Kekalkan cinta

Ketika kalimat sakral itu telah terucap, tak sadar tubuh ini gemetar. Kucari ketenangan, kucari genggaman. Dan untuk pertama kali, kusentuh kulitnya dan kusisipkan jemari di bawah telapak tangan kokoh itu. "It’s OK.. udah selesai kok", ujarnya sambil menggenggam tanganku.

Dan ketika untuk pertama kalinya kulihat bulir bening mengalir dari kedua mata teduhnya, aku hanya bisa terdiam. Betapa besar anugerah untuk dicintai seperti ini. Kuhapus air matanya, kucium keningnya dan kukatakan, betapa aku sayang padanya.

"ALlah, cintai suamiku karena ia mencintaiku karenaMu. Sayangi ia atas cintanya yang tulus dan hatinya yang lapang dalam menerimaku. ALlah, jagakan ia agar tetap di jalanMu yang lurus dan berkah. Luaskan rizqi yang halal barakah lagi melimpah bagi keluarga yang kami bangun ini. Lindungi ia, mudahkan urusannya, dan kutitipkan ia pada penjagaanMu karena sungguh dia adalah milikMu. ALlah, kekalkan cinta yang Engkau titipkan pada kami. Dan pertemukan kami kembali dalam keadaan beruntung serta Engkau ridha atas kami."

*mengenang Shafar 1424… ketika cinta diizinkan untuk bersatu*