Latest Entries

When to Shut Up

Love a quote when I glanced at my Twitter timeline. “Some people speak from experience. Some people, from experience, don’t speak.”

The latter might bring collateral ‘damage’, too. Other people could think that there’s no (more) problem while it still happens underneath the surface, eating from within. Or the big danger that happens to society when the wise is silent while stupidity talks louder.

God, give me the wisdom to distinct when to speak and when to stay silent. Give us patience & strength. Guide us through.

Dealing with PMS

Double kill is when a woman is having a PMS (pre-menstruation syndrome) yet her certain colleague(s) failed to read her gesture and put even more pressure on her. Snap, snap!

Some of my friends in university could tell when if their female colleagues were having PMS, just so they could stay away from trouble. This is a good effort from male species!

Well, to make it balance, then the female species should take precautions to cope with their PMS problem. Here are my advice:

Being solitude for a while is an option, if you could live without crowd. I know, it’s fun with BFFs. But although they’re close, they could get hurt too, you know. Just in case, spare your beloved people hearts.

Hold your fingers off from social media applications. This is a must. Being angry will make you easier to being wounded and getting angrier. You might make annoying status. You might tweet horrendously. If not, you’re likely to be more cynical than any other days. Maybe you didn’t really matter everyone else. At least, it matters to you.

Hold your tongue. Just give 2-3 inhale time before snapping at anyone due to their annoyance. Yes, they’re bitches. But think. Don’t say things you will regret in mere minutes. (we couldn’t possibly know if it’s regrettable in next 10 years, I guess) You’re better than that.

Drink & eat properly. I always get cranky when I’m hungry. And sleepy. This could get worse if you’re having PMS. Some works with chocolate bar(s) or drink. I’m fine with a cup of tea. Of course, extra chocolate treats would be nice :D Water always works to cool off. So grab some drink if you feel the pressure builds inside your chest.

Take a rest. Go to bed, if possible. Sleep it off. The hormone rush is already hard to deal with without being tired. We get weaker around this certain time. We will be excused. We should be. Because it will be on someone else’s cost if we’re not.

Pray. Dzikir or whatever your faith tells you. If all else fails, this should not.

It’s just a thought anyway. You can use it if you think it’s useful. If not, leave it at rest. I just need to vent off.

Terjaga

Belakangan ini sering terbangun lewat tengah malam. Tanpa apa-apa, jauh sebelum alarm berbunyi.

Bukan mimpi buruk, bukan suara aneh. Hanya mata yang terbuka, indera yang terjaga dan pikiran yang awas.

Melelahkan, jika terbangun begini beberapa kali dalam semalam. Karena istirahat berkurang, kadang jadi pusing atau sakit kepala pagi harinya.

Seringnya sih mengantuk saja, syukurlah. Masalahnya, mengantuknya di jam seharusnya sudah bersiap untuk berangkat mengajar…

Mungkin Tuhanku ingin ku perbaiki shalatku dan bangun malam untuk bergurau tentang kehidupan & masalahku yang remeh-temeh.

Allah, bimbing aku…

Budaya Cium Tangan

Ketika anak-anak diajari dan diharapkan untuk mampu berargumentasi dengan baik, orangtua tentu sudah seharusnya berharap anak-anak akan menuntut hal yang sama dari orangtuanya. Alasan ‘pokoknya’ tidak laku. Pemberian alasan yang sederhana, logis dan tepat (secara waktu, tempat dan sesuai usia) itu penting.

Selarik tweet berbunyi ‘Budaya cium tangan mematikan dialektika antara guru dan murid serta orangtua dan anak’ cukup menggelitik urat usil saya. Apa iya, sih?

Ya. Untuk norma dan nilai, kami memilih untuk tidak kompromi. Kepada orang yang lebih tua harus sopan, bagaimanapun tidak suka. Anak-anak jadi belajar menahan diri. Merevisi cara bicara agar ‘sesuai’ dengan taraf kesopanan yang kami berlakukan.

Tidak, untuk hal-hal lain. Mereka tetap boleh bertanya, mempertanyakan dan menolak. Tentu mereka juga harus bersiap diri untuk diskusi yang panjang. Dan tak selalu kami yang ‘menang’. “Mandinya nanti saja, aku masih mau main.” Masuk akal. Tanya saja mau main sampai jam berapa, dan pandu ia untuk mengatakan sendiri janjinya. Nanti pada waktunya, ditagih.

Kenapa mandi? Ya nggak apa-apa, sih. Contoh paling mudah saja. Buat PR juga bisa, atau membereskan ceceran pritilan mainan Lego. Continue reading…

Kebenaran tak harus rumit

Apakah fluor seberbahaya itu? Jika dinyatakan bahwa fluor adalah elemen kunci untuk membuat bom atom, tidak berarti bahwa segala sesuatu tentangnya menjadi berbahaya.

Begini, jika hidrogen berperan penting sebagai bahan bakar roket, apakah itu menjadikan segala sesuatu yang mengandung hidrogen seberacun bahan bakar? Air, H2O. Glukosa, C6H12O6. Benzena bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker), tapi senyawa turunannya, -misalnya- parasetamol berguna sebagai antipiretik dan analgesik.

Untuk mendukung suatu klaim, cukup kemukakan data yang berhubungan langsung dengan klaim tersebut. Tak perlu ditambah-tambahi sampai bombastis & menakutkan agar orang-orang mendengarkan anda.

Untuk langkah awal, anda bisa datang ke Quackwatch untuk mencari tahu status suatu klaim yang berkaitan dengan kesehatan. Selanjutnya, terserah anda :)



Copyright © 2004–2009. All rights reserved.

RSS Feed. Powered by Wordpress and based on Modern Clix : additional facelift by amYahya