<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Asisten, Pengobat Hati dan Punggung</title>
	<atom:link href="http://lita.inirumahku.com/personal/lita/asisten-pengobat-hati-dan-punggung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lita.inirumahku.com/personal/lita/asisten-pengobat-hati-dan-punggung/</link>
	<description>Lita Mariana&#039;s Weblog about health, education, parenting, and life. MOTHERLY.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 00:13:14 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: dian ibung</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/personal/lita/asisten-pengobat-hati-dan-punggung/comment-page-1/#comment-9775</link>
		<dc:creator>dian ibung</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jul 2007 15:49:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/personal/lita/asisten-pengobat-hati-dan-punggung/#comment-9775</guid>
		<description>Lita..... apa akabr ? kok ga apdet ? lagi ngerjain apa sekarang ? udah adakah tulisanmu di majalah ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lita&#8230;.. apa akabr ? kok ga apdet ? lagi ngerjain apa sekarang ? udah adakah tulisanmu di majalah ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nopi</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/personal/lita/asisten-pengobat-hati-dan-punggung/comment-page-1/#comment-9251</link>
		<dc:creator>Nopi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jun 2007 04:46:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/personal/lita/asisten-pengobat-hati-dan-punggung/#comment-9251</guid>
		<description>Aduh kok asistennya berani nempeleng sih mba, walah jadi inget 3 anaku di rumah mudah mudahan ga ada kejadian seperti itu ...ihiks. 
Dari mulai menikah 4 tahun lalu entah sudah berapa kali ganti asisten, pusing juga ngurusin asisten ini. Mudah mudahan 5 tahun lagi aku dah ga perlu asisten dech kalo bisa dikerjain seisi rumah mendingan dikerjain sendiri aja kali ya.

(salam kenal mba lita tulisannya bagus sekali)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aduh kok asistennya berani nempeleng sih mba, walah jadi inget 3 anaku di rumah mudah mudahan ga ada kejadian seperti itu &#8230;ihiks.<br />
Dari mulai menikah 4 tahun lalu entah sudah berapa kali ganti asisten, pusing juga ngurusin asisten ini. Mudah mudahan 5 tahun lagi aku dah ga perlu asisten dech kalo bisa dikerjain seisi rumah mendingan dikerjain sendiri aja kali ya.</p>
<p>(salam kenal mba lita tulisannya bagus sekali)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dian ibung</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/personal/lita/asisten-pengobat-hati-dan-punggung/comment-page-1/#comment-8496</link>
		<dc:creator>dian ibung</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 May 2007 03:06:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/personal/lita/asisten-pengobat-hati-dan-punggung/#comment-8496</guid>
		<description>LIta...aku tadi uda comment, masuk ga ya ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>LIta&#8230;aku tadi uda comment, masuk ga ya ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dian ibung</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/personal/lita/asisten-pengobat-hati-dan-punggung/comment-page-1/#comment-8495</link>
		<dc:creator>dian ibung</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 May 2007 03:04:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/personal/lita/asisten-pengobat-hati-dan-punggung/#comment-8495</guid>
		<description>Lita...apa kabar ? daku yg duduk di sebelahmu tgl 11/05 kmrn :-)
Cerita tentang mba memang never ending deh.....
Oya, klu mo ngirim ke majalah (aku baca di homepage ini) kirim2 aja...cuma itu satu2nya cara kok Lita...

Regards</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lita&#8230;apa kabar ? daku yg duduk di sebelahmu tgl 11/05 kmrn <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
Cerita tentang mba memang never ending deh&#8230;..<br />
Oya, klu mo ngirim ke majalah (aku baca di homepage ini) kirim2 aja&#8230;cuma itu satu2nya cara kok Lita&#8230;</p>
<p>Regards</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lita</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/personal/lita/asisten-pengobat-hati-dan-punggung/comment-page-1/#comment-5129</link>
		<dc:creator>Lita</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jan 2007 16:08:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/personal/lita/asisten-pengobat-hati-dan-punggung/#comment-5129</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Edratna&lt;/strong&gt;
Whaow... asisten bu Ratna kampiun banget! Saya kalah tuh, belum bisa nyetir mobil :D
Iya, oleh-oleh utama adalah untuk anak dan asisten di rumah. Setuju banget, bu :)

&lt;strong&gt;Renee&lt;/strong&gt;
Awww... pengalaman gak enak dengan asisten :(
Sebenernya kalo ada apa-apa, paling enak dibicarakan langsung ya. Masalah utamanya (kata ibu) adalah para asisten ini biasanya SEGAN untuk ngomong. Bahkan untuk yang tiap hari becandaan cela-celaan sama orang rumah pun ternyata bisa juga diem-diem gak ngomong kalau gak setuju. Untung cepet ketauan. 

Mungkin karena masih ada sisa &#039;ketakutan feodal&#039;? Kadang kami yang rikuh kalau asisten berlaku terlalu &#039;merendah&#039;. Gimanaaaaa gitu.
Lha kok aku malah nambahi curhat toh ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Edratna</strong><br />
Whaow&#8230; asisten bu Ratna kampiun banget! Saya kalah tuh, belum bisa nyetir mobil <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Iya, oleh-oleh utama adalah untuk anak dan asisten di rumah. Setuju banget, bu <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Renee</strong><br />
Awww&#8230; pengalaman gak enak dengan asisten <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
Sebenernya kalo ada apa-apa, paling enak dibicarakan langsung ya. Masalah utamanya (kata ibu) adalah para asisten ini biasanya SEGAN untuk ngomong. Bahkan untuk yang tiap hari becandaan cela-celaan sama orang rumah pun ternyata bisa juga diem-diem gak ngomong kalau gak setuju. Untung cepet ketauan. </p>
<p>Mungkin karena masih ada sisa &#8216;ketakutan feodal&#8217;? Kadang kami yang rikuh kalau asisten berlaku terlalu &#8216;merendah&#8217;. Gimanaaaaa gitu.<br />
Lha kok aku malah nambahi curhat toh ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: renee, bundanya aila</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/personal/lita/asisten-pengobat-hati-dan-punggung/comment-page-1/#comment-5121</link>
		<dc:creator>renee, bundanya aila</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jan 2007 06:04:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/personal/lita/asisten-pengobat-hati-dan-punggung/#comment-5121</guid>
		<description>asisten oh asisten...
baru pertama kali mempekerjakan PRT, udah dibohongin.
janji balik lagi pasca lebaran, diingkari (pake acara nggantung dulu dgn janji2x manis bakal balik tapi ...hari lagi pula! :( )
padahal...dusta!!! yg satu gak balik krn dipaksa nikah oleh ortunya (baru 18 thn... :( ), yg lain diam2x kerja sama adiknya teman sekantor! &gt;:(
akhirnya repot cari ganti.
yg sekarang gak seterampil yg dulu, tapi masih lebih menolong lah ketimbang gak ada sama sekali ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>asisten oh asisten&#8230;<br />
baru pertama kali mempekerjakan PRT, udah dibohongin.<br />
janji balik lagi pasca lebaran, diingkari (pake acara nggantung dulu dgn janji2x manis bakal balik tapi &#8230;hari lagi pula! <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  )<br />
padahal&#8230;dusta!!! yg satu gak balik krn dipaksa nikah oleh ortunya (baru 18 thn&#8230; <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  ), yg lain diam2x kerja sama adiknya teman sekantor! &gt;:(<br />
akhirnya repot cari ganti.<br />
yg sekarang gak seterampil yg dulu, tapi masih lebih menolong lah ketimbang gak ada sama sekali <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edratna</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/personal/lita/asisten-pengobat-hati-dan-punggung/comment-page-1/#comment-5115</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jan 2007 02:17:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/personal/lita/asisten-pengobat-hati-dan-punggung/#comment-5115</guid>
		<description>Memang betul,asisten diperlukan apalagi jika kedua suami isteri bekerja diluar rumah.
Pengalaman mempunyai berbagai asisten sejak kecil, sampai berumah tangga sendiri bermacam-macam, tapi yang penting adalah mereka manusia biasa yang butuh perhatian.

Dengan prinsip itu, anak2ku menghargai mbaknya, dan si mbak sudah dianggap keluarga sendiri, kalau sakit diantar ke dokter, punya kamar sendiri plus TV sendiri (supaya nggak berebutan nonton, karena kadang selera berbeda).

Asisten dirumahku rata2 bekerja dalam jangka panjang, ada yang sampai menikah (anaknya jadi anak asuh keluargaku), ada yang pintar sampai bisa diajari mengetik pake komputer dan membantu suami menulis paper (tentu dia mendapat uang tambahan). Belakangan dia minta diajari menyopir...padahal cewek, jadilah dia asisten serba bisa dan tangguh. Jadi tugas dia sekarang memang asiten, dia mengajari pembantu yang baru datang, bertanggung jawab terhadap menu masakan (plus mengatur program diet suami), mengantar kami2 sampai keluar kota karena cara menyetirnya sudah ahli, mengetikkan paper dan tugas kuliah....hebat ya. Saya tak tahu, apa jadinya keluarga ku jika ditinggal si mbak asisten yang satu ini, karena dia sudah 12 tahun ikut keluarga kami.

Kalau saya dinas keluar kota atau keluar negeri, yang dipikirkan pertama kali adalah membeli oleh2 untuk anak2 dan para asisten dirumah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang betul,asisten diperlukan apalagi jika kedua suami isteri bekerja diluar rumah.<br />
Pengalaman mempunyai berbagai asisten sejak kecil, sampai berumah tangga sendiri bermacam-macam, tapi yang penting adalah mereka manusia biasa yang butuh perhatian.</p>
<p>Dengan prinsip itu, anak2ku menghargai mbaknya, dan si mbak sudah dianggap keluarga sendiri, kalau sakit diantar ke dokter, punya kamar sendiri plus TV sendiri (supaya nggak berebutan nonton, karena kadang selera berbeda).</p>
<p>Asisten dirumahku rata2 bekerja dalam jangka panjang, ada yang sampai menikah (anaknya jadi anak asuh keluargaku), ada yang pintar sampai bisa diajari mengetik pake komputer dan membantu suami menulis paper (tentu dia mendapat uang tambahan). Belakangan dia minta diajari menyopir&#8230;padahal cewek, jadilah dia asisten serba bisa dan tangguh. Jadi tugas dia sekarang memang asiten, dia mengajari pembantu yang baru datang, bertanggung jawab terhadap menu masakan (plus mengatur program diet suami), mengantar kami2 sampai keluar kota karena cara menyetirnya sudah ahli, mengetikkan paper dan tugas kuliah&#8230;.hebat ya. Saya tak tahu, apa jadinya keluarga ku jika ditinggal si mbak asisten yang satu ini, karena dia sudah 12 tahun ikut keluarga kami.</p>
<p>Kalau saya dinas keluar kota atau keluar negeri, yang dipikirkan pertama kali adalah membeli oleh2 untuk anak2 dan para asisten dirumah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

