Sebagai yg sedang belajar jadi ibu, buat aku kritis (=cerewet?
) itu penting. Segala iklan yang targetnya ibu & anak selalu jadi bahasan menarik buat aku & suami. Utamanya iklan susu & suplemen. Namanya jg iklan, selalu membujuk agar konsumen merasa perlu & beli produk tersebut.
Iklan susu formula untuk bayi & anak2 selalu penuh ‘bunga’ berupa nutrisi penting untuk perkembangan otak, dari DHA, ARA, dll dsb dg berbagai singkatan njlimet yg aku yakin 100% gak semua ibu2 tau apa yg diomongin iklan itu. Padahal, semua zat yg dijargonkan oleh susu2 formula itu udah terkandung dg lengkap (jauh lebih komplit) di ASI dg kandungan yg perfectly fit untuk setiap anak yg unik & bisa diserap sempurna oleh tubuh. Tapi jangan heran kalo ada ibu2 yang ternyata lebih milih susu formula untuk bayinya daripada ASI krn dipikirnya susu formula lebih ‘hebat‘
Bahkan dokter sekalipun ngga lepas dari pengaruh iklan! Bukan apa2, kalo untuk konsumsi dirinya sendiri sih ya terserah beliau. Tapi kalo udah keluar dlm bentuk resep, ibu2 (=pasien) ‘dipaksa’ untuk percaya keampuhan produk itu walaupun ngga diperlukan. Maklum, negara ini masih feodal, dokter ‘kasta’nya masih di atas orangtua (parents).
Contoh paling klasik deh (yg paling sering diomongin, gituh); DHA. Binatang apaan sih DHA ini?
DHA alias asam dokosaheksanoat alias asam linolenat (ALA), alias asam eikosapentaenoat (EPA) alias asam lemak-tak jenuh ganda (PUFA), alias asam lemak omega 3 alias minyak ikan. Sounds more familiar now? Ternyatanya, fungsi DHA ini -yg sudah memiliki bukti yg tergolong kuat atau baik (grade A/B)- adalah untuk menurunkan kadar trigliserida dalam darah, pencegahan penyakit pembuluh jantung (kardiovaskular), menurunkan tekanan darah, terapi rematik, & pencegahan keracunan oleh cyclosporine pada pencangkokan organ. Sedangkan untuk menunjang perkembangan mata & otak bayi baru tergolong kategori C alias unclear scientific evidence for this use.
Jadi? Ya simpulkanlah sendiri…. kalau belum terbukti, aku sih gak mau repot beli susu mahal2 (yg padahal pada intinya hampir semua susu sama aja kalo anak udah di atas 1 taun mah… mending susu cair sekalian). Untuk bikin anak pinter, bukan dari susu.. Susu emang pelengkap nutrisi (utamanya kalsium), tapi bukan makanan utama. Daripada susu formula yg mahal (asli mahal, >100rb per 900 gram! padahal anakku seminggu bisa abis 800 gram), mending uangnya ditabung untuk sekolahnya kelak. Lebih ‘jelas’ asal pinternya darimana…
Lagipula, DHA ini juga terkandung di kedelai kok. Tau kan? TEMPE & TAHU gitu lhooo…
Jangan mudah terbujuk iklan lahhhh… Kita yg udah melek teknologi gini kan bisa cari tau para ‘binatang’ nutrisi itu sebenernya mahluk apa dan gunanya apa. Be smart & wise, OK?
details here



wah klo aku sih krn orang jw masih terikat adat asal nggak nglanggar syariat seperti hamil kemaren tetap ada acr mitoni cuma memang harus madi kembang segala walau tetap berjilbab dengan bawahan tapiyan kain jarik segala tapi nggak jadi tontonan krn upacaranya kusus wanita, trus setelah anak lair hrs sering pijat supy badan segar dan makai setagen selama 40 hr supy perut ggak gembrot sambil minum jamu trdisional, nyatanya anaku dan saya sendiri sehat2 aja,
setuju…jangan percaya tipu daya iklan susu fomula yang akhirnya memaksa kita harus mengeluarkan budget 500 ribuan perbulan…akhirnya teteup harus liat formula dan kandungan gizinya juga ko…trus skali lagi, susu kan tambahan, bukan makanan pokok