleh selaput dan cairan ketuban. Cairan ketuban adalah peredam kejut yang sangat baik, sehingga gerakan saat senggama maupun kontraksi rahim saat orgasme akan teredam dan tidak mengganggu janin.Ejakulasi yang terjadi juga tidak akan membuat sperma menjangkau janin karena selaput ketuban yang melindungi. Penis pasangan anda juga tidak akan menyentuh bayi. Tapi jika kenyamanan adalah masalahnya, tentu ada baiknya anda bicarakan dengan pasangan mengenai posisi pilihan.
- Orgasme memicu kelahiran prematur
Orgasme dapat memicu kontraksi rahim. Namun kontraksi ini berbeda dengan kontraksi yang dirasakan menjelang saat melahirkan. Penelitian mengindikasikan bahwa jika anda menjalani kehamilan yang normal, orgasme -dengan atau tanpa hubungan intim (yang berarti para lelaki tidak perlu melakukan penetrasi penis, cukup 'lainnya')- tidak memicu kelahiran prematur. - Khawatir saja.
Jika anda memiliki sindrom pra-menstruasi, besar kemungkinannya anda akan mengalami mood swing yang lebih parah saat hamil. Ini tidak saja berpengaruh terhadap hasrat seksual, tapi juga kekhawatiran yang cenderung berlebih pada dampaknya.
Perhatikan beberapa hal ini
- Jika anda memilih seks oral, pastikan pasangan tidak meniupkan udara ke dalam vagina. Walaupun jarang, tapi masuknya udara ke dalam pembuluh darah (emboli) dapat berakibat fatal bagi anda dan janin. Jadi sebaiknya dihindari sebisa mungkin.
- Hindari berbaring telentang selama berhubungan intim. Jika rahim (dan janin) menekan pembuluh darah utama di bagian belakang perut, anda dapat merasa pusing (lightheaded) atau mual. (tapi jika anda tidak bermasalah dengan posisi ini, lakukan saja)
- Jika anda memang tidak ingin melakukan hubungan seksual, katakan apa adanya pada pasangan anda. Cemas, tak nyaman, tidak tertarik sama sekali (no desire), atau tidak memungkinkan (harus menghindari), adalah beberapa alasan yang umum.
Cinta tak hanya sekitar selangkangan, kok. Pelukan yang hangat, ciuman mesra, atau pijatan yang nikmat juga merupakan bentuk perhatian seksual. Dan pasangan anda adalah orang yang paling wajib untuk mengerti segala ketidaknyamanan yang sedang anda rasakan.
- Paparan pada penyakit menular seksual (PMS) selama kehamilan meningkatkan risiko infeksi yang dapat mempengaruhi kesehatan kehamilan dan janin. Jika anda berganti pasangan seksual selama kehamilan, gunakan kondom saat berhubungan intim.
- Berkaitan dengan penyakit menular seksual: Safe sex is no sex. Keamanan 100% adalah ketika tidak berhubungan seksual. Ini tidak berarti suami-istri sebaiknya tidak berhubungan intim. Namun jika anda termasuk yang sering berganti-ganti pasangan seksual, camkan hal tersebut baik-baik. Anda mungkin tidak akan pernah tahu hingga saatnya menyesal.
Pilihan posisi nyaman dan aman
Beberapa posisi yang nyaman untuk dicoba adalah:
- Perempuan di atas. Posisi ini memungkinkan perempuan untuk memegang lebih banyak kendali atas gerakann. Anda dapat membuatnya lambat atau cepat, sambil mengontrol kedalaman penetrasi.
- Posisi menyamping berhadapan dengan pasangan. Tarik satu kaki untuk memberi ruang pada pasangan untuk melakukan penetrasi.
- Posisi menyamping namun tidak berhadapan. Pria dapat melakukan penetrasi dari belakang (tetap vaginal), yang tidak menyebabkan tekanan pada perut dan penetrasi yang tidak terlalu dalam. Posisi ini cukup nyaman dilakukan sepanjang masa kehamilan
- Perempuan bersangga pada lutut dan tangan. Yes, doggie style. Posisi ini memungkinkan tidak terjadi tekanan langsung pada perut, meski jika kehamilan membesar, perut dapat menyentuh alas.
- Perempuan duduk di pangkuan pasangan. Ketika hamil belum terlalu besar, posisi berhadapan dapat dilakukan. Tapi ketika perut semakin membesar, posisi tidak berhadapan dapat dipilih
Di luar pilihan posisi tersebut, anda bisa saja tetap memilih posisi perempuan di bawah, jika itu yang dirasa paling nyaman. Tentu laki-laki harus menyesuaikan, dengan tidak menimpakan berat badan seluruhnya melainkan bersangga dengan tangan atau lutut.
Ketika sebaiknya tidak berhubungan seks
- Placenta previa
Ini adalah keadaan ketika plasenta (sebagian atau seluruhnya) berada di bagian bawah rahim, menutupi mulut/jalan keluar janin. Plasenta sebagai pemasok makanan, normalnya terletak di atas rahim. Jika penetrasi menekan mulut rahim, dikhawatirkan akan terjadi perdarahan. - Kelahiran prematur
Ibu hamil dapat diduga mengalami kelahiran prematur jika mulai mengalami kontraksi reguler sebelum usia kehamilan 37 minggu, yang menyebabkan mulut rahim mulai membuka. Orgasme dikhawatirkan akan memicu kontraksi.Selain itu paparan terhadap hormon prostaglandin di dalam semen (cairan sperma) juga dapat memicu kontraksi, yang -walaupun tidak berbahaya bagi kehamilan normal- harus diwaspadai jika anda memiliki risiko melahirkan (janin) prematur. Jika tetap memilih berhubungan seks, keluarkan sperma di luar.
- Perdarahan (flek/vaginal bleeding)
Perdarahan dapat dikaitkan dengan tanda-tanda keguguran. Maka sebaiknya hubungan seksual dihindari. Kecuali jika dokter anda menyatakan bahwa flek yang anda alami adalah gejala normal yang kadang terjadi, tergantung usia kehamilan, kondisi janin, volume dan rupa flek, dan kondisi anda sendiri. - Mulut rahim (cervix) lemah
Jika mulut rahim mulai membuka secara prematur, seks dapat meningkatkan risiko infeksi. - Janin kembar
Jika anda mengandung janin kembar, dokter/bidan mungkin menganjurkan untuk menghindari berhubungan intim saat kehamilan memasuki trimester tiga, walaupun hingga saat ini belum ditemukan ada hubungannya antara seks dengan kelahiran kembar prematur.
Seberapa sering?
Tidak ada patokan yang ketat tentang batas seberapa sering hubungan seksual dapat dilakukan selama kehamilan. Sepanjang kondisi kehamilan anda baik-baik saja, berapakalipun tidak masalah.
Walaupun demikian, ada baiknya anda memperhitungkan dampaknya agar tidak terlalu letih. Anda tentu tidak ingin ‘dipaksa’ istirahat dan merasa tidak senang hanya karena terlalu menikmati kesenangan hingga lupa diri. Sungguh ironi, bukan?
Setelah melahirkan: kapan mulai berhubungan seks lagi?
Tubuh anda memerlukan waktu untuk pulih ke keadaan normal seperti sebelum hamil, entah anda melahirkan melalui vagina atau dengan operasi. Banyak dokter menyarankan untuk menunggu setidaknya 6 minggu sebelum mulai berhubungan intim. Periode ini memberi waktu bagi mulut rahim untuk kembali menutup dan jahitan atau perlukaan untuk sembuh.
Sekadar selingan. Ibu mertua saya pernah bercerita bahwa kenalannya mengaku mulai berhubungan seks kembali tidak lebih dari 30 hari setelah melahirkan. Luar biasa. Yang terpikir oleh saya hanya sakitnya. "Duh, apa ngga nyeri, ya? (sambil mengingat luka episiotomi dan bengkak yang terjadi saat melahirkan anak pertama)", saya membatin sambil meringis.
Apabila anda merasa terlalu sakit atau lelah (melahirkan dan mengurus bayi baru lahir sangat melelahkan, lho!), bahkan sekadar untuk memikirkan seks, pertahankan keintiman dengan cara lain. Telepon atau pesan singkat beberapa kali dalam sehari, berendam, bersantai di spa, atau luluran, adalah beberapa cara yang dapat dicoba.
Ketika anda merasa siap untuk kembali berhubungan intim, mulailah perlahan. Take it slow. Santai saja. Dan gunakan metode yang dapat diandalkan sebagai alat kontrasepsi. Menyusui secara eksklusif (dianjurkan selama 6 bulan) akan memberi anda perlindungan optimal.
Dengarkan tubuh anda
Semua anjuran atau peringatan ini belum tentu berlaku untuk semua orang. Setiap perempuan dan setiap kehamilan adalah unik. Yang berlaku untuk satu perempuan mungkin tak dapat diterapkan oleh perempuan lainnya. Dan antara kehamilan satu dengan lainnya juga mungkin tidak sama.
Yang paling penting; ‘dengarkan’ apa yang dikatakan tubuh anda. Walaupun 6 minggu telah terlewati, tapi jika tubuh anda merasa belum siap, jangan paksakan diri. Lagi-lagi pasangan anda adalah orang yang paling patut untuk mengerti dan berempati atas apa yang sedang anda alami.
Patut dibaca:
- Sex during pregnancy. Must read.
- Sex during pregnancy. What's OK and what's not?
- Sex after pregnancy. Penting!
- Old wives' tales. Mitos. Siapa bilang orang 'barat' tidak punya mitos?
- 10 things that might surprise you about being pregnant. Hal-hal yang (sangat) mungkin terlewat untuk dikatakan oleh bidan/dokter kandungan anda.
- Pregnancy myths and tales. Mitos. Lagi.
- Sexual dysfunction in women. Saat hamil? Wajar saja.
Mohon koreksinya atas kesalahan istilah yang ada. Terimakasih.

Boleh gak boleh ikutan vulgar
Untuk para pria:
Ketika berhubungan intim usahakan pasangan mencapai orgasme terlebih dahulu. Ini diperlukan kerjasama dengan pasangan. Maksudnya, pria dapat menanyakan model belaian seperti apa yang paling disukai. Tentu tidak monoton, di lain waktu tanyakan lagi, wanitapun adakalanya menginginkan variasi. Kembali ke soal orgasme, pria hendaknya bisa menahan diri. Jangan biarkan wanita melongo sementara pria sudah keok, lalu ngorok.
Posisi sangat individual, bergantung kesepakatan berdua. Namun menurut hemat saya, tak ada salahnya pria mengalah, mendahulukan wanita orgasme dengan posisi yang dikehendakinya adalah tindakan bijaksana.
Setelah episode tautan usai, peluk dan belailah wanita pasangan anda. Tak harus dengan semburan ungkapan mesra. Tentu tak ada larangan jika pria ingin mengungkapkannya, misalnya: *ah gak jadi, tanya wanita aja ya*
Untuk wanita:
Wanita jangan segan menunjukkan area yang peka sampai yang paling peka (boleh tanpa kata), misalnya dengan membimbing tangan pria menelusuri area sensitif. Tak kalah penting adalah tekanan dan kecepatan usapan (belaian) atau bentuk rangsangan lainnya. Jika terasa tidak nyaman saat foreplay, wanita dapat mengingatkan, sekali lagi tidak harus dengan kata-kata. Misalnya memegang tangan pria (jika dengan tangan) dan menggerakkannya sesuai kehendak wanita. Hamil, seperti sudah dijelaskan di atas, tidak menghalangi wanita untuk menikmati orgasme. Sehari sebelum melahirkanpun boleh berhubungan intim, sepanjang memberikan rasa nyaman dan tidak merasa terganggu.
Oya, sepanjang apapun rudal pria, tak akan sampai ke janin, karena dilindungi cervix yang cukup tebal dan kenyal.
Wah sip, Bu Lita menyediakan ruang berbagi.
Btw, saya koq gak begitu percaya pemilik Blog tidak tersenyum geli saat membaca pertanyaan atau tanggapan. Apalagi jika membacanya bersama bapaknya Daud, ehm ehm … huuunnn, gitu kan ?
hiks…acara untuk yang berkeluarga :p
*pindah cenel kartun aah…xixixi..
hadir! **mo koment apa yaa?**
jadi inget acara dokter hani di radio mara bandung, tiap selasa malam jam 22.00-23.59
suling baghdaaaddd…
)
*manyun*
belum bisa praktek…
jadi ingat dr. naek l.tobing..
Ikutan vulgar ngomentari cak Moki :
Untuk pria :
Nggak usah cemas cak, toh kalo kita sudah ejakulasi duluan khan masih bisa digoyang tuh buat giliran mencapai orgasme istri, santai aja yang penting sama-sama terpuaskan baik sekali maupun berkali-kali
Untuk Wanita :
Nggak usah pake malu, sama suami kok masih malu
Cak Moki
Weits, panjang tur lengkap nih. Terimakasih…
Lha, cak, saya ketawa sampe guling-guling juga sampeyan ndak tau, toh? Intinya: tidak saling melihat.
Soale, yang mengundang senyum itu sebetulnya rupa si penanya. Kalau dia malu-malu, yang ditanya akan terpancing untuk menggoda. Kalau yang nanya biasa-biasa saja, ya sama-sama biasa saja, atau malah yang ditanya yang malu.
Seperti kalau mau beli kondom. Persis. Seolah salah satu ‘harus’ malu hehehe…
Eh, jarang lho saya baca komentar bareng sama suami. Biasanya gantian, sesuai shift jam kerja masing-masing
Oon
He, kata siapa acara kartun itu hanya milik anak-anak, ha? Anime hentai juga banyak xixixixi… hayooo…
Iway
Ya, sudah dicatat di presensi. Komen apa aja, nanya juga boleh. Gak harus dijawab, kan? Hehehe…
Anjak
Ah dikau ini lho, aku sampe harus kontak dirimu via japri cuma buat nanya suling gak jelas itu
Dulu rajin nyimak ya, Njak? Atau sampe sekarang masih? Aku juarang banget nyimak siaran radio, sih.
ManusiaSuper
Gak pegel tuh manyun beberapa tahun?
*kabur*
Cahyo
Asli pak, saya bukan seksolog, apalagi laki-laki hehehe…
Biho
Kalau sudah ejakulasi bukannya jadi lemas? Tapi memang tetap masih ada kemungkinan titik vital tersentuh, atau istri sudah ‘dekat’, jadi tetap bisa orgasme.
Kadang, di forum konsultasi seks, suami suka ‘ribut’ kalau dirinya orgasme duluan dan istrinya belum. Lalu bertanya bagaimana caranya supaya lebih ‘kuat dan tahan lama’, lalu mencari suplemen ini-itu.
Saya pikir alasannya dua: istrinya batal mendapat orgasme (sekali mungkin gak papa, tapi kalau terus-terusan kan ya mangkel juga), atau si suami merasa kalah ‘gagah’.
Ngapain panik, ya? Bukankah masih ada jari? Ups… :p
@ ManusiaSuper
Halah ngaku manyun tapi masih sering download M*y*b*!
hiks .. istri saya udah masuk semester tiga,… biasa biasa aja tuh … sama aja awal2 dulu ..
wah semester 3 berarti 1,5 tahun.boleh koreksi ya,trimester pak.selamat kalo lancar2 aza.
hmmm…gak ngerti nih pada ngomongin apa…maklum masih kecil…. :p
@ mba lita
baru 23 tahun mba manyun-nya, tenaang…
@ Amd
dimana-mana pembunuhan karakter hobinya…
Saya belum pernah download miyabi! (asia carrera sering…)
kelihatannya bahasannya buat yang udah cukup umur ya? *rating pending*
eh, tapi edisi majalah ayah bundanya masih ada gak ya?
penasaran sama gambarnya….
hemh, apapun kondisinya minumnya tetep susu ibu kekeke, simbah melihat ibu hamil itu kelihatan sexy banget lho,tapi tidak dengan wanita yang perutnya buncit karena lemak,,beda kan? so, tancap teruuus,gas pol rem pol
good-good
ada yang mo ta koreksi tapi ga usahlah, hehehe
maklum belum merit
iya kenapa musti takut lalu mengurangi aktivitas seks ketika hamil? kalau menurut dokter tidak ada masalah dalam kandungan, ya monggo dilanjut bae… hehehe..
saya pun dulu, masih sering “nengok” sang jabang bayi, di hari-hari terakhir sebelum lahiran. tetap nyaman kok asal tahu gayanya..
wakakaka
wah wah nice posting Bun!! Tq yah knowledgenya
(pas bgt soalnya buat saya
)
ini agak serius mbak lita. ehm…dokter spog saya dulu menyarankan kalau sudah 9 bulan ke atas, disarankan malah sering2 berhubungan badan. karena sperma dapat merangsang kontraksi yang dibutuhkan ibu hamil di kehamilan akhir. demikian.
btw, aku mikir, apa mbak lita baru hamil lagi, terus cari referensi ttg seks dan kehamilan trus posting disini?*nuduh*
asyik, daud punya adik lagi….;-)
Amd
Ssst… jangan berantem di sini. Ntar ganggu tetangga yang lagi asik. Kasian kan
Indra
Biasa aja kok pake ‘hiks’? Biasa sejak dulu adem atau biasa sejak dulu tetap ‘giat’ seperti pengantin baru? :p
Fisto
Kecil apanya, mas? *kalem*
ManusiaSuper
Yeuh, tapi tau juga yang disembunyikan oleh bintang-bintang
Sapa tuh asia-asia itu? Temennya miyab* ya?
Kasian bener manyun 23 taun. Kasian yang lihat, kasihan ibumu, nak… Masa dikasih manyun mulu :p
Zuhra
Ratingnya ‘dewasa’. Yang merasa sudah dewasa tidak perlu ‘bimbingan orangtua’ :p
Bukan ayahbunda, deh. Tapi Parentsguide.
Gambarnya? Sepasang suami istri bule, masih berpakaian. Masih tertarik?
Mbah Keman
Walah mbah… gitu tho. Saya ndak ngerti gimana ibu hamil bisa seksi. Tapi kalau ibu hamil kelihatan lebih cantik atau bercahaya, memang ada penjelasan logisnya. Ada di salah satu taut yang saya berikan sebagai referensi itu.
Gas pol rem pol? Gak jalan dong, mbah?
Kenji
Lha, mau mengoreksi ya koreksi aja. Emang ada hubungan apa dengan merit?
Eep
Waks! Jangan-jangan janinnya bosen ditengok melulu, makanya milih keluar aja? Weqeqeqeq…
*asli bercanda*
Rara
Semoga membantu ya, mbak Rara
Cahyo
Halah asli nuduh
Ngga kok, saya ngga sedang hamil. Ini untuk memenuhi janji saja, sebagai jawaban atas todongan karena saya sudah berkomentar ‘ibu hamil ya tetep pengen, lho’ di blog cak Moki hehe…
Tentang hormon yang terkandung di dalam sperma.
Ya, sampai sekarang masih ada dokter yang berpendapat demikian (dokter langganan saya juga). Hanya saja penelitian terbaru ternyata tidak mendukungnya.
Pembandingnya (yang tidak melakukan hubungan intim pada usia kandungan 9 bulan ke atas) tidak lebih lambat melahirkannya atau lebih lemah kontraksinya. Prostaglandin memang dapat merangsang kontraksi, tapi tidak cukup kuat untuk menginduksi proses kelahiran.
Demikian. Mohon dikoreksi salahnya.
Mbak..ga ngertilah vivi tentang apa yg terkandung dalam sperma.. Tapi, pengalaman pribadi nih.. anak #1 pas hari perkiraan lahir saia blom ngrasain ada tanda2 kelahiran.. trus kaka’ nyaranin bokapnya suruh nengok.. So, dengan semangat 45 *emang doyan dhing* siang di panas terik itu jadilah kita berkeringat..hihihihi… Alhamdulillah, sorenya trus berasa pegel-pegel, paginya dah lahir deeeh.. begitu pun dengan anak-anak berikutnya.. (wogh..emang berapa yaaak…??) Ada lagi mbak… temen-temen vivi yang telat tak saranin seperti itu.. lha kok ndilalahnya ya trus lahir tuh..?
Kebetulan ‘kali yaaa..??
nah,
ini informasi yang aku pengen tau…
tadinya aku pikir, kalo istri hamil, musti “libur”.
tanya orang2 yg udah menikah, mereka malu malu jawabnya… huh!
terima kasih mba…
mulai sekarang kan aku jadi bisa mempersiapkan pengetahuan-pengetahuan setelah menikah…
jadi tinggal menikahnya deh…
hihihi..
Humm
*nge-bookmark*
buat panduan kalo besok2 hamil
Salam kenal,mbak
Btw, dr dulu sering liat blog ini, tapi selau lama banget load-nya. Knp ya?
Entah karena efek apa, saya ngeliat gambar Mic Pisang yang ada di blog ini kok ngebayanginnya langsung ke penis yah
)
Didats
(ya iya lah, jelas-jelas ada posting ini yak)
Oh gitu ya, Dats?
Kamu gak nanya sama aku, sih. Gak malu-malu deh jawabnya
Nah, ‘tinggal menikah’nya itu yang penting. Langkah pertama selalu penting, kan? Hihihi..
Tambah bulet aja, Dats (wajahmu itu lhooo) :p
Fadillah
Ada beberapa kemungkinan:
1. Server yang kami gunakan sedang sibuk (beberapa waktu belakangan ini makin sibuk saja).
2. Ukuran citra yang digunakan blog ini ‘terlalu besar’ untuk kecepatan transfer data dan lebar pita yang digunakan.
3. Akses bertepatan dengan ‘jam sibuk’ (jam sibuk jaringan atau jam sibuk blog ini hehehe)?
Alasan-alasan itu bisa saja kurang logis, ngawur, atau lainnya yang tidak memuaskan, berhubung saya sendiri termasuk gagap teknologi :p
Mohon maaf jika kurang membantu hehe…
Salam kenal juga, mbak Dilla
Aku suka banget gambar rumah yang dipakai jadi header image!
Leeloos
Efek judul
Anda orang kedua yang berkata demikian. Orang pertama mengatakannya pada saat posting yang tayang di halaman depan juga bertema seksual. Gimana?
Yang mendesain gambar sama sekali ngga ada punya maksud seksual, katanya. Malah gak kepikiran sama sekali
mmmmm,nngggg… ini Bahas apa?Wah kok IQ-ku nggak sampi ya..
@ Didats
Dulu waktu saya hamil ada kerabat yang bilang supaya “puasa” dulu sampe bayinya lahir biar bayinya putih bersih. Itu mitos Jawa sepertinya.
Di salah satu episode Friends: saat Rachel hamil dan usia kandungannya sudah lewat dari due date, sang dokter menyarankan beberapa alternatif untuk menginduksi diantaranya: sering2 berjalan kaki, makan makanan pedas, dan yang paling manjur adalah seks. Ternyata itu ga valid ya?
Aku lg hamil 9 bln, kalo kata KD tinggal: “menghitung hari…..detik demi detik….”.
So far, i’ve been blessed, bener2 gak ada keluhan yang “mengganggu” bahkan yg normal sekalipun.
Ngidam gak seberapa (keenakan si Abang banget nih..). Punggung pegel, betis pegel, kaki kram jg bisa diitung pake jari tangan. Edema (betis n kaki gembung) jg cuma sehari dua hari itupun krn abis kecelakaan motor terus dengkul kiri bonyok dan gak bisa bergerak bebas. Besoknya setelah dibawa gerak lagi, ya hilang gembung nya….
Semua “anugrah” ini, kalo menurut sahabat aku dan aku juga setuju, adalah karena aku dan suami tetap rutin berhubungan intim. Mulai dari sejak tahu hamil sampe sekarang, kapanpun alam memanggil, selama kita berdua sama-sama mau, kita maju terus pantang mundur….
Hubungan intim itu menurut dia bisa memicu “happy hormone” yang pada gilirannya bikin fisik dan mental lebih sehat. Badan lebih “presh” kalo di vocab-nya si Abang. Kayanya masuk akal juga.
Soal menemukan posisi yg nyaman tiap tahap kehamilan, sebelumnya kita gak punya referensi dari mana-mana, alam dan insting yang mengajarkan hehe….
@ leeloos,
*ngernyitkan dahi sambil melotot*
Masa iya sih, yakin persis ? *ampuuunnn*
ups, salah alamat nih kayaknya ….
stlh diamat-amati dgn teliti, ada kategori baru rupanya di blog ini, ladies corner *manggut2*
pelipur lara selama hamil tuh xixixi…..
Kalau yang “hamilnya” suami bgm ya gaya/posisinya yang paling nyaman…? wakakakk
Eh iya.., ada ceritanya kenapa bayi pas lahir nangis.. dia kaget.. yang suka nengok kan gundul bin botak, pas dia keluar.., kaget kok jabrigus…
hehehehe
Teh Litaaa….
Apa kabar?! wah, blognya bagus deh..
btw, sepengalamanku, hubungan sex selama hamil ok-ok aja asalkan kondisi si wanita baik (dalam arti rahim tidak lemah, tidak mudah mengalami pendarahan, dll).
Trus, kalo soal gairah istri yang naik turun (tergantung trimester-nya), kayaknya nggak juga ah..
aku sih tinggi-tinggi aja.. hehehehe..
Trus, memasuki trimester kedua dan ketiga, posisi woman on top udah mulai susah tuh..
Hananto
Kalau sambil loncat-loncat (supaya sampai), nanti malah tulisannya ngga kebaca, pak
Baca bagian ‘Dengarkan tubuh anda’ aja, deh. (lha, tulisan sepanjang gini, isinya cuma 2 paragraf pendek hihihi)
Indah
Untuk berjalan, sepertinya untuk menguatkan otot panggul, melatihnya supaya pas melahirkan tidak kram (kaki, panggul), dan ‘memantapkan’ posisi bayi ketika turun ke jalan lahir, ya.
Makan pedas, aku baru dengar sekarang
Seks, well… memang memicu kontraksi. Bisa jadi dugaan itu muncul pada pasangan yang tetap berhubungan hingga menjelang saat melahirkan, jadi diasumsikan ada hubungan ’sebab-akibat’. Atau, karena kadar hormon dalam sperma (yang tumpah di dalam) yang -walaupun sedikit- dapat membantu memicu dimulainya kontraksi pengawal proses persalinan.
Ini duga-duga aja, sih. Belum dapet artikel yang membahasnya khusus.
Dewi
Nah, setuju banget. Alam dan insting
Hanya saja, untuk sisi keamanan (dan kesehatan), orang cenderung butuh bahasan yang lebih ‘ilmiah’, begitu.
Ini ilmiah gak sih? Hehehe…
Cak Moki
Sudah kelihatan belum, cak?
Saya melihat pakai memiringkan kepala, mata disipit-sipitkan atau berbagai gaya lain, tetep gak merasa mirip.
Luthfi
Coba itu ya, lebih teliti lagi melihatnya. Tulisan ini masuk ke dua kategori.
Baru merhatiin kategori itu ya? Udah agak lama kok
nYam
Ahahahah… ada aja. Itu kalo suami ada di sisi. Kalo ngga ada? Tetep jadi pelipur lara gak?
*ketawa devil*
Eep
Heh? Tanya aja ke Junior, yak. Kali dia pernah hehehe…
Walah, guyonnya asli ‘kasar’ nih
PutPut
Ini Put yang mana, ya? Dikaukah adik kelasku itu?
Alhamdulillah kabar baik
Soal gairah, ya itu kan keadaan umum aja. Asik dong ya kalo tinggi terus

Iya ya, mulai susah karena tulang punggung sudah makin melengkung. Tapi untuk penetrasi kan jadi lebih bebas, dan perempuan bisa mengatur ritmenya sendiri
Ah soal posisi mah, terserah gimana nyamannya aja. Betul?
Posting yang menarik…
Tapi misalnya hamil terlalu sering (baru melahirkan sudah hamil lagi) apa bisa berbahaya ya??
Tambahan:
Itu yang saya disuruh “puasa” nggak saya turuti (maaf ya Tante…) klo dituruti bisa2 saya langsung ditalak ama suami. Soale habis nikah langsung hamil, masa’ sih pengantin baru disuruh puasa 9 bulan
Oya, selain makanan pedas masih ada herbal tea ama castor oil. klo di Indonesia bukannya lebih banyak lagi ya? Ada minum minyak kelapa, rumput fatimah, dll
waduhh bacaan buat para mami dan calon mami, hmmm ka’nya perlu di print n dibundel buat bekel hihiii mo piknik kale bawa bekel sgala. tapi kapan kepakenya ya??? sgghhh….ka’nya masih luaaaaaaaaammaaaaaa
bisa ja kepake,,,,,
kl da kemauan tp ati2 di jalan.hehehehe
jadi ‘malam sunnah rosul’ tetap dapat dijalankan ya bu…
hihihi…. baru kali ini denger ada orang lain (selain suami) yang nyebut malam “sunah rasul”.
:)
Wahyu
Hamil yang terlalu sering (tapi seberapa sering, nih?) dan dalam rentang waktu yang cukup singkat dapat menyebabkan berkurangnya elastisitas otot yang menopang rahim.
Lagipula organ reproduksi juga butuh waktu untuk memulihkan kondisi, walaupun setelah melahirkan spontan dinyatakan sehat dan baik-baik saja.
Ini adalah alasan yang paling penting untuk merencanakan kehamilan, selain kesiapan mental ibu. Ada lho ibu yang baru 4 bulan sebelumnya melahirkan dengan operasi caesar sudah hamil lagi. Kasihan ibu (kaget dan masih capek), kasihan tubuh ibu (luka operasi belum sepenuhnya pulih), kasihan bayi (perhatian ibu harus terbagi pada saat dia masih sepenuhnya ditopang ibu), kasihan yang lain (suami dan anggota keluarga lain).
Indah
Sekarang sih item, maen mulu dari pagi sampe sore!
Hauhau… anakku pas lahir putih tuh
Herbal tea buat apa tuh? Minyak kelapa katanya biar melahirkannya lancar (karena licin kali, maksudnya hehe… ). Rumput fatimah katanya untuk menginduksi kontraksi. Tapi malah disarankan jangan, tuh sama dokter. Nah lho.
Ndahmaldiniwati
Sedia bekal sebelum piknik
Kepake lah, asal gak lupa aja ditaro di mana hehehe… Ntar kelupaan saking udah lama kelewat :p
Danu
Asli saya baru kali ini tahu istilah itu, pak. Hehehe…
Ya jalankan saja. Bagian dari kenikmatan dalam pernikahan
Dewi
Jangan-jangan mas Danu itu suami mbak? Nyaru hihihihi…
*becanda, mbak*
masih jomblo dan belum menikah, apgred ilmu sex nya dulu, wakakaka!
nice info
Raffaell
Upgrade ilmu tak terbatas status, kok
Dedi
Semoga bermanfaat.
Wilujeng, pak guru
Woa.. Keren nih.. Jarang2 ada yang mau nulis “edukatif seks” seperti ini..
kecilin volume ah, gak enak didenger tetangga sebelah
gimana sich rasanya, waktu MP, skit gk ya? napa byk yg blg skit.
Sherlie
Iya, mbak Sherlie. Masih jarang, ya. Padahal yang butuh banyak
Semoga berguna
Ryu
Kalau volume suara terlalu besar, acara apapun jadi gak enak didenger tetangga lho
*pengalaman jadi tetangga yang keki karena denger suara kenceng banget beberapa kali dalam sehari*
Wanie
Ngga selalu sakit. Hanya saja, kalau belum pernah berhubungan seksual sebelumnya, dapat dimengerti jika otot vagina masih sangat kencang sehingga liang tertutup rapat dan lebih sulit dipenetrasi.
Selain itu juga ada halangan psikologis. Kalau sudah tegang, takut, panik, tubuh akan bereaksi sesuai yang kita rasakan. Makin tegang, makin sulit penetrasinya. Makin dipaksa, makin sakit.
Kalau dalam keadaan santai, nyaman, dan lubrikasinya cukup, biasanya tidak sakit.
Sudah cukup menjawab?
kalau masalah seks dan orgasme,
gimana kalau wanita yang nggak pernah orgasme sama suami tapi dia bisa orgasme dan merasakan kenikmatan yang sangat dengan selingkuhannya. gimana itu?
wah pas banget istriku lagi hamil yang pertama.
thanks, bisa nambah-nambah ilmu.:)
salah masuk cenel. pindah cenel dulu ah.
aku suka kale…………. ma literatur ne….ya,walaupun blom tau rasanya,tapi ni cukup tuk pengetahuan.biasa,masih smstr 4 ciiii….so,mesih dalam proses pengetahuan.thanks ya mbak lita atas pengetahuannya.SUKSES BUAT MBAK….
Lita ini apa seksolog temennya Wimpi Pangkahila dan Boyke?
Perempuan laki-laki memang harus terbuka toh? Di Al Quran pun disebut: boleh maju, boleh mundur asal di tempatnya.
Ditunggu bahasan lain berdasar pengalaman.
Penjaga Sanggar Mewah
elfarid.multiply.com
Saya bukan dokter, apalagi seksolog.
Malah baru dengar nama yang pertama itu
Bukannya: ‘datangi dari mana saja, asalkan di tempatnya’?
Terimakasih sudah menunggu.
Maaf sedang ‘cuti’ dulu, asisten sedang mudik
Betul koreksinya, dari mana saja (atas, bawah, depan, belakang)
Kebetulan istri juga sedang hamil anak ke-2 (8 bulan).
Wanita memang perkasa, ya. Dia nggak mau diam, masih saja kerja ini itu. Ya barangkali begitu hiburan kalau hamil.
Salam kenal
hmmm…jadi pengen hamil neh ;D
lucu pastinya..hihi..(ups,tapi sayang belom merid
hmmmmm, pengen hamil..? belum merid..?
calon yang akan menghamilinya dah ada belom..?
:)
Makasih atas informasinya..
saya mengalami pendarahan…setelah berhubungan dengan suami..
ada apa ya..?
kehamilan saya berusia trisemesterpertama..
mungkin ada penglaman yang serupa dengan saya..
sempat kalut, tapi setelah di USG…janin dalam keadaan sehat..
sebenarnya ada apa ya..?
apa masalah karena “kegiatan ini” dilakukan dengan bersemangat..?
Mohon doa..semoga kedepannya baik-baik saja..
Salam kenal buat semua
hi..semuanya ikutan berkabung dong..
mungkin kalian semua punya solusinya buat aku…
aku baru saja menikah sebulan lalu akan tetapi pria yang menjadi suamiku ini bukanlah pilihanku melainkan pernikahan atas dasar balas budi kedua orang tuaku(mungkin pabila aku ceritakan tak cukup seharian)singkatnya..bisa gak yah aku hamil tanpa berhubungan intim oleh mantan pacarku,sementara ini aku blum berhubungan intim dengan suamiku dengan alasan menstruasi.kalu boleh aku bertanya…
1.dapatkah aku hamil tanpa berhubungan intim???
2.dan kalau bisa bagaimanakah caranya???
3.munkin ada sebuah tempat yang bisa aku kunjungi???
4. dan berapakah biaya yang harus aku keluarkan???
5.apakah perbuatan tersebut bisa juga dikatakan selingkuh / berzinah???berdosakah saya???
duh… untung aja aku buka situs ini klo gak.Bisa kekurangan pengetahuan tentang seks n’ kehamilan nih.
btw aku seorang istri yang baru berusia 18 tahun sedangkan suami ku 26 tahun dan sekarang aku lagi hamil 5 bulan.Dalam perkawinan kami niatnya belum mau punya anak karna usia ku masih muda, tapi apa mau di kata ALLAH berkehendak lain jadi aku harus menerimamya n’ mensyukurinya.Padahal papah ku juga ingin punya cucu jadi pas banget yah….
Alham..kita nikah di bulan november 06 dan sekarang menginjak 9 bulan perkawinan kita jadi aku kosong selama 5 bulan.
Pada bulan Mei 07 aku coba periksa kebidan karna sudah 1 bulan aku tidak haid dari tanggal 5 April 07 sampai waktunya dan alham… hasilnya positif.KOmentar suami seneng banget dan ortu aku pun senang tapi sayang mertua ku sudah tidak ada semenjak menikah tapi aku yakin mereka juga pasti senang di akhirat sana.Jadi alham…
SElama trimester pertama kehamilan aku gak muntah - muntah n’gak pusing cuma hanya perut enek - enek aja..
Oya sempat keluar coklat - coklat sewaktu kandungan ku 5 minggu, kemudian aku beroabat dan kata dokter “jangan sering berhubungan dulu”.iya,jawabku.
Namun Dokter hanya kasih obat penguat kandungan dan vitamin.Dan sampai sekarang alham.. kandungan ku sehat - sehat aja walaupun kita sering berhubungan intim kok…so don’t worry
mmmmm mungkin ini hanya sebatas CURHAT aja. Semoga buat suami istri yang belum dikasih keturunan sama yang di atas sabar aja yah….tapi yang sedang hamil untuk saya juga harus banyak - banyak bersabar. SEKIAN,thx
mo nanya nich. kalo sperma yang masuk vagina pada wanita hamil tiga bulan, apakah sperma tersebut akan menjadi bakal janin. ditunggu jawabannya secepat mungkin. makasih
Jawaban singkatnya: TIDAK
Perempuan tidak mengalami ovulasi (pelepasan sel telur) saat sedang hamil. Karena tidak ada yang dibuahi, ya tidak hamil.
Tidak bisa hamil ‘bertumpuk-tumpuk’
bagaimana jika 2 sel telur yang lepas dari masing-masing indung telur (dari kiri dan kanan) ? apakah mungkin terjadi pembuahan ganda ? pembuahan seperti apa yang terjadi pada bayi kembar yang memiliki jenis kelamin yang berbeda? bagaimana kemungkinan hal tersebut terjadi?
waktu apa ya yg tepat untuk berbuat seks ?
Apakah boleh kita melakukan seks dengan istri, selama masa kehamilan?
mungkin ini pertama kali aku membaca mengenai situs kehamilan, so thank.. for all.. lain kali gue amkan ngasih info juga kalo ada…?
Thanks for info..kebetulan browsing ttg sex di masa kehamilan, eh nemu blog-nya mbak Lita. Mau nanya ni mbak, kalo ibu hamil katanya wajar ya mengalami penurunan gairah sexual? sy sdg hamil 30 minggu. Sudah beberapa bulan terakhir ini saya merasa kurang bergairah berhubungan dgn suami, awalnya berhasrat, tapi setelah “main” kok jadi males…ga selera ama suami, kayanya hampir semua aktivitas yang dilakukan suami selama berhubungan salah. Kadang saya jijik, sebel liat suami bahkan kayanya sensitivitas beberapa organ tubuh menurun, jd tidak terlalu terangsang. Akibatnya lubrikasi kurang & suami frustasi sendiri krn susah penetrasi. Setelah itu suami jd kebawa menurun gairahnya..krn sy juga suka mengkontrol suami pada waktu berhub (dgn gerakan, isyarat, atau ucapan).Hiks2 parah ya mbak? Sy mhn solusinya ASAP ya? Thanks
Vivi
Yang paling akurat, hanya Tuhan yang tahu hehehe…
Saya sendiri punya pengalaman yang berkebalikan, jadi cenderung lebih percaya pada penjelasan bahwa pengaruh hormon dalam sperma tidak signifikan untuk memicu persalinan (kecuali memang sudah tiba saatnya dan waktunya tepat sekali).
Kimi
Sila dibaca ulang dari judul sampai selesai.
Okami
Sama-sama.
Trie
Kalau sedang hamil atau menstruasi, hormon banyak sekali berpengaruh dan seringkali membuat banyak hal jadi ‘berantakan’. Ngga papa, bukan hal yang aneh ketika ibu hamil malas, ngga berselera, atau malah sebel sama suami hehehe…
Sampai tingkatan yang mbak ceritakan, tidak tampak butuh interupsi bagi saya.
Solusi? Bagaimana kalau dibicarakan langsung dengan suami? Tentang kondisi yang males, ngga mood, atau sebel ngga jelas (pastinya, karena waktu sebelum hamil toh tidak punya masalah selera kan), semua yang mengganjal. Lebih baik dikatakan gamblang daripada berharap dimengerti. Iya kalau benar dimengerti, kalau malah bikin runyam karena merembet ke mampetnya komunikasi di masalah lain bagaimana?
Suami mbak pasti mengerti. HARUS, karena yang berbuat harus m