Serat Bebas Bersyarat
Sudah lihat iklan suplemen serat yang baru? Serat serba bebas, katanya. Tak sepenuhnya betul, sebab suplemen seperti ini biasanya bersyarat: konsumen harus banyak minum.
Apakah aneh? Kalau mengonsumsi suplemen serat dengan tujuan supaya tidak mengalami konstipasi, maka pilihan cara ini tidak efisien.
Serat mengikat sebagian cairan dan makanan yang kita makan. Karenanya, buangan saluran pencernaan tidak terlalu padat dan keras. Banyak serat berarti banyak pengikat air. Sedikit minum berarti sedikit air untuk diserap usus dan diikat serat. Jika ‘rebutan’, tentu ‘menang’ usus karena tubuh kita harus mempertahankan kesetimbangan ion.
Dengan begitu, banyak serat tapi kurang minum juga dapat menyebabkan konstipasi. Untuk menghindari ini, peminum suplemen serat harus banyak minum.
Sejatinya, pencegahan konstipasi tidak dengan minum suplemen serat, memperbanyak minum sudah membantu. Jadi daripada konsumsi suplemen serat yang bersyarat harus banyak minum, lebih baik banyak minum saja tanpa mengonsumsi suplemen serat. Efisien dan lebih murah.
Kenapa buah lebih baik daripada suplemen serat? Karena selain mengandung serat, buah juga mengandung air, vitamin, dan zat fitokimia lain dengan rasa yang enak. Ada serat, ada air. Sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh kan?
Dengan argumen tersebut, kelebihan produk -berupa bebas pewarna, bebas tabur (karena tidak berasa), dan bebas gumpal- jadi tidak punya arti apa-apa


memang betul lit, suplemen itu seharusnya tidak dibutuhkan selama kita konsumsi 4 sehat 5 sempurna… Akan tetapi yang jadi permasalahan, 4 sehat 5 sempurna itu kondisi ideal, faktanya banyak yang ga suka sayuran, ga bisa minum susu, alergi, makan tidak teratur, dan sebagainya. Celah-celah inilah yang akhirnya menjadi pasar potensial para produsen suplemen.
Meskipun saya sendiri memasarkan suplemen, kadang saya masih sering kecewa dengan produsen-produsen suplemen yang kurang bertanggung jawab. Banyak yang kandungannya itu sangat ekstrim tingginya, hanya untuk menunjukan betapa murahnya produk mereka atau hanya karena berusaha agar sang konsumen langsung “TERASA”. Nah kandungan ekstrim ini yang akhirnya menyebabkan tubuh tidak seimbang, seperti yang kau bilang juga di sini, serat2 tersebut akhirnya menuntut banyak sekali minum air.
Secara umum yang sering saya lihat di pasaran sbb:
1. Calcium, biasanya berupa susu kalsium tinggi. calcium estervesen, atau yang bersoda itu menurut saya konsep tergoblok tapi kok orang2 percaya itu bagus… harga ternyata bisa menipu
2. Serat (nah ini kau dah cerita banyak)… mestinya harus ada bimbingan pemakaian yang lebih jelas
3. Produk2 mengandung Melatonin (obat tidur, tapi sering disebut2 suplemen…) jelas2 semestinya ada larangan ga boleh dikonsumsi untuk dibawah 30thn
4. NAnti aja ya… Klo kebanyakan kesannya gw lagi ngambek