<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bunda Marah</title>
	<atom:link href="http://lita.inirumahku.com/parenting-nursery/lita/bunda-marah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lita.inirumahku.com/parenting-nursery/lita/bunda-marah/</link>
	<description>Lita Mariana&#039;s Weblog about health, education, parenting, and life. MOTHERLY.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 00:13:14 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: renee, bundanya aila</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/parenting-nursery/lita/bunda-marah/comment-page-1/#comment-5110</link>
		<dc:creator>renee, bundanya aila</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jan 2007 00:35:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/parenting-nursery/lita/bunda-marah/#comment-5110</guid>
		<description>mba&#039; lita emang Te-O-Pe Be-Ge-Te deh!!! ;D
makasih ya mba&#039;... :)
aku juga udah baca beberapa artikel ttg tantrum, memang gak ada batasan yg tegas, tapi garis merahnya adalah konsisten (as you mentioned).
sekarang kami masih dalam proses menyusun kesepakatan pemberian punishment saat ada orang lain.
kekhawatiranku dgn penundaan punishment, selain alasan yg sudah mba&#039; berikan, adalah membuat anak &#039;mencari perlindungan&#039; dari orang lain utk menghindari punishment saat dia tau dia gak akan dihukum saat ada orang lain...
mmm...memang PR yg rumit! :S</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mba&#8217; lita emang Te-O-Pe Be-Ge-Te deh!!! ;D<br />
makasih ya mba&#8217;&#8230; <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
aku juga udah baca beberapa artikel ttg tantrum, memang gak ada batasan yg tegas, tapi garis merahnya adalah konsisten (as you mentioned).<br />
sekarang kami masih dalam proses menyusun kesepakatan pemberian punishment saat ada orang lain.<br />
kekhawatiranku dgn penundaan punishment, selain alasan yg sudah mba&#8217; berikan, adalah membuat anak &#8216;mencari perlindungan&#8217; dari orang lain utk menghindari punishment saat dia tau dia gak akan dihukum saat ada orang lain&#8230;<br />
mmm&#8230;memang PR yg rumit! :S</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lita</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/parenting-nursery/lita/bunda-marah/comment-page-1/#comment-4955</link>
		<dc:creator>Lita</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Dec 2006 03:22:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/parenting-nursery/lita/bunda-marah/#comment-4955</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Renee&lt;/strong&gt;
Kepala saya tiba-tiba gatel nih :p

Untuk menghadapi anak yang tantrum, tidak ada solusi yang seragam pas sama untuk setiap anak sih, karena tipe anak kan beda-beda.

Mungkin ngga, Aila ngga tau kalo mainin makanan itu salah, makanya ngga tau kenapa permintaannya ngga dituruti? Karena ngga dituruti, keluar deh ngamuknya. Tuh, setelah mbak katakan alasannya, Aila ngga minta diputarkan kaset (pinter banget sih mbak Aila!).

Mungkin sedang tidak lapar, atau sedang malas makan, tidak berselera, atau apapun, makanya makanannya dimainkan. Tapi... sepertinya mbak sudah punya kesepakatan dengan Aila ya, tentang &#039;memainkan makanan&#039;? :)

Soal batas punishment, tiap keluarga beda-beda ya. Kalau aku boleh saran, kita tetap konsisten. Ada orang lain atau tidak, perlakuan kita tetap sama. Walaupun akan lebih nyaman buat anak kalau kita tidak menyatakan kesalahannya di depan orang lain. Tentu saja sampai batas mana, ini kembali ke kesepakatan masing-masing orangtua.

Kalau merasa lebih baik hukumannya ditunda, ya tunda saja. Kalau merasa lebih baik sekarang daripada nanti (keburu anaknya lupa atau berpikir bahwa orangtuanya suka mengungkit-ungkit yang sudah lewat), ya sekarang saja mumpung topiknya masih hangat :p

Paling enak, bikin kesepakatan saja dengan suami dan Aila. Usia segitu kan sudah bisa memahami dengan baik kata-kata orang dewasa. Jadi, kalau Aila mulai beraksi, mbak bisa mengingatkan tentang kesepakatannya. Aila tentu akan lebih merasa dihargai kalau kita &#039;memperhitungkan&#039; kata-katanya :)

Sabar ya, mbak... Ngga sendirian kok. Kita senasib dengan berjuta-juta orangtua lain di dunia hehehe...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Renee</strong><br />
Kepala saya tiba-tiba gatel nih :p</p>
<p>Untuk menghadapi anak yang tantrum, tidak ada solusi yang seragam pas sama untuk setiap anak sih, karena tipe anak kan beda-beda.</p>
<p>Mungkin ngga, Aila ngga tau kalo mainin makanan itu salah, makanya ngga tau kenapa permintaannya ngga dituruti? Karena ngga dituruti, keluar deh ngamuknya. Tuh, setelah mbak katakan alasannya, Aila ngga minta diputarkan kaset (pinter banget sih mbak Aila!).</p>
<p>Mungkin sedang tidak lapar, atau sedang malas makan, tidak berselera, atau apapun, makanya makanannya dimainkan. Tapi&#8230; sepertinya mbak sudah punya kesepakatan dengan Aila ya, tentang &#8216;memainkan makanan&#8217;? <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Soal batas punishment, tiap keluarga beda-beda ya. Kalau aku boleh saran, kita tetap konsisten. Ada orang lain atau tidak, perlakuan kita tetap sama. Walaupun akan lebih nyaman buat anak kalau kita tidak menyatakan kesalahannya di depan orang lain. Tentu saja sampai batas mana, ini kembali ke kesepakatan masing-masing orangtua.</p>
<p>Kalau merasa lebih baik hukumannya ditunda, ya tunda saja. Kalau merasa lebih baik sekarang daripada nanti (keburu anaknya lupa atau berpikir bahwa orangtuanya suka mengungkit-ungkit yang sudah lewat), ya sekarang saja mumpung topiknya masih hangat :p</p>
<p>Paling enak, bikin kesepakatan saja dengan suami dan Aila. Usia segitu kan sudah bisa memahami dengan baik kata-kata orang dewasa. Jadi, kalau Aila mulai beraksi, mbak bisa mengingatkan tentang kesepakatannya. Aila tentu akan lebih merasa dihargai kalau kita &#8216;memperhitungkan&#8217; kata-katanya <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sabar ya, mbak&#8230; Ngga sendirian kok. Kita senasib dengan berjuta-juta orangtua lain di dunia hehehe&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: renee, bundanya aila</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/parenting-nursery/lita/bunda-marah/comment-page-1/#comment-4949</link>
		<dc:creator>renee, bundanya aila</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Dec 2006 01:53:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/parenting-nursery/lita/bunda-marah/#comment-4949</guid>
		<description>mba&#039;...aku &amp; aa&#039; lagi bingung ngadepin tantrum &amp; terrible two period-nya aila.
semalam dia mainin makan malamnya, jadi dia hanya makan sekitar 3-5 suap. karena nakalnya itu, aku &amp; aa&#039; sepakat memberi punishment tidak boleh dengar kaset kakak tasya sepanjang perjalanan pulang (kebetulan kami dalam perjalanan dari depok menuju cirendeu). maka...MENGAMUKLAH DIA!!! mulai dari menuntut kasetnya dipasanng, melihat yanda-bundanya gak bergeming, ganti &#039;tuntutan&#039; deh: minta duduk dipangku bunda (aila duduk sendiri di seaternya di belakang ditemani pengasuhnya). &#039;tuntutan&#039; ini terpaksa kami penuhi krn aila hampir muntah. setelah tenang baru aku kasih tau kalo tadi perbuatannya dia salah (mainin makan malamnya) &amp; kalo salah harus siap menerima konsekuensinya. dgn lirih aila menjawab &quot;iya, bunda. aila minta maaf&quot;. sisa perjalanan dihabiskan aila tidur di pangkuanku tanpa mendengar kakak tasya-nya...
pagi ini, dlm perjalanan menuju kantor, aa&#039; menyatakan keberatannya dgn metode punishment tsb kalo ada orang lain saat kami &#039;menghukum&#039; aila. dia takut orang lain tsb (dalam hal ini pengasuh aila) akan mendapat justifikasi utk meniru penerapan metode tsb saat kami tidak ada, tanpa tahu di batas mana mereka harus berhenti.
any input, advise, anything?
*stillconfuse&amp;sooo...otired!*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mba&#8217;&#8230;aku &amp; aa&#8217; lagi bingung ngadepin tantrum &amp; terrible two period-nya aila.<br />
semalam dia mainin makan malamnya, jadi dia hanya makan sekitar 3-5 suap. karena nakalnya itu, aku &amp; aa&#8217; sepakat memberi punishment tidak boleh dengar kaset kakak tasya sepanjang perjalanan pulang (kebetulan kami dalam perjalanan dari depok menuju cirendeu). maka&#8230;MENGAMUKLAH DIA!!! mulai dari menuntut kasetnya dipasanng, melihat yanda-bundanya gak bergeming, ganti &#8216;tuntutan&#8217; deh: minta duduk dipangku bunda (aila duduk sendiri di seaternya di belakang ditemani pengasuhnya). &#8216;tuntutan&#8217; ini terpaksa kami penuhi krn aila hampir muntah. setelah tenang baru aku kasih tau kalo tadi perbuatannya dia salah (mainin makan malamnya) &amp; kalo salah harus siap menerima konsekuensinya. dgn lirih aila menjawab &#8220;iya, bunda. aila minta maaf&#8221;. sisa perjalanan dihabiskan aila tidur di pangkuanku tanpa mendengar kakak tasya-nya&#8230;<br />
pagi ini, dlm perjalanan menuju kantor, aa&#8217; menyatakan keberatannya dgn metode punishment tsb kalo ada orang lain saat kami &#8216;menghukum&#8217; aila. dia takut orang lain tsb (dalam hal ini pengasuh aila) akan mendapat justifikasi utk meniru penerapan metode tsb saat kami tidak ada, tanpa tahu di batas mana mereka harus berhenti.<br />
any input, advise, anything?<br />
*stillconfuse&amp;sooo&#8230;otired!*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lita</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/parenting-nursery/lita/bunda-marah/comment-page-1/#comment-3101</link>
		<dc:creator>Lita</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jul 2006 00:45:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/parenting-nursery/lita/bunda-marah/#comment-3101</guid>
		<description>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;anonim&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;
Ya betul.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>anonim</em></strong><br />
Ya betul.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Saya</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/parenting-nursery/lita/bunda-marah/comment-page-1/#comment-3098</link>
		<dc:creator>Saya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jul 2006 12:36:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/parenting-nursery/lita/bunda-marah/#comment-3098</guid>
		<description>Bu, saya setuju bahwa anak perlu diperkenalkan dengan emosi marah orangtuanya. Yang saya tidak setuju, adalah marah itu dilakukan tanpa penjelasan apa sebenarnya hal yang membuat marah. Seorang anak juga harus diperkenalkan konsep sebab-akibat yang konsisten, sehingga dia juga bisa belajar menimbang konsekuensi perbuatannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bu, saya setuju bahwa anak perlu diperkenalkan dengan emosi marah orangtuanya. Yang saya tidak setuju, adalah marah itu dilakukan tanpa penjelasan apa sebenarnya hal yang membuat marah. Seorang anak juga harus diperkenalkan konsep sebab-akibat yang konsisten, sehingga dia juga bisa belajar menimbang konsekuensi perbuatannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lita</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/parenting-nursery/lita/bunda-marah/comment-page-1/#comment-2999</link>
		<dc:creator>Lita</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jul 2006 15:46:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/parenting-nursery/lita/bunda-marah/#comment-2999</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Kenji&lt;/strong&gt;
Hukuman fisik? Paling cuma kupencet aja idung para juragan itu :) Pernah juga nepuk kaki/tangan.

Menghukum? Berhubung anakku masih kecil-kecil, paling aku diemin aja kalo aku lagi ngambek :p

&lt;strong&gt;Mbilung&lt;/strong&gt;
Nggak marah kok *ikutan ngedib-ngedib*

&lt;strong&gt;Evi&lt;/strong&gt;
Kayanya reflek ibu itu universal ya: mencet idung :mrgreen:

&lt;strong&gt;Eep&lt;/strong&gt;
Memangnya apa persangkaanmu padaku?

&lt;strong&gt;Lely&lt;/strong&gt;
Aku kirimi e-mail ya, mbak. Salam kenal juga.

Umur berapa ya? Rasanya ngga ada batasan umur minimal deh. Eh, buat aku sih.

Intinya: &lt;strong&gt;konsisten dan bertahap&lt;/strong&gt;.
Kalo sesuatu gak boleh, ya gak boleh. Jangan sekali boleh, kali lain ngga boleh.
Bertahap; awalnya diperingatkan, apa yang akan kita lakukan kalau mereka mengulangi hal yang tidak kita perbolehkan.
Selanjutnya, lakukan apa yang kita peringatkan pada mereka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kenji</strong><br />
Hukuman fisik? Paling cuma kupencet aja idung para juragan itu <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Pernah juga nepuk kaki/tangan.</p>
<p>Menghukum? Berhubung anakku masih kecil-kecil, paling aku diemin aja kalo aku lagi ngambek :p</p>
<p><strong>Mbilung</strong><br />
Nggak marah kok *ikutan ngedib-ngedib*</p>
<p><strong>Evi</strong><br />
Kayanya reflek ibu itu universal ya: mencet idung <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Eep</strong><br />
Memangnya apa persangkaanmu padaku?</p>
<p><strong>Lely</strong><br />
Aku kirimi e-mail ya, mbak. Salam kenal juga.</p>
<p>Umur berapa ya? Rasanya ngga ada batasan umur minimal deh. Eh, buat aku sih.</p>
<p>Intinya: <strong>konsisten dan bertahap</strong>.<br />
Kalo sesuatu gak boleh, ya gak boleh. Jangan sekali boleh, kali lain ngga boleh.<br />
Bertahap; awalnya diperingatkan, apa yang akan kita lakukan kalau mereka mengulangi hal yang tidak kita perbolehkan.<br />
Selanjutnya, lakukan apa yang kita peringatkan pada mereka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lely</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/parenting-nursery/lita/bunda-marah/comment-page-1/#comment-2994</link>
		<dc:creator>lely</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jul 2006 08:20:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/parenting-nursery/lita/bunda-marah/#comment-2994</guid>
		<description>wah.. bunda yang hebaat... 
padahal baru baca beberapa posting nih,.. hehe
salam kenal ya..
btw, mulai umur berapa ya mbak anak bisa dikasih pelajaran &#039;marah&#039; ini ? soalnya anak saya baru 6 bulan neeh
thx b4</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah.. bunda yang hebaat&#8230;<br />
padahal baru baca beberapa posting nih,.. hehe<br />
salam kenal ya..<br />
btw, mulai umur berapa ya mbak anak bisa dikasih pelajaran &#8216;marah&#8217; ini ? soalnya anak saya baru 6 bulan neeh<br />
thx b4</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

