Kuda Tidak Bisa Terbang

Daud baru memulai permainannya di komputer. Bunda duduk di seberangnya, juga 'bermain' dengan komputer. Daud bermain di Kidzui saja. Bunda bermain di mana-mana :D

Daud: "Bunda mau mainan yang mana?"

Bunda: "Bunda mau yang Daud mau saja".

Daud: "Daud mau main yang kuda".

Bunda: "Kudanya besar atau kecil?"

Daud: "Kudanya besal".

Bunda: "Warnanya apa?"

Daud: "Walnanya coklat"

Bunda: "Kudanya bisa lari?"

Daud: "Bisa"

Bunda: "Kudanya bisa belok?" [pertanyaan 'standar' yang diajukan Daud untuk benda yang belum dikenalnya]

Daud: "Bisa belok"

Bunda: "Bisa terbang, ngga?"

Daud: [menggeleng] "Ngga bisa"

Bunda: "Kenapa?" [Attention, my students. See, I ask WHY not only to you at class!]

Daud: "Kudanya ngga punya baling-baling, ngga ada tombolnya"

Bunda: [menahan, perut mulai sakit] "Ooo… ngga ada tombolnya?"

Daud: "Iya. Kemalen stlobeli ada tombolnya"

Bunda: [makin sakit perut] "Ada tombolnya?"

Daud: "Iya"

Bunda: "Stroberi bisa terbang?"

Daud: "Stlobeli bisa telbang. Kuda ngga bisa"

Bunda: … [tak melanjutkan percakapan]

Mungkin tak hanya bajaj, metromini dan becak yang sulit diperkirakan akan belok ke mana. Percakapan dengan balita juga.