Suamiku ngga romantis

Jaman masih jomblo dulu, kalo ditanya pengen punya suami yg kaya gimana, yang terbayang di hati adalah pengen suami yang romantis emoticon (versi akhwat jomblo laah). Yang suka ngasih bunga di hari-hari tertentu, yang suka ngasih kado kecil kejutan, yang suka berlaku mesra di depan umum, yang manggil aku "sayang" atau "dinda" atau "diajeng", yang suka ngajak jalan2 ato dinner pas weekend… emoticon

Ternyata oh ternyata…

Suamiku ngga suka ngasih bunga. "Boros & ngga guna", katanya. Suamiku ngga suka ngasih kejutan. Suamiku ngga suka mesra-mesraan di depan umum. "Ntar kalo jadi ada yg mau sama Yahya gimana?", katanya [ge er deh!]. Suamiku ngga suka manggil aku "sayang/dinda/diajeng". Suamiku paling ngga suka keluar rumah hari Sabtu malem, "Rame! Macet! Males!", katanya.

mawar putih Tapi suamiku yang ngga romantis ini mau bantuin aku sekedar buang sampah atau nyuci bajunya sendiri waktu dia liat aku capek. Pas hamil gini, malah dia yg nawarin nyuci, aku tinggal njemur aja. Kalo aku lagi ngga enak badan, morning sickness ato apapun, dia dg tenang bikin teh manis anget & nyiapin sarapan untuk berdua, ready on my bed. Suami ngga romantis ini pula yg ngga membiarkan aku jalan di bagian jalan yg lebih deket dg kendaraan (ah ya.. ada romantisnya sih, karena dia selalu menggandeng tanganku atau menyelipkan tanganku di sikunya.. yg kadang mengundang protes adik kelasku, "Ngga boleh bikin sirik!", kata mereka). Suamiku ngga manggil aku "diajeng", tapi toh aku dipanggil "hunny". Suami yg ngga suka acara weekend ini mau belanja buat aku sepulang dari kantornya. Entah itu cuma 2 kotak minuman kacang ijo, atau roti tawar.. atau coklat batangan kalo lagi ada rizqi berlebih. Suamiku ngga suka ngasih kejutan atau kado, tapi dia selalu tau kalau hatiku sedang resah atau galau dan merengkuhku di bahunya tanpa bicara dan membiarkanku menumpahkan tangis disana…

Jadi, kalau ditanya, "Suamimu romantis nggak?". Aku jawab dg senyuman aja. Ngga penting romantis ato ngga… Pengertiannya pada hatiku lebih dari itu semua. Bukan yang kuinginkan, tapi yang tepat untukku emoticon 

Mail this post to friend : E-Mail This Post/Page

RSS feed | Trackback URI

34 Comments »

Comment by Yunia
2005-09-30 03:04:35

Alhamdulillah yah…sudah sampai pada tahap takaful bukan lg sekedar taaruf dan tafahum. Salut buat para suami yg “romantis”, meski tanpa bunga dan ucapan mesra!

 
Comment by achedy
2005-10-05 14:44:47

Nyindir Nich

 
Comment by Lita
2005-10-05 14:58:32

LOH! lha wong hanya menceritakan tentang kakanda tercinta kok dibilang nyindir tho, pak…

btw, terimakasih sudah mampir ke sini. semoga Bapak lebih romantis daripada suami saya :)

 
2006-03-21 22:18:17

[…] Iya cinta, kita sudah sepakat untuk tidak membiasakan perayaan ulang tahun. Aku juga tidak suka suasana ramai pesta. Atau menikmati makan malam romantis berdua seperti yang Gregorian people (as you state) biasa lakukan di saat yang mereka anggap istimewa (we both know you didn’t like those). […]

 
Comment by abu fafa
2006-04-26 04:11:48

askum
wah lumayan juga artikelnya, jadi mendorong aku utnuk menjadi suami yang romantis. sebenarnya semua suami ingin membahagiakan istri, juga ingin menjadi suami yang romantis. tapi kadang susah, karena sudah pembawaan, pengaruh lingkungan dan mungkin juga karena kurangnya pengetahuan.
kalau boleh tahu, masih adakah selain tanda romantis selain yang tersebut diatas? kalau boleh, kasih tahu dong. semoga para suami bisa meweujudkan keinginan para istri, dan nantinya menjadi keluarga keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah. amin.
wassalam

 
Comment by Lita
2006-04-26 10:55:19

Abu Fafa
Wah harusnya yang jawab pertanyaan ini suami saya :mrgreen:

Romantis itu bisa berupa sifat (bawaan) atau kebiasaan yang dapat dibangun. Jika belum mahir ‘membaca’ kemauan pasangan, akan jauh lebih mudah jika TANYA langsung saja pada subyeknya, maunya dia diperlakukan bagaimana :)

Definisi romantis tidak sama bagi setiap perempuan, ada yang suka berupa kejutan, ada pula yang suka dengan kata-kata mesra. Karena itu bertanya langsung pada kami akan sangat membantu.

Tapi ingat: JANGAN sering-sering! Karena bisa jadi timbul persepsi bahwa kalian itu tidak sensitif, kurang pengertian dan malas berusaha mempelajari kami. Gunakan hanya seperlunya di awal-awal, macam belajar HTML aja: read the manual first :)

Ya ya, kami memang mahluk yang didominasi perasaan. Biarpun metodenya ruwet, tetap saja prosesnya bisa dinikmati karena kalian suka bertualang :mrgreen:

Ah panjang lebarnya lewat e-mail saja ya, pak?

 
2006-05-28 11:49:45

[…] Iya cinta, kita sudah sepakat untuk tidak membiasakan perayaan ulang tahun. Aku juga tidak suka suasana ramai pesta. Atau menikmati makan malam romantis berdua seperti yang Gregorian people (as you state) biasa lakukan di saat yang mereka anggap istimewa (we both know you didn’t like those). […]

 
2006-05-28 13:04:01

[…] October 1st, 2005 Dari beberapa temen yang udah mampir ke blog ini, aku dapet kesan menarik. Temenku yang perempuan berkomentar tentang posting "Suamiku ngga romantis". Sementara temenku yang laki-laki ‘pasti’ mendukung aku untuk posting lebih banyak lagi di tema ’sehat’.   Ngga apa-apa sih, cuma jadi senyum sendiri aja. Beda gender, beda juga topik yang paling menarik perhatian ya?  Bukan berarti aku bermaksud bilang bahwa perempuan hanya tertarik pada topik romantisme (macam sinetron dan opera sabun saja!), tapi sesuatu yang ‘eye catching‘ lebih ‘membekas’ untuk perempuan. Kalo baca-ulang blog ini pun, posting "Suamiku ngga romantis" itu lebih menarik hatiku daripada posting yang lain. Tapi jangan salah kira guys, posting tentang kesehatan biasanya justru aku buat dalam suasana hati yang lebih kuat emosinya lho! Entah itu marah, gemes, kasian, dll.   Eniwei, makasih banget buat semua yang udah dukung Lita untuk terus menulis di sini. Semoga bisa diambil manfaatnya (saja) untuk siapapun. Eh, boleh request topik untuk dibahas di tema ’sehat’ kok Makasih DonCoss, makasih Heri, makasih mas Budi… & special thanks to Yunia (for the sweet comment)  […]

 
Comment by nining
2007-01-11 09:30:13

Sammmaaaaaaaaaaaaaa, suamiku juga kurang romantis.kaku.dari pertama nikah sampe skarang masih kuajarin tuk romantis belum bisa bisa.

 
Comment by nining
2007-01-11 09:32:18

apa memang tipe suami yang setia yang gitu ya?kalo yang tukang gombal mungkin malah pinter bersikap romantis ya?

 
Comment by Lita
2007-01-12 09:54:19

Nining
Apakah jika setia maka tidak romantis, dan jika romantis maka tidak setia? Hihihi… kayanya sih ngga juga ya, mbak Ning. Tipe orang kan beda-beda. Walaupun aku bilang suamiku ngga romantis, itu hanya untuk menggambarkan betapa beliau romantis dengan cara yang berbeda dari yang kubayangkan ;)

Comment by nining
2007-03-03 10:57:04

Thanks mba lita…
Sory baru masuk lagi,sibuk di rumah + sibuk kerjakan skripsi ni.jadi jarang nge-net.Tapi Alhamdulilah lo sekarang dikit-dikit suamiku dah ada kemajuan.jadi romantis.tapi masih kaku gitu.hahaha.coz suamiku orangnya serius banget.apalagi kalo dah didepan komputer,aku dijadikan yang kedua.

 
 
Comment by maya
2007-01-12 11:37:34

nice posting mba :)

calon suwami juga bukan tipe romantis tapi dia selalu ada untuk saya, susah, senang, sakit, sedih, bahagia dia selalu setia di samping saya :)

 
Comment by sabrina
2007-01-27 08:45:15

Iya nih…..Kadang-kadang kalo kita nonton film romantis
serasa kita sendiri ya yang ngelakoninya.Pngen tuh seperti di film2…Bisa gak yah….Tapi memang pada dasarnya kaum adam itu kurang peka terhadap perasaan kaun hawa, karena dia lebih rasional dari pada kita, tapi itu bisa kita pupuk pelan-pelan cuma lama kali yah….kalo gak sabar gimane…karena kelamaan

Comment by Lita
2007-03-03 11:25:32

Sebenernya kata kunci untuk memecahkan banyak masalah di dunia itu sederhana lho: komunikasi.
Kalau kita merasa kurang dipahami, katakan saja langsung. Siapa tahu sebenarnya mereka mengerti, tapi dengan cara pengungkapan yang berbeda dari yang kita inginkan. Seringkali laki-laki juga bingung kalau kita sedang curhat. Mau didengerin doang, butuh komentar dikit, atau cari solusi?

Jadi kalau sabar yang pasif doang, lama-lama ya bisa jengkel karena yang lain seolah ngga ngerti-ngerti. Sementara di pihak lain bisa jengkel juga, ini salah gitu salah ngga ngerti apa maunya, emangnya cenayang bisa baca pikiran orang lain :D

It takes two to tango. Sini bilang, sana usaha. Sini usaha, sana mengerti. Gitu aja ;)

 
 
Comment by V3
2007-02-28 11:20:46

iiiihhh… kok ’suamiku banget’ sih mabk litaa.. hihihii.. capek mengharap romantisnya…
jadi.. syukuri aja apa yg udah dia kasih ke aku..

 
Comment by phie
2007-03-01 12:02:30

asskum, jadi pngen kenal mba’
open my eyes

Comment by nining
2007-03-03 10:59:33

Mba.slah ketik or salah ga ni? asskum nya besok-besok diganti ya.bagus Assalaamu’alaikum,mba dapet pahala lo,mengucapkan salam.salam kenal dr ku

Comment by Lita
2007-03-03 11:20:52

err… phie ini cowok bukannya? *kalo lihat alamat emailnya sih*

 
 
 
Comment by Guntar
2007-03-05 09:59:59

Hi hi .. lucu banget postingnya :mrgreen:

Titik cerah; daku tak perlu romantis pada istriku nanti; yg penting pengertian pd isi hatinya :cool:
(seolah2 itu mudah :roll: )

 
Comment by grace
2007-04-19 21:16:10

hihihi…assalamualaikum mbak.
tadinya cuma jalan-jalan eh nggak taunya nyasar ke blog mbak yang syuper keyren ni.ga rugi deh kesasarnya.makasih mbak, dah kasih pencerahan daku. dulu daku juga gitu mbak. pengen suami yang romantis dan bla..bla..setumpuk kriteria ideal lainnya. tapi lama-lama aku jadi sadar kalo pasangan ideal itu sebenarnya ga ada. yang ada hanyalah mencocokkan diri bersama untuk mencapai ideal hihihi. yah….meskipun ampe sekarang masih jomblo, tulisan mbak perlu juga aku jadiin pengingat kalo besok pas udah nikah, aku dan suamiku lagi berantem gara-gara dia ga bisa romantis wekekeke:D

 
Comment by Erry Riyadi
2007-05-07 16:04:36

Ass, mampir ya,salam kenal Mbak Lita…, mbaca tulisanmu yg ini jd inget diri sendiri yg kebetulan bersuamikan lelaki yg gak romantis.Tp lama2 malah jd enjoy punya suami yang “datar”,hehehe

 
Comment by Anto S. Nugroho
2007-05-08 12:50:51

Wah…kalau saya koq agak terbalik ? Saya suka bikin puisi yg romantis.
Tapi waktu saya bacakan, justru diketawain sama istri. He he he.

 
Comment by elfarid
2007-05-09 11:32:04

Keromantisan seseorang memang unik. Bisa jadi si suami sudah menganggap “romantis habis” tetapi si istri menganggapnya tidak romantis.
Memang beda bahasa laki-laki dan perempuan, padahal maksudnya sama.

Penjaga Sanggar Mewah

elfarid.multiply.com

 
Comment by NaNa di sYdneY
2007-05-17 17:17:20

Huaa… imut bangeddd kisahnya… Tetep langgeng yaachhh… Mksi untuk share crita yg mengesankan.. ^^”

 
Comment by arienz
2007-06-07 09:38:17

meski lom px suami, tapi ceritax bagus bgt!n q setuju bgt ma pndpt dari sang istri!

 
Comment by maewar
2007-06-07 10:05:32

kenyataan emang sering berubah, begitu juga perasaan, yang dipuja hanya dalam khayalan, perempuan bisa merasakan kasih sayang oleh siapa saja “oleh siapa saja” yang mereka butuhkan hanyalah cinta bukan pemberi cinta. begitulah apa yang anda alami. berikanlah sisa yang 80 untuk suamimu. biarkan yang 20 teburai entah kemana.

 
Comment by maewar
2007-06-07 10:07:37

yang mereka butuhkan hanya cinta. perasaan suka berubah kapan saja. berilah yang 80 untuknya dan biarkan yang 20 terburai entah keman.

 
Comment by chiw
2007-07-14 18:12:50

nice story!
saya pernah baca juga, tapi baru sempet komen.

 
Comment by Jim
2007-09-28 11:35:41

Berhubung sebagian suami yg niat setia ini emang gak berpendidikan romantis ataupun berbakat, mohon kerelaannya untuk menikmati ada yg di depan mata. Bukan mengkhayal yg bukan2 … kekekekekekkk …

pria (sok) punya definisi sendiri tentang romantis dengan prioritas2 … wakakakakk … terutama yg gak ngabisin duit.

 
Comment by ari
2008-03-20 11:59:27

wuidih
salut bgt ma suaminnya
mudh2 langgeng trs.,.,
romantis bkn bt konsumsi pulik,but.,.,
buat konsumsi hati pribadi.
heart can’t be foolish.,.,

 
Comment by bond
2008-04-29 11:55:17

menurut saya seorang suami harus berjanji dengan hatinya yang tulus tuk sang istri tuk selalu bersamanya dan juga seorang suami sejatinya juga harus tidak bicara saja pada istri tentang apa yang ada di hatinya tapi melakukan dalam perbuatan.
juga yang terakhir sang suami harus menjadi sauri tauladan dalam keluarga….jangan hanya bicara mari berbuat.

 
Comment by Ifa
2008-05-21 11:37:43

Hehehe.. subhanallah.. Allah memang Maha Adil.. tiap orang punya jodoh yg paling tepat utk dirinya.
Mr. Right, not Mr. Perfect ;)

Baru baca sekarang (telat bgt ya?), senyum2 sendiri.. alhamdulillah suamiku termasuk “agak” romantis, meskipun ga keseringan (ntar bosen dong..!), tapi mau juga bersusah payah demi istrinya, apalagi klo istrinya lg hamil, sakit, atopun pas pengen manja aja =D

Bersyukurlah kita yg telah dipertemukan dgn jodoh masing2, semoga menjadi pasangan yg lbh baik lg di pandangan Allah, pasangan dunia akhirat, amin..

 
Comment by erly
2008-06-05 12:44:37

memang, kita dihidupkan tp selama ini kita tidak tau untuk siapa kita hidup, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, suami/ istri bukanlah suatu hal yang kita cari karna suami sebagai pelengkap hidup, kita hidup untuk yang Maha Hidup, kita hidup bukan untuk mati tetapi mati untuk hidup.

 
Comment by Satrio
2008-06-19 09:35:10

jadi pengen menjadi yang dibutuhkan istri saya nantinya..

 
Comment by Leni
2008-07-12 13:25:09

asw…
subhanalloh… bagus tuh pengalamannya, biar jd renungan byk orang, apalagi yg ber’romantis’an sebelum nikah…
kapan ke bandung(SSG) ?? kangen nih…

 
Comment by ipin
2008-08-23 13:57:56

nice sharing ^_^

 
Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong> in your comment.

! Disclaimer

bananaTalk is a personal site in the form of weblog.

NOTHING contained in this site is or should be considered, or used as a substitute for, medical advice, diagnosis or treatment.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Unported License.

»

aSide Notes

RSS
» 

So… yesterday I wore flats. Usually I wear wedges (5 cm comfortable rubber heels) or sneakers (yea yea… forbidden -who forbid it anyway?-, but hey, it's safe for chemistry lab when I have to prepare chemicals!).

I don't usually stumble upon my own foot. More over to fall because of it. And yesterday I fell. How embarrassing! And I was in flats! I hoped nobody saw that. Geez… luckily the alley was empty. Or it was not…

Curiously, I might've forgotten how to behave in flats. Odd. Well, shit happens.

 (0)

FireStats icon Powered by FireStats