The benefit of being a breastfeeding mom is the practical way of how to feed your baby on your sleepy nights. You don’t even need to open your eyes
And that’s not the only benefit. Your baby can also enjoy other thing: teethe! But this time it’s not the rubber thing filled with sterile water. It’s something that yelled ‘ouch’ when chewed. The mother!
What made me awake for some hours later was Daud got angry when I pulled myself away. He still asked for some. Milk? No, chew! Maaannnn!!!
Reality DOES bite. Literally, at least for breastfeeding mothers. Welcome aboard, moms!



Saya ngga ngerti harus komentar apa. Bingung.
Mungkin ibu-ibu aja deh yang ngasih komentar. Tapi paling ngga saya bisa tau dikit ‘kerjaan’ istri saya nanti
waduh.. bayinya proaktif ya bu.. hihihi
o0o0o0o0o… begitu toh…
iya seeh itu bisa di bilang satu keuntungan kalo kasih asi ke bayi, tapi berdasarkan pengalaman istri saya, kalo menyusui bayi dalam keadaan tidur terkadang air susunya bisa mengenai kulit si bayi, nah asi kan bisa ngerusak kulit bayi yang masih sangat sensitif, soalnya anak aku pernah ngalamin nya, tapi syukur sekarang dah hilang bekas nya berkat masukan dari tetangga aku yang pernah punya pengalaman yang sama
hhmmm…sekedar tanya, apakah ini termasuk birokrasi untuk mengakses posting yg bilingual? atau?
000000000000000000uchhhh
iya, kakak-kakakku juga suka jejeritan kalau anaknya mulai “nyiksa” begitu. tapi sekarang anaknya udah gede-gede. saya ledekin tuh ponakan2 itu
Hmm,.. situs keren…
Saya belum punya istri dan anak. Jadi gak ngerti dan kedengaran sedikit saru,.. hehe,.. sori..
Assalmualaikum Bu Lita, hehe saya masi ingat Bu Lita pake seragam sma, ternyata ketemu lagi sudah lain cerita, saya jadi pengen bisa tau rasa kunyah-mengunyah itu:D, salam sayang buat Ibrahim dan Daud ya Lit…
kalau bapaknya yang minta jatah, apa ya ngasihnya sambil tetep merem, ya …. *kabur* …
ah … jadi inget pengalamn di kereta. Ibunya netek-in anaknya .. trus ibunya tidur .. eh anaknya tidur juga dengan tidak lagi netek … jadi buah dada si ibu terpublikasi dengan lugas ke penumpang-penumpang lain
Lha … ono postingan pentil kecakot — penjabat tilpun kecamatan kota.
Aribowo
Saya tambahkan sekaligus luruskan beberapa hal, ya.
Kulit bayi memang sensitif, namun sensitivitas tiap bayi tidak sama. Tidak semua bayi mengalami reaksi berupa dermatitis atopi ketika kulitnya mengalami kontak agak lama dengan sisa ASI. Sensitivitas ini biasanya merupakan faktor keturunan, mirip sifat alergi.
ASI bukan satu-satunya penyebab dermatitis atopi pada bayi. Biasanya bayi lebih peka pada sisa susu formula. Mencegah dan mengatasi dermatitis ini cukup mudah: bersihkan sisa/ceceran susu di sekitar mulutnya dengan kain lembut yang dibasahi dengan air bersih, hangat juga boleh (semoga anjuran ini yang diberikan tetangga bapak, ya).
Salep yang mengandung hidrokortison adalah pilihan terakhir ketika dermatitis tak mereda dalam waktu lama. Dan penggunaannya cukup ketat, dalam dosis maupun waktu pemakaian.
Jadi? Jadi posisi menyusui silakan dipilih yang paling nyaman. Dan pastikan sisa susu tidak melekat di kulit bayi untuk waktu yang lama.
Dhika
Di screenshot itu, permalinknya tidak sama dengan yang digunakan saat ini.
Salah saya. Saya sempat mengubah post slug dengan menambahkan dash ‘-’ karena permalink yang pertama tampak ganjil. Sepertinya feeder yang Dhika gunakan keburu memungut tulisan ini sebelum saya ganti permalink-nya.
Dan tidak ada hubungannya dengan birokrasi gettext
Jabrik
Saya berusaha untuk tidak bercerita secara detil demi menghindari imaji. Tak ada niat untuk saru, hanya ingin berbagi secuil ‘duka’ ibu saat anaknya melangkah ke tahap tumbuh-kembang selanjutnya.
Saru atau tidak, pilihan ada di tangan anda
Mia
‘Alaykum salam Mia. Ini Mia-nya Ridho yang sekarang di Jepang? Waaah… kesasar ke sini dari mana, Mi?
Ehm, mending gak tau deh, Mi. Sakit :p
*seragam SMA? waks, malu*
Semoga dimudahkan ALlah, walau saat ini belum berkesempatan untuk ‘dikunyah’ bayi. Bulan madunya bisa dinikmati berlama-lama kan?
Salam disampaikan
Ndoro kakung & Mbilung
*Tendang para bapak jauh-jauh*
Johan
Aduh, apa ngga ada yang berbaik hati membangunkan ibu itu?
Ibu-ibu yang menyusui sebaiknya memang membawa kain/selimut sebagai penutup untuk berjaga-jaga ketika terpaksa menyusui di tempat umum. Demi menghindari hal yang bikin tak enak hati seperti ini
hehehe… asi saya kering duluan…

emang emaknya (saya) dulu yang kurang “gigih” kali ya…
hmmm kali aja bakal ada next time
oooo… gitu toh,
abis saya mah kurang ngerti ama yang ginian soalnya saya kan gak ngalamin nya…
tapi makasih banget atas tips nya…
satu lagi, susu formula (kalengan) juga bisa sebab kan hal yang sama yach seperti ASI?
Dini
Semoga diberi kesempatan selanjutnya yang ‘lebih baik’
Ternyata faktor gigih banyak berpengaruh, mbak.
*pengalaman menyusui anak pertama yang gagal ’secara eksklusif’*
Aribowo
Semoga sekarang jadi lebih mengerti ya
Saya tidak tahu perbandingan jumlah kejadian dermatitis atopi antara yang disusui dengan ASI dan susu formula. Jadi saya hanya bisa bilang, bisa ya (terjadi), bisa tidak. Tergantung sensitivitasnya, tergantung individunya.
Yang umum terjadi pada bayi yang diberi susu formula adalah lidah yang putih dan kasar. Ini disebabkan oleh menumpuknya sisa susu. Kejadian ini lebih kecil pada bayi yang diberi ASI saja.
Mengatasinya juga mudah. Cukup dibersihkan saja dengan kasa steril yang dicelup dalam air hangat. Tentu jangan keras-keras menggosoknya, supaya lidah bayi tidak luka
Rada vulgar….
)
)
Ni Ibu banyak ngambeknya
hmmmm…, menyusu ya…? rasanya saya berhenti menyusu pas mau sekolah.. (gile pas mau masuk SD?)… kekekeke
maklum anak bungsu…, dapet paling lama jatahnya, meskipun dapet paling pe*ot..
*kaburrrr…
Hi Lita, I am a new mom and so proud to breastfeed my son.It was really a challenge to switch him to breastfed from bottlefed. What you say is exactly right. Your life becomes so much easier with breastfeeding. BTW, mind if I link your blogsite?
stuju ama aswad
Ouch!
Hehehehehehe…
Dimana-mana cerita anak asyik ya. Met tugas ya Bu!
Anak yang agak bandel gitu jangan dimarahin. Biasanya bakat jadi orang terkenal.
Sabar-sabar yah, bu - inget pahala aja
, persis seperti si idung pesek-ku dulu ngurus 2 malaikat kecil itu sendirian di New York, gak ada yang mbantuin.
——-
Seneng udh bisa nengok kesini - salam hangat dari afrika barat
ADOOUW!! Brarti akhirnya musti melek juga klo si kecil latihannya tengah malem.
hehe
hati-hati loh nenenin sambil tidur, kalo bayi tersedak ndak sadar ntar…
Ooow…ternyata si baby suka nggodain ibunya ya di tengah malam. Jd belajar nih dr latihan tengah malam bu Lita
Yulini
Sure I wouldn’t mind
Arif
Punya bakat atau ngga, dimarahi ya dimarahi. Dia tetep harus kenal berbagai emosi orangtuanya
Firman
Yang lebih dikhawatirkan adalah tertutupnya jalan nafas bayi oleh dada ibu, karena itu untuk bayi yang refleks geraknya belum terlatih si ibu disarankan untuk menyusui sambil duduk.
Ketika bayi sudah agak besar, bisa bernafas lewat mulut jika hidung ditutup dan bisa menjauhkan diri (misal mengangkat kepala dari kasur), risiko sudah agak berkurang.
Dan ketika bayinya sudah bisa merangkak dan belajar berjalan seperti Daud, rasa khawatir saya nyaris lenyap sama sekali karena dia pasti terbatuk jika tersedak, dus saya pasti bangun untuk membantunya
Hanum
Belajar ya? Hmm… jadi sudah positif ya, bu?
Hehe baru denger ceritanya aja sih… kapan ya ngerasainnya hauhehe
Btw, this is a great blog.
breastfeeding memang lebih mudah at night. nggak banyak distraction, sambil ngantuk-ngantuk bisa dilakonin, dan bebe-nya langsung pules juga.
nggak kebayang deh kalo harus pake formula. belom botolnya, naker susunya, ngisi airnya, ngecek suhunya. ckckckck yang ada bebe-nya ngamuk-ngamuk karena kelamaan nunggu.
Akhirnya… REAL MOTHER
Haduh mbak Lita, masa2 menyakitkan dah lewat ya? Yang ini baru saya jalanin sekarang2 ini. Pokoke tiada hari tanpa adaaaouuww