Adding Me on Friendster

Teman-teman pembaca yang terhormat, izinkan saya narsis sebentar. Bentaaaarrr… aja. Untuk yang tidak punya akun Friendster (dan tidak berniat punya), posting ini gak penting kok. Dilewat juga gak papa. Tapi sebaiknya sih baca juga.

Gini…

Seperti anda semua lihat, saya punya akun Friendster (lihat kan? di sidebar itu lho!). Tidak ada yang istimewa dengan itu. SBY aja punya :D Yang sedikit mengganggu adalah ketika ada yang ingin menambahkan saya ke dalam daftar temannya tapi tidak ingin repot berkenalan dulu.

Sebagian anda mungkin membatin. "Ya baca aja profil dia, kenapa sih? Gak mau repot juga ya?" Sebelum anda angot, ya, saya baca profil dia kok. Lalu? Apakah permintaan saya sangat berlebih?:

I want to meet (and make) friends, not as-much-as-possible-people on my friend list.
Please, unless you've known me before, don't add me as your friend. Just send me a message first (it won't hurt you).

Bukan hanya sekali, ketika saya bertanya kepada seorang teman, "A itu siapa?" dan dijawab "Siapa tuh?". Itu lho, yang ada di daftar temenmu. "Iya ya? Gak inget. Kayanya gak kenal". Gak kenal kok ada di daftar temen? "Ya dia minta 'add', aku masukin aja".

Jadi apa maksudnya Friendster-an ini ya? Lomba banyak-banyakan temen? Temen tapi gak kenal ™ :D

Saya ingin semua orang yang ada dalam daftar saya hanya orang-orang yang saya kenal. Kalau merasa (pernah) kenal saya, silakan masukkan saya ke daftar teman. Biasanya saya tidak lupa wajah, walaupun seringkali lupa nama. Jadi ya… tolonglah, pajang fotomu.

Teman baru karena ketemu di Friendster juga ada, kok. Ya itu, saya meminta mereka agar dengan baik hati memperkenalkan diri dulu sebelum mengaku teman saya. Atau sebaliknya, saya kirim pesan sembari mengirim 'request'.

Eh, begitu kan ya etika berkenalan (dan menelepon, dan bertanya, dan sebagainya)? Memperkenalkan diri sebelum bertanya, "Kamu siapa?"

Saya kira permintaan di profil saya itu cukup jelas. Atau karena saya sok ngenggres kah? Ya deh, besok saya bikin yang bahasa endonesa-nya. Tapi kayanya ini tidak menyelesaikan masalah deh. Ya, Ren? (cari beking temen senasib) :D

Belakangan ini saya cukup malas untuk mengirim pesan teguran bagi setiap orang yang dengan baik hati mengakui saya sebagai teman. Lama-lama kok bosan juga ya. Jadi ya… saya tolak saja. Maaf… maaf… bukan bermaksud sombong. Hanya bosan.

Bagi mereka yang saya tolak permintaannya, dengan ini saya minta maaf. Sila masukkan lagi permintaan anda, disertai dengan sedikit pesan perkenalan. Terutama, saya ingin tahu dari mana/siapa anda 'mendapati' saya di Friendster. Habis itu pasti saya add kok ;)

Masih berhubungan dengan saya, saya mendapati banyak sekali yang menyinggung-nyinggung seleb blog ™ belakangan ini. Selama ini saya diam saja. Hanya senyum-senyum sendiri. Kadang ya rasan-rasan dengan suami.

Tapi dengan dukungan pakde Mbilung (berdasarkan definisi beliau akan seleb), sentilan dari Priyadi (yang bilang bahwa saya lebih seleb daripada beliau -berarti dirimu seleb juga toh, Pri? :D ), dan tuduhan lurah Andry bahwa saya ini seleb blog, baiklah saya mengaku.

Saya selebritas. Puwas?

*Mode selebritas GR dimatikan.*

Eh, jangan serius banget gitu dong… Jadi malu saya. Add aq yach!