updated by Yahya at Januari 4th, 2005
Ini artikel aslinya Berikan Hanya Asi Untuk Bayi Anda .
Copyright ada di yg punya artikel tentu saja![]()
Kenapa aku post artikel ini di blog? Supaya para pengunjung blog ini tau ajah. *Perhatian ya, ibu-ibu dan bapak-bapak (atau yang baru akan jadi ibu/bapak)!* Kalo udah tau, ya sukur-sukur kalo ngga terbawa arus. Pokoknya, gerakan melunturkan ASI eksklusif ini harus dihadang! *halah… semangat menyambut tahun baru 1427 neeehhh!*
"SEPERTI dipojokkan rasanya. Belum juga pulih dari melahirkan dan masih tergeletak di kamar bersalin, saya sudah ditodong oleh suster akan diberikan susu apa bayi saya. Suster itu menyebutkan sejumlah merek susu bayi yang saya tidak kenal baik buruknya. Suster itu memaksa dengan alasan air susu saya belum keluar. Saya jadi panik, lalu asal saja menyebutkan merek yang pernah saya dengar namanya," ungkap Irin (29) tentang pengalamannya melahirkan di sebuah rumah sakit swasta di Surabaya.
KETIKA sudah di rumah, Irin baru menyadari ternyata susu formula yang dia pilih bukanlah merk dengan harga terjangkau dan mudah didapat di pasar swalayan. Adapun untuk mengganti dengan susu formula lain, Irin tidak berani karena khawatir tidak cocok dengan pencernaan bayinya.
Tri (35) pun mengalami hal yang sama di rumah sakit bersalin di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Tanpa persetujuan dari Tri, bayinya telah diberi susu botol, juga dengan alasan air susu ibu (ASI) Tri belum keluar. Di dalam boks bayi, Tri juga melihat sebuah merek susu tertulis di boks itu. Begitu juga di selimut, di jam dinding, dan di beberapa tempat lainnya.
Ketika Tri akan pulang, seorang suster langsung memberi susu yang sudah siap minum di botol. Katanya untuk di perjalanan. Padahal, saat itu suster tahu bahwa ASI Tri telah keluar dengan cukup banyak dan si kecil sudah bisa menyusu ASI (!!). Selain itu, suster juga memberi satu kaleng susu formula dengan merk yang sama sebagai hadiah dari rumah sakit. "Yang paling menyebalkan, ketika bayi saya sakit dan harus dirawat di rumah sakit anak di Depok. Untuk pagi dan siang hari saya bisa memberi ASI, tetapi pada malam hari suster menyarankan untuk memberikan susu formula. Dia menolak memakai susu formula dari saya dan memberikan susu formula merk lain tanpa seizin saya," kata Tri dengan marah.
IBU melahirkan di rumah sakit memang menjadi pasar utama para produsen susu formula untuk bayi yang baru lahir (0-6 bulan). Produsen susu tidak perlu melakukan promosi di media massa, cukup datangi pihak rumah sakit kemudian melakukan pendekatan agar rumah sakit mau mendorong pasiennya memberi susu formula kepada bayi. Pasien tidak diberi penjelasan mendalam tentang produk tersebut.
Poster tentang kelebihan ASI yang terpampang di dinding rumah sakit tampaknya hanya menjadi hiasan dinding belaka. Pihak rumah sakit juga tidak memberi pelatihan bagaimana cara menyusui yang benar agar ASI bisa keluar. Dengan sengaja mereka melakukan kerja sama dengan produsen susu formula yang jelas-jelas ingin meningkatkan omzet penjualan.
Masalah susu formula dipromosikan lewat rumah sakit dan petugas kesehatan sebenarnya sudah dilarang oleh Kode Etik Internasional tentang Pemasaran Pengganti Air Susu Ibu yang dibuat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Kode ini hanya berlaku untuk produk yang secara langsung atau tidak langsung dapat mengganti peran ASI sebagai menu utama bayi, yaitu pada bayi usia 0-6 bulan.
Di Indonesia kode etik internasional ini diadopsi melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 237/Menkes/SK/IV/1997 yang merupakan penyempurnaan dari Permenkes No 240/Menkes/Per/V/1985. Menurut Pridy Soekarto dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), pelanggaran terhadap kode etik ini terus-menerus terjadi, namun sampai sekarang masih belum ada tindakan yang tegas dari instansi berwenang. "Biarpun sudah diadopsi, namun baru sebatas peraturan. Pelaksanaan di lapangan tidak ada," kata Pridy.
Dia menjelaskan, sebenarnya setiap produsen susu yang merupakan perusahaan multinasional sangat terikat pada peraturan negara di mana kantor pusat berada. "Sebagian besar produsen susu yang beroperasi di Indonesia berasal dari Eropa dan Amerika, yang sesungguhnya menjalankan peraturan ini dengan ketat. Namun, di negara berkembang seperti Indonesia, praktik seperti ini mereka biarkan."
Dia mencontohkan, "Pemasangan poster dengan nama atau logo produk memang bukan pelanggaran. Namun, jika poster berlogo itu dipasang di tempat yang biasa didatangi ibu hamil, ibu menyusui, ataupun ruang anak, itu sebuah pelanggaran. Pelanggaran juga terjadi jika poster itu menampilkan gambar ibu menyusui, bayi cantik sehat, tokoh cerita anak, atau bentuk-bentuk lain yang biasanya dihubungkan dengan bayi. Perusahaan itu ingin mengasosiasikan perusahaannya dengan bayi sehat. Padahal, belum tentu."
PELANGGARAN tidak hanya dilakukan oleh produsen susu formula. Produsen botol susu dan dot bayi pun melakukan hal sama. Mereka bahkan melakukan promosi melalui media massa seperti majalah dan televisi. "Pelanggaran yang sangat jelas adalah mereka mengaku dot buatannya sudah seperti puting susu ibu. Kenyataan sebenarnya, kita tidak tahu," kata Pridy menegaskan.
Menurut dr Utami Roesli, Ketua Sentra Laktasi Indonesia, penjualan susu bayi 0-6 bulan sebesar 11 miliar dollar AS setiap tahunnya (!!). "Ini jumlah yang sangat besar dan tentu saja sangat menggiurkan produsen susu. Pemasaran komersial mereka sangat berhasil. Mereka bisa mengubah yang normal menjadi tidak normal. Ibu menyusui itu sangat normal, namun mereka bisa membuat ibu malu menyusui (?!)," kata Utami. Dia menekankan bahwa pemberian ASI eksklusif–artinya bayi hanya diberi ASI–untuk Indonesia adalah dari usia bayi 0-4 bulan. "Jika tidak ada instansi yang berani melakukan tindakan tegas pada produsen dan rumah sakit yang melanggar kode etik, saya anjurkan agar para ibu berani menolak untuk mengatakan tidak pada susu formula. Yakinlah bahwa dirinya bisa menyusui karena hanya satu dari seribu ibu yang tidak bisa menyusui. Dan ASI akan keluar sebanyak yang dibutuhkan," ujar Utami. (ARN)

Itu pelanggaran pertama, pelanggaran kedua adalah memberikan alamat dan telp pasien ke produsen susu dan keperluan bayi.
Akhirnya tiap hari ditelp sales untuk susu dan makanan tambahan. Sudah dibilang pakai ASI, ternyata dia malah menawarkan susu buat ibu menyusui. Repot. Mungkin 6 bulan baru kegiatan menelpon ini berhenti,
ini memang kerjasama para produsen susu dengan rumah sakit atau klinik bersalin yang tidak etis. ibu2 yg baru bersalin dikasih kado yg salah satu isinya susu bubuk. wong asi lebih bagus ko malah disuruh minum susu sapi. tega nian caranya ya. gak etis emang. bisa gak ya diaduin ke yayasan lembaga konsumen?
[…] Perpaduan antara formula susu bayi, diagnosa radang tenggorokan, dan kontemplasi mengharukan akan sosok ibu didalam Lita Mariana membuat urusan kesehatan menjadi lebih menyenangkan. […]
mmm…..istri saya melahirkan di bidan sederhana deket rumah saja
bidannya baik, sabar, murah, nggak promosi susu lagi
trims, meski telat (…bacanya, tapi gak pa2. blm telat bgt, blm nikah n punya anak soalnya
)isi postingannya mirip dengan mata kuliah gizi yang saya ambil semester ini.
Salam kenal dulu dengan mbak Lita.
senang bgt bisa baca artiketl-artikelnya yang tentu sangat membantu saya yg baru belajar menjadi “Ibu”.
persis yg dibilang pak achedy, saya mengalami sendiri di salah satu RS anak di Depok. 2 hari setelah pulang dari RS saya disibukkan oleh telp yg cukup mengganggu dari sales produk susu formula.yang menyebalkan ternyata susu yg dibawain dari RS tdk cocok dg bayi sy…!
assalamualaikum.wr.wb
susu apaformula apa yang baik buat pendamping asi bila si ibu nya kewalahan nhgasih asi buat anak nya?
Iyoh
‘alaykum salam bu Iyoh.
Sebenarnya istilah ‘kewalahan’ itu tidak tepat ya. ASI diproduksi dengan prinsip pasokan sesuai permintaan. Jika si bayi masih meminta, produksi jalan terus dalam jumlah yang dia butuhkan.
Banyak alasan mengapa bayi tidak mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. Kasus paling umum biasanya berupa bayi yang masih tampak ‘kelaparan’ walau sudah disusui. Untuk yang ini, silakan baca Happy Meal.
Kasus yang sekarang -makin- banyak terjadi adalah ibu yang tidak dapat memproduksi ASI. Entah jumlahnya sangat sedikit (bukan dalam taraf kewalahan lagi) atau memang punya ‘kelainan’. Bila masih ada ASI yang diproduksi, bisa diusahakan relaktasi. Bila ASI sama sekali tidak keluar (akibat kelainan), jalan keluarnya ya susu formula.
Pada prinsipnya, semua susu formula sama saja. Sekarang produsen sudah menambahkan berbagai zat agar susu formula dapat mendekati kandungan ASI. Ada yang murah, ada yang mahal. Tidak jauh berbeda.
Kalau masih di bawah 6 bulan, saya anjurkan tetap usahakan ASI eksklusif. Tak ada yang dapat menyerupai kandungan maupun manfaatnya. Bagaimanapun, pilihan ada di tangan ibu.
Ngomong2, saya ibu, bukan bapak. Pak Yahya hanya menambahkan update artikel saja
Mbak,
Saya seneng deh baca2 ttg asi dan pengalamannya, karena bikin saya tambah semangat kasih ASI langsung & perahan ke anakku sampai ASI eksklusif selesai….Aminn. Tapi aku suka iri aja kok BB anakku ya biasa saja (masih dalam kurva) dibandingkan dg anak formula. Trus anakku ya sakit juga, sementara temennya yg seumuran bayiku dapet formula ya sehat-sehat aja….:D (ini cuma curahan aja yg pengen aku cerita, ga ada maksud lain)
Tapi aku sangat-sangat sadar, bahwa ASI memang tak tertandingi dan anugrah Alloh yang luar biasa, bahkan tidak ada formula yang mampu menandingi. Sudah terbukti kok, disekitarnya kena Flu, Alhamdulillah ya anakku anteng2 aja…:)
Bravo ASI
Wiwi
Hehe, gak usah iri dong, mbak. Tubuh anak kan unik. Mbak juga sudah konfirmasi ke kurva pertumbuhan kan. Selama anak sehat dan pertumbuhannya baik, semua senang
Seringkali orang bilang, kalau minumnya ASI maka badannya lebih ‘kenceng’ daripada yang minum susu formula.
“Ngga semua yang loe denger itu bener”, kata iklan permen. Yang bener ya nutrisi dalam ASI dapat diserap jauh lebih baik daripada susu formula. Badan jadi kenceng atau lebih gemuk/kurus, itu ‘efek samping’ yang tidak perlu dipermasalahkan
ASI juga ngga bikin anak kita jadi super dan tidak pernah sakit kok
Hanya saja, ketika dia sakit pertahanan tubuhnya lebih siap karena sudah mendapat antibodi yang terkandung dalam ASI.
Bravo ASI eksklusif. Selamat berjuang ya, mbak Wiwi. Nanti kalau sudah ‘lulus’, bagi-bagi ceritanya ke saya
[…] Ketika ASI, si kualitas nomor satu, the BEST thing, masih diproduksi dengan baik, pemberian susu formula pada bayi adalah pemborosan. Dan ketika susu formula ditawarkan pada ibu yang jelas-jelas MENYATAKAN memberikan ASI secara penuh, ini jelas strategi pemasaran yang tidak sehat. Sama sekali tidak etis. […]
[…] That’s a big hope, though we can still find many fault in practices. Oh well, we can’t rely everything on the government’s hand of course. At least, maybe not for this time. Therefore, we shall do what we can to support the act. And this is one of my support. What’s yours? […]
Wahhh seru ya baca blognya mbak lita.
Andai semua ibu di Indonesia spt Mbak Lita.
Pasti aman nyaman dan sehat-sehat generasi ke depan di Indonesia.
With all respects and loves,you go girl !
stuju bgt soal ASI.sy jg prnh ditipu rumah sakit sampe kalang kabut di kantong,akhirnya krn sy punya sdkt “kelainan”,ASI sy pompa dan hasilnya bisa 3 botol bsr atau sktr 800ml.anak jd sehat!!!
Mbak Lita yang baik,
Aku juga ngalamin melahirkan di rumah sakit tapi gak dibantuin cara menyusui yang bener jadi lah aku bingung2 sendiri, si kecil pun jadinya dikasi susu formula ya alasannya supaya gak kelaparan, duhh sedihnya sampe sekarang gak kasi ASI mana ASInya dikit2 keluarnya. Aku sampe frustasi gak bisa kasi si kecil ASI, tapi setelah mendapat info dari Mbak tentang Relaktasi aku seperti melihat cahaya di ujung lorong yang gelap. Aku tinggal di Medan tapi aku tidak tahu apa ada klinik Laktasi di Medan seperti RS. St. Carolus.
Tolong ya Mbak kalo ada info tentang klinik Laktasi/Relaktasi ini di Medan, aku mohon infonya, juga teman2 yang lain disini. Aku pengen segera ngasi ASI lagi buat bayiku, sesegera mungkin, aku akan terus berusaha. Thanks ya Mbak,
Nely
sorry saya ada pertanyaan yg tdk ada hubungannya sama ASI, tp seputar bayi juga. katanya banyak antibody yang terbentuk pd saat bayi melewati liang vagina. artinya dengan melahirkan normal ada antibody lbh buat si bayi? benarkah itu?
Nely
Mbak Nely, pertanyaannya sudah saya teruskan ke milis sehat, semoga ada tanggapan yang dapat membantu.
Jangan sedih terus ya, mbak.
Sedikit artikel sudah saya kirim langsung ke alamat e-mail mbak.
Selamat berjuang. Jangan lupa minta dukungan suami dan keluarga.
Peluk cium untuk si kecil ya
Cherry
Saya baru dengar
Sepengetahuan saya, antibodi dihantar oleh ibu ke bayi melalui dua cara; melalui darah (saat kehamilan) dan melalui ASI. Dengan demikian, seharusnya tidak ada hubungannya dengan cara ekstraksi (spontan atau operasi caesar).
Biasanya pembahasan tentang vagina dan kelahiran adalah penularan penyakit dari ibu ke bayi. Ada beberapa kasus khusus ketika janin direkomendasikan untuk tidak dilahirkan spontan, ketika risiko infeksi akibat berpindahnya kuman dari ibu (yang berlokasi di area vagina) ke janin sangat tinggi.
Maaf jika tidak membantu.
Mbak Lita, mohon bantuan dong, apakah ASI yang sudah berkurang bisa ditingkatkan lagi produksinya? Sebelum bekerja, produksi ASIku melimpah dan cukup sekali untuk anakku. Tapi sebulan setelah bekerja menurun drastis, padahal sudah rutin minum kacang hijau, susu, makan teratur, minum air putih banyak, dan makan sayuran hijau.
Saya rasa pekerjaan yang stresful lah biang keladinya. Namun itu nggak bisa dihindari Mbak, karena memang dari dulu pekerjaan saya memang high pressure. Walaupun selalu memompa, hasil pompaan makin hari makin dikit, duh sedih deh. Sekarang jadinya nyambung sama susu formula, kecuali hari Sabtu Minggu full ASI. Memang dikatakan ibu menyusui harus berpikir positif , hindari stress dll. Tapi buat ibu bekerja, apalagi yang pekerjaannya high pressure, mesti sering keluar kantor(orang lapangan) , mesti mikir juga, dimana yah mompa ASI??, nah yang seperti ini gimana caranya mempertahankan produksi ASI ya Mbak? Teman-teman saya juga mengalami hal yang sama dengan saya. Bukannya mereka nggak mau breastfeeding atau malas mompa, tapi apa dikata kalo hasil pompaan makin hari makin dikit.. Mohon saran yah Mbak. Dan apakah ASI kita bisa habis kalau begini? Saya berniat menyusui sampai 2 tahun. Walapun nggak bisa sederas dulu, saya percaya dalam ASI yang sedikit itu tetap ada manfaatnya, daripada tidak ada ASI sama sekali.
Ketty
Halo mbak Ketty.
Jawaban singkatnya adalah BISA, jika si ibu sebelumnya tidak bermasalah dalam menyusui (maksudnya tidak memiliki kelainan), seperti dalam kasus mbak.
Mbak Ketty juga sepertinya sudah mengenali sumber masalahnya ya; stres karena pekerjaan.
Kalau stres tidak bisa dihindari, mungkin yang bisa disiasati adalah bagaimana kita menghadapi dan menerima stres tersebut. Walau stres, tapi kalau dinikmati, akan mengurangi beban negatif dan ketegangan.
Dicoba terus mompanya. Jangan sambil mikir tentang jumlah perahan yang makin sedikit, malah jadi nambah stresnya. Terima aja. Semoga, frekuensi perahan yang sering akan membantu merangsang produksi ASI.
ASI bisa habis? Bisa saja. Bisa karena sengaja (misalnya menyapih), atau karena tidak sengaja (stres, dalam terapi/pengobatan).
Betul, ASI sesedikit apapun tetap bermanfaat. Kandungan nutrisi yang tidak se-melimpah dulu tidak menjadi alasan untuk menghentikan pemberian ASI, karena anak juga sudah beralih sumber nutrisi ke makanan padat, yang porsinya semakin besar seiring bertambahnya umur.
Solusinya, coba saja terus. Minta bantuan suami untuk dukungan moral dan menciptakan suasana rileks. Memberikan susu formula, jika tidak bisa dihindari, juga tidak apa-apa.
Eh, usia anaknya berapa ya, mbak? Kalau masih di bawah satu tahun, ‘penambal’ ASI ya susu formula selain MPASI. Kalau sudah setahun lebih, berikan susu UHT/pasteurisasi saja ya. Sudah tidak perlu susu formula lagi kok, kecuali punya kondisi kesehatan khusus.
Semoga membantu walau sedikit ya, mbak Ketty.
Thanks Mbak Lita. Jadi semangat lagi nih. Anakku sekarang 5.5 bulan. Saat ini memang ditambal susu formula. Saya tetap berniat memberi ASI sampai 2 tahun karena pernah membaca artikel di internet yang menyebutkan bahwa ASI tidak kehilangan manfaatnya, terutama kandungan antibodinya walaupun diberikan sampai 2 tahun. Kandungan gizi tetap ada, walaupun tidak mencukupi lagi untuk anak, karena itu ada MPASI. Uniknya lagi, antibodi dalam ASI terus berubah mengikuti usia dan pertumbuhan anak, untuk melindungi anak dari terpaan bahaya penyakit yang makin lama akan makin besar dan bervariasi seiring pertambahan aktivitas anak. Hebat ya..
Saya mau sharing, masih nyambung dengan topik postingan mbak, ASI vs Susu Formula yang Tidak Etis. Teman saya, menjadi korban gara2 hal ini. Ceritanya selesai ia melahirkan, bayinya diberi susu formula (pakai botol) tanpa sepengetahuannya. Walhasil karena sudah mencicipi dot, si bayi tidak mau menyusu ke bundanya (beda kan isapannya). Bundanya sudah memanggil bidan untuk membantu menyusukan, tidak berhasil juga. Penolakan anaknya untuk menyusu ke payudara ibunya sangat2 luar biasa, sampai si bidan pun sambat, kok si bayi tidak mau juga menyusu walau sudah dipaksa-paksa. Setelah dua minggu terus berusaha, ASI teman saya yang sebetulnya telah keluar akhirnya kering karena tidak bisa disusukan. Jadilah si bayi minum susu formula dari baru lahir sampai sekarang (6 bulan).
Saya berpikir, betapa kurang ajarnya, betapa berdosanya pihak rumah sakit yang telah melakukan praktik tercela seperti itu. Niat mulia Ibu memberikan ASI tidak kesampaian, padahal memberikan ASI adalah ibadah juga kan Mbak Lita? Pelanggaran hak asasi dong namanya, bukankah menjalankan ibadah adalah hak setiap insan?
OK Mbak Skali lagi makasih atas sarannya. BTW saya barusan merah ASI untuk Senin nanti. Lumayan biar dikit, semoga bisa nambah lagi.
Saya baru punya anak 2th 8 bulan, alhamdulillah minumnya ASI terus sampe 2th. Tidak kenal formula, karena gaji bapaknya gak cukup beli Nu***lon

Alhamdulillah, sy lihat ia banyak lebihnya dibandingkan anak2 tetangga yang dulunya pake susu formula
seperti lebih jarang nangis, lebih berani dan mudah komunikasi dengan orang baru dikenal, juga lebih cepat beradaptasi bila dibawa ke lingkungan yang baru dikenalnya (tidak rewel minta pulang).
Anak sy jg pernah sakit jg pernah opname. Alhamdulillah.. lebih cepet sembuh dan tidak sesering anak2 tetangga.
Pokoknya ASI absolutely terbaik buat anak kita untuk kini dan nanti ..
Lebih baik buat mbeliin makanan kesukaan istri daripada beli susu formula. Istri senang, anak senang
Oya mbak Lita, sekarang anak sy minumnya susu cair yang 1 literan. Saya sih pilih karena praktisnya itu, tinggal tuang. Harganya juga relatif sama dengan susu yang bubuk. apa ada pertimbangan lain pake susu cair?
Maturnuwun, Blog nya saya bookmark ya?
Salam dari cilacap
Ketty
Ya, ASI memang ajaib
Bingung puting (nipple confusion) ya? Kalau bayi diperkenalkan pada dot terlalu dini memang risiko bingung puting sangat tinggi.
Sebenarnya si ibu masih mungkin memberikan ASI walaupun bayi dalam keadaan bingung puting. ASInya diperah dulu lalu diberikan dengan dot. Dengan begitu dia akan belajar kenal bau ASI dan (secara tidak langsung) bau ‘khas ibu’. Dengan begitu mungkin akan mengurangi penolakannya belajar menyusu langsung.
Memang sulit membuat bayi mau menyusu kembali pada ibunya, dan nyaris mustahil untuk dipaksakan. Tapi tetap layak diusahakan. Apakah ASInya sudah berhenti keluar? Atau ibunya masih ada keinginan untuk relaktasi? Mengingat ‘baru’ 6 bulan dan masih ada kesempatan untuk mencoba
Selamat berjuang ya, mbak Ketty. Semoga produksi ASInya bertambah lagi. Be happy
Pak Sigit
Susu formula kan ngga Nutri*on aja ya hehehe…
Ahahah… ya ya… lebih enak buat beli makanan ya daripada susu formula. Istri senang, anak riang hihihi… bisa aja pak.
Tentang kelebihan, setiap anak kan berbeda ya, pak. Tidak selalu berlaku demikian lho. Anak pertama saya tidak dapat ASI eksklusif, bahkan sejak lahir. Tapi kondisi fisik dan kesehatannya relatif lebih baik daripada teman-teman sebayanya yang mendapat ASI eksklusif.
Bukan berarti ASI eksklusif tidak berdaya guna lebih daripada susu formula. Tentu saja lebih baik. Hanya, sebaiknya kita tetap berpikiran terbuka bahwa ASI tidak menjamin seorang anak menjadi super dan susu formula juga tidak selalu membuat anak menjadi gemuk dan lebih rentan terhadap penyakit.
Pertimbangan pakai susu cair? Maksudnya dibandingkan susu bubuk? Banyak ya (maksudnya lebih banyak positifnya). Saya sedang menyusun tulisannya sekarang. Semoga pekan ini sudah bisa diselesaikan. Ditunggu saja ya, pak. Maaf tidak saya jelaskan langsung di sini karena cukup panjang.
Bookmark? Monggo-monggo. Maturnuwun sanget.
Salam dari Jakarta yang sedang panas-panasnya
Sentra Laktasi di Indonesia
Sentra LAKTASI Indonesia:
Jl. Agung Perkasa Raya Blok J5 No. 16 Sunter Agung Podomoro, Jakarta
Utara Telp. (021) 651 0183
Jakarta
* PK. St. Carolus
Jl. Salemba Raya No. 41 Jakarta 10440 Telp. (390) 4441 pes. 7257
* RS Husada
Jl. Raya Mangga Besar No. 137-139 Jakarta Barat Telp. (021) 626 0108
* RSAB Harapan Kita
Jl. S. Parman Kav. 87 Jakarta Barat Telp. (021) 566 8284 pes. 1205
* RS Pondok Indah
Jl. Metro Duta Kav. VE Jakarta Selatan Telp. (021) 765 7525
* RS OMC
Jl. Pulomas Barat VI No. 20 Jakarta Timur Telp. (021) 472 3332
* RS Pertamina Jaya
Jl. Achmad Yani No.2 By Pass Jakarta Pusat Telp. (021) 421 1911 ext.
4254
* RSAL Mintoharjo
Jl. Bendungan Hilir Raya Jakarta Pusat Telp. (021) 574 9037/574 9038
* RS Bunda Jakarta
Jl. Teuku Cik Ditiro Jakarta Pusat Telp. (021) 3192 4917
* RS Medistra
Jl. Gatot Subroto Kav. 59 Jakarta Selatan Telp. (021) 527 7382 ext.
217-222
Bekasi
* RSIA Hermina Bekasi
Jl. Kemakmuran No. 39 Margajaya, Bekasi Telp. (021) 884 2121
* RSIA Permata Cibubur
Jl. Alternatif Cibubur - Cileungsi No. 6A
Bekasi 17435 Telp (021)-8458806 Fax (021)-84592146
Depok
* RSIA Hermina Depok
Jl. Raya Siliwangi No. 50 Pancoran Mas, Depok Telp. (021) 7720 2525
Bogor
* RS PMI Bogor
Jl. Pajajaran 80 Bogor Telp. (0251) 324080
* RS Azra Bogor
Jl. Pajajaran No. 129 Bogor Telp. (0251) 318456
* RSIA Hermina Bogor
Jl. Ringroad-I Kav. 23, 25, 27
Perum. Taman Yasmin Bogor Telp. (0251)328222 Fax. (0251)328252
Bali
* RSB Puri Bunda
Jl. Gatot Subroto VI/19 Denpasar, Bali Telp. (0361) 437999 Fax.
(0361) 433988
Makassar
* Poltekkes Makassar (Aswita Amir, Siti Mardiah, SKM) Jurusan Gizi
Jalan Paccerakkane KM 14 Daya Makassar Telp./Fax. (0411) 510197
Batam
*
RS AWAL BROS BATAMJl. Gajah Mada Kav. I Baloi, Batam Telp. (0778) 431777
Riau
*
RS Awal Bros PekanbaruJl. Jendral Sudirman No.117 Tangkerang Pekanbaru, Riau 28282 Telp.
(0761) 47333 ext. 2300
*
RS PT Caltex Pacific IndonesiaPekanbaru Riau Telp. (0761) 594297
Keterangan: tertutup untuk umum.
Lihat keterangan di komentar no. 32 di bawah.
Banten
* RS Misi Rangkasbitung Jl. Multatuli No. 41 Rangkasbitung Lebak,
Banten 42311 Telp. (0252) 201014
* RS International Bintaro Jl. MH Thamrin No.1 Sektor 7 Bintaro Jaya
Tangerang, Banten Telp. (021) 745 5500
* RS. Siloam Gleneagles Jl. Siloam No. 6 Lippo Karawaci Tangerang,
Banten Telp. (021) 546 0055 pes. 7151
Surakarta
* Yayasan Kakak (Fajar Yulianta/Sofie)
Jl. Slamet Riyadi No. 534 B Telp. (0271) 711453
Medan
* RSU Dr. Pirngadi
Jl. Prof. H.M. Yamin SH. No.47 Medan 20217 Telp. (061) 453 6022 ext.
267
Yogyakarta
* RS Panti Rapih
Jl. Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223 Telp. (0274) 514845 pes. 227
Surabaya
*
RS Mitra Keluarga SurabayaJl. Satelit Indah II Darmo Satelit Surabaya 60187 Telp. (031) 734
5333
* RS Islam 1
Jl. A. Yani 2-4 (Wonokromo)
Surabaya
Telp: (031) 828 4504, 828 4506
Bukan klinik laktasi, tapi bisa konsul ke klinik ibu-anak dan akan diajarkan.
* RS Islam 2
Jl. Jemursari 51-57
Surabaya
Telp: (031) 847 1878, 847 1877
Semarang
* RS St. Elisabeth
Jl. Kawi No.1 Telp. (024) 831 0076 pes. 7405
Kaltim
* RS Pupuk Kaltim
Jl. Oxygen, Bontang Kalimantan Timur 75313 Telp. (0548) 41118 pes.
237
Bandung kok ga ada ya? Jambi juga..:(
btw, no matrixnya masih aktif kan? indah sms kok ga ada balasan
Fiuh… bandung aja panas apalagi jakarta ya…
Rafi udah ga betah pake baju, cuma pake singlet. itupun masih ditambah kipas angin…
aku pun jadi korban keluguan para perawat itu. malah tau gak, aku pernah konsul sama dokter kandungan tentang niat ASI eksklusif itu, ntu dokter bilang… “Ibu, habis melahirkan itu lelah lho. jadi gak apa bayinya dikasih susu formula, biar ibunya bisa istirahat…” sesat banget kann…????
Indah
Sepertinya memang tidak semua kota besar punya sentra laktasi. Entah kalau ada info yang lebih baru.
No. Matrix masih aktif kok. Sebenernya aku nge-buzz di Y!M karena dikau kelihatan online. Maksudnya buat bales SMS, karena kupikir enakan ngobrol langsung.
Jakarta? Leleh… 35 C kurang panas gak? :p AC aja kalah tuh.
Ira
Turut prihatin, mbak Ira.
Habis melahirkan memang capek, tapi perawat (atau bidan) hadir dengan fungsi untuk membantu, toh? Dokternya lupa kali ya… Malu bertanya sih *garing gak penting*
Memberi ASI eksklusif, rawat gabung dengan bayi sekalipun, ibu tetap bisa istirahat kok. Apalagi kalau ada anggota keluarga lain (suami atau ibu, misalnya) yang bisa menemani walau tidak seluruh waktu.
Tentu dengan perkecualian bagi bayi baru lahir dalam kondisi khusus yang perlu perawatan intensif, misalnya bayi prematur. Biasanya sih masuk NICU (Neonatal ICU)
halah, dipanggil mbak….
bagi-bagi donk
mba’ lita, pasti udah baca postingku di milis ttg breastmilk jaundice ya?!
)
ada aja ya cara mereka cari celah kasih formula ke newborn
anyway, thanks buat sharingnya soal pola makan (especially being the first to response
Ira
Apa dong? Masa ‘mas’? Ntar disapa ‘bu’, protes
Default aja, kok.
Cehuna
Bagi-bagi apa, ya?
Renee
You’re welcomed. Kebetulan aja email mbak terbaca pas aku baru online, dan aku lagi gak males :p
Met ulang tahun, bunda Aila
Halo Mbak Lita, salam kenal, aku lagi ngumpulin info nih soal RS di Jakarta yang support banget ama ASI Eksklusif, info ini mo kuterusin ke adek yang di Jakarta, aku sendiri tinggalnya di Perawang, 60km lagi dari Pekanbaru. Sebenarnya aku sih nyaranin adekku survey ke St.Carolus karna di sana rooming-in untuk semua kelas. Tapi lokasinya 1 jam kalo gak macet dari rumah adekku, so aku tetap butuh info tambahan laen, manatau ada yang lebih dekat:)
Dalam daftar Sentra Laktasi Indonesia yang mbaik tulis untuk daerah Pekanbaru, kayaknya Awal Bros gak masuk deh mbak, maaf lo…soalnya temen-temenku yang melahirkan di sana all anaknya dikasihin susu sapi, malah pulangnya juga dibekali 1 kaleng susu sapi :’(
Kalo RS PT Caltex Pacific Indonesia emang bener, aku partus anak pertamaku (Ellen) disana soalnya, taon 2000, all kamarnya rooming-in, asyik banget bisa 24jam full ama si kecil. Begitu anakku selesai dilap, langsung dikasihin ke aku, pahadal aku sedang dijait lo… jadi langsung lupa deh sakit2nya, hepi banget… rasa diawang-awang ada mulut kecil yang ngambil haknya, hihihi
Syukurlah puji Tuhan, aku lulus ngasih anak pertamaku ASI Eksklusif 6 bulan, yang 3 bulan terakhir kupompa karna aku kan harus balik kerja. Aku mompa dibantu suami lo mbak, pake manual breast pump. Buat temen2 yang mo mompa, kusaranin enakan mompanya pas lagi nyusuin lo, so yang sebelah netek, sebelahnya lagi dipompa, karna kalo pas lagi diisep ama si kecil, kan otomatis ada rangsangan asi-nya keluar dengan deras, bentar aja botol langsung penuh deh, asyik… suamiku juga senang banget dimintai tolong, miracle katanya.
Cuman, sayangnya sekarang RS PT CPI yang di Rumbai sekarang udah ga buku untuk umum mbak Lita, all fasilitasnya pindah ke Duri, 2 jam perjalanan naik mobil dari tempat tinggalku,makanya pas aku hamil Hans,anak kedua, aku ampe bela2in konsul ke Duri, biar bisa partus disana, ampe dokter n perawat plus petugas2 adm di sana pada heran, gile ye… :$
Tapi pas ditanya kenapa kok jauh2 datang ke Duri buat partus, dengan enteng kujawab aja, aku mau anakku begitu lahir langsung dikasih ASI tanpa harus kuminta dengan susah payah dari perawatnya, tanpa harus adu urat dulu, karna aku sendiri udah capek, so… satu2nya tempat yang bisa begitu hanya disini… hihihi… all pada diem… terharu kali ya…
Emang bener lo mbak, aku sempet survey juga ke RS n RSB gede2 laennya di Pekanbaru (maksudku manatau aku gak keburu nempuh perjalanan 2 jam ke Duri, so buat emergency case aja…)
Gak ada yang bener2 support pemberian ASI, kalo ditanya soal pemberian ASI, semua pada jawab standard, boleh aja bu… asal asinya udah keluar… kan kasian bayinya ntar kelaparan…
Kalo ditanya soal rooming-in, jawabannya begini… ya ibu kan sudah capek… jadi biar bisa istirahat…bayinya kami bawa ke ruang bayi, kalo nanti ibu mo menyusui, ntar baru kita anter… boong… teman2 pada ngomel, minta anaknya dianter ke kamar aja harus berperang dulu, paling cepat 10menit setelah di-bell baru datang, sering2nya di-bell 2x baru dianter, ntar alasannya lagi ga ada orang di ruang bayi, so ga bisa ninggalin ruangan… sebel deh…
Makanya mbak… aku ampe bela2in gitu… males aja, lagian aku kan udah ngalami enaknya kasih asi ke ellen, so dengan hans aku juga pengen gitu, masak dengan anak pertama yang notabene aku belum berpengalaman aja berhasil, dengan anak kedua enggak, malu ama diri sendiri kan??
Sekarang Hans udah 10bulan, udah lulus ASI Eksklusifnya, yang anak kedua, all aku pompa sendiri, udah sangat mahir, so suami udah ku-PHK hihihi… dalam waktu gak sampe 5menit udah penuh botolnya.
Kayaknya aku udah cerita panjang banget, trims buat tulisan2 mbak Lita, minta e-mailnya kalo bisa, so kita bisa tukar2 info.
Chen
Makasih atas ceritanya, mbak. Inspiring!
Aku dapet info sentra laktasi itu dari milis sehat. Rupanya sudah butuh penyesuaian ya?
Terimakasih infonya, ya.
Email saya: lita[at]merdeka[dot]or[dot]id
Bener banget, gak etis banget.
Aku sampe bosen ditelponin sales produk susu.
Dengan tegas aku bilang,”Makasih, ASI saya cukup..” eh dijawab,”Seandainya kurang Bu,..” aku potong lagi,”Kalo kurang, saya ke klinik Laktasi supaya cukup lagi..” bla bla bla bla bla bla pokoknya dilawan terus dengan tegas dan manis sampe dia bete (moga-moga dia terus lapor ke supervisornya seandainya semua ibu-ibu kayak gini kan cape hehehehe…)
Dini
Iya ya. Ibu bersatu tak bisa dikalahkan! Hanya ada satu kata: LAWAN!
Sip… sip… hehehe…
Mba senang deh baca web mba, banyak ilmunya salam kenal yah
Saya jadi bersyukur dan merasa telah benar memilih rumah sakit.
”
Istri saya melahirkan secara caesar dan tidak bisa langsung memberikan ASI, tapi pihak rumah sakit tidak memaksa untuk buru-buru memberikan susu formula. Kata dokternya bayi masih bisa bertahan tanpa ASI sampai 36 jam (beneran ndak sih?) jadi esoknya baru istri saya ngasih ASI. Selama di rumah sakit pemberian ASI berjalan eksklusif, dan dokter serta perawatnya malah sarannya “kalau ASI-nya keluar aja ya ndak usah dikasih susu formula aja. Susu ibu kan untuk anak ibu, susu sapi untuk anak sapi
Seandainya ndak mempertimbangkan berat badannya yang jauh di bawah bayi normal, mungkin ASI eksklusif bisa tetap diberikan. Akhirnya untuk ‘memompa’ berat badan terpaksalah pintu darurat ini kami ambil (tapi sempat sebulan lebih lho, dikasih ASI eksklusif).
ih, senengnya yg pada bisa kasih asi eksklusif…very inspiring…
aq telat seh baca2 artikel tentang asi dan relaktasi dsb… padahal wkt aq hamil, ingin banget pas melahirkan menyusui anakku pake asi…
ternyata tidak keluar asinya…tp sempet dapet juga walaupun dipompa dan pake nipple shield…
makasih ya mbak lita utk info ttg sentra laktasi itu. kebetulan aq berdomisili di batam, jd bisa nanya2 deh. aq ingin lagi menyusui anakku dg asi…mudah2an bisa. pas relaktasi itu nanti ada trainingnya kan?
maaf, masih awam ttg hal itu. ada yg sudah pernah ikutan relaktasi?
minta sharingnya dong, diajarin apa aja?
minta dukungannya ya, agar aq bisa kasih asi lagi ke anakku. skrg dia sudah 3bln. masih bisa atau sudah telat yah, scara anakku skrg nyusu pake susu formula di botol susu.
makasih…
Nunung
Sama-sama, saya juga senang kalau tulisan saya berguna. Salam kenal, bunda Naufal
Amd
Waaaahhh… anda beruntung sekali, pak! Rumah sakitnya ramah ibu-anak, ya. Semoga sampai sekarang masih seperti itu. Pasti banyak sekali ibu-ibu yang ingin difasilitasi begitu. Yang ideal biasanya memang langka, ya.
Shanti
Halooo mbak Shanti.
Hehe… maaf, saya belum pernah ke sentra laktasi, tapi bisa ditanya dulu kok, apakah akan ada ‘pelatihan’ atau tidak.
Informasi sentra laktasi itu ada atas bantuan teman di milis sehat. Thanks for them.
Mbak tidak punya kelainan bawaan atau keadaan lain yang menghambat menyusui, kan? Kalau tidak, relaktasi kemungkinan besar berhasil. Mungkin akan ada sedikit ganjalan ketika Noah menolak (karena sudah terbiasa dengan kemudahan menyusu dari dot), tapi pasti bisa diatasi dan diakali. Kalaupun mentok sama sekali ngga mau, bisa dimulai dari memberinya ASI dalam botol dulu.
3 bulan ngga telat banget, kok. Bisa deh. Yang penting dicoba dulu. Betul? (kalo ngga betul, mbak Shanti gak akan nyari klinik laktasi deh hehe…)
Ayo mbak Shanti, semangat ya! Selamat berjuang untuk Noah. Ayo Noah, bantu bunda, ya!
Terimakasih sudah mampir, mbak Shanti
makasih ya mbak lita atas responnya…
tadi aq sempet tanya ke RS Awal Bros, tp jawaban yg kudapat tidak memuaskan. ternyata mereka tidak mempunyai klinik laktasi maupun konsultasinya. aq malahan disuruh konsultasi ke dokter obgynnya.
loh kok begitu? kata mereka, nanti dr dokter obgynnya baru diinfokan lagi. bingung dan kecewa jadinya…
sedih jadinya..hiks :’(. kl emang ga ada relaktasi, kenapa dimasukkan dalam list sentra laktasi di Indonesia?
kl ga, aq coba tanya RS tempat aq melahirkan deh, manatau ada. soalnya wkt melahirkan di sana, aq ga ditawarin utk itu.
senang kok bisa main-main ke web mbak…
Shanti
Lhoo, ternyata gitu ya. Wah harus direvisi deh daftarnya.
Bisa dicoba untuk telfon Sentra Laktasi Indonesia (yang di Jakarta), mbak. Minta rekomendasi untuk daerah Batam.
Asumsi saya sih, seharusnya mereka punya datanya.
Kalau mbak sudah dapat informasinya, bisa dibagi di sini supaya ibu lain yang butuh bisa kebagian juga
Terimakasih sebelumnya ya.
Semoga cepet ketemu solusinya ya, mbak Shanti. Salam cium untuk Noah.
pengen nanya nehsusu formula apa ya yang terbaik buat asi,soalnya asiku nggak cukup
Ifa
Mbak, sebelumnya saya boleh bertanya?
Sudah dikonsultasikan ke dokter, belum? Kalau memang ada masalah pada sistem tubuh, solusinya hanya susu formula. Tapi jika masalahnya ada pada manajemen laktasi, mungkin ASI eksklusif masih bisa diusahakan.
Pertanyaan kedua. Maksudnya, susu formula pengganti ASI? Atau susu formula (bagi ibu) untuk memperbanyak ASI?
Pada dasarnya semua susu formula sama saja kecuali ada kondisi khusus. Misalnya anak mbak ada alergi terhadap susu sapi, maka dia baiknya diberikan susu protein terhidrolisa (BUKAN susu soya). Kalau tidak ada masalah apa-apa, susu formula yang difortifikasi dengan zat besi sudah cukup. Tidak perlu yang ditambahi DHA dan macam-macamnya.
Kalau yang mbak maksud adalah susu bagi ibu menyusui, ibu menyusui tidak butuh susu khusus.
Masalah merek apa atau ada penjelasan lain yang lebih ‘intim’, silakan lewat jalur pribadi saja ya ke lita(at)inirumahku(dot)com.
Ass…
Saya seorang bapak dari bayi 6bln. Saya baru tahu setelah baca tulisan bu lita, mengenai susu formula. Memang betul tulisan diatas sama dengan kasus yang kami alami waktu istri melahirkan kemarin. Anak saya sama perawat diberi susu formula, tanpa pemberitahuan istri. Yaa maklum kami baru menjadi orangtua baru jadi belum punya info banyak. Akhirnya sampai sekarang (anak kami usia 6bln) minum susu formula tanpa ASI dari lahir. Sedih memang selain kesehatan anak kami sering terganggu seperti: bab kayak bubur, badan sering panas. kami sudah ganti berbagai jenis susu formula sesuai info maupun anjuran dari dokter namun hasilnya sama. Kami harus menganggarkan dana khusus hanya untuk susu dan kedokter, yang sangat membebani kami,kadang untuk nabung susah karena uang sudah habis.
Waktu sudah berbagai usaha agar ASI istri saya lancar namun tetap sangat sedikit keluarnya dan bayi kami tidak sabaran bila minum asi, namun apabila dikasih botol langsung cepat habis.
ada yang ingin saya tanyakan mengenai SENTRA LAKTASI itu bergerak di bidang apa?
terimakasih atas infonya
wassalam
Saya turut prihatin, pak. Selain ikut merasakan sedihnya (anak pertama saya juga tidak mendapat ASI secara eksklusif), saya juga prihatin atas mahalnya harga susu formula.
Pada dasarnya semua susu formula nyaris sama (kecuali yang bahan dasarnya berbeda ya, misalnya ada yang susu sapi, ada yang dari kedelai), jadi ganti-ganti merek mungkin tak begitu membantu. Tak perlu pilih yang mahal jika maksudnya ingin memberi yang terbaik. Mahal belum tentu terbaik. Murah juga belum tentu murahan dan berkualitas rendah.
Anggaran untuk ke dokter? Kan tidak setiap bayi sakit harus ke dokter ya, pak. Bapak bisa mencari panduan khusus permasalahan umum kesehatan anak (common problem in pediatrics) untuk dibaca bersama ibu di rumah, supaya dapat memilah dengan lebih selektif kapan anak perlu dibawa ke dokter dan kapan dapat dirawat di rumah (dengan pengawasan, tentunya). Semisal kondisi feses yang berubah-ubah (ada pertandanya kapan orangtua harus waspada), selesma atau flu, demam, diare (kapan perawatan dengan rehidrasi tidak lagi memadai).
Ketika bayi sudah kenal dot, wajar saja jika dia jadi tidak sabaran saat menyusu langsung ke ibu. Dot menyediakan susu dengan mudah, tak perlu menunggu (seperti menyusu, yang butuh waktu ‘penyaluran’) dan tak perlu berusaha keras (disedot pelan saja susu sudah mengalir, tidak seperti menyusu langsung ke ibu yang butuh kerja lebih banyak).
Jika ASI dapat diproduksi, jumlahnya dapat ditingkatkan dengan mempersering menyusui. Reflek hisap bayi akan membantu meningkatkan produksi ASI. Konsultan laktasi dapat membantu mencarikan solusi.
Sentra Laktasi itu khusus melayani konsultasi seputar penyusuan (laktasi), pak. Misalnya ibu ingin mencoba menyusui (walau sekarang si kecil sudah berusia 6 bulan), sila hubungi sentra laktasi terdekat untuk informasi lengkapnya.
Semoga membantu.
Assalamualaikum,wr.wb.
Terus terang sebagai seorang ibu baru, saya merasa kecolongan di rumah sakit. Suster memberi susu formula tanpa seizin kami sebagai orang tua. Alasannya, karena saya melahirkan secara caesar dan kondisi badan masih belum memungkinkan untuk menyusui. Padahal setelah operasi, saya langsung meminta bayi saya untuk langsung saya susui, tapi suster tidak mengizinkan.
Akhirnya, sewaktu pulang, bayi saya sama sekali tidak mau menyusu langsung (sekedar info, usia bayi saya kini sudah 2,5 bulan. Tapi saya tetap berusaha memberikan asi perasan yang dimasukkan ke dalam botol. Alhamdulillah,dia mau meminumnya. Tapi yang jadi masalah, asi perasan tersebut kurang volumenya. Sehari cuma dapat 400ml. Saya pingin banget ikut klinik laktasi, tapi di domisili saya (Surabaya) tidak ada klinik laktasi.
Jadi, saya sangat berharap bagi ibu-ibu atau siapapun yang bisa membantu masalah saya untuk tetap dapat memberikan asi eksklusif untuk bayi saya, atau yang pernah mengikuti klinik laktasi untuk dapat mengajarkan bagaimana caranya memompa asi dengan tangan. saya sangan berharap sekali ada tanggapan dari kalian semua. trims.
Alaykum salam, mbak Nia.
Sementara ini, anaknya terus dibujuk untuk langsung menyusu, ya.
Memang awalnya akan menolak, kasus dengan teman dekat saya seminggu lalu juga begitu.
Tidak ada cara lain selain selalu dan gigih membujuk.
Jangan dipaksa. Nanti malah sama sekali ngga mau.
Bisa dicoba untuk diberi ASI botol sampai setengah kenyang, lalu diajak menyusu.
Kalau sedang lapar dan disuruh menyusu, yang ada jadi marah-marah karena harus menunggu ASI ‘turun’ dari wadahnya.
Beda dengan yang sejak awal hanya tahu ASI jadi lebih ’sabar’ dan mau menunggu
Yang pasti, kalau mbak tidak punya kelainan (dan tampaknya memang tidak, karena bisa memproduksi ASI), makin sering menyusui atau diperah ASInya, ASI yang diproduksi makin banyak.
Siklus yang saling memacu. Jadi, sering-sering memperkenalkan puting ke bayi, ya.
Mbak Nia sudah coba tanyakan ke RS Mitra Keluarga di Surabaya tentang layanan konsultasi laktasi?
RS Mitra Keluarga Surabaya
Jl. Satelit Indah II Darmo Satelit Surabaya 60187 Telp. (031) 7345333
Kalau ternyata tidak ada, tolong beritahu saya, ya. Supaya data yang ada dapat diperbarui.
Tentang memerah ASI.
Karena agak sulit kalau hanya dengan kata-kata, saya bantu dengan rujukan yang mengandung gambar ya.
Mbak bisa lihat di breastfeeding.com. Website berharga karena aslinya konsultan laktasi ini ongkosnya cukup mahal.
Gambar:
* Posisi menyusui yang benar (bisa membantu keluarnya ASI dengan lebih lancar): http://breastfeeding.com/helpme/helpme_images_latchon.html
* Manual expression: http://breastfeeding.com/helpme/helpme_images_expression.html
Artikel yang menunjang penyusuan:
* Getting babies back to your breast (after formula): http://breastfeeding.com/helpme/helpme_tips_supply8.html
* Can’t get enough pumped milk: http://breastfeeding.com/helpme/helpme_tips_pump2.html
* Pumping, but not enough: http://breastfeeding.com/helpme/helpme_asklc_ans99.html
* Bingung puting: http://breastfeeding.com/helpme/helpme_asklc_ans44.html
* Mogok menyusu, bingung puting: http://breastfeeding.com/helpme/helpme_asklc_ans116.html
* Is my baby getting enough milk?: http://breastfeeding.com/all_about/faq_baby_enough.html
* Is pumping affecting my supply?: http://breastfeeding.com/all_about/lawrence_anwers3.html#pump
Semoga membantu, mbak Nia.
Jawaban ini saya kirim juga via email.
halo,
mau share aja,,, kebetulan aku tinggal di luar Indo dan baru melahirkan… ditempatku, begitu melahirkan masih dlm keadaan sadar gak sadar aja (kebetulan aku caesar), bayi langsung disodorin ke payudara dan langsung nenen… katanya ASI pertama justru yang paling bagus dan membuat bayi imun… dan reaksi bayi justru langsung nenen krn katanya sih itu bawaan dari waktu msh dalam perut…. gak ada yang namanya sama suster diberi susu formula… susu formula diberikan apabila si ibu sendiri yang meminta krn tidak mau menyusui…
mba’ lita yang baik,
mo nanya juga neh….anakku baru 1 bulan pas minggu2 pertama anakku belum bisa minum asi, selalu nangis nah istri takut terus dikasih asi pake dot…. jalan minggu ke2 saya anjurin pake asi aja dicoba terus pertama bisa, tapi terus ga bisa lagi nah udah gitu…..saya sama istri putusin hrs dengan asi caranya pas anak nangis tetap sodorin asi jika masih nangis susu formula tapi dengan sendok tanpa dot (anjuran dokter juga seperti itukan mba’ Lita?)….
alhamdulillah sekarang bisa mba’ tapi kayaknya anakku asinya masih kurang padahal pas minggu2 pertama asinya melimpah….
konsekuennya asi kurang saya pake susu formula tambahan “NUTRILON ROYAL 0-6BULAN”…apakah ini bisa mba dan ga mempengaruhi asi…. tapi ngasih formulanya tetep dengan sendok..
baguskah NUTRILON ROYAL untuk anak saya…..
terus bagaimana untuk menambah asi bagi anak saya mba?
terima kasih
Mas Pujo,
Salah satu tanda bahwa ASI kita cukup untuk anak adalah berat badan yang meningkat sesuai usianya, BAK nya minimal 6 kali sehari, anak kelihatan ‘puas’ setiap habis menyusu, serta tidak kelihatan dehidrasi (kulit/bibir kering, atau dahi terlihat cekung). Untuk mengetahui BB anak, maka harus kontrol ke dokter, sekalian sama imunisasi. Untuk meningkatkan produksi ASI caranya adalah terus memberikan ASI, caranya susu formula dikurangi sedikit demi sedikit, susui bayi lebih sering sampai ASInya kembali melimpah. Hukum ASI kan supply and demand, semakin banyak disusukan semakin banyak dikeluarkan. Kalau jatah ASI di skip dan diganti SF, malah jadi mengurangi ASI karena anak dah kenyang pakai formula, hasrat untuk mengisap ASI jadi turun. Untuk Ibu, perbanyak minum air putih / cairan, makan sayuran hijau dan kacang-kacangan. Makan ikan, tempe, tahu juga baik agar meningkatkan kadar DHA dalam ASI. Ayo Mas Pujo, kasih semangat istri untuk menyusui ya, mumpung anak masih satu bulan, usahakan kasih ASI eksklusif 6 bulan. Anak yang menyusu ASI memang cepat lapar karena ASI cepat sekali diserap tubuh, beda ama susu formula. Kalau susu formula umumnya diberikan tiap 2 jam sekali, maka menurut Dr Oetami(konsultan Laktasi), ASI diberikan kapan pun bayi suka/haus, jangan di-jam-in. Pengalaman saya pribadi waktu anak masih 1 bulanan, hampir tiap jam minta nyusu, tapi tiap anak bisa bervariasi ya Mas. Kalau anak masih nangis terus, coba diperiksa lagi apakah benar krn lapar atau sebab lain (kepanasan, alas tidurnya ga nyaman, ingin digendong, dsb). Kolik (perut ‘kenceng’) pada bayi juga sering bikin bayi rewel. Pelajari teknik pijat bayi yang bisa menenangkan bayi saat tidur dan mencegah kolik. Buku ttg pijat bayi tersedia di toko buku. Kalau masih bermasalah, telepon/datang ke Klinik Laktasi. Alamat dan telepon ada di atas tuh.. coba scroll up page nya ya. Dan baca archive2 lain dalam blog mbak Lita ini, banyak cara untuk meningkatkan kembali produksi ASI maupun untuk menambah semangat bagi para ibu dan ayah untuk mensukseskan ASI ekslusif.
Mbak Lita, aku bantuin jawab gpp ya
Sudah ditanggapi mbak Ketty
Terimakasih, mbak.
Tambahan komentar saya tentang susu yang bapak sebut.
—
Soal merek susu yang katanya bagus, saya punya banyak dugaan mengapa dikatakan bagus. Misalnya karena seri iklan awal yang bekerjasama dengan IDAI dan mendukung ASI (yang sekarang nampak nyata bahwa dukungan tersebut ada ‘maunya’ saat seri iklan yang lebih baru dimunculkan), karena formulasinya konon paling mendekati ASI, karena merek ini menyelenggarakan semacam seminar pendidikan tentang pentingnya ASI (dan turut mempromosikan pentingnya formulasi terbaru dalam produk mereka), atau ya karena iklannya sedemikian gencar dan para pemakainya punya semangat berbagi informasi yang tinggi (susu anakku merek N ini bagus lho jeng, anakku jadi begini begitu..)
Maaf para ibu, bukan bermaksud mendiskreditkan anda tapi saya dengar sendiri promosi model ini dan kenyataan pahit (bahwa sebagian dari kita memang ada yang begini) tetap harus kita terima.
Sebagus apapun susu formula, tetap tidak akan bersanding dalam kebaikan dengan ASI. ASI memang bukan dewa, tapi ASI SATU-SATUNYA bagi anak manusia, karena memang diciptakan untuk anak manusia.
Seperti dikatakan di:
http://lita.inirumahku.com/personal/lita/pernyataan-sikap-terhadap-susu-formula-bayi/#comment-9278
mba, aku juga coba hubungi panti rapih yogyakarta. critany aku mau konsultasi karena aku minggu depan dan seterusnya akan sering ke luar kota slama 3 harian. tp ternyata mereka bingung dan dihubungkan ke poli kebidanan, trus aku malah disuruh ke dokter anak dan nanya2 aja ke DSA.
o ya mba aku mau nanya sekalian…
. Kalau siang ASI diminumkan pake sendok kl ga spout cupnya mag2 pigeon kadang juga pake dot (pake dot cma dienyot2 ga mau). seneng si dia ga mau minum pake dot. Tapi kok kalo minum asi perah ga bisa banyak ya. senengnya netek lsg dr ibunya (bisa banyak). aku bingung nanti gimana kalo kutinggal secara dia kalo malem mau tidur kudu netek sambil tiduran baru bisa tidur.please masukan ya
aku kerja n sekarang masih asi ekslusif buat Nayla (3 bln besok 29 juni, skrg 5.2 kg BB lahir 3.2kg) meski ga berhasil ELO n pernah diolesin madu
makasih banyak web ini jadi inspirasiku biar tetep semangat……
Noora
sdg khawatir knapa Nayla minumnya ga rakus kayak sebelumnya
Hmmm, pastinya beda ya minum ASI perah dengan menyusu langsung. Sensasi sentuhan dengan kulit payudara ibu dan pelukannya itu lho
ASI perahnya diberikan oleh mbak atau oleh yang lain? Apakah kalau diberikan oleh ayah atau anggota keluarga yang lain (atau pengasuh, misalnya), Nayla juga tidak mau minum banyak?
Kalau pengalaman pribadi tentang tidur sambil menyusu sih, anakku ngga ‘maksa’. Kalau tidak ada aku, dia mau aja tidur digendong sambil sebelumnya minum susu (susu sapi cair, karena sebelum 1 tahun dia tidak pernah kutinggal bepergian lebih dari 2 jam). Tapi kalau ada emaknya ya jangan tanya, tidur digendong sih nehi, maunya menyusu sambil tiduran langsung di kasur.
Sudah pernah dicobakan untuk dininabobokan oleh selain mbak dan tidak sambil menyusu langsung, belum?
Jangan keburu terlalu khawatir, barangkali Nayla memang sedang ‘tidak ingin’ banyak menyusu dan akan di’kompensasi’ di hari-hari selanjutnya
Kalau pengalaman pribadi tentang tidur sambil menyusu sih, anakku ngga ‘maksa’. Kalau tidak ada aku, dia mau aja tidur digendong sambil sebelumnya minum susu (susu sapi cair, karena sebelum 1 tahun dia tidak pernah kutinggal bepergian lebih dari 2 jam). Tapi kalau ada emaknya ya jangan tanya, tidur digendong sih nehi, maunya menyusu sambil tiduran langsung di kasur.
=====================
lah kok sama kayak aku sih? Anakku juga kalo digendong neneknya, digendong tanteku, digendong sepupuku… cepet banget tidurnya. Tapi kalo digendong aku, boro-boro…. aku gak pernah berhasil membuat dia tidur tanpa kasih susu…hehehhehehee
Hiy sama juga dengan anakku (soal tidur digendong dan soal anak rada susah minum ASI perah). Coba mbak Noora, pada saat anak dilatih minum dari gelas, mbak Noora nya nyingkir dulu jangan kelihatan sama nayla..biar dia merasa si bunda memang lagi ga di tempat, so kalau haus ya minum dari sendok. keep on trying ya.
alamat klinik laktasi yang disurabaya dimana???
Coba hubungi:
RS Islam 1
Jl. A. Yani 2-4 (Wonokromo)
Surabaya
Telp: (031) 828 4504, 828 4506
Bukan klinik laktasi, tapi bisa konsul ke klinik ibu-anak dan akan diajarkan.
RS Islam 2
Jl. Jemursari 51-57
Surabaya
Telp: (031) 847 1878, 847 1877
mbak saya punya bayi berumur 3.5 bln,saat ini masih mendapatkan susu ekslusif dan rencananya akan diberi sampai 6 bulan, yang saya ingin tanyakan, berdasarkan buku the baby book dr md sears, disebutkan bahwa kebutuhan bayi diatas 6 bulan tidak dapat diperoleh hanya dari asi sehingga mesti mendapatkan makanan tambahan, apakah hal ini betul? bagaimana jika makanan tambahan yang diberikan tidak disertai susu formula tapi tetap di beri asi sampai asinya tidak keluar lagi/mulai usia berapa idealnya dapat diberikan susu formula?
Andrian
Betul, ASI SAJA tidak lagi mencukupi kebutuhan nutrisi anak ketika usianya telah lebih dari 6 bulan. Karena itu, MPASI (makanan pendamping ASI) mulai dikenalkan di usia tersebut. Secara bertahap, hingga akhirnya pada usia 1 tahun anak sudah dapat makan ‘table food’ (makanan meja, yang sama dengan yang dimakan sekeluarga).
Karena namanya MPASI, tentu saja menu utama tetap ASI. Pengolahannya pun sebagian besar tetap menggunakan ASI sebagai campuran.
Rekomendasi pemberi