Happy Breastfeeding Week!

I hope it’s not very late to announce this.

HAPPY WORLD BREASTFEEDING WEEK, mommies!

The theme for World Breastfeeding Week 2006 is "Code watch: 25 years of protecting breastfeeding".

According to the World Alliance for Breastfeeding Action (the organizers of the week), over 60 countries have legislated all or many provisions of the International Code of Marketing of Breastmilk Substitutes (the Code), which regulates the marketing of breastmilk substitutes. The week will celebrate this success and draw attention to the work still needed to improve breastfeeding practices worldwide.

World Breastfeeding Week is coordinated every year by the World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) to commemorate the Innocenti Declaration, to protect, promote and support breastfeeding.

World Breastfeeding Week was first celebrated in 1992. Now it involves over 120 countries and is endorsed by UNICEF, WHO and FAO.

Saya harap tidak terlalu basi untuk mengumumkan ini.

Selamat merayakan PEKAN MENYUSUI SEDUNIA, ibu-ibu!

Tema perayaan pada tahun ini adalah "Pengawasan Kode Etik Internasional : 25 Tahun Melindungi ASI".

Menurut Aliansi Gerakan Menyusui Sedunia (WABA, World Alliance for Breastfeeding Action) *bener gak sih gini terjemahnya?*, lebih dari 60 negara telah memberlakukan seluruh atau sebagian Kode Etik Internasional tentang Pemasaran Produk Pengganti ASI. Pekan Menyusui diselenggarakan sebagai perayaan keberhasilan sekaligus sebagai seruan untuk meningkatkan praktik menyusui di seluruh dunia.

Pekan Menyusui Sedunia digelar setiap tahunnya oleh WABA untuk memperingati Deklarasi Innocenti, dengan jargon melindungi, meningkatkan, dan mendukung penyusuan.

Pekan Menyusui Sedunia pertama kali dirayakan pada tahun 1992. Kini perayaan ini telah melibatkan lebih dari 120 negara dan disokong oleh UNICEF, WHO, dan FAO.


And here’s a short history on WABA.

WABA was formed in 1991 to act on the Innocenti Declaration (1990) to protect, promote and support breastfeeding. As part of its action plan to facilitate and strengthen social mobilisation for breastfeeding, WABA envisioned a global unifying breastfeeding promotion strategy:

A day dedicated to breastfeeding was suggested to be marked in the calendar of international events. The idea of a day’s celebration was later turned into a week, celebrated every 1-7 August.

Pay attention the ‘over 60 countries’ part, noting the countries which have legislated the International Code. Has Indonesia been there? Supposed to. I really hope Indonesian government has done their best effort to protect, promote and support breastfeeding.

That’s a big hope, though we can still find many fault in practices. Oh well, we can’t rely everything on the government’s hand of course. At least, maybe not for this time. Therefore, we shall do what we can to support the act. And this is one of my support. What’s yours?

Dan berikut adalah sejarah singkat tentang WABA.

WABA dibentuk pada tahun 1991 sebagai tindakan atas deklarasi Innocenti (1990) untuk melindungi, meningkatkan, dan mendukung penyusuan. Sebagai bagian dari rencana kerjanya dalam memudahkan dan memperkuat pergerakan sosial untuk menyusui, WABA merumuskan strategi global yang terpadu dalam mempromosikan penyusuan.

Satu hari yang dipersembahkan bagi penyusuan disarankan agar ditera pada penanggalan peristiwa internasional. Perayaan satu hari ini kemudian diperpanjang hingga satu minggu, yang diperingati setiap tanggal 1-7 Agustus.

Perhatikan bagian ‘lebih dari 60 negara’, yang menyebutkan jumlah negara yang telah menerapkan Kode Etik Internasional tersebut. Apakah Indonesia termasuk di dalamnya? Seharusnya ya.

Saya benar-benar berharap pemerintah Indonesia telah melakukan usaha terbaiknya (atau justru sebaiknya saya berharap "semoga ini bukan usaha terbaik"?) dalam melindungi, meningkatkan, dan mendukung penyusuan.

Yea rite™. Harapan tinggal harapan. Nyatanya, menurut UNICEF, pemasaran produk (pengganti) ASI justru semakin gencar. Tanya kenapa?™ (apakah ada ‘bau’ tertentu seperti yang tercium oleh pakde Mbilung?)

Di sana dan di sini masih terdapat banyak kekurangan dalam pelaksanaannya. Toh kita tidak dapat membebankan semua tanggung jawab ke bahu pemerintah. Setidaknya bukan sekarang. Karena itu kita lakukan saja apa yang kita bisa untuk mendukung gerakan menyusui ini.

Tulisan ini adalah salah satu bentuk kepedulian dan dukungan saya. Kemudian, giliran anda :)